
Alvan tidak dapat berkonsentrasi selama rapat yang dia hadiri, pikiran pria itu terus teralihkan pada istrinya yang masih demam saat dia meninggalkannya. Alvan merasa bersalah telah membiarkan istrinya terlalu lama di kamar mandi, dia juga merasa bersalah telah bermain sangat lama untuk membujuk istrinya yang sedang dalam keadaan dilemma.
Sampai saat mengajar pun alvan tetap kesulitan untuk mengajar,hanya Aiyana saat ini yang ada di dalam kepalanya, persetan kalau orang bilang dia harus professional sebagai professor, tapi kecemasan alvan tidak bisa mengalahkan apapun saat ini.
“Berhenti sampai sini, kerjakan saja tugas halaman 161 dan kumpul minggu depan, saya masih ada urusan penting” Alvan akhirnya berhenti mengajar dan meminta semua mahasiswa dan mahasiswinya melanjutkan dengan mengerjakan tugas, Dia cepat cepat membereskan semua peralatan mengajarnya dan berlari menuju mobil.
Jangan ditanya kenapa alvan seperti orang yang sedang di kejar kejar, kecemasan kepanikan bercampur menjadi satu, dulu dia tidak pernah seperti itu, Alvan tidak pernah sepanik itu kalau Gizhi sakit, tapi Aiyana berbeda, istri kecilnya tidak bisa lagi di bandingkan dengan gizhi atau wanita manapun, karena posisi wanita itu sudah sangat jauh melebihi ekspetasi yang di lihat orang orang.
...🥞🥞🥞🥞🥞...
Perlahan mata Aiyana terbuka saat merasakan handuk dingin yang menempel di keningnya.
“Bunda…” Aiyana menggumamkan nama orang yang pertama kali dia lihat begitu membuka mata.
“Iya sayang?? Ai mau sarapan bubur gak?” tawar Bunda Vania begitu putrinya sadar.
Kepala Aiyana kembali melirik ke seluruh ruangan itu, “mas alvan?” Aiyana kembali suami tercinta yang tadi bersamanya.
“Bunda menyuruh suami kamu kerja dulu, kasian ada meeting penting, jadi ai sama bunda dulu ya, kita sarapan, kasian dedek bayi nya belum makan” bujuk bunda Vania.
Wajah Aiyana langsung berubah kusut begitu mengetahui Alvan tidak ada di dekatnya, beberapa bulan ini, wanita itu saat ini selalu ingin berada di dekat alvan, mungkin karena bawaan orang hamil.
“hmm..” Aiyana hanya mengangguk pelan dan berdeham saja, tapi bunda Vania langsung mengambil bubur yang baru dia buat untuk putrinya.
“Ai buka mulutnya” perintah bunda Vania sambil menyodorkan satu sendok penuh bubur.
Aiyana hanya patuh membuka mulut lalu menelan bubur yang masuk.
“Ai mau cerita ke bunda? Ada masalah apa dengan suami kamu?” tanya bunda Vania saat putrinya masih mengunyah makanan.
__ADS_1
Pandangan Aiyana yang tadinya menunduk kini terangkat untuk menatap bunda Vania, “tidak ada masalah bun”
“Bohong, mata kamu selalu bisa bunda baca, kalau ai cerita mungkin bunda bisa bantu” ucap bunda Vania sambil terus memberikan suapan bubur pada Aiyana.
Aiyana termenung beberapa saat sebelum membuka mulutnya kembali, “Kemarin ai ketemu mantan ommas”.
“lalu?”
“pas malamnya ai mimpi ommas kembali sama dia, terus ai nangis dan menyalahkan ommas karena mimpi itu seperti nyata” Aiyana mulai terisak kecil saat mulai menceritakan mimpinya.
“Apa yang suami kamu katakan apa dia akan kembali pada wanita itu?” tanya bunda Vania.
