I Love You Professor

I Love You Professor
83. Penculikan


__ADS_3

Waktu mulai berlalu, bulan mulai berganti, tidak terasa kandungan Aiyana sudah memasuki bulan ke 6, di saat perutnya yang tampak semakin buncit di saat itu juga dia sibuk mengikuti ujian akhir semester.


Sudah tidak ada orang orang yang berani membicarakan Aiyana lagi, karena takut dengan ancaman yang alvan berikan, orang orang juga tidak ada lagi yang berani menghina Aiyana dengan pandangan atau kata kata.


Seperti hari ini, Aiyana tampak asik makan siang di kantin bersama kedua sahabatnya, dia membiarkan suaminya makan bersama rekan kerjanya, karena memang jarang sekali ada dosen yang makan di kantin yang sering di datangi oleh para mahasiswa.


“Ai udah tau anak lo jenis kelaminnya apaan?” tanya Keyla.


Aiyana menggeleng dengan mulut penuh makanan.


“Kok gak tau ai? Kan katanya kalau kandungan memasuki usia 4 bulan udah bisa di lihat jenis kelaminnya?” celetuk putri.


Aiyana menghabiskan makanan yang ada didalam mulutnya baru mulai berbicara, “Mau kejutan aja, kami berdua sedang taruhan” ujar Aiyana.


“Taruhan?? Taruhan apaan??” seru Keyla penasaran.


“Taruhan anak kami cowok atau cewek” ungkap Aiyana.


“emang taruhan apa?” kini putri yang ikut penasaran.


“kalau anaknya cowok ommas yang akan kasih hadiah buat ai, tapi kalau anaknya cewek ai yang akan kasih hadiah buat ommas” ungkap Aiyana.


“hmmm kalau menurutku anakmu cowok” ujar Putri.


“kalau menurutku cewek” seru Keyla.


Aiyana tersenyum melihat teman temannya yang sedang memperdebatkan anaknya cowok atau cewek.


“Oh iya ai, lo udah di bolehin suami buat ikut kita pergi ke mall?” tanya Putri.


“udah kok, tadi dia juga udah kasih uang buat jajan, soalnya ommas sibuk rapat nanti jadi gak bisa ikut”


“baiklah, kita berdua akan menjaga bumil yang satu ini” seru Keyla bersemangat.

__ADS_1


Memang mereka sudah janji akan jalan jalan ke mall untuk mmebeli beberapa baju, apa lagi Aiyana ingin membeli pakaian wanita yang akhir akhir ini mulai terasa sempit ketika dia gunakan, mungkin karena akan menjadi ibu, semua bra nya mulai terasa sempit, Aiyana malu jika harus meminta Alvan untuk menemaninya berbelanja pakaian dalam, walau suaminya tidak masalah tetap saja Aiyana masih malu membawa alvan, makanya dia meminta Keyla dan putri yang menemaninya.


Menggunakan mobil milik keluarga alvan dan di supir oleh supir keluarga ketiga nya berangkat menuju mall setelah kelas siang mereka berakhir.


...🥗🥗🥗🥗🥗...


‘Ckkkkiiiiitttttt’ Mobil harus berhenti mendadak saat ada sebuah mobil hitam menghadang jalan mobil Aiyana.


“Maaf nona, apa nona tidak apa apa?” tanya supir panik.


“Ya pak, saya tidak apa apa, kenapa berhenti mendadak pak?” walaupun Aiyana sedikit meringis sambil memegangi perutnya yang mulai membesar, dia tetap tidak mengomel atau emosi karena kesalahan supirnya.


“Iya pak kenapa berhenti mendadak” seru Keyla yang duduk di sebelah Aiyana.


“Ada mobil yang berhenti mendadak Key” bukan supir yang menjawab melainkan putri yang duduk di sebelah supir. Aiyana dan Keyla memang tidak melihat itu karena mereka sedang berbincang di kursi belakang.


Semua orang yang ada di dalam mobil itu tampak terkejut saat melihat ada orang orang yang keluar dari mobil dan mereka semua pria berbadan besar.


