I Love You Professor

I Love You Professor
58. Telepon


__ADS_3

Para senior yang mengenakan Almamater sedang berjalan di pinggir barisan memeriksa satu persatu kelengkapan yang dipakai para mahasiswi dan mahasiswa baru. Sementara itu Aiyana masih sibuk dengan ponselnya.


“hei kamu!” teriak seseorang memanggil Aiyana.


Aiyana yang masih belum sadar dipanggil masih sibuk menunduk, kali ini Aiyana mencoba untuk menelpon Alvan, karena sejak tadi pesannya tidak terbaca oleh Alvan.


Pria yang memanggil Aiyana akhirnya masuk kedalam barisan dan tersenyum senang melihat gadis yang sejak lama dia tunggu akhirnya dia temukan.


“hai!” panggil damar sekali lagi kali ini sambil menepuk bahu Aiyana.


Tepukan halus dibahunya menyadarkan Aiyana, gadis itu segera menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.


“Walaupun kamu menunduk dan bersembunyi, kamu tetap ketahuan cantik, ayo cepat ke depan” perintah damar.


“tapi kak, saya sebenarnya bawa, sedang dalam perjalanan nametag nya kak” Aiyana berusaha mencari cara agar tidak mendapatkan perhatian dari orang orang, namun sayang kecantikan wanita itu sudah mampu mendapatkan perhatian dari orang orang, ditambah Aiyana baru saja mendapatkan perhatian dari ketua BEM yang super cakep.


Mereka berdua layaknya lukisan jika di perhatikan dari jauh.


“Cepat maju, mau nametag mu dalam perjalanan atau sedang OTW tetap maju” perintah Damar sekali lagi.


Aiyana akhirnya pasrah dan maju ke depan dengan Langkah pelan. Dalam hati Aiyana terus mengumpat pada dirinya yang bodoh sampai meninggalkan nametag nya di dalam mobil Alvan.


Baru saja Aiyana sampai di barisan tempat para mahasiswa baru yang melupakan atribut mereka, Alvan datang dengan membawa nametag milik Aiyana.


“Damar!” panggil Alvan, tidak sopan jika dia langsung memanggil Aiyana, karena istrinya hanya seorang mahasiswa baru, jadi alvan memanggil Damar yang merupakan ketua BEM dan cukup dikenal para dosen.


Damar berlari kecil mendekati Alvan, hal itu cukup menarik perhatian karena ketampanan Alvan mampu mengalahkan ketampanan damar padahal Alvan lebih tua dari damar. Cukup banyak mata yang melihat kearah Alvan, termasuk Aiyana, senyum gadis itu langsung mengembang begitu melihat Alvan sudah membawa barang yang dia lupakan.


“Ya pak?” Damar menunduk hormat pada Alvan.


“Bisa saya panggil gadis yang tidak membawa nametag itu, ini nametag nya tertinggal di mobil saya” ujar Alvan.

__ADS_1


“Ohh silahkan pak, panggil saja” walaupun bingung Damar tetap mempersilahkan pada alvan yang sudah meminta izin padanya.


“Aiyana kemari” panggil Alvan.


Aiyana yang di panggil langsung berlari kecil kearah Alvan.


Alvan langsung memberikan nametag milik Aiyana dan mengelus puncak kepala Aiyana dengan lembut, “Lain kali jangan sampai lupa” ujar alvan dengan lembut.


“Iya” balas Aiyana sambil tersenyum senang.


“Dia tidak di hukum lagi kan? atributnya sudah lengkap” Alvan menatap damar yang masih di dekatnya dan masih memperhatikan interaksi antara alvan dan Aiyana. Walau Damar dan beberapa mahasiswa penasaran mereka tidak berani bertanya langsung pada Alvan, karena dia adalah dosen yang paling di terkenal di sana.


“tidak pak, Aiyana kamu boleh kembali ke barisanmu yang tadi” perintah damar.


Aiyana mengangguk dan langsung kembali kebarisannya, sementara itu Alvan langsung kembali ke ruangannya.


Setelah Alvan pergi dan Aiyana kembali ke barisannya beberapa teman seangkatan damar datang mendekati Damar.


“gak akan membuat gue menyerah” balas damar terdengar santai.


...🥗🥗🥗🥗🥗...


