I Love You Professor

I Love You Professor
70. Telepon


__ADS_3

Hari hari alvan dan Aiyana berlalu seperti hari hari biasanya. Aiyana sudah mulai masuk ke kelasnya, bukan berarti dia hamil dan tidak mau datang ke kampus untuk mengambil cuti. Wanita hamil itu merasa dirinya masih sanggup untuk beraktifitas di kampus.


Toh, dia cuma akan mengambil 1 semester yang berisi 6 bulan lalu Aiyana akan mengambil cuti kuliah setelah semester 1 selesai dia jalani.


Walau Alvan sudah berkali kali menyuruh untuk Aiyana untuk mengambil cuti, tetap saja wanita hamil itu masih kekeh untuk kuliah.


Alvan sendiri berangkat ke kampus seperti biasa tapi dia mengajar menggunakan masker kain bekas baju Aiyana yang dia potong mirip sapu tangan. Alvan memang mengalami kehamilan simpatik, dia bahkan sangat sulit beraktifitas karena hal itu, tapi alvan selalu bersyukur dia yang mengalami hal seperti itu, tidak bisa alvan bayangkan Aiyana mengalaminya, melihat Aiyana tidak mau makan saja alvan sudah kelabakan apa lagi saat Aiyana lemah dan tidak bertenaga seperti dirinya.


“kamu!” alvan menunjuk salah satu wanita tercantik di kelasnya dan duduk paling depan.


“ya pak?” tanya mahasiswi itu dengan senyum mempesonanya, berharap mungkin senyumannya mampu membuat alvan langsung jatuh cinta padanya, buktinya begitu alvan masuk ke dalam kelas, alvan langsung menunjuk dirinya.


“Tolong duduk paling belakang dan paling jauh dari saya, parfume kamu bikin saya mual” ujar alvan sambil terus memegangi sapu tangan yang ada aroma Aiyana.


Mahasiswi itu sempat bengong dan terdiam beberapa saat sebelum kembali di kejutkan dengan suara alvan.


“Apa lagi yang kamu tunggu, dan kalian semua yang memakai parfume tolong duduknya paling belakang, bau kalian bikin saya mau muntah” perintah alvan, pria itu sudah duduk di kursinya dan memijat pelipisnya pelan. Sebenarnya alvan masih tidak bisa mengajar, hidungnya sangat sensitive pada bau, apa lagi dia juga lemas karena sulit makan, setiap dia makan pasti akan dia muntahkan, dan hasilnya alvan hanya mampu makan beberapa suap dan jika sudah merasa mual dia akan berhenti.


Alvan tetap berusaha mengajar karena Aiyana yang mau kuliah, dia tidak mau istri kecilnya di dekati orang lain, walau jelas jelas dia sudah menghamili Aiyana, tapi tetap saja masih banyak pria yang menatap Aiyana.


Beberapa mahasiswa dan mahasiswi mulai pindah tempat duduk seperti arahan alvan, mereka semua mulai yakin jika rumor tentang alvan yang sangat mencintai istri nya itu benaran, karena mereka menjadi saksi melihat alvan yang berubah seperti orang lain, apa lagi sampai mengurusi parfume milik orang lain.


...🍙🍙🍙🍙🍙...


Di kelas Aiyana tampak tekun mendengarkan penjelasan dosen, walau itu bukan bidang yang dia sukai, Aiyana tetap berusaha keras untuk memahami apa yang sedang dia hadapi.


“Sekian dari saya, sampai jumpa lagi minggu depan” tutup dosen yang mengajar.


.


“ai, lo makin cantik aja sih” celetuk Keyla.


Aiyana hanya tersenyum tapi tidak mengeluarkan satu suarapun, dia sibuk memasukkan pena dan buku catatannya ke dalam tas.


“Yahh ni anak di bilang cantik cuma senyum senyum aja”.

__ADS_1


“Terus gue harus gimana Keyla” balas Aiyana.


“kasih tau dong, rahasianya biar bisa makin cantik tiap hari” kekeh Keyla.


“kalau menurut gue karena ai sedang hamil, kata orang orang ibu hamil itu punya kharismanya sendiri” celetuk putri.


“Yahhh gak mungkin dong gue minta pacar gue buat hamilin gue, yang ada di hapus nama gue dari kk” ujar Keyla lesu.


