I Love You Professor

I Love You Professor
50. Kedatangan Fajri


__ADS_3

Waktu seminggu akhirnya berlalu, Alvan dan Aiyana akhirnya balik ke rumah mereka. Alvan sudah puas membuat tanda peta di leher dan beberapa bagian yang bisa dilihat oleh orang lain, Aiyana sampai pasrah dan membuatkan suaminya berkuasa pada dirinya selama satu minggu penuh.


Bahkan Aiyana melupan ponsel alvan yang dia matikan saat malam pertama mereka sampai di vila. Alvan juga tidak pernah membuka media sosialnya karena asik bermain dengan istri.


“pulang kemana sayang?” tanya Alvan pada Aiyana yang sedang memejamkan mata menyandar pada kursi mobil.


“Rumah ayah sama bunda aja” jawab Aiyana dengan suara pelan dan mata yang masih menutup.


Alvan mengulum senyum melihat istrinya yang kelelahan sementara dirinya terlihat sehat bugar dan bertenaga, malah terlihat lebih muda dari umurnya. Dia tau alasan kenapa Aiyana meminta tinggal di rumah ayah Abraham dan bunda Vania, karena alvan tidak akan bisa menyentuh dirinya jika sedang ada di rumah kedua orang tua Aiyana.


Entah kenapa Alvan selalu takut menyentuh Aiyana jika di rumah mertua, takut kepergok atau ketahuan sedang enak enakkan, padahal yang membuat dia bisa mendapatkan jatah dari istri adalah orang tua Aiyana.


“baiklah, tidur aja, nanti kalau udah sampai mas bangunkan” ucap Alvan sambil mengelus puncak kepala Aiyana.


Hanya butuh beberapa jam, mobil Alvan sampai di depan rumah orang tua Aiyana, dia sedikit bingung begitu sampai melihat ada sebuah mobil yang sepertinya dia kenali sedang parkir di halaman rumah mertuanya.


Alvan memilih menggendong Aiyana karena tidak mau membangunkan istrinya yang sedang tertidur.


“Assalamualaikum_” Alvan terdiam begitu melihat banyak teman teman Aiyana yang sudah duduk di sofa berhadapan dengan Ayah Abraham dan bunda Vania.


“waalaikum salam, Aiyana kenapa van?” tanya ayah Abraham.

__ADS_1


Alvan tersenyum canggung pada ayah Abraham, “kecapekan yah, jadi ketiduran di jalan, alvan letakkan ai di kamar dulu ya” ujar alvan.


Ayah Abraham mengangguk dan tersenyum hangat pada alvan, “ya udah sana letakkan istrimu di kamarnya, nanti kamu kesini, ada banyak yang mau di jelaskan pada mereka” tunjuk ayah Abraham pada teman teman Aiyana.


Alvan melirik sebentar lalu mengangguk pada ayah Abraham tidak lupa dia mencium tangan kedua mertuanya, lalu beranjak menuju kamar Aiyana, “alvan letakkan Aiyana dulu ya, yah” pamit alvan.


Sementara itu mata fajri memerah menahan untuk tidak mengeluarkan air mata melihat dan menyaksikan kenyataan yang sebenarnya terjadi tangan pria itu mengepal keras menahan emosi dalam dirinya untuk tidak meluap.


🍥flashback On🍥


Fajri meminta teman teman Aiyana untuk menemani dirinya melamar Aiyana, dia ingin bukan hanya berpacaran, fajri ingin serius dan ingin bertunangan dengan Aiyana, tapi dia tidak bisa membawa orang tuanya, fajri berniat melamar dulu baru membawa kedua orang tuanya kehadapan orang tua Aiyana.


Kebetulan Keyla baru saja mendapatkan pesan dari Aiyana kalau gadis itu akan sampai sebentar lagi, karena tidak sabar fajri memaksa pergi secepatnya, dia takut Aiyana langsung dipertemukan dengan calon tunangannya makanya Fajri terburu buru untuk bertemu dengan orang tua Aiyana.


.


“Maaf om, tante, apa Aiyana nya ada?” tanya fajri dengan suara se sopan mungkin.


