
Alvan kembali duduk di sebelah Ayah Abraham setelah beberapa saat mengejar Aiyana.
“tidak berhasil menangkap Ai?” ucap ayah Abraham.
“tidak yah” balas Alvan. Padahal tadi niatnya hanya mengerjai Aiyana tapi gadis kecil itu memang tidak bisa dia tangkap, Aiyana sangat gesit atau karena umur alvan yang sudah tua.
Ayah Abraham tertawa pelan dan menepuk bahu Alvan pelan, “mau, ayah kasih tau kelemahan Aiyana?” tawar Ayah Abraham.
“Emang ada yah” Alvan langsung duduk tegak dan semangat empat lima mendengarkan kelemahan sang istri.
Aiyana yang tidak sengaja dengar langsung duduk berseberangan dengan ayah Abraham dan Alvan. “ayah curang, jangan kasih tau ommas!” pekik Aiyana.
“biar aja, habis kamu masih jahat sama suami kamu” ledek ayah Abraham.
“Ihh ayah! Jangan dikasih tau” pinta Aiyana sekali lagi.
“Yah, kasih tau yah apa kelemahan Aiyana” kali ini Alvan yang berbicara dan memohon pada ayah mertuanya.
“Coba kamu panggil Aiyana untuk duduk di sini” ujar ayah Abraham.
“Ai, kesini sayang” panggil Alvan lembut.
Aiyana menggelengkan kepalanya pelan, “gak mau, ommas mesum” tolak Aiyana.
“Yah liatkan gak mau dia yah” adu Alvan.
“Ai, suami kamu manggil loh, berdosa jika tidak nurut suami” ujar ayah Abraham.
Aiyana langsung cemberut, “Ayahhh ihhh, kan ai gak ada jahatin suami, Cuma gak mau ikuti satu permintaan Kecil ayah, masak dosa” gerutu Aiyana.
“Dosa sayang, suami kamu manggilnya lembut loh bukan dengan marah marah, kalau marah marah atau mau mukul kamu gak datang baru gak dosa” jelas ayah Abraham dengan lembut.
Dengan wajah yang masih cemberut Aiyana berjalan pelan mendekati sofa dimana Alvan dan ayah Abraham duduk, gadis itu duduk di antara ayah Abraham dan Alvan. “awas kalo ommas cium cium dan peluk di depan ayah” ancam Aiyana ambil menatap alvan dengan wajah yang dibuat menyeramkan.
Alvan sendiri sedang menahan tawanya agar tidak lepas, ternyata istrinya super polos yang takut hanya dengan kata dosa.
“Gak apa dong, iya kan ayah” Alvan mengabaikan peringatan Aiyana dan memeluk istrinya dari samping, pria itu juga mencium bahu istrinya dan menyandarkan kepalanya di bahu Aiyana sambil tersenyum menatap ayah Abraham.
“ya gak apa” jawab ayah Abraham disertai tawanya.
__ADS_1
“Ihhh ommas gak malu ya dilihatin ayah” protes Aiyana yang berusaha melepaskan diri dari Alvan, tapi pelukan alvan tetap tidak bisa dia buka.
Ayah Abraham dan bunda vania tersenyum melihat putri dan menantunya yang sedang bertengkar kecil karena masalah pelukan alvan, ‘semoga kalian bahagia’ batin ayah Abraham dan bunda vania.
.
“Yah, Alvan mau izin bawa Aiyana tinggal di apartemen apakah boleh?” tanya alvan saat mereka semua sedang menikmati makan malam bersama.
“kenapa tanya ayah?? Kamu kan kepala rumah tangganya, jadi kamu tidak perlu minta persetujuan ayah” jawab ayah Abraham dengan menunjukkan senyum hangatnya.
Aiyana mengangkat tangannya untuk menginterupsi pembicaraan ayah Abraham dan alvan.
“Apa sayang?” tanya Alvan pada istrinya.
Aiyana menghabiskan makanan yang ada di dalam mulutnya lalu mulai berbicara, “Aiyana gak setuju, Aiyana gak mau pindah”.
“Kalau ayah boleh tau, kenapa kamu mau pindah ke apartemen?” tanya ayah Abraham yang mengabaikan ucapan Aiyana.
Alvan yang tadinya mau membuka mulut untuk berbicara dengan istrinya kini balik menatap ayah Abraham, “bukan pindah sepenuh nya yah, hanya saja alvan ingin ada waktu khusus berdua saja dengan ai sesekali, ayah tau sendiri pengantin baru” Alvan menunduk malu di kalimat terakhirnya.
