I Love You Professor

I Love You Professor
60. Pingsan


__ADS_3

Hanya dalam satu hari nama Aiyana langsung jadi terkenal di kalangan para mahasiswa dan mahasiswi kampus, bukan hanya karena dia adalah istri dari salah satu pengajar di kampus itu, tapi juga karena cara Aiyana menjawab pertanyaan Damar dan sikap dingin yang Aiyana tunjukkan secaa terang terangan.


Mereka semua berpikir Aiyana berani bersikap kurang ajar karena dia adalah istri dari Alvan, mereka menganggap Aiyana terlalu sombong dan wanita yang angkuh.


Seperti hari ini, Aiyana terlihat kelelahan karena berlari padahal dia baru menyelesaikan 1 putaran tidak seperti mahasiswa lainnya yang berlari sudah 3 putaran.


“Aiyana! Jangan mentang mentang kamu istri dari pak alvan! Kamu bisa seenaknya berhenti berlari!” pekik salah satu senior cewek pada Aiyana.


“maaf kak, saya akan lanjutkan nanti, sekarang saya benar benar lelah dan perut saya sakit kak” ucap Aiyana dengan wajah yang pucat.


“Ehhh! Jangan banyak alasan ya, cepat lari lagi! Jangan mentang mentang suami kamu itu pak Alvan kamu sok berkuasa! Cepat lari lagi!” teriak senior wanita itu.


“Kak, itu Aiyana pucat kak, dia terlihat benar benar sakit” putri yang melintas di dekat Aiyana akhirnya ikut berbicara, memang hari kedua MOS di kampus diharuskan menggunakan pakaian olahraga, dan mereka memang disuruh berlari keliling lapangan sebanyak 10 kali.


Hanya putri dan Keyla yang terlihat cemas pada Aiyana, mahasiswa baru yang lainnya malah pura pura tidak melihat dan acuh dengan kejadian itu.


Para senior senior yang lain juga tampak acuh, mereka bahkan suka melihat Aiyana di siksa oleh teman mereka.


“Ohh kamu mau sok jadi pahlawan! Kalau gitu kamu yang gantikan putaran dia berlari, mau kamu!” sindir senior perempuan itu.


Putri hendak menjawab tapi ditahan oleh Aiyana. Wanita itu mencengkram tangan putri dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. “baik kak saya akan berlari lagi” ujar Aiyana dengan suara pelan.


Baru lima Langkah berlari Aiyana langsung terkapar di tanah membuat semua senior terkejut dan mendatangi Aiyana.


“Ai!” pekik putri dan Keyla bersamaan.


Berbeda dengan Putri dan Keyla yang tampak khawatir, senior perempuan yang menyuruh Aiyana untuk berlari tadi malah menganggap Aiyana sedang acting pingsan. “Heiii!! Jangan pura pura pingsan kamu! Cepat bangun!” pekik nya.

__ADS_1


Namun Aiyana tidak bergerak, walaupun Keyla dan putri menggoyang badannya, wanita itu masih tetap diam di tanah.


Damar langsung mendekati Aiyana dan membalik tubuh gadis itu, mencoba merasakan nafas Aiyana.


“Dia benaran pingsan Ris” ujar Damar.


“apa?!” senior perempuan yang bernama riska itu baru mulai panik, dia tidak menyangka kalau wanita yang dia kerjai malah pingsan benaran.


“Teman kalian memang lemah atau ada penyakit asma ?” tanya salah satu senior pada Keyla dan putri.


Keyla dan putri kompak menggelengkan kepala mereka, “enggak kak, Aiyana itu selalu sehat kok, hari ini aja kami liat dia pucat begitu” lirih putri.


“ya sudah kitab awa dia ke Klinik” ujar damar, sambil Bersiap siap mengangkat tubuh Aiyana.


“SINGKIRKAN TANGANMU DARI ISTRIKU!” suara menggelegar Alvan baru saja menghentikan damar untuk menggendong Aiyana.


Alvan dipanggil oleh salah seorang mahasiswa yang melihat kejadian itu, dia tidak bisa menolong Aiyana dari rasa kebencian teman temannya tapi dia pikir alvan perlu tau kalau istrinya pingsan.


