
Hari minggu pagi Alvan sudah tampak menunggu Aiyana di ruang tamu, kedua pasangan pasutri itu memang sedang berencana ke rumah salah satu sahabat Alvan yang anaknya berulang tahun.
“Ommas gimana kalau seperti ini?” Aiyana baru saja turun dari tangga sambil bergaya menunjukkan baju yang dia kenakan.
Alvan yang sudah menunggu Aiyana sejak 1 jam yang lalu sambil membaca tidak mengatakan apapun hanya mengisyaratkan tangannya agar Aiyana mendekat ke arahnya.
Aiyana segera mendekat dan kembali bertanya, “gimana bagus gak?? Tampak dewasa?? Soalnya ai gak mau dikira anak SMA” ujar Aiyana.
“hmmm..” alvan masih tidak berkomentar dan hanya berdeham saja, membuat Aiyana duduk didekatnya sambil menunggu jawaban yang keluar dari mulut Alvan.
Kesempatan Alvan merarik tengkuk istrinya dan mencium bibir gadis itu.
“Ommas apaan siihh” protes Aiyana begitu bibirnya dilepas oleh alvan.
“Itu bukan dewasa sayang, tapi menor, lipstick nya ketebalan” Bohong Alvan.
Aiyana mengernyitkan keningnya, “benaran, entar ai perbaiki lagi” baru saja Aiyana mau tegak dari tempat duduknya Alvan kembali menarik gadis itu mendekat.
“Kelamaan, mas udah capek nunggunya, biar mas hapusin sekarang” ujar Alvan dan kembali mencium bibir Aiyana. Gadis itu hanya bisa pasrah dicium kembali oleh Alvan.
Keduanya masih berciuman mesra di sofa, tanpa mereka sadari sudah ada Andra memergoki mereka sedang berciuman.
“Ehheemmmm, tau tempat dong kalau mau kiss” sindir Andra.
Aiyana langsung melepaskan ciuman alvan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
“ganggu aja bang! Sana pergi” usir Alvan.
“Hellooo! Kalian ciuman di tempat umum, sana cari rumah sendiri biar bisa puas ciuman dimana aja” Usul Andra asal, sambil mengambil tempat duduk di depan Alvan.
“Ide bagus tu, gimana sayang kita pindah aja” tanya Alvan begitu mendapatkan usul dari Andra.
“Mau ngapain pindah rumah” amuk Aiyana yang sejak tadi menyembunyikan kepalanya di dada bidang Alvan.
Alvan menunjuk Andra, “kan dengar sendiri biar bisa puas ciuman dimana aja” ujar Alvan terdengar seperti bukan candaan.
__ADS_1
“Ihhhh ommas mesumm, udah ayo pergi! Tadi katanya takut telat” semprot Aiyana dan langsung menarik tangan Alvan untuk segera pergi. “mas, ai pergi assalamualaikum” pamit Aiyana pada andra.
“Sayang! Gak bisa gini dong, kamu manggil mas ‘Ommas’ tu orang lebih tua umurnya dari mas, kamu panggil mas, mas mau minta ganti nama panggilan” Alvan menunjuk Andra yang sedang tertawa keras mendengar protes yang Alvan ajukan.
“ommas mukanya karatan, lebih tampak mas andra yang jadi adiknya” canda Aiyana.
Andra semakin tertawa terpingkal pingkal mendengar jawaban Aiyana.
“Woii bang jangan senang dipuji sama istri alvan! Dia itu Cuma sedang berbohong saja demi mendapatkan hati abang iparnya” protes Alvan yang tidak senang melihat Andra tertawa keras.
“Ai gak bohong, ai serius kok” ucap Aiyana yang berusaha membuat poker face agar tidak ketahuan sang suami.
“sayang kok gitu! Pokoknya mas mau minta ganti nama panggilan gak mau ommas lagi” alvan kembali duduk dan berpura pura ngambek tidak mau menatap Aiyana.
Aiyana menepuk jidatnya melihat tingkah sang suami yang mirip dengan anak kecil yang sedang ngambek.
“Ommas gak lucu ihhh, kok jadi ommas yang ngambek sih, ayooo cepat kita pergi nanti telat loh” Aiyana berusaha menarik lengan alvan agar pria itu segera tegak jadi Aiyana bisa menyeretnya untuk pergi dari sana.