Ayah Abraham dan bunda Vania kompak tersenyum dan tertawa bahagia mendengar ucapan alvan.
“Yahhh, gak bolehkan ayah!” pekik Aiyana yang sudah tau apa yang akan terjadi jika dia dibolehkan untuk tinggal hanya berdua dengan alvan, maka budidaya jamur akan mulai dijalankan oleh alvan.
Aiyana melongo mendengar ucapan ayah Abraham, bisa-bisanya ayah Abraham dan bunda Vania masih berlagak seperti pengantin baru, “yah, ingat umur ayah, Ai memang pengen punya adik, tapi liat umur bunda emang bisa tetap sehat jika ai punya adik” komentar Aiyana.
“Itu rahasia awet muda loh, kamu ayah kasih tau rahasianya jadi semangat budidaya jamurnya” canda ayah Abraham.
Aiyana geleng geleng kepala tidak tau lagi mau protes apapun tidak aka nada yang mendukungnya sejak Alvan jadi menantu di keluarganya.
“Dengar itu sayang apa kata ayah” tambah alvan dengan senyuman liciknya.
“jadi kapan kalian pindah?” tanya ayah Abraham.
“hmm masih belum tau yah, saat alvan dan istri mau berduaan kami tinggal sebentar di apartemen, tapi alvan masih tetap sering datang ke rumah ini sama rumah papa dan mama” jawab alvan.
“jadi sudah bilang pada papa dan mama mu?” tanya ayah Abraham lagi.
Alvan menggelengkan kepalanya, “belum yah, tapi alvan memang berniat akan bilang ke papa dan mama, lagian alvan akan tinggal di apartemen tidak lama, hanya sesekali, Aiyana kan masih harus ujian, jadi alvan mau mengajari dia untuk masuk ke universitas”.
__ADS_1
“ya udah kamu kepala rumah tangga sekarang, kamu yang tau apa yang terbaik dengan kehidupan rumah tanggamu, pesan ayah jangan ada rahasia diantara kalian, dan saling mendukung” ujar ayah Abraham.
“baik yah” ucap alvan.
...🥞🥞🥞🥞🥞...
“Ommas kita mau kemana?” tanya Aiyana bingung, karena setelah pulang dari rumah keluarganya alvan bukannya membawa dia pulang tapi jalan yang mereka lalui berbeda dari biasanya.
“Apartemen kita sayang” ujar Alvan.
Aiyana dengan cepat menoleh dan menatap alvan horror, “belajar budidaya jamurnya sekarang?? Gak bisa kasih waktu ai buat siap siap?”
Alvan tertawa lepas dia menghentikan sebentar mobilnya di pinggir jalan. Pria itu menatap gemas Aiyana.
“Gak mau ya mas ajarin?” canda Alvan.
Aiyana tampak sedang berpikir keras, ucapan ayah Abraham terus terngiang dipikirannya, “Gak bisa kasih ai waktu?” tanya Aiyana dengan suara pelan dan hampir akan menangis.
Alvan tertawa semakin keras dan mencubit gemas pipi istrinya, “Mas Cuma bercanda sayang, mas bawa kamu ke apartemen untuk menunjukkan apartemen yang baru mas beli, jika kamu tidak suka mas akan ganti secepatnya” ujar alvan, sebenarnya dia setengah berharap Aiyana menganggap serius candaannya.
“Ai gak masalah apartemen seperti apapun” ujar Aiyana polos.
Alvan terdiam dan tersenyum semakin hangat pada Aiyana, pikirannya melayang pada kenangan bersama mantan kekasih.
🥐Flashback ON🥐
“Beb, aku gak suka dengan apartemen yang kamu belikan itu” protes gizhi pada Alvan.
“Itu apartemen mahal beb, masak kamu gak suka?” tanya Alvan.
“Gak mau, pokoknya ganti, siapa suruh beli apartemen tanpa persetujuanku, pokoknya ganti beb, aku gak mau tinggal di apartemen kumuh seperti itu, masak Cuma ada 1 kamar saja” protes Gizhi lagi.
“ya udah kamu pilih saja apartemen yang kamu inginkan, nanti aku akan menggantinya” ujar alvan pasrah.
“makasih beb, I love you” Gizhi memeluk alvan dan tertawa senang dengan keputusan alvan.
🥐Flasback Off🥐
...🍡🍡🍡🍡🍡...
__ADS_1
bonus pict