I Love You Professor

I Love You Professor
92. Ketahuan


__ADS_3

Aiyana memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang suami yang selalu saja menggombal setiap ada kesempatan.


“Ai pengennya cream sup buatan ommas bukan yang dibeli” Aiyana kembali mengulangi permintaannya pada sang suami, setelah pria itu selesai mengabari keadaan Aiyana pada mertuanya.


“Ayolah sayang~ mas masih mau berada di sini denganmu” alvan mendekatkan wajahnya sekali lagi dan mengecup bibir Aiyana sekilas. “kau tidak merindukanku?”


Wajah Aiyana kembali memanas mendengar ucapan alvan. Apalagi pria itu mengatakannya dengan nada suara yang terdengar terluka karena betul betul merindukan sang istri yang koma selama beberapa hari.


“Mas merindukanmu sayang, mas merindukanmu sampai dada mas rasanya sangat sakit” bisik alvan tepat di depan bibirnya dengan nada suara sedih.


Aiyana bahkan bisa menghirup aroma tubuh khas milik suaminya. Aiyana sangat menyukai itu, ia juga merindukan aroma khas milik alvan, nafas hangat alvan membuatnya meremang dan ada gejolak muncul di dalam dadanya, dadanya berdebar dengan keras merasakan kehangatan tubuh alvan yang sangat dekat dengan tubuhnya, kini Aiyana merasakan ujung hidung alvan menggesek pelan di ujung hidungnya.


“Ai juga rindu, ai berpikir sangat takut jika ommas tidak datang saat penculikkan itu” cicit Aiyana pelan.


“Ya allah sayang~ maafkan mas ya, mas datang telat” ulang alvan entah sudah berapa kali pria itu meminta maaf pada Aiyana tentang keterlambatan dirinya untuk menjemput Aiyana.


Aiyana mengangkat sebelah tangannya yang tidak terluka untuk mengelus pipi suaminya, mengusap lembut pipi alvan dan pria itu menikmati sentuhan tangan Aiyana pada pipinya.


Alvan kembali menempelkan bibirnya pada Aiyana, sedikit menekan bibir Aiyana dan perlahan mulai ******* bibir itu, sedangkan Aiyana yang memang tidak bisa bergerak selain menggerakkan tangannya yang tidak terkena tembakkan naik turun, jadi dia hanya bisa pasrah menikmati ciuman yang alvan berikan padanya.


Berhenti sejenak, Alvan menatap Aiyana begitu lekat, dan juga sebaliknya. Aiyana mengerti dengan tatapan mendalam sang suami yang tertuju padanya, dan itu membuat debaran di hatinya yang semakin kencang, rasanya kepala Aiyana saat ini kosong karena sensasi ciuman dan tatapan sayang sang suami.


Alvan kembali memiringkan kepalanya, dan menekan bibirnya kembali pada bibir Aiyana, menyesap bibir Aiyana dan menikmati rasanya yang seperti sudah berhari hari tidak pernah mereka lakukan, seperti saat pertama kali mereka malam pertama. Katakanlah Alvan sedang menyampaikan perasaannya pada Aiyana melalui ciuman itu, dia menyampaikan seberapa besar rindunya pada Aiyana, si istri cantik dan polos hanya milik alvan.

__ADS_1


Aiyana menikmati ******* lembut bibir alvan pada bibirnya bergantian. Ini bukan seperti ciuman yang penuh nafsu tapi lebih seperti menyalurkan rasa rindu dan yang lainnya pada Aiyana setelah kejadian yang hampir membuat kedua orang itu berpisah untuk selama lamanya.


Aiyana mengerang pelan ketika ciuman lembut alvan semakin cepat dan membuatnya sulit bernapas. Apalagi lidah alvan yang sudah menyusup dan membelit rongga mulutnya. Sedangkan Aiyana kini juga merasakan tangan alvan yang sudah ada di balik pakaian rumah sakitnya. Membelai perutnya yang buncit dengan lembut, membuat wanita itu sedikit bergeliat.


Suara nafas Aiyana sudah terdengar terengah engah, di sela sela ciuman yang sangat menuntut dari alvan. Tidak bisa dihentikan, karena Alvan mulai gelap mata.