“Gak mau masih dipanggil ommas” Alvan masih dengan mode ngambeknya.
Aiyana menghela nafas sedikit panjang, “sayang, honey bunny sweety yuk kita pergi” wajah Aiyana seperti orang mau muntah saat selesai memanggil nama suaminya.
...🥪🥪🥪🥪🥪...
Alvan dan Aiyana sampai di rumah Ridho, ternyata ridho tidak mengundang banyak orang, hanya membungkus makanan dan membagikan pada orang orang yang ada di jalanan, setelah itu mereka makan bersama di rumah bersama keluarga dan teman teman yang ridho panggil.
“Kok gak panggil candra dan danu?” tanya Alvan penasaran, saat ini keduanya sedang menikmati makan siang di teras rumah ridho, sedangkan Aiyana sedang bersama istri Ridho yang sedang mengurus putra kecilnya yang baru lahir.
“Mereka belum nikah, males gue undang kalau mereka hanya membawa pacar mereka ke sini” jawab Ridho.
“kemarin si Candra telepon gue” Alvan mulai bercerita tentang kejadian yang dia alami kemarin.
“ohhh gue udah tau, dia telepon gue marah marah karena gue ngadu ke elo, gue memang teman dia dan elo, tapi tetap saja gue gak suka cara licik dia buat ngehancurin rumah tangga orang lain, walaupun elo memang jatuhnya terpaksa menikah tetap saja ini pernikahan beneran bukan permainan biasa, lo bersumpah menjadi seorang suami dengan mengambil tangan istri lo dari bapaknya secara baik baik, jangan ada namanya perceraian, karena itu akan menyakiti banyak pihak” Ridho mengangguk dan tersenyum kecil karena memang kemarin candra marah marah padanya.
“Gue gak habis pikir dengan rencana dia, lo ingat gak waktu gue SMA dulu” tanya Alvan yang berusaha mengingat memori mereka saat SMA.
__ADS_1
“Ahhh insiden sama anak SMA tetangga yang bunuh diri gara gara mengira elo mutusin dia kan” seru Ridho.
“Gue gak mutusin, gimana ceritanya gue mutusin dia kalau gue gak pernah pacaran sama dia, Candra tu yang pacaran sama dia menggunakan nama gue dan foto foto gue, ya mana gue tau kalau tu cewek bakalan nyamperin gue dan langsung meluk dan hampir cium gue” protes Alvan, punggungnya bergidik ngeri membayangkan hal yang terjadi saat masa SMA.
“iya sih, tapi gue gak habis pikir cuma ditolak elo, dia sampai bunuh diri” Ridho geleng geleng kepala mengingat kejadian itu lagi.
“Memang ampun gue sama si candra, untung aja dia udah gak gunakan wajah gue lagi”.
“Soalnya wajahnya sudah di operasi, udah ganteng tu anak” kekeh Ridho, yang memang mengakui wajah Candra sekarang mengalami banyak perubahan mirip aktor aktor korea. “ngomong ngomong soal wajah, gue perhatikan wajah istri lo tampak lebih muda dari saat pernikahan waktu itu” singgung Ridho.
“Umurnya juga lebih muda dari gue” celetuk Alvan.
“berapa?” tanya Ridho penasaran.
“Rahasia, kapan kapan gue kasih tau” balas Alvan sambil tertawa pelan.
“ya elah pakai rahasia pula sama gue”.
“Istri gue gak mau kalau ketahuan umur aslinya, jadi bersabar aja nunggu istri gue mau” ujar alvan.
“Wahhh sepertinya banyak kemajuan ni, udah sering manggil istri, kapan rencana kalian bulan madu biar anak anak gue punya teman gitu” kekeh Ridho.
“Insya allah kalau ada waktu bakalan gue buat yang tampan dan manis mirip gue sama istri” balas Alvan dengan bercanda.
...🍟🍟🍟🍟🍟...
bonus pict
Aiyana : Cantik gak?
Alvan : . . . (kasih isyarat tangan mendekat)
Aiyana : (mendekat) gimana??
__ADS_1