I Love You Professor

I Love You Professor
77. Bertemu


__ADS_3

Brandon memanggil Maria ke ruang kerjanya, karena wanita itu masih bekerja pada brandon sedangkan gizhi sudah lama dia pecat karena sudah tidak bergina lagi untuknya, sejak terakhir gizhi keluar dari kamar tamu, brandon tidak pernah memasuki kamar itu apa lagi untuk bertemu dengan gizhi.


“Ada apa boss” ujar maria begitu masuk ke dalam ruangan brandon.


Brandon melempar foto 3 orang wanita cantik yang wajah, hingga tubuhnya hampir mirip dengan gizhi, “latih ketiganya dan katakana padaku siapa yang paling mirip dengan Gizhi” ujar Brandon.


“Ngapa gak pakai gizhi saja sih, dia sudah sangat pro untuk pekerjaan ini” celetuk maria.


“dia sudah tidak berguna” balas brandon sambil terus fokus pada layar komputernya.


“ckckck seenaknya saja membuang kekasih sendiri karena tidak berguna lagi, terus kalau aku sudah melatih mereka, mereka mau di apakan?” komentar maria terus terang.


“Menggoda alvan mungkin, mereka bertiga memiliki body yang sangat bagus, dan aku tau mereka sangat berbakat di ranjang” ucap Brandon.


“hahhh! Tidak semua pria seperti kamu, gizhi saja tidak bisa menggoda dia apa lagi ketiga wanita ini” sindir maria.


“Satu orang akan menjadi dosen di kampus itu, dua lagi menjadi mahasiswa pindahan jika kamu sudah melatih mereka dengan benar” ujar brandon tanpa menggubris ucapan maria sebelumnya.


“oohhh, apa yang harus kulatih? Cara mengangkang atau membuka baju?!” ucap maria dengan intonasi tinggi.


“MARIA! Tolong yang hormat padaku!” bentak brandon marah.


“Aku sudah capek bekerja padamu, memang gajinya banyak tapi aku seperti sedang melatih PSK” ujar maria kesal.


“kalau kau tidak senang segera mengundurkan diri” tantang brandon.


“baik, aku sekarang juga mengundurkan diri dari sini” ucap maria sambil membuang dokumen di tangannya.


...🍲🍲🍲🍲🍲...


Memasuki bulan ke-tiga Aiyana mulai mengidam masakan yang dimasak suaminya. Akhirnya untuk memenuhi keinginan ibu hamil, alvan menemani Aiyana ke supermarket untuk memilih bahan masakkan yang wanita hamil itu inginkan.


Aiyana berjalan mengitari supermarket yang besar itu dengan sangat lincah sementara alvan hanya bisa mengikuti dibelakang Aiyana dengan kereta dorong, menerima semua bahan makanan yang Aiyana masukkan. Alvan dulu sering berlatih di hutan bersama kakek nya jadi dia bisa memasak makanan tapi tidak seahli para ibu ibu.


“Ommas cepat itu ikan merahnya tinggal satu!” teriak Aiyana, wanita itu berjalan cepat menuju tempat ikan.

__ADS_1


“Jangan berlari sayang!” teriak alvan dengan suara kuat, sejak Aiyana jatuh pingsan alvan tidak pernah membolehkan Aiyana berlari, untung saja wanita itu menurut dan mengganti larinya dengan jalan cepat.


.


“Ikan merahnya tolong!” Aiyana saling berpandangan dengan wanita cantik yang juga berkata sama dan serentak dengan dirinya.


“Ahh apa masih ada ikan merahnya satu?” tanya Aiyana pada penjual ikan di supermarket itu.


“hanya sisa ini mbak, jadi siapa yang mau?” tanya penjualnya kebingungan.


Aiyana melihat wanita cantik disebelahnya yang menggunakan pakaian ketat, terlihat kurus tapi perutnya sedikit buncit seperti orang hamil. Rencananya Aiyana mau mengatakan bahwa dia mengidam ikan merah itu, tapi melihat wanita itu juga hamil Aiyana mengurungkan dirinya. Mau berdebat tapi melihat wanita hamil itu sendirian Aiyana akhirnya memilih mengalah.


“Untuk dia saja” ucap Aiyana pasrah lalu melirik ikan lainnya yang menurutnya bisa menjadi pengganti ikan yang dia relakan.


“Untuk kakak saja” tolak wanita itu.


“Sayang, udah dapat ikannya?” tanya Alvan yang baru sampai ke tempat Aiyana.


“belum, ikannya biar buat_”


Alvan tampak terkejut wanita di depannya adalah Gizhi, dia tampak sedikit berbeda, terlihat lebih sopan dari biasanya, dan tidak menggunakan pakaian yang merusak mata lagi.


