
Ruangan inap Aiyana sekarang penuh dengan keluarganya, ada papa hamdi dan mama haura juga ada ayah Abraham dan bunda Vania. Kalau soal alvan jangan di tanya lagi pria itu sekarang sudah duduk di dekat Aiyana sambil terus menggenggam tangan istrinya dan sesekali mencium punggung tangan sang istri.
“Ya allah pa, coba liat itu anak papa berubah jadi perangko sejak istrinya koma” sindir mama Haura pada alvan yang sedang bermanja pada Aiyana, tadi selama makan mama haura melarang dia mendekat dan setelah di bolehkan mendekat alvan langsung mengambil tempatnya di sisi Aiyana.
“Biarin alvan pokoknya gak mau jauh dari istri alvan” balas alvan.
“Haaa?! Liat pa, anak kita kesambet apa sih, seingat mama ada orang yang nikah dengan Aiyana aja mesti di paksa, sekarang liat apa yang terjadi” seru mama Haura tidak percaya, semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya tertawa kecil mendengar perdebatan ibu dan anak itu.
“ma~ tolong jangan ungkit orang bodoh yang saat itu, siapa yang tidak mau menikah dengan wanita cantik dan sexy seperti ini, iyakan sayang” Alvan kembali mencium punggung tangan Aiyana dan mengedipkan sebelah matanya pada Aiyana.
“Udah udah bahas perubahan alvan gak bakalan kelar ma, itu karena dia takut kehilangan istrinya makanya dia berubah, tapi ada masalah yang belum kamu selesaikan sampai sekarang van” sela papa Hamdi.
Alvan menoleh melihat papa hamdi, “masalah apa pa?”
“penculikkan Aiyana masih belum selesai sidangnya” ucapan papa hamdi membuat suasana ruangan itu menjadi mulai canggung dan dingin, yang tadinya hangat penuh canda tawa, langsung berubah kaku.
“Alvan udah serahkan semua pada pengacara yang alvan pilih pa, Alvan gak mau meninggalkan Aiyana, titik” ucap alvan tegas tidak terbantahkan.
“Van, masalah ini tidak akan muncul kalau kamu sudah menyelesaikan semua rasa penasaran pria yang bernama brandon itu, sampai sekarang dia masih menganggap kamulah penyebab kematian adiknya!” papa hamdi berkata dengan sedikit meninggikan suaranya.
“Mas memang membuat adik brandon bunuh diri ya?” suara pelan Aiyana langsung membuat alvan dan yang lainnya menoleh melihat wanita hamil itu.
“Itu gak benar sayang! Semuanya gak benar! Tolong percaya sama mas, mas tidak pernah melakukan hal yang dituduh oleh brandon” kata alvan berusaha membela dirinya sendiri.
__ADS_1
“Itu pembelaanmu, tapi buktinya mana van” celetuk papa hamdi, “hilangkan semua dendam brandon padamu, temui dia sekali saja dan selesaikan masalah kalian van” tambah papa hamdi.
Alvan menghembuskan nafasnya berat, “Baiklah, akan alvan selesaikan besok semuanya” ucap alvan pasrah, “Oh iya sayang, mas mau tanya, apa candra kaki tangan brandon juga? Soalnya mas menemukan dia telanjang di lantai 1” lanjut alvan ketika mengingat tentang penculikkan istrinya, karena saat ini candra di tahan hanya karena komplotan brandon, sidang pertama memang belum di laksanakan karena Aiyana masih belum bangun dari komanya, jadi brandon dan orang orangnya semua hanya di tahan dengan tuduhan otak penculikkan dan kaki tangan penculikkan.
Begitu mendengar nama candra Aiyana langsung menunduk menatap tangannya yang di genggam oleh alvan, bibir wanita itu masih belum mau terbuka, takut alvan akan salah paham dengan ucapannya karena dia sempat menggoda candra untuk membuka bajunya.
“Sayang~ apa benar candra hanya kaki tangannya? Karena sebenarnya mas sedikit curiga tentang keberadaan candra di sana, seandainya brandon tau yang dia bantu itu adalah orang yang memperkosa adiknya, maka si candra akan mati di tangan brandon, tapi mas heran kenapa dia bisa kerja sama dengan brandon” ungkap alvan, karena memang candra mengaku sebagai kaki tangan penculikkan bukan sebagai pemerkosa.
