I Love You Professor

I Love You Professor
99. Mencari bunda


__ADS_3

Aiyana yang malu hanya menunduk dan menatap pertautan tangannya sendiri, dia tidak berani mengucapkan sepatah kata.


‘kenapa ada Keyla dan putri sih’ teriak Aiyana dalam hati. Dia tadi melihat Keyla dan putri ada diantara orang orang yang ada di sana.


Tubuh Aiyana sedikit tersentak saat ia merasakan tangan alvan melingkar di pundaknya, mengalungkannya begitu erat, seakan alvan tau Aiyana memang malu dan membutuhkan pelukan itu. Alvan mengusap lengannya dengan jemari panjangnya, terlihat begitu posesif.


“berapa lama kalian menikmati pertunjukkan kami? Pasti kalian sangat puaskan?” sindir alvan sambil tertawa kecil dan menatap satu persatu orang yang ada disana, di ikuti suara decakkan kesal keluar dari bibir Aiyana karena wanita itu tidak suka dengan cara alvan menyindir orang orang yang menonton mereka.


Ridho yang ada di sana masih tidak bisa berkata kata, dia tersenyum miring, “kuakui caramu mencium memang luar biasa hebat, bisa menjadi contoh aku dengan istriku” Ridho merangkul istrinya dan mencium pipi wanita itu sekilas.


Aiyana menggigit bibirnya lagi, wajahnya benar benar terasa panas dan ia tidak berani mengangkat kepalanya, untuk sekarang dan juga untuk nanti. Ia harus tetap menjaga wajahnya untuk tidak bertatapan muka dengan orang orang yang ada di ruangan itu.


“Sebenarnya Aiyana yang membuat aku seperti ini…” ujar alvan tenang sambil menatap lurus ke depan pada semua yang ada di sana. Kemudian alvan sedikit menunduk dan mengecup puncak kepala Aiyana sambil berbisik “iya kan sayangku”.


Deg


‘bumi dan lautan tolong telan aku sekarang’ batin Aiyana berteriak, Alvan benar benar seperti orang yang punya 2 kepribadian, kadang dia bisa bersikap manis dan lembut, kadang dingin dan cuek. Tapi semuanya mampu membuat hati Aiyana menghangat. Berdasarkan ucapan alvan juga bis akita ketahui yang membuat alvan berubah adalah Aiyana, yang bisa mempengaruhi seorang alvan untuk menjadi manja atau dingin adalah Aiyana.


“Oh, manis sekali…” Ridho membuat mimic wajahnya tampak bosan, percuma ia menyindr karena sepertinya Alvan hanya ingin memamerkan hubungannya dengan Aiyana apalagi saat ini ada gizhi yang pernah menjadi kekasih alvan.


Mereka semua mulai mendekat kearah ranjang Aiyana.


“Ada apa kalian semua kesini? Bukan untuk menonton pertunjukkan gratiskan?” alvan tersenyum simpul sambil sesekali mencium puncak kepala Aiyana lagi.


“Ha-ha-ha lucu” ujar Ridho datar. “aku datang kesini mau menyampaikan kabar mengenai ujian semester buat Aiyana, sekalian menjenguknya” lanjut ridho menjelaskan alasan kedatangannya ke sana.


“Ujian semester?” beo Aiyana dan mengangkat kepalanya untuk menatap ridho.

__ADS_1


“iya, sudah di putuskan kamu ikut ujian tapi di rumah sakit, apa kamu bersedia ai?” tanya ridho.


“Gak bisa! Tangannya belum boleh bergerak, soalnya kena tembak” bukan Aiyana yang menjawab melainkan alvan yang lebih dulu menjawab pertanyaan yang ditujukan pada Aiyana.


“Kena Tembak?” ucap orang orang yang ada di sana serempak.


“Ai, maaf kami tidak bisa melindungimu” lirih Keyla dan putri, mereka berdua merasa bersalah tidak bisa menolong Aiyana saat insiden penculikkan itu terjadi.


“Gak kok bukan salah kalian berdua” Aiyana akhirnya mengeluarkan suaranya juga karena kedua sahabatnya yang sedang merasa bersalah padanya.


