
Alvan merasa senang jika Aiyana selalu bersikap manja padanya, bahkan pria itu rela melakukan apapun untuk membahagiakan Aiyana, bagi Alvan kebahagiaan Aiyana adalah yang nomor satu, walau begitu dia saat ini sedikit tidak suka dengan pandangan orang orang yang melihat ke arahnya.
‘Gue persis sugar daddy’ batin alvan, melihat Aiyana yang menggandeng mesra tangan Alvan, dia tau alasan beberapa orang yang mereka lewati memperhatikan mereka berdua.
“Sayang, gak apa di liatin terus dari tadi?” bisik Alvan sambil mengelus pipi Aiyana berpura pura merapikan poni istrinya.
“hmm?” Aiyana menolehkan kepalanya menatap Alvan dengan tatapan bingung.
“Apa tidak apa di lihatin orang terus?” ulang alvan sekali lagi dengan sauara berbisik.
Dari tatapan bingung kini berubah menjadi cemberut, “ommas malu ya Ai masih pakai baju sekolah?”
Alvan semakin mengeratkan genggaman tangan Aiyana yang ingin lepas dari pegangan Alvan, “bukan malu, tapi mas gak mau mereka meremehkan istri cantik mas” bisik alvan berusaha menerangkan arti ucapannya.
Kalau diboleh memilih, alvan ingin semua orang tau kalau dia sudah menikah dengan Aiyana, pria itu bahkan berkali kali menahan diri untuk tidak memerkan foto Aiyana pada laman media sosialnya.
Dulu dia sering memamerkan foto bersama Gizhi tapi sekarang hanya ada foto Alvan sendiri di media sosial miliknya, foto gizhi sudah lama di hapus oleh alvan.
“Ahh benar, orang orang akan berpikir ommas sugar daddy Ai, dari pada sepupu” ucap Aiyana lesu tapi masih terus merangkulkan lengannya pada alvan dan menyandarkan kepalanya pada bahu alvan.
“tidak apa, tetap seperti ini, bentar lagi sampai dan mas akan ambil ruangan VIP” ujar Alvan.
Aiyana semakin mengeratkan rangkulannya pada lengan Alvan dan tersenyum semakin lebar pada Alvan.
.
Dari kejauhan Helen bersama temannya Nita tidak sengaja melihat Alvan dan Aiyana sedang jalan menuju restoran jepang.
“Len, itu bukannya Alvan?? Dia jalan sama anak SMA kan?” pekik nita tidak percaya.
“Mungkin lo salah liat kali” elak Helen.
“Enggak Len, gue yakin itu Alvan, kok bisa jalan mesra gitu sama anak SMA? Sejak kapan alvan jadi sugar daddy?” Nita masih sangat yakin jika dia melihat Alvan yang sedang jalan berdua dengan anak SMA, nita memang tidak melihat wajah gadis itu, tapi Nita yakin itu adalah anak SMA karena pakaiannya.
__ADS_1
“kalau pun memang itu alvan udah biarin ajalah” ujar helen, dia sebenarnya sangat takut dengan ancaman Alvan apa lagi kemarin itu pertama kalinya helen melihat Alvan dengan wajah yang terlihat sangat menyeramkan.
“biarin aja?? Lo yakin kita biarin aja? Ini kesempatan emas buat kita, ayo kita ke sana” Nita berusaha menarik tangan helen untuk berjalan menuju restoran yang baru saja Alvan masuki bersama gadis SMA yang Nita bilang.
Sementara Helen berusaha menahan Nita agar tidak berjalan ke arah sana, “gak ada, gak bakal ada kesempatan buat kita, sebaiknya kita tidak terlihat oleh Alvan atau kita dalam bahaya” ujar Helen.
“Len lo kenapa sih? Kok seperti orang ketakutan gitu?” Nita menatap helen heran.
“Alvan tidak seperti pria yang kita bayangkan dia sangat mengerikan, sebaiknya jangan ganggu masalah alvan” Helen berusaha memberikan peringatan pada Nita.
“mengerikan? Hahahhaha” Nita tertawa keras mendengar ucapan Helen, Alvan memang terkenal dengan pribadi yang sabar dan tidak pernah terlihat mengerikan di hadapan teman temannya, sangking sabar dan sopannya Alvan tidak pernah membuat teman teman wanitanya sakit hati, karena Alvan selalu menolak wanita yang mendekatinya dengan kata kata halus dan sopan, makanya nita tertawa keras saat mendengar penuturan Helen, sangat tidak mungkin Alvan yang terkenal lembut bisa tampak mengerikan.