“Pak alvan, sebaiknya kitab awa Aiyana ke rumah sakit dulu, nanti kami akan ceritakan semuanya dijalan pak” tegur Keyla, dia takut pada alvan yang sedang marah, tapi Keyla lebih takut terjadi hal yang mengerikan pada Aiyana.


“benar pak, tadi Aiyana mengeluh sakit perut” tambah putri.


Alvan tidak berbicara lagi, dia segera menggendong Aiyana dan menatap para mahasiswa yang menggunakan almamater kampus dengan tatapan membunuh. “Keyla putri ikut saya ke rumah sakit” perintah Alvan dengan suara dingin.


Tanpa meminta izin dari para senior Keyla dan putri segera berlari mengikuti alvan menuju mobilnya.


Alvan menyerahkan Aiyana pada Keyla dan putri yang duduk di kursi belakang, lalu dia langsung menyetir dengan sedikit laju menuju rumah sakit terdekat. Walau di kampusnya ada klinik tetap saja Alvan tidak mau menyerahkan Aiyana pada klinik itu.

__ADS_1


.


Setelah Alvan pergi Riska yang tadi membulli Aiyana langsung terduduk di tanah dengan tangan bergetar, teman temannya langsung mendekati Riska dan berusaha menenangkan gadis itu yang mulai terisak kecil.


“Aku-aku gak maksud buat dia pingsan,aku Cuma kesal cara anak itu menjawab damar dan menghina damar, dia terlalu arogan, jadi aku memarahinya, apa aku salah?” lirih riska pada teman temannya meminta pembenaran bahwa yang dia lakukan adalah kebenaran, karena tidak ada yang berani membentak Aiyana sejak tau dia adalah istri Alvan.


“udah ris, gak apa, kamu gak salah, kalau sakit harusnya dia bilang sejak awal, dan tidak perlu datang kesini, kamu gak salah kok” ucap salah seorang teman riska.


...🍙🍙🍙🍙🍙...


“Dok, bagaimana keadaan istri saya!” Alvan langsung bertanya dengan terburu buru begitu melihat dokter yang memeriksa Aiyana keluar dari ruangan tempat Aiyana di periksa.


Dokter itu yang tadinya berwajah sedih kini tersenyum pada Alvan, “bapak benar suaminya?” ulang dokter jaga itu.


“Benar saya suaminya, istri saya tidak kenapa napa kan dok?” tanya Alvan khawatir.


Dokter jaga itu kini tertawa senang, “hampir saja saya menyampaikan kabar sedih, ternyata ini kabar yang membahagiakan, untuk anda” perkataan dokter jaga itu semakin membuat Alvan kebingungan.


“maksud dokter apa? Kabar sedih dan membahagiakan?” Alvan mengulangi perkataan dokter jaga itu.


“tadi saya kira istri anda hamil sebelum menikah, karena usianya masih sangat muda, jadi saya agak ragu untuk menyampaikan berita ini, tapi ternyata_”


“Istri saya Hamil?!” potong Alvan saat dokter jaga itu sedang menjelaskan maksud dari perkataannya.


Keyla dan putri yang juga ada di sana langsung berdiri dan berpelukan bahagia mendengar berita yang baru saja di sampaikan oleh dokter.


“benar Pak, selamat ya istri anda sedang hamil, karena itu dia mudah lelah dan fisiknya sedikit lemah, apalagi ini adalah bulan bulan yang rawan untuk keguguran bagi ibu muda seperti istri anda, saya harap bapak bisa menjaga istri anda agar tidak kelelahan dan jangan terlalu banyak mengangkat barang barang yang berat” jelas dokter jaga itu.

__ADS_1


“terima kasih dok!” sangking bahagianya Alvan berteriak sambil memeluk dokter yang baru saja menyampaikan kabar bahagia itu pada Alvan, untung saja dokter itu adalah dokter laki laki, bisa bahaya jika itu perempuan.


...🍝🍝🍝🍝🍝...


__ADS_2