I Love You Professor

I Love You Professor
81. Sakit


__ADS_3

Pagi harinya Alvan tampak terkejut karena saat berusaha membangunkan istrinya tangan alvan merasakan panas yang berasal dari istri kecilnya yang masih memejamkan mata.


Rasa panik mulai merambat dalam dirinya, memang tadi Aiyana terlalu lama berendam di dalam kamar mandi, setelah sholat dia juga langsung tidur tanpa meminta pelukan alvan, pria itu masih merasa wajar tapi saat dia bangun, alvan mulai merasa janggal, karena biasa yang membangunkan dirinya adalah Aiyana yang sudah memasak sarapan pagi untuknya tapi ini yang bangun adalah dirinya sementara Aiyana masih tertidur di sebelahnya.


“Sayang, sayang bangun” Alvan berkali kali memanggil Aiyana yang masih terpejam.


Perlahan mata Aiyana mulai terbuka, Alvan dengan cepat mengelus pipi Aiyana, “sayang, apa yang kamu rasakan?” tanya alvan panik.


“Pu-sing” jawab Aiyana terbata dan suara yang pelan, kepalanya memang berdenyut nyeri sejak selesai sholat tadi, tapi karena dia sedang hamil, Aiyana berpikir sakitnya akan hilang jika dia tidur, tapi ternyata dia makin merasa sakit.


“Kita kerumah sakit sekarang” Alvan segera tegak dan mengambil jaket untuk istrinya dan langsung membantu Aiyana memakainya.


“Ommas… ai gak mau ke rumah sakit” tolak Aiyana dengan suara pelan matanya masih setengah terbuka sambil memegangi kening yang terus berdenyut nyeri.


“Tapi sayang, kamu sakit, jadi kita harus ke rumah sakit” ucap alvan panik, seumur umur ini pertama kalinya sebagai seorang professor alvan menyesal dengan profesinya, dia jadi tidak tau apa yang harus dia lakukan seandainya dia menggunakan kepintarannya untuk menjadi seorang dokter mungkin Alvan masih bisa menentukan apa yang harus dia lakukan.


“Gak mau, ai gak mau” tolak Aiyana sekali lagi, alvan tau istri kecil nya memang tidak suka berada di rumah sakit kecuali terpaksa, tidak ada trauma tapi memang dia sangat tidak suka berada di sana apa lagi jika di suruh minum obat.


Pikiran alvan semakin kacau saat merasakan tubuh Aiyana yang panas dan tidak mau di bawa kerumah sakit, “kalau kerumah bunda?” akhirnya muncul satu ide dalam pikiran pria itu, hanya dengan bunda Vania mungkin aiyana akan menurut.


“Gendong” Aiyana langsung merentangkan tangannya meminta alvan menggendongnya, Dengan cepat alvan menggendong Aiyana, sambil menggendong istrinya alvan mengambil tas untuk baju kerja yang akan dia gunakan, setelah itu dia bergegas menuju mobil.


...🌮🌮🌮🌮🌮...


Begitu sampai di rumah mertuanya alvan kembali menggendong Aiyana yang ternyata kembali tertidur saat perjalanan.


“Astagfirullah alvan, apa yang terjadi pada ai?” tanya bunda Vania yang langsung menyuruh alvan untuk meletakkan Aiyana di tempat tidur begitu dia melihat alvan yang membawa putrinya dengan cara di gendong.

__ADS_1


“Ai panas tinggi mungkin salah alvan bun, tapi dia tidak mau dibawa ke rumah sakit, bantu al buat bujuk Aiyana bun” ucap alvan cepat dan terdengar panik.


Bunda vania menyentuh kening putrinya lalu tersenyum lembut melihat kepanikan Alvan, “Panas sedikit, di kompres udah gak masalah”.


“tapi bun, nanti kalau semakin parah gimana? Ai sedang hamil bun” alvan masih tetap panik dan cemas melihat kondisi istrinya.


“Te_” ucapan bunda Vania terhenti karena bunyi ponsel alvan yang terdengar sangat nyaring, alvan melirik pada jam yang menunjukkan pukul 8 pagi, dia tadi memang telat bangun sekitar pukul 7 dan tidak terasa waktu sudah hampir 1 jam berlalu.


