I Love You Professor

I Love You Professor
96. Super Daddy


__ADS_3

Hari ini hanya ada alvan di ruang inap Aiyana, kedua orang tuanya sedang sibuk dengan urusan mereka, dan alvan justru senang dengan kesempatan yang diberikan.


“Ayo sayang buka lagi mulutnya” Alvan menyodorkan satu sendok makanan ke arah Aiyana.


Sejak bangun hingga sekarang Aiyana tidak pernah menggerakkan tangannya untuk menyuap makanan, kalau tidak suaminya maka mama mertua atau bunda Vania yang menyuapkan dia makan, mereka semua terlalu khawatir dengan luka tembak yang ada di tangan Aiyana. Lukanya cukup dalam bahkan perlu 16 jahitan untuk menutupi luka itu.


Saat mandipun yang memandikan adalah suaminya, walau malu Aiyana tidak bisa protes, saat sang suami dengan sangat hati hati memandikan dia, bahkan memakaikan dia baju.


Alvan terlihat seperti seorang perawat professional, dia saja tidak mencium Aiyana saat memandikan wanita itu, sebenarnya bukan karena tidak mau, alvan takut otak mesumnya muncul dan akan berakhir memakan istrinya yang sedang sakit, jadi selama membantu istrinya, alvan terus menahan diri untuk tidak melakukan pijatan atau bahkan mencium istrinya.


Alvan menatap lekat Aiyana yang sedang asik makan sambil menonton acara televisi.


“Ommas kenapa sih liatin ai” komentar Aiyana yang mulai merasa risih.


“Istri mas kok makin hari makin cantik ya” gumam alvan.


“Pasti ada maunya, ai gak mau lakuin apapun” tolak Aiyana langsung padahal alvan belum mengatakan apapun pada Aiyana.


Alvan tertawa pelan sambil terus menatap Aiyana.


“isss, sini deh biar ai suap sendiri” gerutu Aiyana.


“Tidak usah sayang~ mas masih sangat kuat hanya untuk sekedar menyuapimu” kata Alvan penuh makna.


Wajah Aiyana kini mulai merona merah, si Alvan memang selalu bisa membuat istrinya malu, apa lagi ucapannya tadi, Aiyana tau apa arti ‘kuat’ hanya untuk menyuapi makanan, ada makna lain di baliknya.


Aiyana berpura pura acuh, dia kembali fokus mengunyah makanan yang alvan suapkan untuknya, selalu setiap alvan yang menguapi dia akan makan sangat banyak, berbeda saat mertua atau bunda nya yang menyuapi, saat alvan yang menyuapinya, dia akan menjadi gadis bar bar yang kelaparan terus.


“kalau dalam jangka waktu satu bulan saja istri mas mau makan seperti ini, mas rasa, tubuhmu tidak akan kurus lagi, dadamu juga… dia malah akan terlihat semakin menggairahkan seperti sekarang ini” Alvan sengaja menjeda ucapannya dan tertawa kecil saat melihat Aiyana langsung menyilangkan tangannya di dada hanya.

__ADS_1


Aiyana bahkan berhenti mengunyah, menatap alvan menyelidik tentu saja pipinya merona dengan cepat.


“Ai tambah gendut lagi ya? Ini saja sudah gendut, apa ommas mau istrinya lebih gendut dari sekarang? Nanti ommas gak mau sama ai lagi kalau ai jadi gendut, dan dada ai kenapa?” tanya Aiyana dengan wajah cemberut, memang ada perubahan di dadanya, itu sebebnya dia niat mau shopping dengan teman temannya, tapi malah diculik.


Pandangan alvan turun ke payudara Aiyana yang dia yakini, gunung kembar itu kembali bertambah volumenya semenjak Aiyana hamil, alvan ingat bagaimana dia memainkannya dan kelembutan yang dia rasakan, ‘ohhh tidak! Ingat alvan istrimu masih sakit’ teriak alvan saat pikiran mesum mulai memasuki pikirannya.


“Ommas mesummmm!” Geram Aiyana, saat pandangan alvan terus tertuju pada gunung kembarnya.


