I Love You Professor

I Love You Professor
35. Ajak Tidur


__ADS_3

Tidak terasa seminggu kembali berlalu,Alvan dan Aiyana menikmati hidup mereka sebagai sepasang pengantin baru, Semakin hari keduanya tampak semakin mesra dan romantis, Aiyana juga sering bercerita tentang teman temannya yang mulai membicarakan kedekatannya dengan abang sepupu yang dimaksud adalah alvan, karena sejak hari pernikahan Alvan dan Aiyana, gadis itu tidak pernah lagi dijemput oleh orang tua Aiyana.


Memang kadang ada beberapa hari Aiyana dan alvan menginap di rumah mertuanya, tapi tetap saja Ayah Abraham tidak pernah lagi menjemput atau mengantar Aiyana sekolah.


“Ommas!” panggil Aiyana dari tempat tidur, sedangkan Alvan masih dengan kacamata bacanya di sofa sambil memeriksa tugas para mahasiswa dan mahasiswinya.


Alvan melirik ke arah Aiyana yang memanggilnya.


“Ommas, masih lama?” tanya Aiyana sambil menepuk nepuk tempat tidur kosong di sebelahnya.


“kenapa sayang?” tanya balik Alvan.


“Sini~” rengek Aiyana, Sejak Alvan memeluknya Aiyana jadi terbiasa tidur sambil memeluk Alvan, entah kenapa saat dipeluk Alvan Aiyana tidak bergerak dan tidur dengan diam.


“bentar lagi ya, mas masih harus periksa tugas mahasiswa mas” Alvan kembali melanjutkan memeriksa tugas para mahasiswanya.


“Ommas~” panggil Aiyana sekali lagi sambil sedikit merengek, biasa tiap malam sang istri akan merengek minta peluk oleh Alvan.


Alvan akhirnya merapikan beberapa berkas para mahasiswa dan melepaskan kacamatanya, setelah itu pria itu berjalan dengan sedikit seduktif mendekati ranjang. “baiklah mau berapa ronde hari ini?” canda Alvan sambil sedikit mengedipkan matanya ke arah Aiyana.


“Ihhhh ommas mesummm!” pekik Aiyana sambil menarik selimut yang dia kenakan hingga menutupi seluruh badannya dan hanya tersisa kepalanya yang menyembul keluar.


Alvan terkekeh dan duduk di sebelah istrinya sambil berusaha membuka kancing baju tidur yang dia kenakan, “tadi ngajak mas ke sini, ayolah kamu harus tanggung jawab ai, udah buat adik kecil mas bangun” Alvan terus menahan tawanya sambil membuka kancing baju secara perlahan.


Aiyana yang mulai merasa cemas perlahan mundur dan mengeratkan pegangannya pada selimut yang dia gunakan untuk menutupi badannya, “Ommas mesuummmm!” teriak Aiyana sekali lagi.


“tadi siapa yang ajak mas buat ke tempat tidur?” tanya Alvan yang kini sudah mengukung tubuh istrinya dengan baju tidur yang kancingnya sudah terbuka semua.


“A-Ai ngajak tidur, bukan ngajak gulat!” Ralat Aiyana dengan wajah yang sudah memerah semerah tomat matang.


“Tadi gak ada ajak tidur Cuma ajakan ke tempat tidur sayang” ucap Alvan seduktif sambil menciumi pipi dan bibir istrinya.


“ma-maksud Ai itu tidur bukan yang lainnya” ulang Aiyana sekali lagi.


“Kalau mas gak mau tidur gimana?? Ayolah sayang kita belajar buat tenangin adik mas ya” canda Alvan.


Mata Aiyana melotot melihat kearah bawah, untung Alvan masih menggunakan celana tidur hanya bajunya yang terbuka semua kancingnya sehingga Aiyana bisa melihat bentuk sixpack yang dimiliki Alvan. “Ommas~ ai masih 17 tahun” rengek Aiyana yang mulai percaya dengan candaan Alvan.

__ADS_1


“Emang kenapa kalau masih 17 tahun, belajar aja dulu, biar nanti bisa lebih mahir dalam memanjakan adik kecil mas” canda Alvan.


“be-belajarnya nanti aja ya, Ai cu-cuma mau tidur sambil meluk ommas” Aiyana berusaha mencari cara agar terlepas dari Alvan.


“kalau sekarang emang gak boleh?” goda Alvan dan kembali mencium pipi Aiyana yang masih memerah.


