I Love You Professor

I Love You Professor
22. Berpelukan


__ADS_3

Alvan kembali ke dalam kamarnya sambil membawa dua koper besar milik Aiyana, dilihatnya sang istri sudah masuk ke dalam selimut dan terlihat sudah memejamkan matanya.


Alvan berjalan pelan dan membuka lemari untuk memasukkan pakaian Aiyana ke dalam lemari pakaiannya.


“tinggalkan saja disitu, Ai bisa memasukkan sendiri” suara Aiyana tiba tiba muncul, ternyata gadis itu hanya berpura pura tidur.


“kamu tidur aja, biar mas yang susun bajunya” ujar alvan.


Aiyana turun dari tempat tidur dan menarik baju yang Alvan pegang, “Aiyana bisa sendiri” kata Aiyana sedikit dingin.


“Ai, mas minta maaf tadi_”


“gak perlu mas” potong Aiyana cepat. “Aiyana hanya wanita pengganti, ai gak berhak bertanya apa mas masih cinta atau tidak dengan calon istri mas, maaf karena kehadiran ai membuat mas harus menikah dnegan ai, mas jadi tidak bisa berpisah dengan ai karena sumpah yang mas ucapkan” lanjut Aiyana terdengar dingin, gadis itu sibuk membereskan pakaiannya ke dalam lemari


“apa kamu mendengar pembicaraan mas dengan papa?” tanya Alvan.


“maaf, ai gak sengaja dengar” ujar Aiyana dengan suara pelan.


Alvan menghela nafasnya, mendekati sang istri dan langsung menggendong gadis itu ala bridal style.


“Om- ma-mau apa!” teriak Aiyana panik, karena tiba tiba di gendong oleh Alvan dan diletakkan di tempat tidur, kini kedua orang itu duduk saling berhadap hadapan di tempat tidur.


“Ai, sekarang dengarkan mas baik baik” kata Alvan sambil mengangkat dagu Aiyana agar mata gadis itu menatap dirinya. “Maafin mas, mas yang salah, kamu bukan wanita pengganti, tapi takdir yang allah berikan pada mas, sekarang mas gak akan minta kamu untuk menunggu hati mas terobati atu menunggu mas melupakan wanita itu, tapi mas minta ajarkan pada mas caranya mencintaimu, mari kita mulai semua ini, apa ai mau?” tanya Alvan.

__ADS_1


Aiyana masih diam menatap Alvan, gadis itu ingin melihat kejujuran di mata Alvan.


“Tapi bagaimana jika kekasih ommas datang lagi?” lirih Aiyana.


Alvan menggeleng sambil mengelus pipi halus Aiyana, “Mau dia datang mas tidak akan pernah kembali pada dia, mas selama ini terlalu buta dengan dia, sampai semua kesalahannya mas anggap tidak masalah, mas gak akan minta Ai untuk menunggu mas lagi, tapi mas yang akan belajar mencintai ai, ai mau ya, menerima mas”.


“Tapi baru beberapa hari, tidak mungkin hanya dalam beberapa hari ommas bisa suka sama ai” lirih Aiyana.


Alvan mengulum senyumnya, masih saja panggilan sayang ‘ommas’ tetap Aiyana sematkan walau gadis itu sedang mengeluh, lagi serius jadi terkesan bercanda karena panggilan yang disematkan Aiyana. “sebenarnya tidak perlu satu minggu atau bertahun tahun untuk mencintai gadis cantik seperti kamu, mas hanya minta ai mau menerima mas, mas yang akan mengejar ai” ujar Alvan, dia tidak mau gadis cantik di depannya tersakiti, dia tidak mau sampai menyesal di kemudian hari, karena sudah diberi permata yang sangat bagus, dia tidak bisa menjaganya.


Tanpa sadar Aiyana menganggukkan kepalanya pelan, tapi gadis itu terlalu malu untuk berbicara dari mulutnya sendiri.


“Makasih ya, mas boleh peluk gak?” tanya Alvan.


Aiyana diam beberapa detik lalu menganggukkan kepalanya pelan, setelah itu alvan langsung memeluk Aiyana menghirup bau manis yang sering dia cium dari istrinya, dan Alvan merasa mulai kecanduan dengan wangi istrinya.


