
Setelah kepergian dokter dan perawat, Alvan langsung menggeser kursinya untuk duduk lebih dekat pada istrinya.
“Ommas, tentang penculik_”
“Stttsss” potong alvan, “Jangan bicarakan hal itu, mas ingin fokus dengan kamu saja saat ini” lanjut alvan sambil mengelus perut Aiyana dan dia langsung merasakan gerakan pada perut Aiyana, pria itu tersenyum dan menempelkan telinganya pada perut Aiyana, “kamu merindukan daddy sayangku”.
Aiyana tersenyum sambil mengelus kepala suaminya yang ada di perutnya. “dokter bukannya bilang belum boleh kunjungan” canda Aiyana dengan suara pelan.
Alvan kembali duduk dan menggenggam tangan Aiyana sambil mencium punggung tangan Aiyana berkali kali, “Mas Cuma mau nyapa, bukan mau kunjungan, kunjungannya nanti saja saat kamu sudah keluar dari rumah sakit”.
Aiyana kembali tersenyum sambil terus menatap alvan.
“Maafkan mas ya, mas telat datang, jadinya kamu bisa terluka seperti ini” lirih alvan.
Kali ini Aiyana menggerakkan kepalanya dengan sangat pelan, “tidak, bukan salah ommas”.
“Gak ini salah mas, coba seandainya mas datang lebih cepat tidak akan ada luka di sekujur tubuh kamu sayang” ucap alvan sendu.
“sekarang ai sudah tidak apa apa, ommas gak perlu cemas lagi” ujar Aiyana untuk membuat alvan tidak terus menyalahkan dirinya sendiri.
Alvan menatap lekat mata Aiyana kemudian pria itu mendekatkan wajahnya pada Aiyana untuk mengecup sekilas bibirnya. Kemudian turun ke perut Aiyana, entah gumamam apa yang alvan katakana pada bayi mereka, tapi setelah itu alvan mengecup perutnya.
Aiyana tampak sangat bahagia, seolah berjuta kupu kupu mengepakkan sayap di perutnya, perasaan hangat dan merasa sangat disayangi oleh alvan menghinggapi dirinya. Membuat mata Aiyana mulai terasa panas, lagi lagi Aiyana mengelus rambut alvan pelan yang saat ini pria itu masih dalam posisi sama mengecup berkali kali perut Aiyana yang sudah tampak besar.
“kau harus sehat di dalam sana” itu kata yang bisa Aiyana dengar setelah beberapa tetes air mata membasahi pipinya, ia bersyukur alvan benar benar mencintainya,walau dulu Aiyana sempat ragu dengan ketulusan cinta alvan, tapi sekarang Aiyana tidak meragu lagi.
Tiba tiba kepala alvan terangkat dari perut Aiyana, ia mendengar suara aneg dalam perut Aiyana. Alvan mendongak dan menatap Aiyana yang saat ini wanita itu hanya bisa menggigit bibirnya karena malu.
__ADS_1
“Lapar sayang?” tanya Alvan. Aiyana menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan, berhubung lehernya masih sulit digerakkan dan dia juga malu untuk berbicara secara keras. Wajah wanita itu sudah merona merah akibat menangis barusan dan rasa malu karena ketahuan kelaparan dan perutnya memang sudah berbunyi nyaring meminta makanan.
Alvan meraih ponselnya sebelum ada suara seseorang yang menginterupsi mengganggu pasangan suami istri itu.
“Maaf pak alvan, mengganggu waktunya” ucap seorang perawat yang datang sambil mendorong troli berisi makanan untuk Aiyana. “pasti anda lapar kan nyonya? Silahkan dimakan saya permisi dulu” ucap perawat itu seraya sedikit membungkukkan badannya kea rah Aiyana dan juga alvan.
“Ya allah sayang, maaf mas lupa, kenapa mas bicara dan menciummu terus sementara istri mas udah berhari hari gak makan dan minum, maaf ya sayang” alvan menyalahkan dirinya sendiri karena ia lupa, sementara Aiyana hanya bisa tersenyum mendengar ocehan sang suami.
“mau makan yang mana dulu?” tawar alvan, sepertinya Aiyana enggan menatap makanan yang dibawa perawat tadi. “sayang jangan mulai lagi..” geram alvan, dia tau arti tatapan mata Aiyana yang sedang tidak ingin makan makanan itu.
