I Love You Professor

I Love You Professor
68. Mengadu


__ADS_3

“Loh bukannya kakak yang keterlaluan, mengatakan hal seperti itu di depan wanita yang sedang hamil, emang apa tujuan kakak?? Membuat ai menangis dan menjauh dari suami ai, suami seperti mas alvan harus ai pepet terus kalau enggak banyak lalat yang mendekat” balas Aiyana.


Rini semakin kesal dengan ucapan Aiyana yang membalasnya terus, “kau!” Rini menunjuk Aiyana dengan terang terangan, “suamimu akan lari saat tubuhmu berubah menjadi jelek setelah melahirkan, akan banyak wanita lebih cantik dan sempurna diluar sana! Jangan sombong!” maki rini lagi.


Aiyana mengulum senyumnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, wanita itu langsung menelpon alvan dan merubah loudspeaker agar didengar oleh rini.


📲“Ada apa sayang? Sudah selesai nontonya” terdengar suara lembut alvan dari ponsel yang dipegang Aiyana, wanita itu tersenyum dan menatap rini dengan sorotan menantang.


📲“Yank, kalau nanti ai berubah gendut dan gak cantik lagi, sayang bakalan pindah hati gak?” tanya Aiyana dengan suara yang sengaja di kuatkan, tatapan matanya masih tertuju pada rini, seolah olah sedang memberi peringatan pada wanita itu.


📲“Sayang bicara apa sih, di dunia ini mata mas Cuma tertuju sama kamu, mau gimana lagi mas buktikan cintanya mas gak pernah lepas darimu? Kamu tau suami yang mengalami kehamilan simpatik tandanya dia sayang sekali sama istrinya, gak liat sejak beberapa hari ini mas muntah muntah dan gak nafsu makan karena mengalami kehamilan simpatik, jadi jangan berpikir macam macam sayangku, apapun yang terjadi mas gak bisa berpaling dari kamu” jelas Alvan panjang lebar.


📲“gimana kalau ada cewek yang lebih cantik dari ai?” goda Aiyana sekali lagi.


📲“Gak bakal sayang, mau dia lebih cantik, lebih sexy, lebih montok, mas tetap suka kamu, emang ada yang ganggu kamu ya?? Siapa itu sayang?” tanya alvan mulai curiga.


📲“Ada..” Aiyana masih menatap sinis Rini. Sementara Rini mulai ketakutan dan akhirnya rini ikut pergi sana bersama Riska. Keduanya tampak pucat dan ketakutan melihat mata Aiyana yang menantang dirinya.


📲“Siapa sayang? Kasih tau mas” Suara Alvan memang terdengar datar tapi percayalah saat ini wajah pria itu sedang terlihat sangat mengerikan menahan amarahnya.


Aiyana mengganti suara alvan dan menurtup loudspeaker nya, dia kini menelpolkan telepon ke telinganya.


📲“Udah pergi orangnya, udah ya, ay tadi Cuma nakut nakuti dia saja” ujar Aiyana.


📲“sayang, kita pulang sekarang?” tanya alvan, pria itu saat ini sedang merencanakan sesuatu yang sangat jahat di dalam otaknya.

__ADS_1


📲“belum, Keyla dan putri belum tampil”.


📲“ya udah nanti kalau sudah tampil bilang sama mas ya” ujar Alvan pasrah.


📲“iya, nanti ai telepon kalau udah selesai tampil” Aiyana cepat cepat mematikan teleponnya takut alvan akan berubah pikiran.


Terdengar suara tawa Keyla dan putri saat Aiyana mematikan teleponnya.


“kenapa kalian ketawa” kekeh Aiyana yang mulai ikut tertawa.


Putri dan Keyla kompak mengangkat jempol mereka dan menunjukkan tawa dan jempol mereka pada Aiyana. “lo hebat ai, berani banget ngadu sama suami lo” puji Keyla diangguki Putri.


“Ohhh, jelaslah, dia pikir Aiyana gak berani ngadu, kan Aiyana terkenal sebagai anak mami, manja dan pengadu” Aiyana berkata sambil tertawa, tidak takut dengan pandangan sekitar yang masih memperhatikan dia secara diam diam.


“Parah emang ni anak” ledek putri.


