
Aiyana masih tertidur lelap, di kamar ruang inap, Alvan sengaja meminta Aiyana untuk dijaga di rumah sakit untuk sementara, karena dia takut Aiyana akan pingsan kembali.
“Alvan! Selamat ya nak” bunda Vania dan ayah Abraham baru saja sampai ke ruang inap Aiyana, kedua orang tua Aiyana langsung pergi kerumah sakit begitu mendapat kabar bahagia dari menantunya, mereka sebenarnya takut Aiyana sulit hamil karena dulu mereka sangat susah untuk memiliki anak, tapi keduanya bersyukur ternyata ketakutan mereka hanya sia sia.
Bunda Vania dan Ayah Abraham bergantian memeluk alvan dan mengucapkan selamat pada pria itu.
“makasih bunda, ayah” ucap alvan dengan tulus.
“Papa juga dipeluk dong” papa Hamdi tiba tiba muncul bersama mama haura serta Andra dan keluarganya, tentu saja Alvan juga menyampaikan kabar bahagia itu pada keluarganya dan keluarga Aiyana.
Alvan memeluk papa Hamdi lalu bergantian memeluk mama haura tapi Alvan langsung berteriak mengadu kesakitan saat mama Haura yang memeluknya, bagaimana tidak sakit perutnya langsung dicubit oleh mama Haura tanpa ampun.
“Ma~ sakit ma~ ampun ma~” rintih Alvan.
“Sakit, kamu tau istri kamu masih muda, malah kamu hamilin! Emang gak bisa bertahan untuk beberapa tahun lagi? Kecebong kamu ini cepat banget berkembang” Mama Haura masih mencubit Alvan sambil mengomel panjang pada putra bungsunya itu.
Orang orang di dalam ruang inap itu tertawa kecil melihat Alvan yang mengadu kesakitan.
“Ma~ ampun, alvan juga gak tau bisa kebobolan ma, Ma~ nanti Ai bangun ma” Alvan sejak tadi berusaha melepaskan tangan mama Haura yang mencubitnya tapi tetap saja cubitan itu tidak mau lepas.
“Hah!” mendengar nama Aiyana disebutkan mama Haura akhirnya menghela nafas panjang dan melepaskan cubitannya, wanita paruh baya itu memijat keningnya sendiri. “Alvan, alvan kok bisa kebobolan, kasian Aiyana, dia masih berkuliah alvan~ apa kamu tidak mau dengan mertuamu, karena menghamili putri mereka yang masih kecil” keluh mama Haura.
Bunda vania bukannya marah dia malah memeluk mama Haura, “tidak apa, aku justru senang karena mendapatkan kejutan ini, aku dan ayah Aiyana sangat senang dengan berita ini, ini semua sudah terjadi dan rezeki tidak boleh kita tolak, kami justru takut karena Aiyana keturunan kami, dia sulit hamil, tapi ternyata keajaiban itu datang, kalau Aiyana tidak bisa menjaga anaknya biar aku yang menjaganya selama dia berkuliah” ujar bunda Vania dengan lembut.
Mama Haura menatap putra keduanya masih dengan mata memicing tajam, “bersyukur kamu van, punya mertua sebaik ini, awas kalau kamu buat menantu mama menangis, mama potong jamur kamu biar gak bisa nyemburkan spora lagi” ancam mama haura.
__ADS_1
Alvan langsung memegang bagian jamur yang disebutkan oleh mama haura, “gak akan mungkin ma, tapi alvan ada satu masalah” aku Alvan.
“Masalah apa van?!” tanya papa Hamdi dan mama Haura bersamaan.
“Tenang dulu pa, ma, kemarin mantan calon istri alvan menelpon alvan lagi_”
“Kenapa kamu angkat alvan!” potong papa hamdi dengan nada marah.
“Tolong pa dengarkan dulu cerita alvan sampai selesai baru papa dan mama boleh marah sama alvan” Alvan berusaha menenangkan papa hamdi yang terlihat sudah emosi.
“baiklah lanjutkan ceritamu” ujar papa Hamdi sambil kembali duduk di kursinya.
