I Love You Professor

I Love You Professor
86. Alvan Beraksi


__ADS_3

Brandon yang tadinya duduk sambil memegangi kamera langsung tegak dan menganga tanpa sadar, dia tidak tau kalau wanita di depannya bisa bela diri. Sudah dua pria yang maju berusaha menangkap Aiyana tapi tidak ada yang berhasil mendapatkannya.


Candra masih di lantai sambil memegangi adik kecilnya yang di tendang sangat keras oleh Aiyana, untung saja dia masih menggunakan sepatunya jadi tekanan untuk menendang adik kecil candra akan semakin menyakitkan.


“Sialan!” umpat Brandon.


“kalian semua apa lagi yang kalian pikirkan! Kepung dia!” teriak brandon pada semua anak buahnya yang menjadi penonton di belakang brandon.


Aiyana berhasil mengelak dari semua tangan yang berusaha menangkapnya, perut besarnya tidak menjadi halangan wanita itu untuk bergerak, dia memang mulai merasakan sakit pada perutnya tapi wanita itu menahan semuanya, berharap tidak akan ada yang terjadi pada dirinya dan anaknya nanti. Malahan kini dia mendapatkan dua senjata baru yaitu botol kaca yang ada di dekat sana, sekali tebas maka orang yang terkena akan berdarah.


Aiyana tidak peduli dia akan melukai orang orang itu, toh dia hanya membela dirinya. Wanita itu berhasil lolos dan melewati pintu ruangan itu, dia bersyukur tidak ada yang bisa mendapatkannya, namun semua gerakannya terhenti saat terdengar bunyi tembakan dan itu mengenai lengannya.


‘DOR’


Aiyana terjatuh dengan lengan yang sobek akibat peluru yang meleset mengenai lengannya, tapi darah sudah mengucur deras di tangannya.


“Berani melawan maka tembakan ini akan bersarang di perutmu” ancam brandon, dia memang sangat ahli dalam menembak, jadi dia bisa menembak sesuatu yang bergerak.


Aiyana terduduk di lantai, darah di tangannya mulai berceceran, dan wanita itu menatap sinis brandon dan anak buahnya yang berjalan mendekat padanya.


Tidak tau lagi apa yang terjadi pada candra, mungkin pria itu sudah pingsan akibat tendangan maut yang Aiyana lakukan, karena wanita itu tidak menahan diri sama sekali saat menendang alat vital si pria.


“Singkirkan dia” umpat brandon pada candra yang sudah memejamkan mata di lantai, pria itu kini mengangkat dagu Aiyana dan bertatapan dengan mata Aiyana yang menatapnya nyalang.


“Puas bermain curang!” sindir Aiyana sambil menatap sinis Brandon.


‘plak’ sebuah tamparan baru saja mendarat di pipi Aiyana, darah segar langsung keluar dari sudut bibir Aiyana.

__ADS_1


“aku tidak akan tertipu dua kali nona” balas Brandon masih sambil memegang dagu Aiyana menatap wanita itu dengan pandangan marah, “aku berubah pikiran, aku akan menyiksamu dan mengirim video penyiksaan itu pada suamimu bagaimana?” sepertinya brandon semakin terpancing dengan kemarahan saat melihat Aiyana yang berani sekali melawannya, padahal dia sudah memberikan keringanan pada wanita hamil itu.


Aiyana meludahkan darah yang ada di mulutnya tepat ke baju Brandon, “menyiksaku untuk membuat suamiku tersiksa, kau bodoh, hahaha” Aiyana masih bertahan untuk memperlihatkan bahwa dirinya tidak takut apapun.


“DIAM! Brengsek!” umpat Brandon marah.


“Kenapa? kamu itu cuma cowok brengsek yang berani melawan seorang wanita hamil dalam keadaan terikat!” tantang Aiyana sekali lagi.


“Suamimu yang brengsek! Seandainya dia tidak memanfaatkan kepolosan adikku dia pasti masih bersamaku saat ini!” ada rasa kesedihan dari sorot mata Brandon ketika dia kembali mengungkapkan tentang kematian adiknya.


