I Love You Professor

I Love You Professor
27. Tidak Ada Rahasia


__ADS_3

“Kalau gak boleh, berarti mas boleh cium Aiyana?” goda Alvan.


“Ihhh mas mesum suka cium cium!” teriak Aiyana.


“kan gak dilarang cium istri mas sendiri” ujar Alvan sambil mengulum senyumnya.


“tapi tetap gak boleh, kan ommas belum cinta” protes Aiyana.


“Udah cinta” jawab Alvan.


“Bohong! Masak baru beberapa hari udah cinta, ommas bohong”.


“Ya udah deh mas gak cium cium lagi” ujar Alvan berpura pura ngambek.


Aiyana langsung ingat ucapan teman temannya ‘kalau pria udah maju kita juga harus maju, kalau gak nanti pria itu jadi mundur menjauh’.


“Iya boleh tapi gak boleh sering sering” ujar Aiyana akhirnya.


“Boleh apa nih?” Alvan sudah mengembangkan senyumannya lebar lebar.


Alvan mulai bercanda dengan istri kecilnya, rasanya semakin sering bersama Aiyana Alvan semakin merasa senang dan bahagia, bahkan Gizhi yang selama 5 tahun ini menemani Alvan tidak pernah lagi muncul dalam pikiran pria itu. Dan kehadiran Aiyana mampu memberikan perubahan besar dalam hidup Alvan, mungkin seperti yang Papa Hamdi katakana bisa saja dia depresi seperti orang gila jika saat itu dia tidak dipaksa menikah dengan Aiyana.


Alvan sangat bersyukur untuk kehadiran keluarga Aiyana padahal 17 tahun mereka belum pernah bertemu, entah keajaiban atau takdir dari mana pertemuan itu akhirnya terjadi, takdir yang jika di lihat lagi seperti permainan kecil bagi sang penguasa.


“Udah ahhh Ai gak mau jawab” ucap Aiyana malu malu dan kini gadis itu menatap kearah samping, tidak mau melihat Alvan lagi.


Alvan semakin tertawa lebar, dia ingin perjaanannya pulang tidak berakhir, karena Alvan masih mau berduaan dengan Aiyana.


Dering ponsel Alvan membuat tawa pria itu berhenti, Aiyana sedikit melirik tapi beberapa detik kemudian dia kembali ke posisi semulanya karena kepergok Alvan.


📲“Halo” jawab Alvan.

__ADS_1


📲“Dengan pak Alvan, apartemen yang bapak mau jual sudah ada pembelinya, kapan ya kira kira bapak berkenan melakukan pemindahan pemilik?” tanya si penelpon.


Sebelumnya Alvan memang menjual Apartemen yang dia beli khusus untuk Gizhi, bahkan gizhi sudah tinggal di sana lebih dulu, untung saja pemilik apartemen itu masih tetap atas nama Alvan, dan alvan masih memiliki kunci cadangan dari apartemen yang dia beli, rencananya dia akan tinggal di sana bersama gizhi, karena gizhi tidak mau tinggal bersama mertua yang membenci dirinya, walau Alvan sudah membujuk beberapa kali, wanita itu tetap tidak mau tinggal bahkan bertemu dengan orang tua Alvan.


Gizhi selalu mengatakan saat Alvan tidak ada, orang tua Alvan selalu menghina dirinya yang yatim piatu dan tidak punya darah bangsawan, saat masih berpacaran alvan termakan dengan kebohongan gizhi tapi setelah menikah dengan Aiyana Alvan mulai sadar jika semua ucapan gizhi bisa saja kebohongan untuk membuat dia jauh dari keluarganya.


Jika dilihat lagi kakak ipar Alvan juga yatim piatu dan tidak jelas asal usulnya dari mana, tapi mama Haura sangat menyayangi menantu pertamanya itu, semakin lama gizhi meninggalkan Alvan semakin besar rasa benci Alvan pada wanita itu, perlahan semua kebohongan Gizhi mulai terbongkar tanpa Alvan perlu mencari tau.


📲“Ohhh iya, kita bisa bertemu lusa jam… sebentar ya pak” Alvan melirik kearah Aiyana yang diam diam melirik dirinya.


“Ai, jumat pulang jam berapa?” tanya Alvan lembut.