‘ai kamu harus bisa menghentikan ini’ batin Aiyana berteriak, tapi bibirnya tidak mampu mengucapkan satu patah katapun.


Ciuman itu mulai turun, alvan melewati leher Aiyana yang terluka dia membuka kancing kemeja Aiyana dan menampakkan kedua gunung kembar sang istri yang tampak lebih berisi dari biasanya, dan pria itu mulai mencium gunung kembar itu dan menyesap permukaan kulit Aiyana yang bebas dari perban, hingga erangan Aiyana berubah menjadi *******. Dada Aiyana sudah berdebar keras saat bibir basah alvan mulai menyesap kulitnya yang tidak terkena perban. Ia menggeram dan meremas rambut alvan walau tidak begitu kuat.


Alvan kembali mencium bibir Aiyana, Bunyi kecupan bibir mereka terdengar sangat merdu di telinga Aiyana, alvan juga semakin bergairah, ada gejolak yang muncul dari dalam dirinya, mungkin karena sudah beberapa hari dia tidak bisa menyentuh sang istri yang sedang koma, aroma tubuh Aiyana yang tercium oleh alvan juga semakin membuat pria itu menjadi candu, walau ada bau obat dan bau rumah sakit tetap saja aroma tubuh Aiyana yang khas membuat alvan semakin bergairah.


Aiyana bergerak tidak nyaman karena dibawah tubuhnya mulai terasa panas akibat sentuhan dan ciuman yang alvan berikan padanya, sialnya Aiyana merasakan celana alvan yang mengetat mengenai lengannya.


“Ommas~” suara pelan Aiyana dengan wajah memerah, membuat gejolak dalam diri alvan yang tenang kembali naik, dia kembali mencumbu istrinya. Hingga…


“Alvan Lathief Hamdi!” teriakan nama lengkapnya membuat alvan terdiam, dan kini menegakkan tubuhnya .


“mama” kekeh alvan pelan.


“Dasar kamu bisa bisanya berciuman dengan istrimu di saat keadaannya yang seperti ini! dimana letak otak kamu hah! Istri kamu sakit alvan! Tapi apa yang kamu lakukan sekarang! Dia itu pasien rumah sakit! Dan ini sedang di rumah sakit! Apa kata orang orang jika melihat kamu yang terus mencium istrimu! Apa tidak malu alvan!” omel mama haura sambil memukul mukul putra keduanya berkali kali dan Alvan hanya bisa menggunakan lengannya untuk menghindari pukulan mama Haura.


“Ma, ai lapar ma!” alvan mencari cara agar sang mama tidak mengomel sambil memukulnya lagi.

__ADS_1


“Tau kamu istrimu kelaparan, tapi apa yang mama lihat tadi! Kamu memakan bibir istrimu seperti sedang kelaparan!” omel mama Haura sekali lagi.


“Iya ma iya, alvan salah, menantu mama kelaparan loh” teriak alvan dengan suara keras.


Mama haura menghentikan pukulan dan omelannya, lalu wanita itu mendekat kea rah Aiyana, “ayo makan sekarang menantu kesayangan mama” ucapnya dengan suara lembut, dia sudah mengeluarkan cream sup yang dia bawa ke meja makan yang disiapkan rumah sakit dan membawanya ke hadapan Aiyana.


Aiyana menunduk sambil tersenyum malu melihat mertuanya yang sedan gada di depannya.


“jangan malu sama mama, ayo makan, ini biar mama suapkan” mama haura mengangkat sendok dan langsung menyuapkan Aiyana untuk segera makan.


“Ma, biar alvan yang_”


“Menjauh dari menantu mama dalam jarak 2 meter! Atau mama pukul kamu lagi” potong mama haura dengan mata memicing marah.


“Alvan gak cium lagi kok ma, kan Aiyana sedang makan” bela alvan.


“Hukuman buat kamu yang sudah buat menantu mama seperti ini” gerutu mama haura.


“tapi ma, alvan kan seperti itu karena sudah beberapa hari tidak melakukan itu dengan Aiyana” ujar alvan.


“pokoknya kamu gak boleh dekat dekat menantu mama, titik” ucap mama haura tegas sambil terus menyuapkan menantunya makan.


...🍛🍛🍛🍛🍛...

__ADS_1


__ADS_2