“Ai benar, itu bukan salah kalian tapi salahku yang membuat dendam salah alamat” alvan sedikit menatap sinis Gizhi lalu bali menatap lembut Aiyana.


“hmm maaf boleh aku tau kenapa salah alamat?” sela gizhi, dia memang belum mengetahui semuanya walau curiga, gizhi hanya tau yang melakukan itu adalah alvan, dan dia tidak tau siapa pelaku sebenarnya.


Alvan menatap gizhi sekilas dengan wajah tanpa ekspresi, lalu menatap Aiyana kembali dengan lembut, “Candra, dan tidak usah membicarakan tentang penculikkan itu, istriku masih trauma dengan kejadian itu” ujar alvan sambil mencium puncak kepala Aiyana lagi.


“oke” ujar Gizhi cepat, saat melihat wajah mengarikan si alvan.


“Tangan Aiyana tidak bisa di gerakkan sampai berapa lama?” sela ridho untuk mengganti topik pembicaraan yang baru saja membuat canggung.


“Sudah bisa digerakkan sedikit sedikit walau masih berdenyut kalau di gerakkan sekarang” jawab Aiyana.


“Ujiannya minggu depan? Apa ai mau ikut ujian susulan saja?” usul ridho.


“Ujian susulan” jawab Alvan.


“Ujian minggu depan!” jawab Aiyana, kedua orang itu saling tatap karena berbicara serentak dengan ucapan yang berbeda. “Ommas, ai gak mau ikut ujian susulan, nanti kata orang orang ai nyontek” protes Aiyana.

__ADS_1


“Tapi sayang tangan kamu masih belum kering lukanya” protes alvan.


“Kan ujiannya minggu depan, ai yakin kok tangan ai udah bisa di gerakkan saat itu” balas Aiyana.


Alvan menghela nafas sedikit lebih panjang, lalu menggenggam tangan Aiyana yang terlika, “sekarang coba remas tangan mas, seberapa kuat ai bisa menahan sakitnya, baru mas boleh kan ikut ujian minggu depan”.


Aiyana menganggukkan kepalanya pelan, dia mulai meremas tangan alvan sekuat yang dia bisa, walau dan denyutan di tangannya tidak terlalu mengganggu dirinya.


“baiklah, dia ikut ujian minggu depan” alvan menatap ridho dan tersenyum pasrah.


Ridho sendiri tertawa kecil dan mengangguk, “ini pertama kalinya aku melihat alvan tidak mampu membantah ucapan orang lain” kekeh ridho.


“Heiii, aku juga sering membantah ucapan alvan dan alvan mengikuti perkataanku juga saat kami berpacaran” celetuk gizhi.


Raut wajah Aiyana langsung berubah lesu, dan wanita itu menunduk menatap jari tangannya.


Alvan menatap sinis Gizhi, lalu merangkul istrinya kembali dan mencium puncak kepalanya. “Sepertinya kau tidak perlu datang kesini” sindir alvan.


“aahhh maaf” gizhi akhirnya sadar baru saja membuat istri mantan kekasihnya sedih. “Alvan memang mengikuti perkataanku, tapi ada saat alvan tidak akan pernah mengikutinya, dan aku akui alvan tidak seromantis saat ini saat bersamaku” sambung gizhi lagi.


“sebaiknya kau tutup mulutmu, mau apa datang kemari” kata alvan terdengar dingin.


“Sebenarnya aku datang kesini ada beberapa tujuan, pertama ingin minta maaf atas semua perbuatanku padamu, dan kedua aku ingin bertemu dengan mertuamu” aku Gizhi.


Kepala Aiyana langsung terangkat untuk melihat gizhi, “bunda?” tanya Aiyana tanpa sadar.


Gizhi tersenyum lembut pada Aiyana, “aku tidak berniat mengambil suamimu, aku hanya perlu sedikit masukkan dari orang yang lebih dewasa dariku, dan aku ingin berbicara dengan bundamu sekali lagi” kata gizhi.

__ADS_1


...🍛🍛🍛🍛🍛...


__ADS_2