Alvan menghembuskan nafas lega karena berhasil membuat papa Hamdi kembali tenang, “jadi dia menelpon Alvan sejak beberapa minggu ini, Alvan tidak mengangkatnya tapi justru membuat dia menelpon alvan terus, jadi akhirnya alvan mengangkat telepon itu, dia minta bertemu dengan alvan dan menjelaskan alasan kenapa dia pergi dari hari pernikahan itu, awalnya alvan malas meladeni, apa lagi alvan sama sekali tidak tertarik lagi bersama dengannya, tapi dia mengancam akan membuat keributan di rumah mama dan papa serta mertua alvan, karena itu alvan akhirnya mengiyakan permintaannya_”
“ma, tenang dulu, biar alvan lanjutkan cerita alvan dulu” ujar alvan lagi.
Bunda vania mengelus bahu mama Haura agar besannya itu kembali tenang, “lanjutkan alvan” ucap Bunda vania.
“Alvan punya alasan kenapa mengiyakan permintaannya, Alvan ingin membawa Aiyana dan menunjukkan pada nya bahwa alvan sudah bahagia dengan pilihan alvan, tapi mengingat Aiyana sekarang hamil, alvan jadi takut mempertemukan Aiyana dengan wanita ular itu, jadi alvan harus bagaimana?” tanya Alvan.
“tetap datang mama yang akan menemani kamu! Mau ngomong apa lagi dia, mama juga mau lihat alasan apa yang akan dia buat” ujar mama Haura dengan menggebu gebu.
“papa juga ikut” sahut papa Hamdi.
“Pa, ma~ kalau kalian berdua ikut Alvan terlihat seperti anak papi mami dong, gimana kalau mama aja yang ikut sama alvan?” tanya Alvan sekali lagi.
__ADS_1
“Ahh! Biar aja dibilang anak papi mami, papa tidak mau sampai kamu kembali masuk perangkap yang dibuat wanita itu! Bisa saja dia menyakiti perasaan mama mu dan juga kembali membuatmu kembali padanya” bantah papa Hamdi.
Alvan kembali menghela nafas sedikit lebih panjang, ternyata kedua orang tuanya masih tidak percaya bahwa dia benar-benar sudah melupakan Gizhi dan tidak tertarik lagi kembali pada Gizhi. “baiklah terserah papa dan mama, tapi tolong percaya sama Alvan, bahwa wanita yang alvan cintai saat ini hanya Aiyana, tidak ada yang lain lagi, alvan malah bersyukur papa, mama, ayah dan bunda memaksa kami untuk menikah, jika saat itu papa tidak memaksa alvan, mungkin alvan tidak akan menemukan kebahagian alvan yang sebenarnya, jadi sekali lagi jangan berpikir alvan akan meninggalkan Aiyana” ucap Alvan dengan tegas.
“Kamu beneran udah cinta sama Aiyana, van?” selidik mama Haura.
Alvan mengangguk cepat, “iya ma, tidak mungkin alvan bisa melakukan hubungan badan dengan istri alvan, kalau tidak ada cinta diantara kami, Alvan bukan pria brengsek seperti yang mama bayangkan” ralat alvan.
“Syukurlah, kalau gitu untuk pembicaraan tentang gizhi jangan bicarakan dulu dengan Aiyana, mama takut dia memaksa ingin ikut kita” ujar mama Haura.
“Tapi ma, Alvan gak mau ada rahasia diantara alvan dan Aiyana” bantah alvan.
“benar itu, bicarakan saja kalau alvan akan bertemu wanita itu, tapi kita akan menahan keinginan Ai jika dia ingin ikut, Aiyana akan selalu patuh dengan ucapan suami dan orang tuanya” sela ayah Abraham.
“Ya sudah, tapi kamu harus bilang dengan lembut alvan, jangan membuat istri kamu syok, dia sedang dalam perawatan, ibu hamil itu rawan keguguran apa lagi istri kamu masih terlalu muda untuk hamil, kemungkinan keguguran akan semakin besar, kamu mengerti itu Alvan” peringat mama Haura.
Alvan sekali lagi menganggukkan kepalanya, “baik ma, alvan mengerti, alvan juga minta bantu pada mama, papa, bunda dan ayah, alvan masih baru sebagai seorang ayah, jadi alvan mohon bimbingannya” ucap alvan tulus.
...🥮🥮🥮🥮🥮...
bonus pict
Aiyana di rumah sakit
__ADS_1