Damar melihat Aiyana yang sedang memberikan semangat pada teman temannya, pria itu duduk agak dekat dengan Aiyana membuat wanita itu sadar dan langsung membuat jarak dari damar.


“hai, Aiyana, gue gak ada maksud godain elo kok” ujar Damar dengan sedikit tawa hambar.


“Gak apa kak, bukan mukhrim” tolak Aiyana.


“Aku gak nyangka loh kamu ternyata istrinya pak alvan” ujar Damar sekedar basa basi untuk menarik perhatian Aiyana, tapi sayang Aiyana sama sekali tidak menjawab, dia hanya sibuk menikmati nyanyian kedua temannya yang sedang ada di depan panggung.


“. . .”

__ADS_1


“Gue kira pak alvan itu nikahnya sama kekasihnya yang dulu sering ada di sini, kenapa bisa sama elo nikahnya ai” tanya damar lagi, dia masih penasaran alasan Aiyana menikah dengan Alvan, karena hampir satu kampus tau model bernama gizhi itulah yang menjadi pacar alvan.


“. . .” masih tidak ada jawaban dari Aiyana, bukan karena Aiyana tidak mendengar ucapan dari damar tapi wanita itu tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan yang damar berikan padanya.


“Lo tersinggung dengan ucapan gue ya ai, gue penasaran aja, ada cewek cantik masih 18 tahun tapi menikah dengan dosen yang umurnya 28 tahun, dosennya udah punya calon istri lagi, makanya gue penasaran, sorry ya kalau gue buat lo marah” sindir Damar sekali lagi.


“. . .” sekali lagi Aiyana masih diam, peduli amat si damar menyindir tentang umur, wajah, atau yang lainnya, Aiyana sama sekali tidak peduli, dia hanya datang ke kampus untuk melihat pertunjukkan kedua sahabatnya, hanya itu.


“Lo ikut acara kemping besok gak ai? Seru loh, kita main di sawah dan liat pemandangan yang hijau hijau, teman teman ai ikut semua, ai juga mau ikut?” Damar sekali lagi mencari cara untuk mendapatkan perhatian Aiyana, dia sangat penasaran dengan wanita hamil yang satu itu, semakin hari semakin cantik apa lagi hari ini aiyana semakin cantik dan menggemaskan, ingin rasanya damar mencubit pipi Aiyana sangking gemas dengan wajah ibu hamil satu itu.


“Sekian nyanyian dari grup Rose, seru banget ya, maka sekarang kita akan sambut pertunjukkan dance dari grup Jasmine”


suara MC baru saja menandakan pertunjukkan teman teman Aiyana baru saja selesai, Ibu hamil itu bersorak dan bertepuk tangan dengan keras sangking senangnya melihat pertunjukkan kedua sahabatnya.


Setelah itu dia baru menatap damar, dengan senyum sinis, “Kakak kurang kerjaan ya, cari perhatian sama istri pak dosen” sindir Aiyana sambil tegak dari tempat dia duduk.


“jangan marah dong ai, gue Cuma mau berteman dengan elo, masak gak boleh” canda Damar.


Aiyana mengatupkan kedua tangannya dan menunduk singkat pada damar, “terima kasih tapi aitidak perlu teman laki laki yang tujuannya sudah jelas, dan jangan sok tau dengan urusan rumah tangga orang lain” setelah berkata begitu Aiyana berjalan cepat menuju ruangan dimana alvan berada, dia sebenarnya ingin berlari, tapi ingat suaminya melarang dia untuk berlari jadi Aiyana hanya mempercepat jalannya.


“sayang! Udah selesai pertunjukkannya?” Alvan tiba tiba muncul di depan Aiyana sedikit mengejutkan ibu hamil itu. “mas baru saja mau menyusul kamu” sambung alvan lagi.


Aiyana hanya langsung menggandeng Alvan dan bergelayut manja padanya. “Gak apakan ai seperti ini?” tanya ai sedikit takut.


Bukannya menjauhkan Aiyana darinya alvan semakin mendekatkan Aiyana kepadanya. “tidak apa, mas malah senang seperti ini” ucap alvan penuh senyuman.

__ADS_1


...🍲🍲🍲🍲🍲...


__ADS_2