“Aiyana sedang liburan dengan… hmmm kalian ada apa datang kesini?” ayah Abraham segera meralat ucapannya, bukannya dia tidak mau memberitahu siapa yang liburan dengan Aiyana, tapi ayah Abraham lebih memilih untuk menjaga privasi putrinya yang belum mau menceritakan persoalan pernikahannya dengan teman teman sekelasnya.


“begini om dan tante, saya fajri, sejak kelas satu SMA saya jatuh cinta pada putri om dan tante, Aiyana juga suka dengan saya, tapi kami tidak pernah melanggar peraturan dari om dan tante, kami tidak pernah berpacaran walau perasaan kami sama, dan saya datang kesini ingin meminta izin dari om dan tante apakah saya boleh berpacaran dengan Aiyana, saya sangat mencintainya dan menyayanginya” Fajri mulai mengungkapkan maksud dari kedatangannya ke rumah orang tua Aiyana.

__ADS_1


Ayah Abraham tersenyum seadanya pada fajri, dia mengingat wajah pria itu, dan sedikit merasa bersalah karena telah memaksa putrinya menikah dengan pria yang tidak dia sukai, tapi Ayah Abraham tidak bisa membela fajri karena pernikahan bukanlah permainan, kalau memang Aiyana menyukai pria itu dia akan bersikeras untuk tidak menikah dengan Alvan.


“saya menghargai keberanian nak fajri buat mengatakan pada saya secara langsung, dan saya meminta maaf jika putri saya memberikan harapan pada nak fajri, tapi dia tidak bisa menjadi kekasih anda” ujar ayah Abraham dengan lembut.


“om, saya tau Aiyana akan di jodohkan dengan orang lain, tapi apakah bisa om melihat keseriusan saya, saya selalu mendapatkan posisi nomor satu disekolah, orang tua saya juga seorang pengusaha terkenal, saya serius ingin berpacaran dengan Aiyana kalau bisa ingin menikahinya, tolong jangan paksa Aiyana bertunangan dengan orang lain, saya mohon om” ujar fajri dengan suara lemah.


“Iya om, fajri ini pria yang paling baik di sekolah, dia gak pernah mabuk mabukkan, dia juga sangat pintar dan selalu membanggakan nama sekolah om” tambah Putri.


“Aiyana juga bilang dia menyukai Fajri, tapi tidak bisa berpacaran karena larangan orang tuanya, tolong izinkan mereka berpacaran om” tambah Keyla.


“Iya om, fajri bukan pria yang jahat, dia pasti akan menjaga Aiyana om” Radit juga ikut berbicara membantu fajri untuk mengungkapkan keunggulan pria itu.


“Saya adalah sahabat fajri sejak kecil om, dan saya tau fajri sangat mencintai Aiyana, berkali kali Aiyana menolak perasaan fajri, tapi pria ini selalu tetap teguh mencintai Aiyana, tolong om pertimbangkan untuk membiarkan mereka bersama” tambah fauzan.


Ayah Abraham menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya, “tidak bisa, mau kamu sehebat apapun bahkan kamu anak presiden sekalipun ayah tidak bisa memberikan putri ayah pada kamu nak fajri, karena Aiyana sudah ayah serahkan pada pria lain yang sudah sah menjadi suaminya, Aiyana sudah menikah dengan pria pilihan ayah, dan ayah minta maaf karena tidak mengetahui perasaan kamu dan Aiyana, tapi kalian tidak bisa Bersatu lagi, karena Aiyana sudah menikah” akhirnya ayah Abraham mengungkapkan juga apa yang disembunyikan Aiyana selama ini.


Bunda Vania juga menatap sendu pria yang menyukai putri nya itu, memang fajri terlihat seperti pria yang baik dan bertanggung jawab, tapi siapa yang menyangka jodoh tidak dapat di tebak.


Baru saja ayah Abraham menyelesaikan kalimatnya, terdengar bunyi mobil Alvan memasuki pekarangan rumah, dan tidak lama tampak alvan yang turun membawa Aiyana dalam gendongannya.


“itu adalah suami Aiyana” ujar ayah Abraham dan bunda Vania serentak sebelum Alvan memasuki pintu dengan menggendong Aiyana.

__ADS_1


🍥Flashback Off🍥


...🍨🍨🍨🍨🍨...


__ADS_2