I Love You Professor

I Love You Professor
95. Perangkap


__ADS_3

Brandon menundukkan kepalanya sambil mengepalkan tangannya geram, dia marah dan emosi, tapi juga merasa bersalah di waktu yang bersamaan.


“Maaf” lirih Brandon pelan.


“apa?!” seru alvan cepat.


“Aku minta maaf untuk apa yang telah aku lakukan pada istrimu” ujar Brandon pelan, dia akhirnya tau kenyataan yang ada dan mulai menyesal serta merasa bersalah dengan wanita yang tidak salah apapun sampai terlibat seperti itu.


“Aku masih belum bisa memaafkanmu, berkat kejadian itu istriku koma, dan aku hampir kehilangan anakku karena kondisi istriku yang kehilangan banyak darah, bukannya kau tau bagaimana rasanya kehilangan, kau menyimpan dendam pada orang yang salah karena terlalu gegabah begitu melihat isi chat yang di simpan oleh adikmu, orang yang pendendam memang tidak pernah bisa berpikir secara jernih” sindir Alvan terang terangan.


Brandon kembali menunduk malu, “Ya aku tau, aku memang tidak pantas di maafkan, aku terlalu gegabah” aku brandon.


“Seharusnya adikmu masih bisa diselamatkan, kenapa kau tidak ada saat dia membutuhkanmu?” tanya alvan penasaran.


“Aku sibuk dengan pekerjaanku, orang tua kami baru meninggal, aku harus mengurus perusahaan milik orang tuaku, jika tidak maka kami akan bangkrut, aku terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk adikku, aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya karena masih berurusan dengan pekerjaan yang di tinggalkan oleh orang tuaku, umurku masih 19 tahun waktu itu, aku masih berkuliah tapi karena kematian mendadak kedua orang tuaku, aku harus langsung mengambil alih semua perusahaan milik orang tuaku, tidak ada waktu untuk bersantai atau bahkan berbicara dengannya, hingga aku sadar aku sudah kehilangan dia, satu satunya keluarga yang aku punya dan aku kehilangan dia begitu saja, terlalu berat buatku untuk menerima semua itu” brandon mulai menangis menceritakan masa lalunya.


Tidak ada yang menyangka adik Brandon sampai berniat bunuh diri sangking depresi dengan apa yang dilakukan oleh candra. Penyesalan memang selalu datang terakhir, tidak ada yang bisa mengulang waktu, penyesalan hanyalah penyesalan, semua Tindakan yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali.


“ya, alasan sibuk selalu menjadi alasan nomor satu kita melupakan keluarga yang kita punya, kalau masalah kita sudah kelar, aku akan pergi sekarang” ujar alvan acuh, dia tidak mau kasian dengan pria yang sudah membuat wanitanya sakit.


“Van, sekali lagi aku minta maaf atas apa yang terjadi padamu, dan terima kasih sudah mau menjelaskan padaku” ucap brandon tulus.


“yup, dan jika kau ingin memukul candra, aku titip satu pukulan untuknya, tapi ingat jangan sampai mati, biar saja allah yang membuat nyawanya melayang, aku yakin dia akan depresi tidak bisa bermain wanita lagi karena mendekam di penjara selamanya” ujar Alvan sebelum beranjak pergi.

__ADS_1


“baiklah, aku memang berniat memukulnya, tapi aku tidak tau apa aku bisa menahan diri agar dia tidak mati” gumam brandon.


“Pikirkan orang yang kamu cintai, masa depanmu, dan mungkin anakmu? Itu bisa mengontrol dirimu untuk tidak membunuh dia, aku hanya memberikan saran, terserah kalau mau membunuhnya, asal pukulan terakhir bukan pukulan yang aku titipkan padamu” kekeh alvan dan kali ini pria itu benar benar keluar dari pintu ruangan itu.


Brandon terdiam, dalam otaknya sedang terbayang wajah gizhi yang sedang hamil, entah kenapa wanita itu terlihat berbeda dan brandon merindukannya, hatinya bahkan berkata siapapun anak dalam perut gizhi dia akan menerima anak itu menjadi anaknya.


