I Love You Professor

I Love You Professor
26. Cemburu


__ADS_3

Dalam perjalanan Alvan sesekali melirik ke arah Aiyana, ingin bertanya tapi rasanya takut, takut istrinya marah karena dia tampak seperti orang yang sedang cemburu, Alvan adalah tipe pria yang sangat menjaga miliknya, jadi jika dia sudah menetapkan hati jangan sakiti dia maka pria itu akan selalu mengikuti wanita yang dia sukai.


“Tadi siapa?” tanya Alvan berpura pura penasaran biasa.


“teman satu kelas, Keyla, putri dan fajri”ungkap Aiyana dengan sendirinya, gadis itu memang tidak tau maksud ucapan Alvan yang seperti orang cemburu.


“Ohhh yang cowok ganteng ya” celetuk Alvan.


Kepala Aiyana segera bergerak menatap Alvan, kening gadis itu mengerut bingung, “Ommas cemburu ya~” ledek Aiyana spontan.


“Cuma bilang ganteng bukan berarti cemburu ai” ralat Alvan.


“Ommas lebih ganteng kok, tenang aja” ucap Aiyana santai.


“huk huk huk” Alvan langsung terbatuk batuk mendengar ucapan Aiyana yang sangat terus terang.


Aiyana menatap Alvan dengan mata berbinar binar, “Ommas, Ai hari sabtu ini boleh kerja kelompok di luar gak?” tanya Aiyana.


“Ohhh mas tau, kamu muji mas ganteng karena ada maunya kan” tebak Alvan.


Aiyana tersenyum lebar, “gak juga, ommas kan emang ganteng” elak Aiyana.


“boleh juga muji mas,Tapi tetap gak boleh pergi keluar, kerja kelompok di rumah aja” larang Alvan.


“Yahhh ommas kok gitu, kan bisa ketahuan Ai sudah nikah kalau kerja kelompoknya di rumah” protes Aiyana.


“emang siapa aja yang kerja kelompok?? Teman teman yang tadi ikut juga?” selidik Alvan.


Aiyana mengangguk cepat, “boleh ya~” rengek Aiyana.


“Sampai jam berapa?”


Aiyana berpikir sebentar lalu membuka mulutnya lagi, “gak tau sampai jam berapa” jawab Aiyana.


“Mau mampir dulu habis kerja kelompok ya, mau kencan sama cowok yang tadi?” tebak Alvan.


“Bukan, ai udah punya suami ngapain kencan sama dia, Cuma ai memang mau mampir sama teman teman ke bioskop, boleh ya, masak udah umur 17 tahun ai gak boleh jalan sendiri, teman teman ai aja udah boleh” gerutu Aiyana kesal.

__ADS_1


“Emang biasanya gak boleh sama ayah?” tanya Alvan penasaran.


“gak boleh, kalaupun boleh ayah biasanya ikut” jawab Aiyana dengan wajah yang cemberut.


Alvan mengulum senyumnya tiba tiba pria itu mendapat ide brilliant, “oke boleh, mas izinkan”.


“Yeeeeiiii, makasih ommas” sorak bahagia Aiyana, gadis itu sudah tersenyum senang karena akhirnya dia dibolehkan untuk pergi nonton tanpa kawalan, memang Aiyana terlalu polos, dia bahkan membocorkan rencana ingin nonton yang tadinya itu adalah rahasia.


“Tapi mas yang ngawal kamu” ucapan alvan langsung membawa wajah suram bagi Aiyana, gadis itu langsung menatap sinis Alvan yang sedang tertawa kecil.


“Ihhh ngapa ommas ikutan juga sihh” protes Aiyana.


“emang kenapa, ayah boleh ngawal kenapa mas yang suami gak boleh kawal istri mas yang mau jalan sama teman temannya?” tantang Alvan.


“Nanti ommas bosan, ini perkumpulan anak remaja yang 10 tahun dibawah ommas” Aiyana berusaha mencari cara agar Alvan tidak mengikuti dirinya pergi.


Alvan menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Aiyana dengan lekat, “kamu mau selingkuh ya dari mas?? Ayah aja tahan ikutin putrinya pergi masak mas kalah sama bapak bapak”.


“Bukan ai mau selingkuh, ya udah ommas boleh ikut tapi jangan ceramah ya” ancam Aiyana sebelum Alvan mengikutinya.