“Bu-eh ti-tidak begitu sayang, mas tidak peduli bentuk tubuh ai seperti apa nantinya, ai pasti akan terlihat sexy, dan mas sangat menyukai itu”


Aiyana kembali ternganga lebar mendengar ucapan suaminya yang sudah mesum stadium akhir, “mulai sekarang ai ganti panggilan ommas, jadi omes!” seru Aiyana.


“kok omes sayang?” tanya alvan heran.


“OTAK MESUM!” teriak Aiyana dengan suara kuat.


“omes!” gerutu Aiyana dengan pandangan memicing tajam.


“apa sayang? Jangan panggil omes dong mas aja, biasanya kamu ada panggil mas” ralat alvan.


“Ai udah gak nafsu makan lagi”


“ya ampun, sayang, sini, mas suapi lagi, mas Cuma ngomong apa adanya sayang” alvan menyeringai senang.


“Ommas suka dada besar itu terdengar menjijikkan” ujar Aiyana masih menatap tajam kea rah Alvan.


“Mas bhkan tidak suka kalau itu bukan Aiyana, bukan milik istri mas” bantah alvan sambil kembali menyuapi Aiyana makanan.


“Tapi ommas bilang_”

__ADS_1


“mas suka apapun yang ada di tubuh istri mas, kalaupun ai punya dada kecil, atau dada besar atau tubuh mungil, tinggi, pendek, atau apapun itu tidak penting, yang penting itu adalah milik Aiyana, Aiyana Keylovly yang bisa membuat mas menjadi orang gila” jelas Alvan dengan sorot mata yang teduh. Membuat jantung Aiyana berdegub semakin keras. Suami mesumnya memang selalu bisa membuat dia tidak bisa hidup tenang. “Ayo buka mulutmu lagi, selain kamu, ada bayi kita yang masih sangat kelaparan” alvan mengelus perut Aiyana dengan sebelah tangannya yang tidak menyendok makanan.


.


“gadis pintar” puji alvan sambil mengusap pipi Aiyana, setelah suapan terakhir berhasil masuk kedalam mulut Aiyana. “uppss bukan gadis lagi soalnya mas udah ambil kegadisannya” alvan kembali nyengir lebar melihat wajah Aiyana yang sekarang cemberut dengan mulut penuh makanan.


Alvan membereskan tempat makanan istrinya, setelah itu dia kembali duduk di dekat Aiyana sambil mengelus perut besar Aiyana.


“Terima kasih kalian tetap bersama mas, tetap bertahan di dunia ini” lirih alvan sendu, mengingat tentang penculikkan itu lagi membuat alvan kembali takut kehilangan Aiyana.


“Iya~ kita akan selalu ada buat super daddy” ujar Aiyana yang sedang menirukan suara anak kecil.


“Super daddy?” alvan mengangkat alisnya bingung.


“Ya super daddy” Aiyana tersenyum lebar dan membuat alvan menghangat melihat senyum yang membuatnya selalu berdebar.


“Our super-man” Aiyana mengusap perut buncitnya seperti berbicara juga pada bayinya, kemudia menatap alvan lagi, “super daddy, alvan” Aiyana menarik kerah baju alvan dengan sebelah tangannya yang tidak di perban, lalu mencium sekilas bibir alvan.


Alvan tersenyum, kemudian kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Aiyana karena tidak rela itu ciuman yang cuma dirasa sekilas, Ia berguman di depan mulut Aiyana yang menggoda.


“Super daddy with super high libido..” bisiknya lalu mulai mencium aiyana dengan panas.


“Ommas~” erang Aiyana saat bibirnya sekilas lepas dari bibir alvan.


“Hanya ciuman sayang, tidak lebih” bisik alvan dan kembali mendekatkan wajahnya untuk mencium Aiyana.


Suami mesum Aiyana memang tidak bisa berubah, sekali di pancing maka dia tidak akan berhenti sampai dia sendiri yang menuntuskannya, Aiyana hanya bisa pasrah karena tubuhnya tidak boleh banyak bergerak, apa lagi alvan sudah mengukung dirinya, pasrah adalah jalan satu satunya.


...🥞🥞🥞🥞🥞...

__ADS_1


__ADS_2