
⚠️ peringatan bagi yang berpuasa untuk membaca saat malam hari aja ya agak dewasa soalnya ⚠️
...🍣🍣🍣🍣🍣...
“Kamu takut sayang?” tanya Alvan, pria itu masih memejamkan dan membuka matanya berusaha menahan gairah saat tangan Aiyana ******* ***** pelan jamur yang dimiliki Alvan.
“Sedikit” jawab Aiyana dengan polos.
“Auuu” Aiyana langsung melepaskan tangannya dari jamur besar yang dia pegang karena alvan yang menjerit dengan keras, bagaimana tidak menjerit, Aiyana meremas jamur itu dengan kuat karena mulai penasaran dengan cairan putih yang sedikit keluar dari jamur itu, pikir gadis itu jika dia meremas dengan kuat, maka cairan itu akan keluar dengan sendirinya, seperti sedang merias kue ulang tahun. “maaf ommas” ucap Aiyana pelan.
Alvan tertawa pelan dan kepalanya menggeleng, “tidak apa, tapi jangan di remas seperti itu, jamur mas ini hidup sayang, bisa merasakan sakit” ucap alvan dengan lembut.
Alvan kembali mengambil tangan Aiyana dan mengajarkan cara benar yang digunakan untuk memanjakan junior nya. untung saja Aiyana tidak lari kabur saat melihat jamur itu mulai tegak.
Beberapa saat Alvan menikmati sentuhan yang Aiyana lakukan padanya lalu pria itu melepaskan tangan Aiyana, dan kembali mencium gadis itu sedikit lebih ganas. Sebelum Aiyana menolak apa yang akan dia lakukan, Alvan langsung menurunkan kepalanya dan menghisap squisy milik Aiyana serta memberikan sedikit pijatan pada squisy yang tidak dia hisap.
(Agak Author skip ya, soalnya bulan puasa nanti kalau ada kesempatan author revisi ulang)
Tangan alvan tidak hanya berada pada puncak squisy tapi juga berada pada kue apem milik Aiyana, membuat gadis itu mend*s*h dan berteriak memanggil nama alvan berkali kali.
Alvan kembali mencium bibir Aiyana, memasukkan lidahnya dan mulai berperang ganas dengan istrinya.
Alvan tiba tiba melepaskan ciumannya dengan Aiyana, menatap wajah Aiyana yang sudah sangat merah “kamu pilihlah sayang”. Alvan berbicara dengan suara seraknya dengan nafas yang terengah engah. Matanya penuh keinginan seolah olah dia akan menelan Aiyana langsung, “berhenti sampai di sini, atau kita lanjutkan?” walau dia sangat menginginkan apa yang harusnya terjadi Alvan masih berusaha menahan dirinya dan memberikan pilihan sekali lagi pada Aiyana.
Gadis itu tersenyum manis pada Alvan, bahkan dalam situasi yang sudah sangat panas itu, Alvan masih tetap memberikan dia pilihan untuk tidak membuat gadis itu takut. Aiyana mengangkat tangannya dan menutupi pipi Alvan lalu menarik wajah pria itu untuk dia cium bibirnya. “lakukanlah” satu kata ‘izin’ yang sangat alvan inginkan. Godaan ‘cinta’ yang tidak akan alvan tolak lagi.
Pria itu tersenyum lembut, mata keduanya saling berpandangan, Aiyana mulai merasakan hawa panas mulai merambat dari tubuhnya, padahal AC kamar menyala dengan suhu sangat dingin. Kedua pasangan suami istri itu mulai berperang panas di atas seprai putih yang mendominasi kamar itu.
...🥠🥠🥠🥠🥠...
Pukul 4 pagi alvan baru membuka matanya setelah malam panas dengan sang istri. Pria itu tersenyum melihat Aiyana yang meringkuk dalam pelukannya tanpa menggunakan apapun dan hanya ditutupi oleh selimut tebal. Istrinya menjerit kesakitan semalam padahal dia belum memasukkan seluruh juniornya kedalam Aiyana, tapi untung saja Aiyana berhasil bertahan dan akhirnya melakukan malam panas bersama Alvan.
__ADS_1
“Sayang, baby” panggil Alvan dengan lembut sambil mengelus pipi Aiyana yang masih tertidur pulas.
Hanya dua kali Alvan dan Aiyana melakukan budidaya jamur mereka. Karena takut Aiyana tidak bisa bangun keesokan harinya, alvan akhirnya membiarkan istrinya untuk tidur dan beristirahat.
“Sayang, mandi dulu yuk” bisik Alvan sekali lagi, dia tau istrinya sudah kelelahan, tapi Alvan yakin istrinya tidak mau ketinggalan sholat subuh.