Aiyana baru saja selesai merapikan bajunya ke dalam lemari pakaian, gadis itu sudah Bersiap siap untuk tidur, sementara Alvan masih mengoreksi tugas tugas para mahasiswa nya di sofa.


“Sudah mau tidur?” tanya Alvan pada Aiyana.


“hmm” jawab Aiyana singkat.


“Ai, mas boleh izin tidur satu tempat tidur sama ai? Di sofa kaki mas keluar jadi pagi pagi nya badan mas akan terasa sakit” kata Alvan mencari alasan, sebenarnya dia sedang berusaha mendekati Aiyana, tapi takut kalau gadis itu akan mundur teratur.

__ADS_1


“Tidur Ai berantakan, nanti ommas ketendang sama ai, biar ai aja yang di sofa” ujar Aiyana.


“ya sudah kamu tidur saja di tempat tidur mas di sofa” kata Alvan lagi sambil Bersiap siap untuk tidur.


Aiyana duduk diam lalu melihat tempat tidur di sebelahnya yang masih lebar, “ommas!” panggil gadis itu.


Alvan yang sudah berbaring di sofa segera duduk dan melihat ke arah tempat tidur. Aiyana terlihat menepuk nepuk tempat kosong di sebelahnya. “Sini boboknya” kata gadis itu dengan suara pelan namun masih dapat didengar oleh Alvan.


Pria itu tersenyum kecil dan segera pindah ke tempat tidur disebelah Aiyana, tidak menunggu lama lampu di matikan dan hanya tersisa lampu tidur saja, Alvan sedikit melirik kearah Aiyana yang memunggunginya, “ai” panggil Alvan pelan.


Cukup lama tidak ada jawaban dari Aiyana, yang membuat Alvan berpikir Aiyana sudah tidur tapi tiba tiba saat alvan hendak menutup mata Aiyana mulai menjawab, “ya ada apa?”.


“Hmmm mas boleh memelukmu, katanya skinship itu perlu untuk rumah tangga yang harmonis, jadi kita harus membiasakan diri untuk pelukan dan skinship yang lainnya” kata Alvan dengan sangat pelan.


Alvan menunggu reaksi Aiyana yang masih tidur membelakangi dirinya, belum ada pergerakan sama sekali, dalam hati alvan menghitung dari satu dan pada hitungan ke Sembilan Aiyana mulai bergerak menghadap dirinya dan mendekatkan diri.


“Jangan lebih dari pelukan ya” ancam Aiyana sebelum masuk kedalam dekapan Alvan dan menjadikan lengan alvan menjadi bantalnya.


Alvan mengangguk cepat sambil mengulum senyumannya, dapat dia rasakan detak jantungnya saat ini seperti genderang music disco, sesekali Alvan melirik wajah Aiyana yang tampak sudah tertidur dengan damainya. “tenang Alvan tenang” ucap Alvan dalam hati.


Sejak berbicara dengan ayah Abraham dan papa Hamdi, alvan sudah tidak mau memikirkan tentang Gizhi si mantan kekasih, karena pria itu mulai sadar betapa bodohnya dia selama ini, dimanfaatkan oleh wanita itu, awalnya alvan kasian dengan gizhi yang hanya hidup seorang diri di dunia ini, dari rasa kasian dia mulai menyayangi wanita itu dan mulai memberikan seluruh perhatiannya pada gizhi. Tanpa dia ketahui semua pertemuannya dengan gizhi adalah rencana brandon yang ingin membuat Alvan jatuh cinta dengan kekasihnya.


Saat mendengar ucapan Aiyana yang seperti tersakiti Alvan mulai sadar bahwa dia akan kehilangan sebuah permata jika dia tetap menjadi bodoh, ingin rasanya alvan memukul dirinya yang dulu bisa jatuh cinta pada Gizhi, dia adalah seorang professor, dia di akui sebagai pria pintar tapi telah masuk ke dalam jebakan seorang wanita, bahkan wanita itu mengatakan dengan terang terangan mengatakan tidak menyukai keluarganya saja alvan tetap diam.

__ADS_1


Alvan kembali melihat wajah istrinya, dia merasa tenang dan nyaman memeluk Aiyana, pria itu mendekatkan wajahnya pada Aiyana dan mencium kening Aiyana. “terima kasih sudah mau menerima pria bodoh sepertiku” gumam Alvan pelan.


...🧀🧀🧀🧀🧀...


__ADS_2