...🥗🥗🥗🥗🥗...


Alvan berlari cepat menuju kamar inap istrinya, baru beberapa jam dia menjauh dari istrinya, alvan sudah merindukan istri kecilnya.


“Sayang~” alvan langsung memeluk Aiyana dan mencium seluruh wajah istrinya begitu masuk kedalam ruang inap Aiyana.


Mama haura yang ada di sana bahkan melongo melihat apa yang terjadi di depan matanya.


“ya allah van! Kamu seperti berpisah berhari hari dengan istrimu! Padahal hanya beberapa jam saja!” omel mama Haura.


Aiyana tertawa pelan melihat perubahan sikan alvan. Sementara mama haura menganga tangan wanita paruh baya itu langsung terangkat dan reflek memukul kencang punggung Alvan.


“Hebat kamuy a, ngusir mama kamu sendiri! Mama di sini jagain istri kamu, malah di usir!” omel mama haura sambil berkali kali memukul Alvan.


Alvan tertawa kecil, pukulan mama haura sama sekali tidak terasa sakit baginya, sebenarnya dia setengah bercanda, alvan memang sangat merindukan istrinya dan ingin berduaan saja dengan Aiyana, tapi dia mana mungkin tega memaksa mama haura untuk keluar, jadi alvan berkata setengah bercanda.


“Hahahha ampun ma, alvan Cuma bercanda, mama kayak gak pernah muda aja, harusnya mama keluar saat alvan datang jadi alvan gak perlu bilang dulu” ujar alvan di sela tawanya.

__ADS_1


“enak saja, gak mau, kasian istri kamu alvan! Kalau mama gak ada pasti kamu sosor istri kamu, dia ini masih sakit van, ingat kalian belum boleh berhubungan badan, liat luka di tubuhnya saja belum kering sudah kamu sosor terus, kapan Aiyana sembuh kalau yang otak yang jaganya sedang miring?” omel mama haura.


“ma, ini anak mama loh, kok di bilang otak alvan miring”


“Biarin aja, emang anak mama ini otaknya miring kalau udah jatuh cinta, untung aja miring kali ini gak sampai buat mama naik darah” balas mama haura.


“emang dulu miringnya gimana ma?” celetuk Aiyana yang ikutan nimbrung.


“Dulu miringnya sampai gak dengar nasehat orang tua, mama sama papa bahkan selalu dibuat marah oleh dia, kerjanya hanya menghabiskan uang buat wanita yang pernah jadi calon istrinya dulu” mama Haura secera tidak langsung menyindir alvan.


“ma~ tolong jangan menyebut kebodohan alvan dulu, alvan khilaf ma” gerutu alvan.


Kali ini mama haura yang tertawa keras, “rasain, untungkan mama paksa kamu menikah sama Aiyana, gimana kalau saat itu kamu dan Aiyana gak menikah, sekarang apa balasan kamu buat mama yang sudah memberikan jodoh seperti Aiyana?” ledek mama Haura.


Alvan menghembuskan nafasnya panjang, dia mulai merogoh dompet dan mengeluarkan kartu berwarna hitam yang sangat jarang dia gunakan, “Nah ma, belikan apapun yang mama mau, alvan ikhlas kalau mama bisa habiskan uang dalam black card itu” kekeh alvan.


“hahaha gitu dong, tapi kenapa kamu bisa punya ini van?” tanya mama haura bingung, dia bukan mama yang mata duitan tapi kalau di kasih oleh anak semua orang tua pasti akan mengambilnya bukan.


“Alvan punya banyak usaha selain menjadi dosen, itu uang milik alvan ma, ambil aja, alvan juga jarang kasih mama uangkan”


“yakin ni? Mama boleh gunakan?”


“iya, ajak bunda juga shopping sana, biar alvan bisa berduaan sama ai” alvan tertawa di akhir kalimatnya.

__ADS_1


“waahhhh ternyata ini perangkap kamu ya Van!” mama haura ikutan tertawa. Dia bangga sekarang putra keduanya sudah kembali seperti dulu, suka bercanda bersama keluarga dan sangat penyayang.


...🌮🌮🌮🌮🌮...


__ADS_2