Pria itu lebih dulu pergi ke kamar mandi di dalam kamar untuk menyiapkan air hangat untuk sang istri, baru nanti dia akan mencoba membangunkan ai kembali.
.
“baby, wake up” panggil alvan lembut tapi kali ini sambil mencium bibir Aiyana dan memberikan tanda kissmark pada bahu Aiyana.
“Euugghhh” perlahan mata Aiyana terbuka, dan wajah tersenyum alvan yang pertama kali gadis itu lihat, uppss tidak bisa dikatakan gadis lagi karena Alvan baru saja mengambil kegadisan istrinya tadi malam.
“Hai baby” sapa Alvan begitu Aiyana membuka matanya.
Aiyana yang mulai sadar dengan panggilan alvan, langsung menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang kembali bersemu merah.
“Bangun sayang, mandi wajib dulu sebelum kita sholat” ujar Alvan.
Alvan menggeleng, “belum, tapi mandi butuh waktu yang lama, apa lagi mas yakin kamu akan sulit untuk berdiri apa lagi berjalan” ujar Alvan lembut.
Mendengar ucapan Alvan, Aiyana baru mulai merasakan nyeri pada seluruh tubuhnya “ommas yang buat gitu! Tanggung jawab!” masih sempat sempatnya Aiyana menggerutu kesal dengan pergulatan panas mereka tadi malam.
“Sudah dinikahi, tanggung jawab apa lagi” kekeh alvan.
Aiyana duduk dan meringis saat merasakan nyeri di bagian kue apem nya. “gak bisa duduk ommas” rengek Aiyana.
Alvan langsung membuka selimut yang menutupi istrinya dan langsung menggendong Aiyana ala bridal style, setelah itu membawa Aiyana untuk berendam pada bath up yang sudah dia isi dengan air hangat dan minyak aroma terapi di dalamnya.
“relaksasi dulu menunggu adzan, mas akan mandi di kamar mandi di luar” ujar alvan dan pergi tanpa menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
...🦪🦪🦪🦪🦪...
📲“dimana kamu alvan?!” suara mama Haura terdengar seperti toa karena wanita paruh baya itu berteriak keras pada anaknya.
📲“Ma, Alvan lagi ada di apartemen bersama istri Alvan, nanti sore kami akan kembali pulang” jawab alvan lembut.
📲“Apartemen?? Apartemen siapa?? Apartemen yang kamu beli untuk mantan kekasihmu itu?!” tanya mama Haura beruntun disertai emosi marah yang mulai naik.
📲“Bukan ma, Alvan udah jual apartemen itu dan alvan beli baru untuk alvan dan istri kalau lagi pengen berdua aja tanpa ada orang yang mengganggu” Alvan dengan lembut menjelaskan pada mama haura.
📲“van, jangan bilang kamu sudah melakukan itu” tebak mama Haura.
Alvan tersenyum dan mengelus rambut Aiyana yang sedang berbaring di pangkuannya, sejak tadi pagi keduanya bermalas malasan di sofa dan hanya menonton acara komedi di tv.
📲“Emang udah ma” jawab Alvan. Aiyana sedikit mencubit perut suaminya saat mendengar jawaban Alvan atas pertanyaan mama Haura, dia memang masih mendengar suara mama Haura karena wanita itu berbicara dengan suara tinggi, alvan bahkan sampai menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara mama haura.
📲“Ya allah ALVANNNN!!! Emang gak bisa ya tunggu istri kamu lulus sekolah! Mama dan papa tidak nuntut buat kamu bikin cucu mama dan papa secepat ini, kasian istri kamu!” suara omelan mama haura terdengar sangat keras dari dalam telepon.
Aiyana tertawa tanpa suara dan mengejek suaminya seperti memarahi Alvan. Alvan sendiri tidak mendengarkan ocehan mama Haura, dia hanya menikmati menatap wajah istrinya yang sedang tertawa dan memperagakan tangannya seperti orang yang sedang marah.
📲“ALVAN!! Kamu dengar apa yang mama katakan!” pekik mama Haura lagi.
📲“iya ma, udah terjadi juga mau bagaimana?? Menantu mama udah gak gadis lagi” kekeh Alvan diikuti cubitan lagi yang berasal dari Aiyana.
📲“Awas kamu ya, sampai rumah kamu akan mama hukum” putus mama Haura lalu telepon mati begitu saja.
“lah, kok mati, jadi mama telepon karena apa baby?” tanya alvan pada Aiyana.
Aiyana hanya mengedikkan bahu acuh dan balik menonton tv, menikmati sapuan halus tangan alvan pada keningnya.
...🌭🌭🌭🌭🌭...
__ADS_1
bonus pict