I Love You Professor

I Love You Professor
66. Kehamilan Simpatik


__ADS_3

Aiyana mengintip dari pintu masuk kamar mandi, melihat suaminya yang sejak sholat subuh terus saja muntah muntah dan bahkan beberapa hari ini pria itu tidak nafsu makan.


“ommas minumnya” Aiyana menyodorkan lemon tea pada Alvan, dan alvan menyambut itu dengan senyuman.


Alvan menghabiskan tea yang ada di gelas itu lalu meletakkannya di meja. Pria itu langsung menarik Aiyana untuk duduk di pangkuannya, setelah itu menghirup banyak banyak aroma Aiyana, sebenarnya hanya itu obat yang bisa mengurangi rasa mual yang alvan rasakan, tapi karena berhubung lemon tea itu adalah buatan Aiyana, alvan langsung menghabiskan minuman itu.


“Ommas maaf ya” lirih Aiyana sambil mengelus kepala Alvan.


Alvan melepaskan pelukannya dan menatap Aiyana, “Hmmm, Maaf kenapa?” suara alvan terdengar sangat lembut, walau saat ini keadaan pria itu sangat parah, sudah hampir berhari hari pria itu muntah muntah dan tidak nafsu makan menggantikan Aiyana.


“Soalnya karena ai, ommas jadi seperti ini, pasti susah ya” lirih Aiyana yang memperhatikan penurunan berat badan pada sang suami.


Alvan mendekatkan wajahnya pada Aiyana dan mencium singkat kening Aiyana, “Mas, senang karena yang mengalami ini adalah mas, jadi ai cuma fokus jaga Kesehatan dan bawa baby kita selama 9 bulan, hal seperti ini sangat mudah untuk mas jalani, jangan minta maaf ya” Alvan terus mengelus pipi Aiyana sambil menyampaikan besarnya cinta yang dia berikan pada Aiyana.


“Tapi ommas jadi gak bisa ngajar gara gara ini” memang alvan hari ini sedang mengambil cuti, karena merasa sangat lemas, namun jika ditanya apa alvan keberatan mengalami kehamilan simpatik maka jawabannya adalah tidak, Alvan senang istrinya makan dengan lahap, dan tidak muntah muntah. Dia malah berharap Aiyana tidak mengalami hal itu sama sekali, tidak bisa alvan bayangkan istrinya yang lemah harus mengalami morning sickness, atau tidak nafsu makan.


Sudah tidak bisa minum obat, Aiyana harus mengalami semua itu, makanya alvan bersyukur yang mengalami semua itu adalah dirinya.


“Mas cuma ambil cuti sehari aja, untuk nemani istri mas yang baru pulang dari rumah sakit, bukan karena ini” elak alvan, karena ucapan yang dilontarkan alvan adalah setengah kebenaran.


Sesungguhnya alvan tidak bisa mencium bau bau yang aneh, hidungnya menjadi lebih sensitive, bahkan Ridho sahabatnya tidak boleh mendekat karena pria itu sering sekali menggunakan parfume jika ke kampus.


Ridho bahkan menertawakan alvan yang mengalami kehamilan simpatik, karena dirinya tidak mengalami itu, dia kasian melihat alvan yang menutup mulutnya menggunakan sarung tangan milik Aiyana, karena aroma istrinya yang bisa membuat alvan lega dan mengurangi keinginan untuk muntah.

__ADS_1


“Kalau gitu besok ai ke kampus juga bareng sama ommas ya”.


Kepala alvan dengan cepat menggeleng, “di kampus masih ada acara MOS, jadi kamu tidak boleh ikut” tolak Alvan.


“ihhh kenapa sih, ai gak boleh ikut, ai cuma pengen nonton pertunjukkan anggota kelompok para mahasiswa baru” rengek Aiyana, sebenarnya besok adalah acara penutupan MOS dengan ditampilkan pertunjukkan dari para mahasiswa dan mahasiswi yang baru masuk, mereka bisa menampilkan apa saja dari penampilan dance, nyanyi atau pertunjukkan sulap, bahkan drama dan pemenangnya akan diberikan hadian special dari pihak penyelenggara.


