
Alvan langsung turun dari kamar Aiyana begitu sudah meletakkan dan menyelimuti tubuh Aiyana dengan selimut. Pria itu sengaja memakai baju yang menampakkan leher jenjangnya dan ada beberapa bercak merah pada leher pria itu, karena alvan yang mengajarkan Aiyana cara membuat bercak merah dilehernya sendiri.
“masih tidur Aiyana nya?” tanya ayah Abraham setelah alvan kembali dan duduk disebelahnya.
Alvan mengangguk dan tersenyum menjawab ucapan mertuanya, “kecapekan banget yah, maafin alvan ya yah” ucap alvan pada mertuanya, pria itu tampak sedikit malu malu berbicara pada mertuanya.
Ayah Abraham bukannya marah, dia hanya tertawa sambil memukul pelan bahu Alvan, karena dia tau arti wajah malu malu alvan, “itu urusan kamu sama istrimu, sana jelaskan semuanya, jangan sampai mereka salah mengerti dan membenci Aiyana” ujar ayah Abraham.
Alvan kini menatap satu persatu teman teman Aiyana dan tersenyum sopan pada mereka.
“Putri dan Keyla, maaf ya sebenarnya Aiyana ingin mengatakan pada kalian berdua, tapi mas melarang Aiyana buat mengatakan kalau mas adalah suami Aiyana, sebagai seorang istri, Aiyana harus patuh pada ucapan suaminya, makanya dia tidak berani mengatakan kebenarannya pada kalian berdua, jangan salahkan dia ya, mas tau kalian pasti marah karena aiyana selama ini menyembunyikan pernikahannya dengan kalian, tapi ini semua juga mendadak bagi Aiyana” ungkap alvan panjang lebar.
“kapan pak alvan dan Aiyana menikah?” tanya Keyla dengan wajah serius.
“hmm, kurang lebih hampir setahun, apa kalian ingat saat Aiyana memakai sarung tangan ke sekolahnya? Itu adalah hari pertama setelah kami menikah” jawab alvan dengan suara lembut.
“kenapa Aiyana tidak memberi tahu kami? Kami adalah sahabatnya yang paling dekat, jika tau dia sudah menikah kami tidak akan memberikan harapan pada fajri” bentak putri.
“Aku yang melarangnya, kalian tau Aiyana tidak akan pernah bisa membantah larangan dari orang tuanya kan?? apa lagi sejak menikah dia harus patuh dengan ucapan suaminya, makanya Aiyana terpaksa berbohong pada kalian berdua” balas alvan lagi, masih dengan nada yang lembut.
__ADS_1
“tapi tetap saja, kami ini sahabat Aiyana” lirih Keyla.
“kalian hanya sahabat, dan kalian hanya anak SMA yang bisa kapan saja mengatakan rahasia Aiyana pada orang orang, kalian bahkan bisa membantah ucapan orang tua kalian untuk tidak berpacaran, kalian juga mengatakan rahasia tentang perasaan aiyana pada fajri, apa aku akan membolehkan istriku untuk mengatakan rahasia yang sangat penting pada kalian, ditambah lagi berdosa bagi seorang istri melanggar larangan suaminya, bukankah Aiyana sudah mengatakan pada kalian akan mengatakan suatu rahasia begitu dia balik dari liburannya? Aiyana hendak mengatakan tentang pernikahannya pada kalian, karena aku sudah membolehkannya” alvan kembali membantah ucapan teman teman Aiyana dengan nada yang lembut.
“apakah Aiyana dipaksa menikah dengan pak alvan?” sela fajri.
“Ya, ayah yang memaksa Aiyana untuk menikah dengan Alvan” bukan alvan yang menjawab melainkan ayah Abraham, “ayah tidak tau kalau Aiyana saat itu menyukai orang lain, ayah yang memaksa Aiyana untuk menikah” lanjut ayah Abraham.
Fajri menatap ayah Abraham dengan mata memerah, “boleh fajri tau kenapa om memaksa putri om sendiri untuk menikah padahal dia belum lulus dari sekolah?” ucap fajri sendu.
“Aku di tinggal nikah dengan calon istriku, karena orang tua Aiyana adalah sahabat dari papaku, mereka menyerahkan putri mereka padaku, sebagai pengganti pengantinku yang lari, agar keluarga kami tidak mendapatkan malu” jawab Alvan dengan sangat jujur.
