I Love You Professor

I Love You Professor
87. Pingsan


__ADS_3

“Kita akan mulai sekarang!” Ucap alvan.


Mereka semua mengikuti perintah alvan. Satu persatu bawahan brandon mulai di lumpuhkan alvan, dari lantai satu, hingga lantai dua.


‘Zrrtttt’


“Volt melapor, ada pria pingsan tanpa busana di ruangan pertama dengan pintu merah”


Tanpa bertanya lagi alvan segera masuk kedalam ruangan itu, dia tampak terkejut melihat candra lah pria yang dikatakan pingsan tanpa busana itu.


“ikat dia dan segera amankan” perintah alvan.


“baik” jawab mereka serempak.


“Kembali amankan lantai satu” perintah Alvan lagi, dia memang membuat anak buah Brandon satu persatu pingsan, belum ada yang mati, karena memang alvan bukan pria jahat yang akan mengambil nyawa seseorang, alvan masih akan menyerahkan semua orang kepada polisi, dan mengikuti persidangan sesuai hukum yang berlaku di negara tempat dia berada.


Memang alvan dendam, marah dan emosi melihat apa yang terjadi pada istrinya, tapi kematian seseorang hanya bisa di tentukan oleh allah, alvan tidak akan bermain dengan kematian seseorang, apa lagi istrinya sedang hamil, bahkan alvan tidak mau membunuh Binatang kecil seperti semut sangking dia takut karma akan terjadi pada anaknya.


“lapor, salah satu orang berhasil kabut ke atas” Salah satu tentara yang berada di tangga datang melapor pada alvan.


“hah!” alvan hendak mengumpat tapi dia langsung berusaha menahan amarahnya. “Kita mulai kuasai lantai atas” perintah alvan.


.


Hampir semua anak buah brandon yang ada diluar sudah dilumpuhkan oleh alvan, sekarang hanya tersisa satu ruangan dimana alvan yakin istrinya ada di sana.


Alvan sudah bersembunyi di dinding dengan senjata api di tangannya, jangan tanya dari mana alvan bisa memegang senjata api dan bela diri, dia memang sudah di latih sebagai tentara oleh sang kakek, tapi sayang semua kemampuan alvan tidak di gunakan untuk menjadi tentara malah dia memilih menjadi professor.


Sebenarnya alvan bahkan sudah bisa menjadi jendral jika dia mendaftarkan diri sebagai seorang tentara, namun tetap saja dia masih tidak mau mengikuti alur yang sudah di rancang oleh kakeknya.

__ADS_1


“MENYERAHLAH ALVAN!” teriakan suara brandon membuat alvan memejamkan matanya dan menahan diri untuk tidak mengumpat. “CEPAT TUNJUKKAN DIRIMU ATAU ISTRI CANTIKMU AKAN AKU BUNUH!” teriak brandon lagi.


Alvan menghembuskan nafas berat.


‘Tenang alvan tenang, semua akan baik baik saja’ alvan terus berucap hal yang sama untuk menjaga isi kepalanya tetap tenang dan terkontrol, karena salah salah dia bisa langsung menembak kepala brandon, dan hal itu adalah rencana terakhir jika dia tidak bisa menyelamatkan istrinya.


“CEPAT ALVAN! ISTRIMU SEDANG MENANGIS!” teriak brandon lagi.


Sekali lagi alvan mengambil nafas panjang lalu lalu tegak, “kita jalankan rencana B” ucap alvan sebelum dia masuk kedalam ruangan itu dengan tangan terangkat ke atas.


“M-as~ hiks” tanpa sadar Aiyana memanggil alvan dan menangis, sosok yang dia tunggu akhirnya muncul. Brandon tersenyum semakin lebar saat melihat pandangan Alvan yang sekarang sudah tidak terlihat seperti orang normal, sorot mata pria itu mulai menggelap melihat darah yang bercucuran keluar dari luka yang ada pada tubuh istrinya. Alvan sangat tersiksa dan terluka melihat keadaan istrinya yang seperti itu.


“To-tolong lepaskan istriku” lirih alvan.