“seperti biasa” jawab Aiyana dengan suara pelan.


Alvan kembali menempelkan earphone ke telinganya.


📲“jumat jam 4 sore aja, karena saya sudah tidak mengajar di jam segitu” kata Alvan yang sudah memperkirakan waktu yang tepat untuk bertemu dengan orang yang menjualkan unit apartemen miliknya.


📲“Jual saja saya tidak mau mengambil apapun yang ada di sana” jawab Alvan.


“baik terima kasih pak, sampai jumpa lagi” pamit broker itu.


Setelah telepon mati Alvan baru melepaskan earphone yang menempel di telinganya, “mau tanya apa?” tanyanya karena sadar tatapan Aiyana yang ragu ragu menatapnya.


“Ommas jual rumah?” tanya Aiyana penasaran.


“Bukan rumah tapi apartemen mewah gitu yang mas jual” jawab Alvan santai.


Pikiran Aiyana langsung terbayang dengan mantan kekasih Alvan, dia pernah sempat melihat foto Alvan bersama mantan kekasihnya dalam sebuah foto yang dia temukan di media sosial, Aiyana saat itu penasaran tentang mantan kekasih alvan sempat mengintip ke media sosial milik alvan sebelum pria itu menghapus semua foto nya bersama Gizhi.


“mas menjual apartemen yang mas berikan pada mantan kekasih mas” ungkap Alvan sendiri tanpa menunggu pertanyaan dari Aiyana, memang Aiyana sendiri tidak mengatakan apapun, karena tidak mau menyinggung perasaan Alvan.

__ADS_1


“Ai gak nanya” Aiyana berpura pura cuek.


“mas cuma memberikan informasi, karena mas gak mau ada rahasia di antara kita” gumam Alvan.


...🍤🍤🍤🍤🍤...


Besoknya Aiyana kembali sekolah seperti biasa, dia kembali melihat Fajri yang sedang tertawa bersama ilan, gadis itu ikut bahagia melihat Fajri sudah bisa pindah hati darinya, bukan Aiyana jahat karena dia terkesan mempermainkan perasaan Fajri, tapi sejak awal Aiyana sudah memasang dinding yang tinggi agar tidak ada pria yang bisa mendekati dirinya, apalagi sekarang mau dia masih cinta dengan fajri Aiyana tetap harus melupakan perasaannya pada Fajri.


Karena dia sudah menjadi istri orang lain, setelah Alvan mengijabnya gadis itu bertekat tidak akan dekat dengan pria lain, dia memang pernah mengajukan perceraian, tapi itu semua bentuk perlindungan dirinya dari Alvan, takut Alvan akan kembali pada wanita yang dia cintai.


“Pagi Ai” sapa ilan dengan senyum lebarnya.


“pagi Ai” sapa Fajri yang berpura pura baru sadar Aiyana sudah masuk dalam kelas, pria itu juga tertawa dengan lelucon Ilan karena Aiyana masuk, dia mau membuat Aiyana cemburu padanya.


“pagi semua” balas Aiyana singkat dengan senyum ramahnya.


“Ai! Cepat sini” panggil Keyla dan putri di meja Aiyana.


Gadis itu segera mempercepat langkah menuju kedua sahabat kecilnya.


“kenapa sih” tanya Aiyana yang sudah mulai lelah dengan kelakuan kedua sahabatnya.


Putri dan Keyla segera menarik lengan Aiyana agar gadis itu lebih dekat kearah mereka, “Liat tu Ai, gara gara lo gak bertindak, fajri semakin di kuasai nenek lampir itu” bisik Keyla.


“biar aja dong, kan bagus fajri udah bisa ngejar orang lain” ucap Aiyana santai.


“Ai! Ini fajri orang yang kamu sukai sedang mendekati wanita lain, kenapa kamu gak cemburu?” bisik Keyla lagi.


“lah emang gue siapa? Pacar bukan apa lagi istri, mana berhak gue ngelarang ngelarang anak orang buat suka sama orang lain, udah sekarang jangan bahas itu lagi, gue capek tau” ucap Aiyana sekali lagi dengan sangat santi, bahkan tidak terlihat raut kecewa ataupun sedih dari wajahnya.


...🥪🥪🥪🥪🥪...

__ADS_1


__ADS_2