Alvan mengernyitkan keningnya melihat ponsel yang biasa dia gunakan untuk urusan kampus berdering, bukan bingung karena yang menghubungi adalah mahasiswanya, tapi bingung kenapa Gizhi menghubunginya ke nomor itu.


Setelah 3 kali berdering dan cukup lama berpikir Alvan akhirnya mengangkat telepon itu.


“Ada apa” jawab alvan dingin dan langsung to the point.


“Beb, hiks hiks kenapa kamu_”


“Langsung saja, aku harus mengajar sekarang” potong alvan.

__ADS_1


“Beb, bisakah kita bertemu? Aku akan menjelaskan semuanya, kenapa aku lari dari pernikahan kita, ada_” ucapan Gizhi kembali terpotong karena alvan.


“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, aku sudah tau, kamu lari dari pernikahan karena memilih untuk menjadi model dan untuk bersama direktur agensimu, jadi tidak perlu ada yang dijelaskan lagi aku sudah tau semuanya”.


“Tidak beb, aku mohon tolong dengarkan aku, please beri aku kesempatan untuk membicarakan ini semua empat mata, ada hal yang penting yang harus kamu dengar beb” lirih Gizhi, masih terdengar isakkan tangis gizhi dari sebrang telepon. Tapi itu sama sekali tidak mempengaruhi alvan, dulu setiap Gizhi menangis Alvan akan panik dan mencari akal untuk membuat Gizhi berhenti menangis, sekarang hati alvan benar benar mati untuk Gizhi.


“Tidak perlu, semua sudah berakhir, terima kasih telah menjadi kekasihku selama 5 tahun ini, semoga kamu bahagia dengan keputusanmu, dan berhenti memanggilku baby, karena kita sudah tidak memiliki hubungan lagi” Alvan masih bersikap dingin, dia pikir saat berbicara dengan gizhi hatinya akan melunak tapi ternyata ketakutannya tidak terjadi, mungkin karena Aiyana sudah berhasil menguasai hatinya.


1 tahun bersama Aiyana mampu menghilangkan bekas yang ditinggalkan gizhi, Alvan bahkan tidak terpengaruh dengan segala kata kata gizhi.


“Beb, hanya kamu yang aku cintai, jika kamu tidak mau bertemu denganku, aku akan mendatangi orang tuamu, dan mendatangi mertuamu, aku akan membuat kekacauan di rumah mereka, aku hanya anak yatim piatu, hanya kamu yang aku miliki beb” Gizhi membuat ancaman dan berusaha mencari simpati Alvan, karena memang dari simpati itu alvan dulu jatuh cinta padanya.


Alvan menghela nafas sedikit panjang.


“baiklah, kirimkan tempat dan jam berapa, aku akan datang” ucap alvan akhirnya, tentu saja dalam pikiran alvan dia akan membawa Aiyana, bukan berarti alvan takut dengan ancaman Gizhi tapi dia tidak mau membuat orang tuanya dan orang tua Aiyana naik darah, atau sakit karena memikirkan masalah dia.


“Terima kasih beb, aku mencintai_” belum sempat Gizhi menyelesaikan ucapannya Alvan sudah lebih dulu mematikan ponsel miliknya. Kata kata cinta yang Gizhi sampaikan sama sekali tidak berpengaruh padanya.


.


“Terima kasih beb, aku mencintai_” Gizhi berhenti berkata kata karena sambungan dengan Alvan telah mati.


“Sialan!” umpat gizhi kesal.


“bagaimana? Dia mau bertemu?” tanya Brandon.


“mau, tapi dengan paksaan, jadi apa alasan yang perlu aku buat?” gizhi terlihat gelisah karena dia tidak memikirkan apapun, karena dia berpikir alvan akan langsung mengejarnya begitu dia menelpon alvan, tapia pa yang dia dapat sangat diluar pemikirannya, Alvan sudah terlihat acuh padanya.


Brandon melemparkan beberapa dokumen pada Gizhi, “kau berpura pura sakit parah dan sedang menjalani pengobatan, itu adalah dokumen palsu yang sudah aku buat, dan katakana bahwa orang tua alvan yang memaksamu untuk pergi di hari pernikahan, aku juga memasukkan surat ancaman dari orang tuanya, kita buat hubungan keluarganya hancur kembali” ucap Brandon.


...🍲🍲🍲🍲🍲...

__ADS_1


__ADS_2