“bentar bun” alvan pamit sebentar untuk mengangkat ponselnya yang berdering, dia memang sedan gada rapat yang harus di lakukan pagi pagi sekali, mengingat sebentar lagi aka nada ujian semester jadi para dosen sedang rapat untuk menghadapiujian semester yang akan datang.


“Assalamualaikum” salam alvan begitu membuka ponselnya.


“waalaikum salam, dimana van? Rapat sebentar lagi akan di mulai” ternyata yang menelpon adalah ridho sahabatnya.


“Di rumah bunda, bisa tolong gantikan aku sebentar? Istriku sedang sakit kemungkinan aku tidak bisa datang hari ini” jelas alvan.


“baiklah, fokus saja dengan Kesehatan istrimu, aku akan menghendel bagianmu, kamu setuju saja kan dengan usulku?”


Alvan kembali mendekati bunda Vania yang sedang mengompres kening Aiyana dengan handuk kecil dan air dingin yang baru saja dia ambil.


“Pergi kerja sana van, biar Aiyana bunda yang jaga” celetuk Bunda Vania.


Alvan menggeleng, “gak bisa bun, alvan gak bisa tinggalin ai”


“Bunda dulu selalu jagain ai dari bayi, jadi tidak apa, sekarang kamu kepala keluarga, apa jadinya kepala keluarga gak mau bekerja” canda bunda Vania.


“Uang alvan masih banyak, walau alvan di pecat bun” balas alvan yang ikut tertawa kecil, “Ayah mana bun?” alvan akhirnya bertanya pada sosok ayah mertua yang biasanya selalu asik di ajak bicara.

__ADS_1


“Sedang keluar kota, udah kamu tenang aja, kalau ai belum turun panasnya sampai nanti siang, bunda telepon kamu untuk segera balik, tadi sepertinya kamu ada urusan penting jadi gak apa tinggalin ai sama bunda” ujar bunda Vania lagi.


Alvan akhirnya mengangguk pelan, “baiklah, alvan pergi sebentar bun, titip ai, nanti kalau ada apa apa langsung telepon alvan ya bun” pamit alvan sambil mencium tangan mertuanya.


“Iya, udah sana pergi, bunda akan jagain ai, kamu tenang saja” ucap bunda Vania.


...🍲🍲🍲🍲🍲...


Gizhi tampak sibuk di butiknya yang tampak ramai, dia tidak tau ternyata model baju couple antara anak dan ibu sangat di minati dan lagi model baju baju ibu hamil yang tetap modis juga banyak yang suka, dia hanya punya dua karyawan, satu pegawai biasa dan satu lagi kasir, karena itu Gizhi dan maria juga ikut turun tangan untuk menangani pembeli yang lumayan banyak tanya.


“Gila ini masih pagi, emang benar kata elo, rezeki anak tidak ada yang tau” komentar maria setelah para pembeli hanya tinggal beberapa dan dia tidak perlu turun tangan lagi, jadi maria dan Gizhi bisa kembali ke meja kerja mereka.


“Liat kan rezeki anak gue” kata gizhi bangga.


📳📳📳📳


Maria melirik ponsel Gizhi yang berdering nyaring, tertera nama Brandon, wanita itu langsung tersenyum mengejek kea rah gizhi yang masih menatap layar ponselnya.


“Angkat aja neng, kok dibiarin” ledek maria.


“Males, kalau dia perlu sama gue dia harus memohon maaf sama gue, dan liat apa yang dia tinggalkan” gerutu Gizhi.


“ya siapa tau dia nyari lo buat minta maaf” celetuk maria.


“Dia punya uang banyak, gue yakin sangat mudah buat dia untuk tau dimana keberadaan gue, gue udah bertekat gak akan mengangkat telepon dia sebelum dia memohon maaf di depan gue” ujar Gizhi dingin.


“Wahhh kejam banget” kekeh Maria.

__ADS_1


“harus, dia udah nampar gue! Anggap kalau gue udah gak berguna lagi, gue udah terlanjur sakit hati” umpat gizhi kesal.


...🧆🧆🧆🧆🧆...


__ADS_2