“Dia mau memperkosa ai” ucap Aiyana dnegan suara pelan tapi masih mampu di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
“APA?!” bukan hanya alvan yang berteriak keras, tapi semua orang kecuali Aiyana yang memberi informasi yang tidak berteriak.
“Ai, coba jelaskan pada mama apa saja yang terjadi selama kamu di culik” mama haura lansung mendekat dengan suara kerasnya, wanita paruh baya itu memang sulit mengendalikan emosi dan intonasi suaranya. “bisakan sayang?” suara mama haura berubah pelan saat melihat menantunya yang masih menunduk tidak berani mengangkat kepalanya.
Sementara alvan sedang dalam pengendalian diri agar tidak berteriak keras, takut istri kecilnya menangis atau malah ketakutan melihat dia yang berubah menjadi harimau yang mengamuk.
Kepala Aiyana menggeleng dengan sangat pelan akibat lehernya yang terluka. “Tidak, karena ai memprofokasi mereka” jawab Aiyana dengan suara pelan.
Ada sedikit kelegaan dalam hati semua orang, tapi tidak buat alvan, tidak peduli istrinya tersentuh atau tidak dia tetap akan menghajar candra yang sudah berniat untuk memperkosa istrinya.
“Kalau gitu ai bisa cerita pada bunda kenapa ai bilang dia ada disana untuk memperkosa ai?” tanya bunda Vania lagi.
“Brandon dan candra bekerja sama untuk membuat mas alvan depresi, rencananya candra akan memperkosa ai dan brandon akan merekamnya dan mengirim video itu pada mas alvan, dengan melihat video pemerkosaan itu mas alvan pasti akan jadi gila begitu menurut mereka, tapi ai memprovokasi mereka dengan mengatakan ai akan mau__” Aiyana diam lalu menatap mata alvan yang saat ini dipenuhi emosi.
__ADS_1
“mau apa sayang? Katakan saja mas tidak akan marah pada ai” ujar alvan dengan sangat lembut.
“Ai mau melakukan hubungan badan jika ai bisa melihat alat vitalnya secara langsung, ai juga minta dilepaskan ikatan pada tangan dan kaki biar ai bisa bermain dengan leluasa_” Aiyana kembali menjeda ucapannya untuk melihat tatapan suaminya yang saat ini terlihat membingungkan, ada rasa marah tapi ada sorot lain, ai tidak mengerti sama sekali.
“lalu?” ujar alvan lagi.
“mereka melepaskan ai, lalu saat dia mau mendekati ai, ai kembali provokasi dia untuk membuka semua bajunya, niat ai, sakit yang dia rasakan tidak akan ada halangan seperti kain atau apapun, saat ai menendangnya” jelas Aiyana.
“Menendang?” beo alvan.
Kepala Aiyana mengangguk pelan, “iya saat dia mendekat Ai langsung menendang ******** dia dengan sangat kuat, seperti ajaran ayah, kelemahan pria adalah di alat vitalnya, kalaupun ai masih di ikat, rencananya ai akan menggigit alat kelaminnya sampai berdarah” ungkap Aiyana dengan wajah polos dan sedikit ketakutan.
Alvan, papa hamdi, mama haura, ayah Abraham dan bunda Vania langsung tertawa mendengar penjelasan Aiyana.
“Jadi dia pingsan tampa pakaian itu karena tendangan kamu?” tebak alvan.
“iya”.
“Hahahaha lalu kenapa kamu ketakutan sayang?”
“habisnya ai bilang akan bermain dengannya secara suka rela, ai jadi terlihat seperti wanita gak benar” lirih Aiyana.
“itu tidak mungkin sayang, karena mas tau kamu Cuma mau mainnya sama mas, mana ada pria yang bisa membuat kamu puas selain mas” ucap alvan bangga.
__ADS_1
“huss! Mulutmu van” ralat mama haura sambil ikutan tertawa.
...🍬🍬🍬🍬🍬...