Aiyana dan putri tertawa serentak, emang selalu ada aja kelakuan sahabatnya itu.


📳📳📳📳


Putri dan Keyla menoleh pada Aiyana yang sedang memperhatikan nomor asing yang masuk kedalam ponselnya.


“Siapa ai?” tanya putri dan Keyla bersamaan.


Aiyana menggeleng pelan, “gak tau siapa”.


“coba aja angkat, siapa tau penting” ujar putri.


Aiyana mengabaikan telepon yang masuk keponselnya, tapi tetap tidak berhenti, setiap waktu telepon habis, pasti nomor yang sama kembali menghubungi lagi.


“mau gue angkatkan?” Putri menyodorkan tangannya meminta ponsel milik Aiyana yang tidak berhenti menelpon.


Sempat berpikir beberapa saat, Aiyana akhirnya menyerahkan ponsel itu pada Putri.


📲“halo, ini siapa ya?” tanya putri to the point begitu dia menekan tombol hijau pada ponsel Aiyana.


📲“Halo, ini Aiyana ya?” terdengar suara wanita dewasa dari seberang telepon.


📲“ya, ada apa” balas putri berpura pura menjadi Aiyana.


📲“Aiyana, apa kita bisa bertemu? aku gizhi calon istri alvan dulu, aku ingin berbicara berdua saja dengan kamu boleh gak?” ternyata wanita yang menelpon itu adalah gizhi.


Putri mengernyitkan keningnya, dia bersyukur yang mengangkat telepon adalah dia, bukan Aiyana, walau putri tidak tau lengkap ceritanya, tapi dia tau Aiyana tidak boleh bertemu dengan wanita ular itu. Sementara itu Keyla dan Aiyana sejak tadi menoel lengan putri, bertanya ‘siapa yang menelpon’ dari gerakan bibir tanpa suara. Mereka berdua tidak bisa mendengar suara Gizhi dari dalam telepon karena Putri langsung mengecilkan volumenya hingga hanya dia yang bisa mendengar dengan menempelkan ponsel pada telinganya.

__ADS_1


📲“Bisa”


📲“benarkah?? Kalau gitu besok kan hari libur bagi mahasiswi, aku ingin bertemu di restoran xx jam 1 apa bisa?” suara gizhi terdengar bersemangat.


📲“ baik” jawab putri singkat dalam hati dia terus menghapal nama tempat dan jam untuk diberitahu kepada suami Aiyana.


📲“Teri_” putri langsung mematikan ponsel Aiyana. Dan menatap teman temannya.


“siapa put?” tanya Keyla dan Aiyana serentak.


“telepon penipuan, makanya gue bilang baik baik aja, biar cepat selesai, ai jangan diangkat telepon ini, dia bisa buat suara mirip dengan orang yang kita kenal dan buat kita simpati padanya” larang putri.


Aiyana yang polos hanya mengangguk setuju dengan permintaan Putri, dia sama sekali tidak curiga dengan kebohongan putri sementara Keyla menatap putri penuh curiga.


“Ai, boleh gak kita berdua ikut makan siang dengan pak alvan, sesekali minta teraktir boleh ya ai” tanya putri.


“ya udah kalian tunggu di sini, gue ke ruangan pak alvan dulu” ucap Aiyana sambil beranjak dari duduknya.


“Cieee kalau di kampus panggilnya pak alvan, kenapa gak sayang lagi” ledek putri.


“isss kalian jangan godain, ini masih di lingkungan kampus harus professional, jadi gue pergi sekarang, bye” kekeh Aiyana.


Putri dan Keyla tersenyum sambil tertawa pelan sampai Aiyana menghilang Keyla langsung menatap putri penuh selidik.


“benaran yang tadi itu telepon penipu?” tanya ulang Keyla.


Putri sudah mengeluarkan kertas dan membuat catatan di kertas kecil itu, membiarkan Keyla ikut membacanya.


‘Pak tadi mantan kekasih bapak telepon ke ponsel ai, saya yang mengangkatnya, Aiyana tidak tau sama sekali karena saya mengatakan itu telepon penipuan, wanita itu meminta janji ke temu dengan Aiyana di restoran xx jam 1 siang besok’ isi pesan yang putri tulis di kertas kecil yang tadi dia sobek.


...🥯🥯🥯🥯🥯...


bonus pict


istri alvan saat jadi mahasiswi

__ADS_1



__ADS_2