I Love You Professor

I Love You Professor
Bonchap : Hamil??


__ADS_3

Satu bulan setelah honeymoon yang dilakukan Aiyana dan Alvan. Arion sudah tidak bertanya lagi tentang adiknya karena sudah diberi pengertian yang panjang, pria kecil itu sekarang sibuk dengan mainan barunya yang dibelikan oleh papa hamdi.


“gimana van udah nampak gak bibit unggulnya” goda ayah Abraham.


Mata Alvan langsung melirik ke kanan dan kiri mencari dimana posisi Arion bermain, habisnya bocah kecil itu kalau sudah mendengar pembahasan tentang adik nya maka dia akan terus menerus meminta dilihatkan adik, padahal belum tau adik yang diminta sudah ada atau belum.


“Belum tau yah, adiknya Arion masih OTW” jawab Alvan ketika sudah tau Arion tidak ada di dekatnya, pria kecil itu sedang bermain dengan abang sepupunya Ahmad, untung saja perbedaan umur tidak membuat Ahmad tidak mau bermain dengan Arion yang masih kecil.


“Aduuhhh katanya bibit unggul Van, gimana sih itu” ledek papa Hamdi sambil tertawa kecil.


“Papa jangan ledek dong, alvan udah usaha ini, masih belum di cek, Aiyana masih nunggu apa udah datang bulan atau belum” ujar Alvan.


“Iya pa, ini ai juga masih belum tau berhasil atau tidak program kemarin” sahut Aiyana yang baru saja datang bersama para wanita dengan membawa cemilan di teras samping rumahnya.


“Ap aini sayang, sepertinya enak” Alvan baru saja mau menyomot satu buah risol yang dibawa Aiyana, pria itu langsung menutup hidung dan mulutnya dengan tangan, melihat kesamping dan ada putra pertama mereka yang sedang tegak di sebelah alvan.


“Abang, badan abang bauk asem, sana mandi” usir alvan pada putra pertamanya. Arion memang baru saja selesai main kejar kejaran dengan abang sepupunya dan tertarik dengan cemilan yang dibawa Aiyana, jadi dia segera berlari mendekat begitu Aiyana datang membawa cemilan.


“ndak auk” balas pria kecil itu dengan wajah cemberutnya.


“baukkk abang, daddy sampai pusing ciumnya” ujar alvan.


“endakkkk” teriak Arion tetap pada pendiriannya. “Daddy yang auukkk” arion mencomot risol yang ada di meja dan berlari membawa dua risol di tangan kanan dan kirinya.


“Tu bocah lama lama ngeselin” gerutu Alvan melihat Arion yang sudah berlari menjauh sambil melet ke arahnya.


“tu bocah anak lo Alvan!” ledek Andra sambil tertawa. “Gak ada henti hentinya ya bertengkar dengan anak sendiri” lanjut andra.


Ucapan andra membawa tawa semua yang ada di sana, memang saat ini keluarga alvan dan keluarga Aiyana sedang berkumpul.


“uueeekkkk” Alvan langsung berlari ke dalam rumah menuju kamar mandi, dan itu langsung membuat semua orang yang ada di sana terdiam serta langsung menatap Aiyana.


“Ai kamu udah cek belum?” tanya mama Haura antusias.

__ADS_1


“hahh?” Aiyana masih kebingungan dan belum mengerti dengan pertanyaan mama Haura.


“Itu suami kamu udah tanda tanda” sahut Bunda Vania.


“tanda tan_” Aiyana langsung menutup mulutnya begitu sadar dengan pertanyaan mama haura dan bunda Vania, tangan Aiyana langsung mengarah pada perutnya. “maksud mama dan bunda, ai hamil? Gak mungkin ma, jangan buat ai terlalu berharap” lanjut Aiyana.


“Iya coba aja, siapa tau kamu udah hamil ai” seru Mama Haura.


“Itu suami kamu udah muntah muntah, siapa tau emang benar” tambah bunda Vania.