“Pak jangan keluar, kunci saja pintunya!” teriak Aiyana kencang, dia tau ada sesuatu yang salah. Alarm di tanda bahaya di dalam kepalanya langsung muncul.


“Tidak bisa nona, di belakang juga ada mobil hitam yang sama” ujar si supir.


Keyla, putri dan Aiyana serentak melihat ke belakang dan ternyata memang ada mobil hitam dengan jenis yang sama berhenti tepat beberapa jengkal di belakangnya, sehingga mobil Aiyana tidak dapat bergerak maju atau mundur lagi.


“Nona, apa ada yang bisa menyetir selain saya?” tanya supir itu.


Kompak ketiga wanita itu menggelengkan kepalanya, Si supir terdiam, bukan berarti dia takut untuk mengebut, maka akan terjadi kejar kejaran di jalan, jika itu terjadi hanya ada 50 persen majikannya selamat, di tambah majikannya sedang hamil bisa semakin bahaya jika dia membawa laju mobil itu.


Jika dia keluar juga sama saja, dia bisa melawan karena memang dia sebenarnya adalah seorang tentara bayaran yang di pekerjakan keluarga alvan, memang ada beberapa keluarga yang menyewa tentara atau polisi untuk keselamatan keluarganya, maka dari itu alvan menyewa dia untuk menjadi supir keluarga.


‘brak’ salah satu pria memukul pintu supir.


“Keluar kamu!” pekik pria itu.

__ADS_1


Aiyana dan Keyla saling berpelukan, sementara Putri menggenggam tangannya sendiri, ketiga wanita itu tampak ketakutan.


“Nona, langsung kunci mobil ini begitu saya keluar, dan jangan keluar sampai tuan muda datang” ujar si supir sebelum dia keluar.


‘Brak’ setelah pintu di tutup dengan keras, putri dengan cepat menekan kunci pada pintu yang baru saja di buka supir itu.


Supir itu memang sudah mengirim sinyal bahaya pada alvan sebelum dia keluar dari mobil, dia berharap alvan bisa datang secepatnya sebelum sesuatu terjadi.


.


“ada apa ya?” tanya supir berpura pura tidak mengerti dengan keadaan.


“Serahkan ibu hamil yang ada di dalam sana maka kamu akan selamat” ujar pria berbadan kekar.


“maaf sekali, lewati dulu saya baru anda bisa mendapatkan majikan saya” ujar supir itu penuh percaya diri.


“Ohh, anda mau melawan” perkelahian pun tidak dapat di hindari, sebenarnya supir keluarga Alvan unggul tapia da salah seorang dari mereka yang membawa senjata api menembak kaki si supir, hingga membuat pria itu terjatuh dan sulit untuk berdiri lagi.


“Kalian terlalu payah! Lawan satu orang saja tidak bisa! Cepat buka paksa pintu itu!” teriak salah satu pria dari dalam mobil.


“Baik tuan!” baru saja dia mau berjalan langkahnya terhenti karena di tahan oleh supir keluarga alvan.


“tidak semudah itu melewatiku!” umpatnya kesal, walau dia sudah berdarah darah dan babak belur dia masih tetap mengutamakan keselamatan majikannya yang ada di dalam mobil.


“berisik” sebuah tendangan melayang ke arah kepala dan perut supir, dan itu membuat dia tidak sadarkan diri.


Setelah itu mereka berusaha menggedor pintu mobil Aiyana yang masih terkunci. Ketiga wanita didalam itu menangis dan menjerit histeris, takut tentu saja ketakutan pasti datang pada wanita yang pertama kali melihat orang di pukul dan berdarah apa lagi pakai senjata api.


“Mas alvannn cepatlah datang” jerit Aiyana sambil terus menahan pintu mobil yang berusaha dibuka paksa.


.


Sementara itu alvan sedang dalam perjalanan menuju lokasi Aiyana, ketika supir keluarganya memberi sinyal bahaya, alvan langsung bergegas pergi meninggalkan rapat dan langsung pergi menuju lokasi keberadaan istrinya.

__ADS_1


...🍔🍔🍔🍔🍔...


__ADS_2