“berarti Aiyana tidak cinta! Kenapa anda tetap bersama Aiyana sampai sekarang! Ceraikan saja dia, anda tau Aiyana tidak cinta pada anda pak alvan!” Bentak fajri, setitik air mata telah jatuh membasahi pipi pria itu, mungkin karena saat ini perasaan fajri sangat tersakiti ketika mendapati kenyataan yang tidak di duganya.
Aiyana terbangun dari tidurnya karena mulai merasa Alvan tidak ada di dekatnya, saat wanita itu membuka mata, dia mulai sadar dimana dia berada dan setelah itu Aiyana turun perlahan, ingin mencari keberadaan sang suami, tapi begitu turun dia mendengarkan perdebatan alvan dan fajri, dan Aiyana emosi mendengar fajri yang menyuruh mereka bercerai.
“kamu menyukaiku ai” lirih fajri.
“kapan aku mengatakan secara langsung kalau aku suka sama kamu! Aku sudah katakan berkali kali padamu fajri, aku tidak akan memberikan harapan apapun padamu, tapi kamu selalu mengejar ku, dan sekarang kamu meminta aku bercerai dari suami aku! siapa kamu hingga membuat aku bisa bercerai darinya?! Aku memang terpaksa menikah dengan mas Alvan, tapi seiring berjalannya waktu perasaan cinta dan sayang mulai tumbuh, aku tidak akan mau berpisah dari suamiku” tekan Aiyana.
__ADS_1
Fajri menatap mata Aiyana dengan tatapan nanar, hati pria itu terasa seperti di remas dengan sangat kuat. Rasanya ingin berteriak keras dan menjerit sekuat mungkin, sakit yang dia rasakan karena cintanya yang sangat besar pada aiyana.
“keyla, putri, aku minta maaf karena tidak mengatakan kebenaran siapa mas alvan” ujar Aiyana.
Keyla dan putri sebenarnya masih ingin marah karena merasa terkhianati tapi semua ucapan alvan memang benar, jadi mereka hanya bisa diam dan menatap Aiyana dengan wajah sedih.
“Semua terlalu mendadak buatku, aku sebenarnya ingin bercerita pada kalian berdua, tapi suamiku melarangnya, aku jadi tidak bisa apa-apa selain mematuhi ucapannya, sebenarnya aku juga mau mengatakan pada kalian setelah aku menyelesaikan ujian akhir, tapi ada kendala jadi tidak bisa mengatakan langsung, dan aku tidak tau kalian datang ke sini untuk apa, dan ini terlalu mendadak” kata Aiyana lagi.
“Aiyana kamu benar tidak memiliki perasaan pada fajri?? Kenapa kamu tidak mengatakan dengan tegas kalau kamu tidak memiliki perasaan pada fajri? Dia tidak akan menjadi seperti ini kalau kamu tegas sayang, nak fajri datang kesini untuk melamar kamu di depan orang tua kamu” ujar bunda Vania yang sejak tadi diam.
“Sudah bunda, Aiyana sudah menolak fajri berkali kali, Aiyana tidak pernah lagi bercerita tentang perasaan ai pada teman teman ai, terakhir itu saat Aiyana duduk di kelas 1 SMA, setelah itu ai gak pernah mengatakan menyukai fajri, dia juga sudah berpacaran dengan wanita lain bun, jadi ai pikir fajri sudah menyerah pada Aiyana, ai benar benar tidak pernah memberikan harapan lagi bun” jelas Aiyana.
Kini keempat teman fajri dan Aiyana yang menunduk malu karena selama ini yang memberikan dukungan dan harapan adalah mereka Aiyana memang benar tidak pernah memberikan harapan apapun.
“Jadi nak fajri, jangan mengejar Aiyana lagi, dia sudah memiliki suami, mereka sudah saling mencintai” ucap ayah Abraham dengan suara lembut.
Aiyana menatap fajri yang tampak tersiksa, kemudian wanita itu terisak kecil, “ai minta maaf, Ai salah merahasiakan pernikahan ai” isak Aiyana.
Alvan langsung menarik Aiyana dan mendudukkan gadis itu di pangkuannya, membiarkan Aiyana menangis di dada bidangnya tidak peduli dengan kehadiran mertua dan teman teman Aiyana, dia hanya ingin menenangkan Aiyana.
__ADS_1
“salahkan aku yang melarangnya, jangan salahkan istriku” ucap Alvan tegas.
...🍡🍡🍡🍡🍡...