“Gue benaran, ayo kita pergi dari sini sebelum alvan melihat kita” ajak helen dengan paksa.
...🌭🌭🌭🌭🌭🌭...
Mama haura tersenyum menatap Aiyana yang sangat lahap masakan buatannya, mengingat 1 bulan lagi Aiyana akan menghadapi ujian nasional, jadi mama Haura tidak mau menantunya membantu dia memasak, pekerjaan Aiyana selama dirumah adalah belajar dan makan.
Alvan yang ditanya langsung terbatuk, lalu tidak lama pria itu menggelengkan kepalanya.
“Astagfurullah ALVANN!!!” pekik mama haura dengan suara keras, berbeda dengan papa Hamdi, pria paruh baya itu juga mengucap tapi dengan suara yang pelan.
“Alvan selalu keluarin diluar ma” ralat Alvan, dia memang tidak suka memakai alat pengaman yang di bilang balon itu, lagi pula istrinya gak masalah.
“Walaupun begitu tapi ingat alvan! Istri kamu masih sekolah! Dia masih terlalu muda untuk hamil!” teriak mama Haura, dia sangat kesal dengan kelakuan putra keduanya.
“Ma, rasanya gak enak kalau pakai pengaman” bela Alvan.
“gak enak gak enak istri kamu hamil nanti gimana!” omel mama Haura.
“tapi emang gak enak sih ma” sahut papa hamdi yang mengiyakan ucapan putra keduanya, kedua pria itu lalu melakukan tos bersama.
“PAPA! Ini menantu papa masih muda, gimana kalau dia hamil sebelum selesai sekolah” pekik mama Haura. “Ai sayang, kamu udah datang bulan belum bulan ini?” tanya mama haura dengan lembut pada menantunya yang masih lahap sedang menyantap makanannya.
__ADS_1
“Lagi datang bulan ma, ini hari ke duanya” bukan Aiyana yang menjawab melainkan Alvan, karena dia sangat tau jadwal datang bulan istrinya.
Mama Haura ingin sekali memukul putra nya yang sangat santai menjawab pertanyaannya. “Mulai sekarang Ai tidur sama mama sampai Ai lulus sekolah” putus mama Haura.
Alvan langsung tersedak makanan dan menatap mama haura dengan tatapan menyedihkan.
“Ma, Ai gak bisa tidur kalau gak Alvan peluk, iyakan sayang?” Alvan berusaha meminta bantuan pada istrinya bisa gawat kalau dia gak boleh peluk Aiyana.
“Bisa” jawab Aiyana sambil mengulum senyumnya.
“nah bisakan, jadi mulai sekarang Ai akan tidur sama mama” putus mama Haura sekali lagi.
“Yank, gak ikuti kata mas, nanti dosa loh” ancam alvan pada istrinya.
Aiyana langsung menatap mama Haura dengan mata berkaca-kaca, “mama ommas nyebelin”.
“Ohhh bagus, ngancam istri kamu, Cuma tinggal 1 bulan lagi van, sabar kenapa?? Kamu bisa nahan 27 tahun tapi tahan 1 bulan gak bisa??” omel mama Haura.
“tapi ma_”
“gak ada tapi tapian, Aiyana berdosa gak turuti suami tapi kamu berdosa gak turuti mama, hayoo mau kamu tambah dosa sama mama” potong mama haura.
Alvan mendengus sebal, akhirnya pria itu mengangguk pasrah, “baiklah Alvan gak bakal gangguin istri sampai selesai ujian nasional, tapi jangan pisahkan alvan dari istri alvan ma” pinta alvan.
“beneran?”
“Beneran ma, janji sampai Ai selesai ujian habis itu Alvan gas full” kekeh Alvan.
Kini mama haura menatap menantunya, “Ai, kalau suami kamu minta budidaya jamur lagi kasih tau mama ya, kalau diancam juga kasih tau mama” ujar mama Haura.
“Oke ma” balas Aiyana dengan mulut penuh makanan.
...🧆🧆🧆🧆🧆...
__ADS_1