Aiyana sangat ingin menonton karena kelompoknya akan menampilkan pertunjukkan menyanyi, Ai ingin menyaksikan kedua temannya unjuk kebolehan mereka.


“Acaranya lama sayang, besok juga mas pulang cepat soalnya gak ada jadwal mengajar hanya bimbingan skipsi saja” tolak alvan sekali lagi.


“makanya karena sebentar ai ikut ya, pas ommas pulang ai ikut pulang, boleh ya” rengek Aiyana.


Alvan kembali menggeleng, “tidak boleh, kamu baru keluar dari rumah sakit sayang” tolak alvan lagi, sebenarnya pria itu tidak membolehkan Aiyana ke kampus karena tidak mau istrinya mendengar gossip yang akan menyakiti hatinya, dia ingin memastikan dulu, bahwa tidak aka nada orang yang membicarakan atau menyindir Aiyana secara terang terangan ataupun sembunyi sembunyi. Alvan tidak mau dia gagal menjaga Aiyana sampai dua kali.


Kini alvan yang menghela nafasnya sedikit lebih panjang dari biasanya, dulu dia menggukankan kata kata dosa untuk mengatur istri kecilnya yang sangat takut bertambah dosa, tapi sekarang Alvan tidak bisa berkata kata lagi karena dialah yang akan mengangguk patuh jika Aiyana menggunakan sesuatu seperti mengidam ingin ini atau itu.


“baiklah, tapi cuma sebentar, janji pas mas ajak pulang ai akan patuh dan tidak akan beralasan karena dedek bayi” Alvan mengangkat tangannya untuk memberikan jari kelingkingnya pada Aiyana.


Aiyana sempat beberapa detik menatap tangan alvan lalu mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking alvan setelah banyak pertimbangan, “baiklah” ucap Aiyana pasrah.


Alvan tersenyum penuh kemenangan, “pintar, ai gak marah kan sama keputusan mas?” goda Alvan.


“gak marah” jawab Aiyana pelan.

__ADS_1


“kalau gak marah cium dulu dong” Alvan mendekatkan wajahnya pada wajah Aiyana, semakin dekat untuk mencium bibir Aiyana, ciuman yang sangat dalam seolah olah Aiyana akan tenggelam di sana. Alvan tersenyum melihat Aiyana mulai memejamkan mata menikmati ciuman yang dia berikan, dia memberikan gigitan kecil pada Aiyana, niatnya menggoda istri kecilnya itu, karena tangan alvan mulai bermain kedalam baju kimono yang Aiyana kenakan.


“Ommas!” rengek Aiyana, saat ciuman mereka terlepas.


“dedek nya mau ketemu sama daddy nya gak?” bisik Alvan seduktif.


Aiyana masih diam menahan dirinya untuk tidak mengangguk, tapi rayuan yang alvan berikan tidak mampu di tahan wanita itu lagi, “bentar aja, ai baru pulang dari rumah sakit” ucap Aiyana pelan.


Alvan bersorak bahagia dan kini langsung menggendong istri kecilnya menuju tempat tidur. Kedua pasangan itu mulai ritual suami istri mereka, padahal itu masih sangat pagi dan keduanya sama sama belum sarapan pagi.


.


Pukul 9 pagi alvan baru membawa istrinya turun untuk menyantap sarapan pagi di bawah. Seperti tidak pernah mengalami sakit sama sekali pria itu terlihat lebih bugar dan sehat karena baru saja diberi asupan vitamin dari Aiyana.


“Alvan! Istri kamu baru keluar dari rumah sakit, jam segini baru kamu ajak sarapan pagi!” omel mama Haura saat melihat Aiyana dan Alvan baru keluar dari kamar mereka.


Alvan malah tersenyum lebar dan tertawa kecil, “alvan sedang ngisi daya ma, liat alvan sekarang tampak bugar kan” kekeh alvan.


Mama haura hanya bisa geleng geleng kepala liat kelakuan putra keduanya, entah mencontoh siapa, karena dulu suaminya tidak pernah sampai mual mual di pagi hari seperti alvan, dia juga kasian liat putra keduanya yang tidak bisa ikut sarapan karena mual liat nasi.


...🍙🍙🍙🍙🍙...


bonus pict

__ADS_1



__ADS_2