Kepala Aiyana menggeleng, “tidak, tapi ai masih takut bunda, takut mimpi itu terjadi, dia juga sedang hamil bun”.
“lalu ai takut dia memanfaatkan kehamilannya untuk membuat suami kamu kembali?” tanya bunda Vania sekali lagi.
Perlahan tapi pasti, kepala Aiyana mengangguk pelan.
“Iya bun, ai tidak akan cemburu lagi, dan tidak akan curigaan lagi” kata Aiyana dengan suara pelan.
“cemburu dan curiga itu boleh karena itu sifat dasar seorang manusia yang mencintai seseorang, tapi ada baiknya kedua sifat itu di damping dengan kepercayaan, kalau kamu percaya otak kamu akan teguh dan bisa berpikir positif, saat itu maka semuanya akan mulai terbongkar jika memang suami kamu seperti yang kamu curigai maka kamu akan bisa melihatnya sendiri tapi jika tidak kamu juga tidak menyakitinya, dengan terus curiga padahal sebenarnya semua hal yang kamu curiga itu tidak ada, semakin kamu terus curiga dan berpikir negative, maka kasih sayang suami yang kamu curigai akan semakin menghilang dan di situlah masuknya orang ketiga dalam hubungan kalian” jelas bunda Vania.
“ai gak mau itu terjadi bunda”.
“makanya, ai gak boleh berpikir negative terus, suami kamu bisa diambil sama orang lain jika istrinya terus gak percaya padanya, dia lebih nyaman sama orang lain karena istrinya sendiri, jadi jangan menuduh suami kamu terus ya? Percaya dan berikan cinta kamu, maka ai akan mendapatkan cinta yang besar dari suami ai” kata bunda Vania.
Kepala Aiyana kembali mengangguk, dan kini Aiyana kembali mendapatkan pencerahan dari bunda Vania.
.
__ADS_1
Tanpa terasa bubur satu mangkok yang di bawa bunda Vania habis dimakan oleh Aiyana, wanita itu makan sambil berbincang dengan bunda Vania, ibu lembut yang mampu memberikan nasehat tanpa marah dan emosi.
“Nanti siang ai mau makan apa?” tanya bunda Vania sambil membereskan tempat makan putrinya.
Aiyana menoleh pada bunda Vania, “ommas gak pulang ke sini ya bun? Ai kangen, pengen makan cream sup ayam buatan ommas”.
Bunda Vania memegang kening putrinya yang sudah tidak terasa panas lagi, “nanti coba kita telepon ya, mungkin suami kamu bisa datang kesini”.
‘ting tong ting tong’ bunyi bell rumah membuat dua orang wanita itu saling bertatapan.
“Ayo taruhan itu adalah suami kamu” usul bunda Vania dengan senyum jahilnya.
“bisa saja orang lain bunda” elak Aiyana.
“hmm… bunda yakin itu adalah suami kamu, orang tadi aja susah banget bunda suruh kerja, gak mau tinggalin istri katanya” adu bunda vania sambil tertawa kecil.
“Udah bun, sana coba buka” mau tidak mau Aiyana ikutan tertawa kecil, rona merah tanda orang malu juga ikut muncul di pipi wanita itu.
“ya udah bunda bukakan, kamu disini aja”ucap bunda Vania.
Tidak berapa lama bunda Vania pergi, terdengar suara Langkah kaki yang cepat menuju kamarnya, dari suara langkahnya Aiyana yakin itu adalah suaminya.
“sayang, gimana keadaan kamu?” Alvan sudah duduk di pinging ranjang sambil menyentuh kedua pipi Aiyana.
Di belakang alvan ada bunda Vania yang sedang melipat kedua tangannya di dada, “apa bunda bilang” goda bunda Vania.
“Ihhh bunda! Jangan ngintip dong” protes Aiyana.
Bunda Vania tertawa kecil lalu berbalik meninggalkan pasangan itu berdua saja di kamar.
__ADS_1
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬...