
Maaf ya Author gak up beberapa hari ini, soalnya sedang sakit, dan Terima kasih sudah mendukung author.
Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan
...🍱🍱🍱🍱🍱...
Pulang dari kampus alvan langsung mengendarai mobil miliknya menuju rumah keluarganya, entah kebetulan atau ketidak sengajaan, saat ini kedua orang tua Aiyana menginap di rumah kedua orang tuanya karena sedang ada acara makan malam keluarga untuk merayakan ulang tahun pernikahan orang tuanya.
“Kita pulang ke rumah mama?” tanya Aiyana tiba-tiba saja saat melihat arah mobil yang sedang menuju ke rumah keluarga alvan.
“Iya sayang, bunda dan ayah sedang ada di rumah” Alvan menjawab santai sambil terus memandang lurus ke depan, semenjak Aiyana dinyatakan hamil, alvan selalu fokus dalam menyetir, dia tidak mau ada sesuatu yang terjadi selama perjalanan.
“Kenapa? Emang ada acara apa?” Aiyana yang memang tidak tau ada acara makan malam di rumah mertuanya karena memang acara itu kadang hanya dilakukan papa hamdi dan mama haura berdua saja.
“Ada acara makan malam di rumah, ngarayain ulang tahun pernikahan papa dan mama” jawab alvan.
Wajah Aiyana langsung berubah melongo, “kenapa ommas gak cerita ke ai” gerutu wanita hamil itu.
Alvan tertawa kecil saat melihat sekilas wajah Aiyana yang sedang cemberut, “Ya memang acaranya jarang di adakan, mama dan papa itu lebih sering habiskan waktu berduaan saja saat mereka merayakannya sayang, entah kenapa hari ini mereka mau makan malam bareng keluarga” kata Alvan.
“Tapi ai belum siapkan hadiah buat mama dan papa, kenapa ommas baru bicara sekarang, ahh gimana kalau kita ke toko emas dulu” usul Aiyana.
“toko emas” beo alvan, pria itu baru ingat dia sedang memesan kalung dan anting untuk istrinya yang di pasang pemancar gps, jadi dimana Aiyana berada maka dia akan tau lokasi istrinya berada.
“Iya toko emas, kita belikan gelang atau kalung emas buat mama” usul Aiyana sekali lagi.
Alvan akhirnya mengangguk dan menuruti permintaan Aiyana, sekalian dia juga berniat mengambil pesanannya.
.
“Ini dia pak alvan, kalung dan anting pesanan anda” ujar pemilik toko pada alvan.
Aiyana menatap heran alvan, tadinya mereka datang langsung disambut Aiyana pikir memang sudah biasa toko perhiasan itu menyambut tamunya dengan sedikit berlebihan, saat sedang memilih milih hadiah Aiyana tambah dikejutkan dengan alvan yang diberikan kalung dan anting yang pastinya untuk wanita.
__ADS_1
“Kemari sayang” Alvan menepuk tempat duduk di sebelahnya, tanpa memberikan clue lain. Aiyana sendiri hanya duduk pasrah di samping alvan.
Dan saat kalung sudah terpasang di lehernya Aiyana baru mulai bertanya, “Kok jadi beli kalung buat ai? Ai kan tidak mau kalung”.
“Mas memang sudah lama menyiapkan ini, kamu harus selalu pakai dan jangan pernah lepas, ini antingnya juga di pasang” perintah alvan sambil memberikan anting cantik pada Aiyana.
“Baiklah” ucap Aiyana pasrah, sebenarnya wanita itu kurang suka memakai perhiasan seperti itu, tapi karena suami sudah memakaikan pada dirinya mau tidak mau Aiyana harus menuruti keinginan Alvan.
...🍝🍝🍝🍝🍝...
Makan malam baru saja selesai, Alvan memperhatikan Aiyana yang tampak menguap beberapa kali, lalu melirik pada orang tua dan kedua mertuanya.
“Ayah sama bunda mau berbincang sama mama dan papa di sini ya?” tanya alvan sambil memberi tatapan memelas pada ke dua mertuanya, berharap keduanya mengerti maksud alvan.
“Ya kami akan berbincang tentang masa muda kami di sini, kalian mau mendengarkan?” tanya ayah.
Aiyana menggeleng, “ai ngantuk ai langsung tidur ke kamar ya” kata Aiyana sambil terus menguap.
“Alvan dan ai akan ke kamar saja, kalian nikmati saja berbincang kalian” Alvan segera menggandeng istrinya menuju kamar.
“Kamu kenapa sih Van?” tegur mama Haura begitu melihat Alvan turun dengan terburu buru.
“Sini van duduk, mau bicara apa sama kami?” tanya ayah Abraham, pria itu sejak awal sudah mengerti arti tatapan mata alvan sejak selesai makan tadi.
Alvan segera mengambil tempat duduk di tempat yang ayah Abraham katakan.
“makasih yah, sudah mengerti dengan kode alvan” kata alvan berucap syukur, tadinya dia takut kedua mertua dan orang tuanya sudah kembali ke kamar mereka masing masing.
“Jadi kamu mau mengatakan apa van?” kata bunda Vania.
“Ini tentang Mantan kekasih alvan” baru saja alvan membuka awalan mama haura langsung memicing tajam pada alvan, hendak protes tapi langsung di tahan papa Hamdi. Sedangkan kedua mertuanya masih menatap alvan dengan bingung. “Bukan maksud alvan untuk mengungkit dia lagi ma” lanjut alvan, karena mengerti dengan mama haura yang kembali marah.
“Lalu kenapa kamu mengungkit dia di depan mertua kamu!” bentak mama Haura.
__ADS_1
“dia sudah mulai mengganggu Aiyana” ungkap alvan.
“Mengganggu?” beo ke empatnya.
“Mengganggu seperti apa Van?” tanya bunda Vania.
Alvan mulai mengeluarkan ponsel milik Aiyana dan mulai menjelaskan pada mereka semua, “Tadi mantan kekasih alvan menelpon Aiyana, untung yang mengangkat bukan Aiyana, tapi temannya, dan wanita itu minta ingin ketemuan dengan Aiyana_”
“kenapa wanita ular itu mau bertemu dengan menantu mama!” potong mama Haura.
“Ma~ tenang dulu, biar alvan menjelaskan ceritanya” papa hamdi berusaha menenangkan mama haura yang sudah tampak emosi.
Alvan mengangguki ucapan papa hamdi, “alvan juga gak tau ma, tapi itu mungkin karena dia tidak bisa menelpon alvan lagi, entah dari mana dia tau nomor ai, tapi yang pasti alvan sekarang bingung, apa yang harus alvan lakukan”.
Semenjak menikah dengan Aiyana, alvan lebih terbuka pada keluarganya, bukan maksud pria itu mengadu tapi dari keluargalah alvan bisa meminta pertolongan, dibanding dengan meminta pertolongan dari orang lain, yang tidak tau mereka itu akan mengumbar rahasia dirinya.
“kamu masih belum tau alasan wanita itu melarikan diri selain berpacaran dengan orang lain van?” selidik papa Hamdi.
Alvan menggelengkan kepalanya pelan, membuat papa hamdi hanya menghela nafas panjang dengan putranya sendiri, “Alvan~ alvan, papa heran kamu itu professor pintar tapi cari informasi seperti itu saja masih belum dapat, apa sih yang kamu bisa alvan?” keluh papa hamdi.
“Alvan juga gak tau kenapa susah mencari informasi nya pa, alvan hanya tau di aitu yatim piatu” ujar alvan.
“cari informasi disekitarnya, pacar yang melarikan diri bersama dengannya, bisa saja ada informasi mengenai dirinya” celetuk papa hamdi.
“Baiklah pa, akan alvan cari tau, tapi sekarang fokus utamanya adalah gizhi, apa yang harus alvan lakukan sementara besok gizhi minta bertemu dengan Aiyana di restoran xx jam 1 siang” ujar alvan.
“Itu masalah mudah, biar mama yang datang” ucap mama haura santai.
“Bunda juga ikut” sahut bunda Vania.
...🥞🥞🥞🥞🥞...
bonus pict
__ADS_1