I Love You Professor

I Love You Professor
42. Istri Sakit


__ADS_3

Hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan berlalu, tidak terasa Pernikahan Alvan dan Aiyana sudah memasuki bulan ke 3, keduanya masih sering menginap di rumah ayah Abraham dan bunda Vania, Alvan juga tidak lupa mengajak istrinya menginap di rumah papa hamdi dan mama Haura. Kalau sekarang Aiyana dan Alvan sedang menikmati waktu privasi mereka di apartemen yang Alvan beli untuk mereka berdua.


Aiyana sedang duduk menunggu Alvan memeriksa jawaban dari soal soal ujian akhir yang Alvan berikan padanya. Sejak beberapa bulan yang lalu alvan rajin mengajarkan istrinya untuk masuk ke universitas yang alvan tempati.


Aiyana tidak jadi mengikuti impiannya yang ingin masuk ke dalam jurusan sastra, gadis itu tetap memilih ingin masuk jurusan ekonomi dan bisnis, dia bertekad ingin menggantikan Ayah Abraham yang semakin tua untuk mengurus perusahaan yang dipimpin oleh pria paruh baya itu.


Dimana lagi kan memanfaatkan kepintaran suami untuk menghadapi ujian masuk universitas dan ujian akhir. Aiyana tentu saja bersemangat untuk belajar dari suaminya.


Aiyana sangat suka memperhatikan wajah Alvan yang sedang serius saat mengkoreksi tugas yang dia berikan, karena ketampanan Alvan akan semakin berkali kali lipat jika sedang dalam mode serius.


“Baiklah, nilai kamu sudah mulai naik sayang” puji Alvan. Saat pertama kali dia menguji Aiyana dengan soal soal yang dia buat, Aiyana mendapatkan nilai dibawah standar, tapi alvan tidak memarahi istrinya dia selalu memuji dan memberi semangat istrinya untuk maju dan jangan berhenti berusaha, karena semua usaha akan mendatangkan hasil yang baik.


“Hmm” Aiyana hanya mengangguk dan memegangi perutnya yang terasa sakit.


Alvan mendekat kea rah Aiyana, mengabaikan laptop nya dan memegang kening istrinya, “untung gak panas, mau tidur di kamar saja yank?” tanya Alvan lembut.


Mendapatkan perhatian dari suaminya, Aiyana semakin mengeluh dan bermanja pada Alvan, dia sama sekali tidak membiarkan perhatian yang alvan berikan.


Aiyana menarik lengan Alvan dan menyandarkan kepalanya di lengan pria itu.


“Sakit banget ya?” tanya alvan lagi, pria itu semakin khawatir dengan istri kecilnya yang sedang mengalami keram perut akibat datang bulan yang biasa di alami para wanita setiap bulan.


“hmmm” Aiyana hanya mengangguk sambil berdeham pelan.


Melihat istrinya yang kesakitan, Alvan berinisiatif menggengdong Aiyana dan membawanya ke tempat tidur.


“Disini bentar ya, mas mau belikan obat dulu” ujar Alvan lembut.


Aiyana menganggukkan kepalanya pelan, “jangan lama lama” lirih Aiyana.


“Iya mas gak lama” ujar Alvan. Setelah itu Alvan tegak dan keluar dari apartemen untuk mencari supermarket terdekat.


Alvan sudah hapal jika istrinya akan merasakan sakit tiap dia datang bulan, bahkan wanita itu bisa tidak masuk sekolah jika dia sedang datang bulan hari pertama.


.


Di dalam kamar, Aiyana hanya bermain ponsel sambil menunggu kedatangan suaminya, perutnya memang sakit tapi sebenarnya masih bisa dia tahan, wanita itu memang selalu bersikap berlebihan jika di depan suami atau orang tuanya.

__ADS_1


‘Ting’


Aiyana mengernyitkan keningnya bingung, saat mendapat pesan masuk dari Keyla.


📩‘Lo ada dimana Ai?’ isi pesan masuk yang Aiyana terima dari Keyla.


📨‘Rumah, kenapa key?’ balas Aiyana singkat.


📩‘Kita ke rumah elo ya? Mau belajar bareng buat ulangan besok’ pesan dari Keyla.


📨‘Gue di rumah saudara gue, bukan rumah gue’ balas Aiyana lagi, gak mungkin dia membalas sedang ada di apartemen milik dia dan Alvan, bisa bahaya ketahuan kalau dia sudah menikah.


📲“Halo” jawab Aiyana begitu ponselnya berdering.


📲“Ai, lo sedang di rumah saudara elo kan??” tanya Keyla.


