
Aiyana begitu senang saat melihat nilai ulangan yang dia terima, tidak sia sia dia belajar keras dan akhirnya mendapatkan hasil yang bagus.
“Wuuiiiihhh nilai lo akhir akhir ini naik ya Ai” puji Putri yang barusan mengintip nilai yang Aiyana dapatkan.
Aiyana semakin tersenyum bangga dengan pujian yang dia terima. Tapi senyum itu langsung menghilang begitu ilan menyindirnya.
“jelas lah, dia tiap hari pasti minta ajarin sepupu nya, kasian istri pak Alvan pasti kesal suaminya di ganggu Aiyana tiap hari” sindir ilan dengan suara keras.
“Itu gunanya gue punya saudara sepupu, kalau iri bilang aja” balas Aiyana, dia sudah lama diam dan sekarang Aiyana sudah tidak mau diam lagi, dia akan membalas orang yang berusaha menjatuhkannya.
“kasian banget istri pak alvan, karena pak alvan punya sepupu yang seperti elo, dunia ini gak adil karena orang seperti elo yang selalu mendapatkan keuntungan” umpat Ilan, dia memang iri pada Aiyana karena Aiyana lahir dari keluarga kaya raya, tidak hanya itu, pria yang dia sukai sampai sekarang masih tergila gila pada Aiyana.
Aiyana menganggukkan kepalanya acuh, “cari sana sepupu seperti yang lo mau, gak peduli gue, lo sindir seperti itu” ucap Aiyana acuh.
Ilan semakin kesal dengan Aiyana, gadis itu memang tidak dapat dia tandingin apa lagi saat ini Fajri sudah memberikan tatapan peringatan pada ilan untuk tidak mengganggu Aiyana.
...🥞🥞🥞🥞🥞...
‘Tok tok tok’ Pintu ruangan alvan beberapa kali di ketuk dari luar.
“masuk” ucap alvan dari dalam. Tidak berapa lama Helen teman Alvan masuk dan duduk di kursi yang ada di depan meja Alvan.
“Ada apa?” tanya Alvan.
Helen Bersiap untuk berbicara walau terlihat sedikit ragu ragu, “Van, istri lo masih anak sekolahan kan” ucap helen tiba tiba.
Alvan tidak mengiyakan tapi tidak juga membantah dia hanya diam dengan wajah datarnya.
__ADS_1
“Gue pernah liat lo antar anak SMA dan setelah gue lihat lagi dia adalah wanita yang menikah dengan elo” lanjut Helen, karena Alvan hanya diam tidak mengatakan apapun.
“lalu?” tantang Alvan, pria itu menopang dagunya dan mengangkat alis menatap Helen.
“Gue bisa sebarin ke sekolah istri lo, dan pasti bakal tersebar berita tidak menyenangkan di sekolah dia_”
“Katakan intinya” potong Alvan, karena Helena terlihat sedang mencari cari alasan.
“Terim ague jadi pacar lo, dan gue akan rahasiakan pernikahan kalian” ucap Helen to the point.
Alvan tertawa kecil lalu tersenyum sinis, “maksudnya gue cerai dari istri gue dan pilih elo, maka pernikahan gue dan istri gue tidak akan ketahuan publik?” Alvan mengambil kesimpulan dari pernyataan Helen.
Sementara helen menggelengkan kepala, “gak perlu cerai, karena gue yakin orang tua lo gak mau, gue gak apa jadi yang kedua buat lo, lo pasti menikah terpaksa, dan gue yakin sebagai pria lo butuh pelampiasan Hasrat dan nafsu lo, gue mau kok menjadi pelampiasan elo, karena elo gak mungkin bisa dengan istri yang menikah secara terpaksa kan?” helen mulai mengungkapkan keinginannya secara terang terangan pada Alvan.
“kalau gue gak mau, bagaimana?”
