
‘Brak’ bunyi pintu mobil yang ditutup secara keras. Siapa lagi pelakunya kalau bukan istri cantik dan manis milik Alvan.
Alvan mengerutkan kening melihat tampang Aiyana yang sedang cemberut, bukannya marah Aiyana menutup pintu dengan keras Alvan lebih penasaran penyebab Aiyana sedang dalam mode garang.
“sayang, ada apa sih?” tanya Alvan, sambil mengelus pipi Aiyana dengan lembut.
Aiyana hanya menoleh dan menatap Alvan dengan sinis, tidak menepis tangan Alvan walau saat ini dia sedikit kesal sama pria itu, Aiyana hanya membiarkan tangan alvan untuk mengelus pipinya. Sejak kecil Aiyana selalu di ajari tidak boleh bersikap kurang ajar pada orang yang lebih tua darinya, tapi itu berlaku pada orang orang yang benar benar Aiyana kenal dan dekat dengannya.
“Kenapa istri cantik mas ini cemberut?” tanya Alvan lagi, karena Aiyana tidak juga menjawab pertanyaan pertamanya.
“Gara gara ommas ini!!” Aiyana menunjuk kue apem nya dan mulai marah pada Alvan.
“Itu kamu kenapa sayang?” tanya Alvan berusaha menahan tawanya, dia gak habis pikir dengan kepolosan istrinya, Alvan hanya berharap tidak banyak pria yang tau tentang kepolosan Aiyana, karena Alvan yakin pasti akan semakin banyak orang yang jatuh cinta pada istri kecilnya.
“Gara gara ommas ajak ai budidaya jamur, cara jalan Ai jadi aneh, Ai hampir ketahuan kalau kegadisan Ai udah di ambil sama ommas” jelas Aiyana to the point tanpa filter apapun.
Alvan langsung menyalakan mobil dan berusaha menahan tawanya.
“Ommass, dengerin gak sihh, Ai lagi emosi ini” gerutu Aiyana yang tidak mendapat tanggapan dari Alvan, malah pria itu semakin melajukan kecepatan mobil yang sedang dia kendarai.
Aiyana akhirnya diam dan tidak mengatakan apapun lagi, niat hati ingin membuat Alvan minta maaf dan bersikap romantis padanya tapi Alvan terlihat diam saja.
.
Hanya dalam 30 menit Aiyana dan Alvan sampai diparkiran rumah keluarga Alvan. Begitu masuk pagar dan mematikan mobilnya Alvan langsung membuka seftybelt nya dan menarik Aiyana untuk duduk di pangkuannya.
Alvan langsung mencium bibir Aiyana dengan ganas, memasukkan lidahnya kedalam mulut Aiyana dan mulai membelit lidah Aiyana.
“Maaf ya, kamu terlalu imut dan mas gak tahan ingin mencium kamu sayang, tapi tadi kita didepan sekolahmu, mas takut kita ketahuan berciuman makanya mas melajukan mobil untuk sampai rumah, jadi kita bisa puas berciuman tanpa ada orang yang mengetahuinya” ujar alvan dengan nafas yang tersengal sengal karena habis berciuman dengan Aiyana.
Aiyana menunduk malu, ternyata Alvan bukan tidak mau meminta maaf dan bersikap romantis padanya, tapi sedang menahan Hasrat untuk tidak menciumnya di depan umum.
__ADS_1
“Ommas nyebelin, Ai masih marah!” ucap Aiyana sambil memukul pelan dada bidang sang suami.
Alvan tertawa kecil dan mencubit gemas hidung mancung sang istri. “Gimana dong caranya biar istri mas ini tidak marah? Kamu mau shopping sayang?” Tanya alvan.
Aiyana menggelengkan kepalanya, “cari tau sendiri” dia memalingkan wajahnya ke arah samping agar tidak menatap wajah Alvan, tapi Aiyana masih belum bisa pindah dari posisi duduknya.
“Jangan ngambek dong sayang, mas janji gak bakal---” Aiyana menunggu alvan melanjutkan ucapannya, “gak bakal dekat cewek lain lagi” lanjut Alvan sambil mengulum senyum.
“Kok cewek! Ai marah karena ommas ajak Ai budidaya jamur mulu dan buat kaki Ai kayak jeli!” protes Aiyana.
“Kalau gitu Ai maunya apa?”
“ommas janji gak budidaya jamur lagi” rengek Aiyana.
Alvan mengelus puncak kepala istrinya membiarkan gadis itu terus mengoceh dan menikmati ekspresi ngambek Aiyana. “kalau itu gak bisa dong sayang, mau mas jajan ke klub malam?”
Aiyana cepat cepat menggelengkan kepalanya, “gak mau, tapi Ai kan masih dalam masa pertumbuhan, ai juga harus sekolah, bisa ya budidaya jamurnya selesai ai ujian akhir sekolah?” pinta Aiyana sekali lagi.