“Lepaskan? Hahahha aku tidak akan melepaskannya! Aku suka melihatmu yang tersiksa seperti itu, ini sangat menyenangkan” seru Brandon dengan tangan masih memegang pistol tepat di kepala Aiyana.


“MAU APA KAU! Jika kau bergerak lagi aku tidak akan segan segan menembak wanita ini!” teriak brandon.


“bukti! Aku punya bukti jika bukan aku yang membunuh adikmu!” ucap alvan sekali lagi dengan sangat cepat. Alvan sudah melihat anak buahnya sudah ada di setiap sudut jendela, sedang bersembunyi dan mendapatkan kode untuk mengamankan ruangan itu.


“Bukti apa! Kau lah yang membunuh adikku dan kau bebas tanpa sanksi apapun!” bentak brandon.


“Bukan, bukan aku, memang bukan aku yang melakukan itu, semuanya hanya salah paham, ada orang lain yang menyamar menjadi aku!” jelas Alvan.


Aiyana menatap Alvan yang terus berusaha memberikan penjelasan pada brandon yang sudah mirip orang kerasukan, air mata semakin banyak mengucur keluar, karena wanita itu merasa lega, alvan sudah ada di hadapannya, walau dalam keadaan yang tampak tidak baik baik saja.


‘DOOR’


Brondon menembak kearah samping Alvan dan mengenai dinding di belakang alvan.

__ADS_1


“Mas alvan!” teriak Aiyana pilu.


“Tenang sayang, brandon aku mohon dengarkan aku, bukan aku pelakunya” lirih alvan.


Aiyana memejamkan matanya merasa pusing, kepalanya sekarang terasa berat dan berdenyut. Melihat senjata yang diarahkan pada suaminya sendiri di depan mata bahkan brandon dengan mudahnya menembak membuat Aiyana mulai tidak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan lagi., suara alvan sudah tidak bisa dia dengar, tembakan itu membuat tubuhnya merasa lemah. Tubuh Aiyana sudah merosot ke lantai.


‘Door’


Tembakan kembali terdengar dan itu mengenai tangan brandon hingga membuat alvan bisa berlari mendorong Brandon dan mengambil tubuh istrinya yang sudah jatuh pingsan.


“Sayang, aku mohon buka matamu, sayang bertahanlah demi anak kita” lirih Alvan sambil memegangi tubuh Aiyana.


Tembakan pertama memang Brandon layangkan, dan tidak melukai alvan karena itu hanya tembakan asal yang brandon layangkan untuk membuat alvan tutup mulut, dan saat Brandon mau menembak lagi pria itu tidak bisa menembak karena saat tangan yang memegang senjata itu sudah menjauhi Aiyana disitulah kesempatan orang orang alvan untuk melumpuhkan Brandon.


Tembakan kedua mengenai tangan brandon dan otomatis membuat tangan brandon melepaskan senjata api yang ada di tangannya dan saat itulah alvan langsung berlari menerjang brandon, untuk melihat kondisi istrinya.


“Misi penyelamatan berhasil, semua pelaku sudah tertangkap” ucap salah satu anak buah alvan. Tidak lama terdengar suara sirine ambulance dan polisi, keluarga alvan dan keluarga Aiyana memang sudah menunggu di sekitar hutan tempat gedung terbengkalai itu berada, untuk Bersiap siap apapun yang terjadi.


Mereka semuanya percaya Alvan bisa menyelamatkan Aiyana bersama anak yang masih dalam kandungan Aiyana.


“Sayang bangun sayang!” teriak alvan sambil menangis, ini pertama kalinya dia menangis histeris seperti itu, tangannya sudah merah dengan darah dari istrinya, tapi alvan tidak peduli dia berusaha menutupi luka luka yang ada pada tubuh Aiyana menggunakan baju yang dia kenakan, Alvan berlari mengikuti tandu yang sudah membawa istrinya menuju ambulance.


Dia tidak memikirkan lagi bagaimana keadaan Brandon atau orang orang yang sudah tertangkap, fokus utamanya adalah keselamatan sang istri yang mungkin bisa kehabisan darah akibat luka luka yang ada di sekujur tubuhnya.


...🍔🍔🍔🍔🍔...


Bonus Pict


__ADS_1


__ADS_2