📲“iya kenapa?” jawab Aiyana malas, karena perutnya yang masih sakit wanita itu terlalu malas banyak bicara.


📲“boleh gak minta tolong sesuatu Ai?” tanya Keyla dengan suara lembut.


📲“minta tolong apaan?”


‘Kalau gak apa ngapain tanya?’ batin Aiyana kesal.


📲“baik, nanti gue tanyain” ujar Aiyana singkat.


📲“Baiklah Ai, kasih kabar secepatnya ya, terima kasih Ai” ucap Keyla, setelah itu telepon mati.


Aiyana melempar ponselnya ke samping dan mendengus kesal, “Awas aja kalau coba coba dekatin suami gue” umpat Aiyana kesal.


...🥖🥖🥖🥖🥖🥖...


Alvan menjadi tontonan para petugas cewek yang ada di supermarket, karena pria itu terlihat sangat romantic dengan membelikan obat untuk cewek yang sedang datang bulan, bukan hanya itu Alvan juga membeli beberapa coklat dan snack untuk istri tercintanya.


‘Romantis banget sih, pakai belikan itu, pasti untuk ceweknya’ bisik salah satu petugas yang ada di supermarket kepada petugas lainnya.


‘Andai gue punya cowok seperti itu, udah gue kunciin dalam rumah’ bisik petugas lainnya.

__ADS_1


‘Gue juga, ganteng banget gak sihh’ balas petugas lainnya.


Sebenarnya Alvan mendengar semua bisikan yang tertuju padanya, tapi pria itu tetap bersikap biasa dan berpura pura tidak mendengar, terlalu malas meladeni para wanita yang berusaha mendekatinya.


📳📳📳📳


Alvan mengabaikan ponselnya yang berdering nyaring, karena dia tau siapa yang sejak tadi menelponnya, itu adalah teman temannya danu, candra, helen dan yang lainnya. Pria itu di undang ke acara pesta ulang tahun Danu, tapi Alvan sama sekali tidak berniat datang.


Biasanya saat dia belum menikah Alvan datang ke pest aitu, karena Danu mengadakan di Vila miliknya yang ada di puncak, mereka akan menginap di sana selama sehari, Alvan hadir karena permintaan Gizhi yang sangat suka dengan kemewahan pesta yang di adakan Danu, apa lagi mereka bisa puas berpesta sepanjang malam.


📲“Halo” Sapa Alvan begitu nama yang menelponnya adalah Ridho.


📲“Lo ngapa gak angkat telepon danu dan yang lainnya sih?” tanya Ridho.


📲“males gue, paling tu anak mau marah karena gue gak datang” ujar Alvan.


📲“Lo harusnya kasih tau, kenapa gak datang? Danu dan Candra desak gue buat tanya elo”.


📲“Ya bilang aja gue gak bisa istri gue sedang sakit, dan lagi kenapa mereka mempermasalahkan gue yang gak datang, lo sendiri gak datangkan” sindir Alvan, biasanya dari mereka semua hanya ridho yang gak datang ke pesta seperti itu, karena dia sudah punya istri dan tidak suka pesta mabuk mabukkan seperti itu.


Alvan memang sering ikut karena permintaan mantan kekasih, tapi pria itu tidak pernah ikut minum minum, hanya sekedar ngumpul bareng saja, untuk memenuhi keinginan mantan kekasih.


📲“acara gak berguna menurut gue” komentar Ridho.


📲“lah, lo tau, makanya gue males datang, lagian hadiah uang yang biasa Danu umbar umbar itu gak berguna bagi gue” ujar Alvan.


Memang Danu biasanya mengadakan kuis dan membagi uang beberapa juta bagi yang bisa menjawab kuis nya, itulah yang sangat di sukai Gizhi, walau tau Alvan kaya, gizhi masih ingin mendapatkan beberapa puluh juta hanya dengan menjawab kuis dari Danu.


📲“bagus lag lo gak ikut lagi, sebenarnya gue mau nasehati elo buat gak ikut, tapi gue merasa tidak pantas buat gue ceramahi elo, berteman dengan mereka boleh, tapi jangan ambil sikap buruk mereka, yang melakukan s** party, lo gak pernah melakukan itu saat lo ikut ke vila kan?” tanya Ridho penasaran.


📲“gak pernah lah, gue selalu menjaga kehormatan pacar gue ralat mantan pacar gue” ujar Alvan.


📲“Ya udah nanti gue sampaikan kalau elo gak mau ikut lagi” ujar Ridho lalu mematikan teleponnya.


...🥙🥙🥙🥙🥙...


bonus pict

__ADS_1



__ADS_2