“Mas~ nanti aja ya, Ai belum mau belajar sekarang, mas tidurin sendiri adik nya” lirih Aiyana.


“kalau gitu sekarang maunya apa?” Alvan akhirnya berhenti menggoda istrinya yang terlihat ingin menangis, nasib memang punya istri masih 17 tahun jadi masih takut dengan hal hal seperti itu, apa lagi istrinya sungguh luar biasa polos.


“Bobok berpelukan” jawab Aiyana dengan suara pelan.


“Itu aja?? Gak mau kenalan dulu sama adik kecil mas?” goda Alvan sekali lagi.


“gak mau, nanti aja kenalannya, biar dedek nya tumbuh dulu” ujar Aiyana dengan sangat polos.


Alvan hampir saja tertawa keras mendengar ucapan sang istri, “kalau di pegang dedek nyam akin tumbuh loh, sayang, mau coba pegang? Kenalan aja dulu” canda Alvan.


Kepala Aiyana dengan cepat menggeleng dan mata gadis itu menutup rapat, “Gak mau nanti aja kenalannya” tolak Aiyana sekali lagi.


Aiyana duduk dan menatap Alvan dengan wajah bingungnya, “ommas mau kemana?” tanya Aiyana.


“main sama adik mas” jawab Alvan lalu menutup pintu kamar mandi.


Aiyana sempat diam beberapa saat karena masih belum connect dengan ucapan alvan, tapi setelah mengerti dengan ucapan suaminya Aiyana langsung menutup kembali tubuhnya dengan selimut dan wajah gadis itu kembali berwarna merah hingga ke telinganya.


Sekitar 20 menit kemudian Alvan baru keluar dari kamar mandi, baju yang tadi kancingnya terlepas kini sudah di kancing Alvan kembali, pria itu mulai berbaring disebelah Aiyana dan menarik gadis itu untuk masuk ke dalam pelukannya.


“kenapa gak bisa tidur sendiri sih?” tanya Alvan.


“gak bisa, udah terbiasa peluk ommas” ujar Aiyana yang mulai memeluk erat suaminya sambil tersenyum.


“mas boleh tanya gak?” tanya alvan tiba tiba.


Aiyana yang tadinya memejamkan mata kini membukanya kembali, “hmmm?”.


“Kenapa Ai gak pernah pacaran?” ujar Alvan.

__ADS_1


“karena gak dibolehin sama Ayah” ungkap Aiyana dengan jujur.


“Kan bisa pacaran sembunyi sembunyi” sanggah Alvan.


“Dosa ommas, bohongin orang tua itu dosa, kan maksud ayah sama bunda ngelarang itu baik” kata Aiyana.


Alvan kini mulai menjalankan tangannya untuk menggoda Aiyana sekali lagi.


“ini ni yang bikin Ayah sama bunda ngelarang ai buat pacaran” Aiyana berkata sambil memukul lengan Alvan yang sudah masuk kedalam baju tidurnya.


Alvan tertawa kecil, “Cuma pegang sayang, mas pengan banget main squisy” Tangan alvan kembali memasuki baju Aiyana dan sedikit bermain di squisy milik Aiyana.


“Ommass~ Ai masih 17 tahun” rengek Aiyana sambil menarik tangan Alvan yang tadi masuk ke dalam baju tidurnya.


“Gak apa dong, mas Cuma mainin squisy milik mas” canda Alvan.


“Squisy ini jadi milik mas kalau ai udah lulus sekolah” Aiyana berkata dengan sangat tegas.


“jadi gak boleh nyicip dikit aja?” Alvan berusaha memohon.


Aiyana kembali menggelengkan kepala dan dengan tegas menolak.


“Baiklah mas nyerah” ucap Alvan pasrah.


Aiyana tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Alvan, “makasih ommas” seru Aiyana senang.


“Yank, itu Squisy kamu kerasa di dada mas” celetuk Alvan.


“Bonus, udah terima nasib aja ommas” ujar Aiyana sambil menutup matanya.


Alvan menghela nafas panjang, mau bagaimana lagi dia memang harus bisa menerima nasibnya menikah dengan anak masih 17 tahun yang gak mau disentuh sampai lulus SMA, ‘Apa junior bakal tahan ya?’ batin Alvan berteriak keras.


...🍕🍕🍕🍕🍕...


bonus pict


__ADS_1


__ADS_2