“Ceramah?” tanpa sadar Alvan membeokan ucapan Aiyana.


Alvan kini tertawa dan mencubit gemas pipi istrinya, “baiklah, mas gak akan ceramah, tapi mas boleh ya ikut, atau jangan jangan Ai niat untuk pacaran dengan cowok tadi ya?”


Aiyana menggelengkan kepalanya, “Gak kok, ai Cuma pengen nonton aja, serius Ai udah gak cinta sama dia” ungkap Aiyana, dengan polosnya gadis itu mengatakan sendiri bahwa dia pernah menyukai pria itu.


Wajah Alvan yang tadinya tersenyum lembut kini berubah menjadi senyum kaku, “cinta?” entah kenapa Alvan kesal istrinya mengatakan pernah mencintai orang lain. ‘Apa aku sudah mencintai istriku?’ batin Alvan.


Aiyana cepat cepat menggelengkan kepalanya, “udah enggak, ini saat ommas belum ada, kan ai gak tau apa itu cinta, jadi teman teman ai bilang kalau cinta itu ai berdebar keras kalau di dekat dia, ai merasa malu kalau ada dia, jadi kesimpulannya ai suka dulu sama fajri, tapi sekarang enggak lagi” jelas Aiyana.


“kenapa enggak?? Karena sudah menikah?” tanya alvan sedikit ketus.


“Bukan, bukan karena udah menikah, tapi Ai juga merasa hal yang sama dengan ommas, tapi lebih dari fajri, dan sekarang ai gak tau ai cinta sama siapa” ungkap Aiyana dengan jujur tanpa rahasia satupun.


Mendengar itu Alvan hampir saja melebarkan senyumnya, dia berusaha menampilkan wajah netralnya saat ini, “kamu berdebar saat bersama mas atau bersama dia?”


Aiyana mengetuk ngetuk dagunya berfikir sebentar, “kalau sekarang Ai udah gak berdebar lagi saat bersama fajri, tapi sama ommas masih, mungkin Ai playgirl ya ommas? Soalnya ai mudah jatuh hati pada pria” ujar Aiyana dengan polosnya.

__ADS_1


“kalau seperti ini?” Alvan mendekatkan wajahnya pada Aiyana dan mencium bibir gadis itu, membuat pipi Aiyana langsung berubah merah.


“mau meledak” Aiyana langsung mengambil tangan Alvan dan meletakkan di dadanya yang terasa detak yang sangat kencang, “Ommas detak jantung ai rasanya mau meledak, apa ai sakit?”


Alvan tidak dapat menahan dirinya lagi dia menarik tengkuk Aiyana dan mulai mencium gadis itu sedikit berbeda dari yang biasa dia lakukan.


“kenapa istriku bisa semanis ini” bisik Alvan setelah bibir mereka berjauhan.


Aiyana tidak mengucapkan apapun dia hanya menutup wajahnya karena sangat malu dengan apa yang barusan Alvan lakukan padanya.


“Ai, kamu marah?” tanya Alvan.


“iihhhh gak tau ahhh! Jalan lagi om mesum!” pekik Aiyana sambil memukul lengan Alvan.


Alvan kembali tertawa pelan, dia mulai kembali menjalankan mobilnya, sesekali pria itu melirik pada Aiyana yang masih menutupi wajahnya.


“Ai~ gak suka ya mas cium? Mas kan gak dosa cium istri sendiri” gumam Alvan.


“. . .” tidak ada jawaban dari Aiyana, gadis itu masih tetap menutupi wajahnya.


“Ai, marah ya?” tanya Alvan lagi tapi kali ini terdengar sedikit sedih.


“Ihhhh ommas ai itu malu!! Jangan ditanya tanya lagi” kali ini Aiyana membuka wajahnya dan terlihatlah wajah gadis itu yang berubah merah.


“Jadi suka mas cium?” goda Alvan.


“Gak tau ahh! Jangan tanya tanya ai” elak Aiyana dan kembali menutup wajahnya.


“Kalau gitu mas gak boleh cium kamu lagi dong” ujar alvan berpura pura terdengar sedih.


“Kalau gak cium ai ommas cium siapa?” tanya Aiyana.


“gak tau mungkin cewek lain yang mau mas cium” canda Alvan.


“gak boleeehhhh!” protes Aiyana.


...🍨🍨🍨🍨🍨...

__ADS_1


bonus pict



__ADS_2