“Hai” jawab alvan singkat sambil mengeratkan rangkulan Aiyana dan mencium kening Aiyana untuk menyampaikan rasa sayangnya pada wanita itu.


“Apa dia istrimu? Ternyata dia sangat cantik ya” ujar gizhi sambil tersenyum manis, “hai aku gizhi” gizhi menjulurkan tangannya pada Aiyana.


“A-aiyana” sambut Aiyana, perlahan dia menyambut uluran tangan gizhi tapi dengan cepat dia kembali memeluk alvan dengan kuat.


Gizhi yang melihat alvan beberapa kali mengelus puncak kepala Aiyana dan mencium kening istrinya, wanita itu mengulum senyumnya melihat wanita cantik yang mendapatkan perhatian alvan.


“hmm ambil saja ikannya aku tidak mengidam itu, aku bisa pilih yang lain, sebenarnya aku hanya mengidam masakan seafood, dulu kamu sering memasakkanku itu” kekeh Gizhi.


Aiyana menatap Alvan tanpa suara, sorot matanya dapat sekali alvan baca ‘apa ommas akan menolak dan menyuruh mantan kekasihnya untuk mengambil kembali ikan itu? Dia kan pernah singgah di hati ommas’.


“Terima kasih, istriku sedang mengidam” sambut alvan dan menyuruh penjual ikan untuk membungkus ikan merah yang tinggal satu itu.

__ADS_1


“Saya ambil 1 buah lobster yang paling besar pak” Gizhi menunjuk lobster yang ada di sana, dan segera di bungkus oleh penjual itu.


Sesekali gizhi melirik kearah alvan yang terus mencium kening Aiyana dan mengelus puncak kepala istrinya, terlihat sekali istri alvan itu sangat manja dan alvan sangat mencintainya. Gizhi ingin sekali alvan berbicara padanya walau sekedar basa basi, apa lagi tadi dia sudah membuka tentang mengidamnya yang rindu masakan seafood yang di buat alvan untuknya walau dia hanya mencicipi sedikit karena takut gemuk.


Penjual ikan segera memberikan bungkusan ikan pesanan alvan, “Kami duluan, assalamualaikum” pamit alvan tanpa berbalik untuk menatap Gizhi, dia tidak ingin membuat istrinya cemburu apalagi salah paham.


...🍬🍬🍬🍬🍬...


Sesekali Aiyana menatap Alvan dan menatap jalanan, bibirnya tidak mengeluarkan suara apapun sejak pertemuan dengan gizhi tadi.


“Mau tanya apa sayang?” tanya alvan lembut, sebelah tangan pria itu yang bebas dari stir mobil mengelus puncak kepala Aiyana sekilas.


“ommas tidak penasaran kapan tante itu menikah?” tanya Aiyana cepat setelah alvan memberikannya kesempatan untuk berbicara.


Alvan menahan tawanya saat mendengar panggilan yang Aiyana buat untuk mantan kekasihnya, dia saja di panggil om, tapia pa pantas model cantik seperti gizhi di panggil tante, umur mereka hanya berbeda beberapa tahun. “tidak” balas alvan singkat.


“kenapa?” tanya Aiyana lagi.


“tidak ada alasan apapun, hubungan kami sudah berakhir dan tidak ada alasan apapun yang membuat mas penasan padanya, sekarang kami hanya orang asing yang sekedar kenal di jalan” jawab alvan tegas.


“Tante itu semakin cantik ya” pancing Aiyana.


“bagi mas kamu yang selalu terlihat cantik, mas gak tau dia makin cantik atau gak” bohong alvan, dia tau ada perubahan yang terjadi pada gizhi tapi alvan sama sekali tidak tertarik untuk bertanya dan mencari tau, dia bahkan lupa untuk mencari informasi tentang gizhi dan kekasihnya karena sibuk mengurus istri kecilnya, lagi pula tidak ada serangan lagi dari gizhi, makanya alvan membiarkan pencari informasi untuk bergerak lambat.


“ommas gak nyesal gak balikan sama tante itu?” pancing Aiyana sekali lagi.


“tidak sayang, mas hanya cinta kamu, ahhh bentar lagi cinta mas akan kebagi juga”.


“ke siapa?!” seru Aiyana cepat.


Tangan alvan mengelus perut Aiyana yang mulai terasa keras walau masih rata, “dedek bayi yang beberapa bulan lagi akan hadir di antara kita” ucap alvan lembut.


Aiyana mengulum senyum dan ikutan alvan memegang perutnya, dia puas mendengar ucapan alvan.


...🧃🧃🧃🧃🧃...

__ADS_1


__ADS_2