“Salah! Suamiku tidak akan pernah melakukan itu! Adikmu saja yang bodoh dan tidak punya tuhan hingga dia mengakhiri hidup_”


‘Plak’ sekali lagi Aiyana mendapatkan tamparan keras dari Brandon, adik brandon adalah salah satu topik yang sangat tidak boleh di bawa dan di hina di depannya, jika itu terjadi maka brandon akan marah besar.


“Aku ingin mulutmu segera ditutup, tapi itu tidak akan bisa membuatmu menjerit lagi jadi aku akan melakukan di tempat lain” Brandon mengeluarkan sebuah pisau lipat yang ada di sakunya dan menjalankan goresan panjang pada leher Aiyana, “apa suamimu suka menciummu di sini” tawa mengerikan brandon kembali terdengar.


“Ya allah, tolong selamatkan ai” batin Aiyana menjerit kesakitan.


Bau anyir semakin tercium semakin pekat seiring dengan rasa nyeri yang semakin di dera Aiyana, beberapa luka akibat goresan pisau itu sudah mengeluarkan banyak darah, apalagi tembakan yang mengenai lengannya, ada bau terbakar dan juga terasa seperti daging yang baru terkoyak. Aiyana bisa melihat darah yang keluar dari permukaan kulit di bagian bawah lehernya.


Tidak mengenai urat nadinya, dan itu setidaknya bisa membuat dia bisa menahan sedikit lebih lama, Aiyana yakin, Alvan pasti akan datang untuk menyelamatkan dia dan anaknya, dari semua rentetan kejadian ini ada satu hal yang membuat Aiyana bersyukur, yaitu ancaman terbesar si candra berhasil dia gagalkan, Aiyana mana mungkin mau disentuh dan disetubuhi oleh pria lain selain suaminya.


Rasa perih di luka lukanya semakin terasa seiring dengan tawa Brandon yang menggema di ruangan itu.


“hahahha sakit? Itu rasa sakit selama belasan tahun yang telah suamimu buat untukku! Bertahanlah sedikit lagi, aku ingin melihat dia mengemis memohon nyawamu padaku” kekehan Brandon mengisyaratkan dendam yang sangat dalam tertuju pada Alvan.


Brandon mundur sambil tertawa bahagia, dia persis seperti orang gila yang sedang tertawa, ini melebihi yang dia harapkan, melihat wanita yang disayangi Alvan menderita secara perlahan membuat hatinya bahagia, simpatinya sudah mati dan dia sudah tidak ada sisi manusiawi lagi setelah menyaksikan berkali kali video adiknya yang berusaha bunuh diri.

__ADS_1


“Bos sepertinya mereka sudah datang” salah satu anak buah brandon masuk ke dalam ruangan penyiksaan itu, dengan keadaan panik.


“Sialan! Kalian keluar dan lawan mereka!” teriak brandon. Beberapa anak buah yang di tunjuk brandon mulai keluar dan mengikuti perintah brandon, hanya tersisa brandon dan 3 orang anak buahnya di dalam ruangan itu.


.


Alvan memperhatikan gedung kosong yang di jadikan Brandon sebagai tempat menyandra istrinya, dia bisa melihat dimana letak istrinya dengan menggunakan alat khusus yang bisa digunakan untuk melihat sensor panas manusia.


Alvan mengepalkan tangannya menahan amarah, saat melihat keadaan istrinya yang di ikat dan duduk di bangku, walaupun semua itu bukan kesalahan dia tapi istri dan anaknya harus menjadi target kesalahan, dia tidak akan memaafkan candra dan brandon, walau sekarang alvan belum tau candra adalah dalang penculikan Aiyana juga.


‘zzzrrtttt’


“Delta, lapor delta satu berhasil mendapatkan data yang dicari” suara walkie talkie jelas di telinga alvan.


“Alpha menerima- segera kirim ke ponselku” balas lava.


“Perintah diterima” balas orang tadi.


Alvan memang menyuruh salah satu tentara yang diberikan padanya untuk menyelinap ke rumah Candra untuk mencari video yang disimpan candra mengenai adik brandon, dia tau candra pasti mempunyai simpanan Video yang dia simpan karena alvan hapal dengan otak candra, dengan video itu alvan akan membuktikan bahwa kematian adik brandon bukanlah kesalahannya, dan alvan akan meluruskan semua kesalahan yang telah dia perbuat.


...🧆🧆🧆🧆🧆...


Bonus Pict



__ADS_1


__ADS_2