Aiyana menangis dan cepat cepat memeluk Alvan, “gak mau! Mas gak boleh liat wanita lain!” teriak Aiyana tidak terima.
Alvan tersenyum dan tertawa kecil, niat hati mau buat istrinya menyesal kini dia yang menyesal telah membuat istri kecilnya menangis. “Iya iya sayang, mas gak bakal liat cewek lain mas janji” Ujar Alvan sambil mengelus lembut punggung Aiyana yang sedang menangis di dada bidangnya.
“Mas gak boleh suka sama orang lain! Mas Cuma milik Ai” rengek Aiyana.
“Iya mas cuma milik Ai, udah dong nangisnya” bujuk Alvan.
Aiyana masih terisak kecil dan melepaskan pelukannya dari Alvan, “Ai minta maaf, mas jangan tinggalin Ai” isak gadis itu.
Wajah Alvan mendekat kearah kening Aiyana, pria itu mencium kening Aiyana, mata, pipi, hidung hingga bibir gadis itu, “gak akan, mas hanya cinta sama Aiyana saja, gak akan ada wanita lain, ai udah sayang ya, sama mas?” goda Alvan.
Kali ini kepala Aiyana mengangguk pelan, masih terdengar isakkan kecil dari bibir gadis itu tapi justru itu malah membuat alvan semakin gemas dengan istri kecilnya.
__ADS_1
“ALVVAANNNN!!!” teriakan Mama haura di depan pintu masuk membuat Alvan dan Aiyana yang masih di dalam mobil otomatis melihat ke arah luar. “kamu apakan menantu mama! Kok sampai dia nangis begitu!” sambung mama Haura, wanita paruh baya itu berjalan mendekati mobil Alvan dan membuka pintu mobil alvan.
“Awww, ma sakit” ringis Alvan, telinganya baru saja dijewer oleh mama Haura.
“Kamu apakan menantu kesayangan mama, kok matanya bengkak gitu?? Belum cukup kemarin sudah kamu ajak tanding gulat, sekarang mau kamu ajak main di mobil lagi?!” omel mama Haura. “sayang mama, cepat turun dari alvan, sana ke kamar dan kunci kamarnya ya” suara mama Haura melembut pada Aiyana yang masih duduk di pangkuan Alvan.
“Ma! Kok dikunci terus alvan masuk ke kamarnya gimana?” protes Alvan.
"Tidur di ruang tamu sana! Udah tau istri masih sekolah, kamu malah ajak tanding gulat” mama Haura masih mengomel dan menyeret Alvan masuk ke dalam rumah.
“bukan gulat ma, tapi budidaya jamur” ralat Alvan.
“Budidaya jamur??” mama Haura terdiam dan menatap Alvan bingung.
“istilah yang menantu kesayangan mama buat, kata lainnya cocok tanam” kekeh Alvan.
“Awww ma, ma sakit ma” mama Haura semakin mengeraskan jewerannya pada Alvan.
“Mau apapun itu, kamu gak kasian liat istri kamu seperti itu? Kalau dia sudah selesai sekolah puas puas lah kamu cocok tanam apapun namanya, jangan saat dia masih hari sekolah Alvan” omel mama haura.
“Iya ma, iya, Alvan gak bakal ganggu Ai selama masih HARI sekolah, tapi kalau hari libur itu waktu Al buat dimanja istri” Alvan tersenyum jahil di kalimat terakhir yang dia ucapkan.
Mama haura menghela nafas panjang, dan akhirnya melepaskan jewerannya dari alvan, “ya sudah, asal jangan buat nilai istri kamu jelek gara gara gak ada waktu istirahat” ucap mama Haura pasrah.
“Oke ma, Al naik ke atas dulu” ucap Alvan, pria itu naik secepatnya mengejar Aiyana yang sudah naik ke atas lebih dulu. Dia terkejut saat mencoba membuka pintu kamar, pintu itu tidak mau dibuka karena sudah terkunci. “Sayang! Kok pintunya dikunci!” teriak alvan dari luar pintu kamar.
“mama yang suruh!” teriak Aiyana dari dalam kamar.
“Ya allah yank, mama! Liat menantu mama patuh banget sama mama” teriak alvan dari lantai atas. Mama haura yang mendengar teriakan alvan tertawa puas melihat menantunya yang patuh dengan ucapannya.
“Rasain!! Tidur di luar!” ledek mama Haura, wanita paruh baya itu tersenyum bahagia melihat Alvan yang kembali seperti alvan yang seperti dulu, sebelum dia berpacaran dengan Gizhi. “Terima kasih Aiyana, terima kasih sudah membuat anak mama kembali” ucap mama Haura dalam hati.
__ADS_1
...🥐🥐🥐🥐🥐...