“ya sudah sebarkan saja, dan gue akan sebarkan video mesra elo dan candra jangan lo pikir gue gak tau, elo dan candra sudah beberapa kali tidur bersama, ahhh! Gue kasih nasehat, si candra itu punya sedikit kelainan mental, dia suka menyimpan video dia bersama wanita wanita yang pernah dia tiduri, itu adalah penghargaan baginya, dan jika elo mau lepas darinya tidak akan pernah bisa sebelum video lo di hapus oleh candra, karena pria itu akan mengancam untuk menyebarkan video elo dan dia, jadi lo masih mau ancam gue?” tantang alvan, Pria itu sama sekali tidak takut jika pernikahannya terancam ketahuan, dia memiliki banyak uang untuk membungkap pihak sekolah dan mungkin bisa menarik Aiyana untuk homeschooling saja.
“A-aku ti-tidak pernah melakukan apapun dengan candra” elak helen.
“Terserah mau percaya atau tidak, karena candra pernah pamer video bersama elo yang dia ambil diam diam, jadi kalau elo buat sekolah istri gue heboh, maka gue juga bisa buat kampus ini heboh dengan scandal elo dan candra” Alvan menatap sinis Helen, baginya kebahagiaan Aiyana yang nomor satu, dia tidak akan melakukan apapun yang membuat istrinya sedih.
Alvan sudah 100 persen mencintai Aiyana, bahkan dia sudah tidak pernah memikirkan gizhi lagi, jika ditanya hal apa yang paling membahagiakan dalam hidupnya adalah dipaksa untuk menikah dengan Aiyana, Alvan tidak tau perubahan besar terjadi pada dirinya, dan kebahagiaan bertubi tubi datang padanya sejak menikah dengan Aiyana.
Helen mengepalkan tangannya kesal dia tiba tiba saja berdiri dan berlari keluar dari ruangan Alvan, mungkin malu dan menyesal telah merendahkan dirinya. Sebenarnya helen salah satu korban Candra, karena dia di perkeos oleh candra saat wanita itu sedang mabuk, sejak itu helen mulai menjadi teman tidur candra, karena pria itu selalu memberikan uang yang banyak setiap tidur bersama.
Tapi helen juga wanita yang ingin kebahagian, sejak SMA dia sangat menyukai Alvan, menjadi sahabat Alvan hanya kedok untuk mendekati pria itu tapi helen tidak pernah bisa menjangkau Alvan, karena dia tidak akan pernah bisa menjadi wanita yang di cintai oleh alvan.
__ADS_1
...🧇🧇🧇🧇🧇...
Seperti biasa alvan selalu mengantar dan menjemput Aiyana tepat waktu, bahkan saat Aiyana mulai ikut kelas tambahan mengingat gadis itu akan melaksanakan ujian akhir.
“capek sayang?” tanya Alvan begitu Aiyana memasuki mobil.
“hmmm, ommas kita makan di luar aja ya hari ini, pengen makan sushi” rengek Aiyana, seperti biasa manja Aiyana selalu seperti itu, dia menginginkan makanan dan kadang lebih manja dari itu.
“ganti baju dulu atau tetap seperti ini?” tanya Alvan.
“langsung aja, udah lapar banget, ommas sibuk ya?” tanya Aiyana.
Alvan melirik jam di tangannya, lalu segera mengambil ponsel yang dia gunakan untuk bekerja, alvan memiliki 2 ponsel karena dia tidak mau ada mahasiswa atau rekan kerja yang mengganggu waktu dia bersama keluarganya.
“Assalamualaikum pak alvan” ucap salah satu mahasiswa yang menjadi ketua di kelas Alvan mengajar.
“Waalaikum salam, Andre saya mungkin akan terlambat hari ini, jadi kamu tolong kasih tau teman temanmu untuk mengerjakan tugas pada buku di halaman 167” ujar Alvan.
“baik pak, akan saya laksanakan”
“terima kasih” ucap alvan, lalu mematikan teleponnya.
Aiyana menatap Alvan dengan tatapan bersalah, “maaf, ommas gak perlu temani Ai makan kok” lirih gadis itu.
Alvan tertawa kecil lalu mencubit pipi Aiyana gemas, “untuk kamu mas akan lakukan apapun, mahasiswa mas pasti senang hanya mendapatkan tugas, jadi tidak apa jangan di pikirkan” ujar Alvan.
...🍡🍡🍡🍡🍡...
__ADS_1