“Ai haus” gumam Aiyana pelan.
Alvan segera meraih teko dan gelas kemudian menuangkannya dan membantu Aiyana untuk minum dengan sangat hati hati.
Alvan segera meraih sendok dan mengambil makanan dengan sendok itu, “makan sayang, buka mulutnya” bujuk Alvan, sedangkan Aiyana sekarang sedang memasang wajat tidak minatnya pada makanan yang ada di depan mata padahal jelas jelas tadi dia bilang lapar. “sayang~ ini udah 6 bulan masak masih mengidam?” tanya Alvan lembut, tidak memaksa tapi penuh bujukan.
Aiyana kembali menggerakkan kepalanya kekiri dan kanan dengan sangat pelan, “gak tau, jangan salahkan ai yang masih mengidam” lirih wanita itu.
“Hmm.. cream sup buatan ommas” ucap Aiyana dengan suara pelan nyaris tidak terdengar jika alvan berada jauh darinya.
Alvan berusaha mengingat tentang cream sup yang pernah dia buat dan itu hanya beberapa kali, dan ternyata sang istri mengidam itu lagi.
“apa harus buatan mas?”
“Iya” balas Aiyana dengan wajah polosnya.
“Tapi sayang, mas sekarang tidak ingin pulang, mas ingin di sini terus menemanimu” jawab Alvan tegas tidak terbantahkan.
__ADS_1
“ayolah ai sedang ingin itu~” rengek Aiyana.
“Bubur ini lebih sehat dari cream sup itu, sayangku” bujuk alvan sekali lagi.
“ai akan makan bubur itu tapi setelah makan cream sup buatan ommas! Ai ingin itu atau tidak akan makan sama sekali” Aiyana memalingkan wajah sambil mengerucutkan bibirnya.
Alvan terngaga mendengar ancaman Aiyana, kata orang masanya ibu hamil itu mengidam hanya sampai 3 atau 4 bulan tapi ini sudah 6 bulan sang istri masih tetap mengidam bahkan sekarang memakai ancaman yang membuat alvan tidak bisa membantah, namun alvan bukannya marah, dia justru merasa tingkah Aiyana yang seperti itu malah makin menggemaskan, dan bahkan menggairahkan..
Alvan cepat cepat menggeleng untuk menghilangkan pikiran mesum yang barusan singgah di dalam kepalanya.
“Kita beli saja, lain kali kalau ai sudah ada di rumah mas akan buatkan setiap hari sampai ai bosan dengan makanan itu” ini bukan tawaran tapi pernyataan alvan sendiri, karena saat Aiyana hendak protes, alvan sudah menempelkan ponselnya di telinga.
📲“Ma, bisa alvan minta tolong belikan cream sup saat mama ke rumah sakit?” ujar alvan begitu teleponnya di angkat.
📲“Untuk siapa van?” tanya mama Haura bingung karena dia belum dikabari tentang bangunnya Aiyana dari komanya.
📲“Untuk Aiyana, dia sedang mengidam itu ma”
📲“APA?! Aiyana sudah bangun dan kamu tidak bilang mama alvan!” omel mama Haura dari sebrang telepon alvan sedikit menjauhkan teleponnya dari telinga karena suara keras sang mama jika sedang mengamuk terdengar sangat keras.
📲“Ma~ ai juga baru sadar ini dia harus makan, dan dia sedang mengidam pengen cream sup” bohong alvan, nyatanya pria itu lupa mengabari keluarganya.
📲“Ya udah mama belikan sekarang, mama akan belikan banyak” sambil mengomel mama haura langsung mematikan telepon itu secara sepihak, alvan menoleh melihat Aiyana yang tertawa kecil sambil menatap dirinya.
“Jangan meledek mas, kamu sudah buat dunia mas hampir gila, makanya mas sampai lupa mengabari yang lainnya” ujar alvan sambil mengecup singkat bibir Aiyana.
“cari kesempatan terus” gerutu Aiyana.
__ADS_1
“itu tandanya cinta sayang, terima aja” kekeh alvan sambil menghubungi mertuanya untuk mengabari kondisi putri mereka yang sudah sadar dari komanya.
...🥞🥞🥞🥞🥞...