Aiyana berpikir lagi, memang tadi subuh alvan muntah muntah tapi Aiyana berpikir itu karena alvan kurang enak badan, dia juga belum berani cek karena takut terlalu berharap, pernah setahun yang lalu alvan seperti itu juga dan nyatanya Aiyana tidak hamil, jadi Aiyana tidak mau terlalu berharap sejak saat itu. “baiklah ai cob ates, kebetulan ai udah beli alat tes nya, tapi mama dan bunda jangan terlalu berharap ya, ai gak mau kalian terlalu kecewa” ucap Aiyana pasrah.


“Iya, tenang aja, mama Cuma ingin kamu coba aja dulu” ujar mama haura.


Aiyana akhirnya mengangguk dan berjalan ke kamarnya mencoba alat tes yang sudah lama dia beli, dan masih ada di rumah.


.


Tidak lama kemudian Aiyana datang ke tempat keluarganya kumpul. Sudah ada alvan di sana, pria itu menatap Aiyana bingung.


“Ai…” Aiyana menjeda ucapannya dia langsung memeluk alvan. “Ai hamil Ma, ai hamil” teriak ai semangat sambil menunjukkan alat tes kehamilan yang baru saja dia coba.


“Alhamdulillah!” ucap syukur semua orang yang ada di sana.


“Beneran sayang?” tanya alvan tidak percaya.


“Iya ini lihat” Aiyana menunjukkan alat yang ada ditangannya pada Alvan.


“ya allah terima kasih atas rezeki yang engkau berikan” ucap alvan penuh haru, dia memeluk Aiyana dan mencium bibir wanita itu berkali kali, tidak peduli ada banyak mata yang melihatnya. “Abang! Abang akan punya adek” seru alvan semangat, pada putra pertamanya.


Arion yang mendengar itu langsung berlari mendekat, “ana adek lion, ndak ada” kata pria kecil itu sambil melihat keseliling daddy dan mommy nya.


“Ini abang, kan udah daddy bilang ada di perut mommy, abang mau liat?” tanya Alvan.

__ADS_1


“auuu imana calanya dad?” sorak Arion antusias.


“Abang mandi dulu kita ke rumah sakit sekarang” jawab alvan.


“Mau kalian periksa sekarang?” tanya papa hamdi.


Alvan menganggukkan kepala, “iya pa, biar rion mengerti sekecil apa adiknya sekarang” balas alvan.


“Lion ndak au andi, lion au liat adek” ucap tegas Arion.


“Rion bau busuk, sana mandi, kalau mau ikut daddy dan mommy pergi” usir alvan.


“api lion alas” bantah Arion sekali lagi.


“Rion mau main air sama mommy gak? Kita mandi bareng yuk” ajak Aiyana.


“Sayang~ mau juga mandi bareng” rengek alvan tiba tiba.


‘Plak’ Aiyana langsung menepuk lengan Alvan dengan keras, “iihhhh mas malu tau”.


“Ayoo mom andi, daddy inggal aja” Arion menarik tangan Aiyana untuk mengikutinya ke kamar.


“woii bocahhh itu punya daddy!” teriak alvan tidak mau kalah, pria itu sudah berlari mengikuti Aiyana dan Arion yang berjalan menuju kamar mereka.


Alvan tampak bertengkar kecil memperebutkan Aiyana, memang dua pria Aiyana itu selalu bertengkar untuk hal hal sepele, seperti memperebutkan Aiyana milik siapa, siapa yang boleh Aiyana cium dan peluk, walaupun sudah besar alvan masih cemburu pada putranya sendiri.


Padahal saat kecil dia yang sangat menjaga Arion tapi saat besar Arion lebih dekat dengan Aiyana.


Orang orang hanya bisa geleng geleng kepala liat apa yang terjadi, sudah biasa melihat alvan yang manja dan selalu cemburu pada putra sendiri, entah apa jadinya jika Arion sudah lebih dewasa, apa daddy Alvan tetap sering bertengkar dengannya atau Alvan sudah mulai dewasa dari putranya.


“Semoga keluarga mereka selalu bahagia” ucap ayah Abraham pelan saat melihat kedekatan keluarga Aiyana dan Alvan.


“Aminn” sahut semua orang serentak.

__ADS_1


...🍛🍛🍛🍛🍛...


__ADS_2