
Gizhi terus tersenyum senang membayangkan bagaiamana alvan kembali ke dalam pelukannya, karena memang alvan pria yang lembut, Gizhi sudah mempersiapkan diri untuk menangis semenyedihkan mungkin karena Alvan akan langsung luluh setiap wanita itu menangis.
Dulu dengan air mata itulah Alvan mulai jatuh hati padanya. Jadi Gizhi sudah mempersiapkan berbagai alasan agar alvan kembali masuk dalam perangkapnya. Brandon juga berada tidak jauh dari dirinya berada, Gizhi yakin brandon pasti tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk membuat alvan kembali jatuh ke dalam pelukannya.
“Ma-ma, pa-pa” tanpa sadar Gizhi langsung tegak dan melotot menatap orang yang ada di sisi kiri dan kanan alvan. Wanita itu mulai tegang dan ketakutan karena tidak menyangka alvan akan membawa kedua orang tuanya.
“hai gizhi” ucap alvan datar sambil mengambil duduk didepan gizhi, dan orang tua alvan duduk di sisi kiri dan kanannya.
“Ha-hai be- al-van” Gizhi duduk dengan tubuh kaku, keringat dingin mulai mengucur derar di pelipisnya. Bahkan sangking gugupnya gizhi tidak berani memanggil alvan ‘beb’, di depan orang tua alvan.
“langsung saja, kenapa ingin bertemu denganku” ujar alvan to the point.
“benar, jangan mengganggu hidup putra saya lagi, jadi katakan saja alasanmu langsung” tambah mama haura.
Gizhi semakin merasa gugup dia langsung tegak dari duduknya, lalu tiba tiba saja bersujut di hadapan Alvan sambil menangis pilu.
“Maafkan aku, sebenarnya aku tidak ingin lari dari pernikahan kita, tapi semuanya mendesakku untuk melakukan ini, keadaan diriku yang sakit parah, dan…” Gizhi mengangkat kepalanya untuk menatap mama Haura dan papa Hamdi, “aku minta maaf ma, aku tidak bisa jauh lagi dengan alvan ma, maafkan aku karena muncul di depan alvan ma, maaf untuk tidak mematuhi perintah mama, aku minta maaf ma” Gizhi menangis kencang sambil terisak, orang orang yang ada di café itu mulai memperhatikan apa yang terjadi saat ini.
Dimana ada gadis yang terlihat rapuh sedangkan alvan menjadi tokoh jahatnya.
“Wah wah wah, apa aku mengancammu Gizhi!” bentak mama Haura yang mulai emosi.
“ma tenang ma” Alvan berusaha menenangkan mama Haura yang langsung marah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gizhi.
__ADS_1
Gizhi menutup wajahnya dan menyembunyikan senyuman licik dari balik tangannya, dia berpikir alvan yang menenangkan mama Haura mulai jatuh dengan aktingnya yang sedang menangis.
“maafkan gizhi ma, gizhi sudah melanggar ancaman mama, gizhi mohon tolong jangan pisahkan gizhi dengan alvan lagi ma” Gizhi menangis semakin kencang dan terisak.
‘Brak’ mama Haura memukul meja sangking kesalnya dengan ucapan Gizhi. “Kamu percaya mama melakukan itu van?!” teriak mama Haura murka.
.
Tidak jauh dari meja gizhi, brandon tersenyum senang karena wanita itu pandai dalam memanfaatkan situasi kedatangan orang tua Alvan, awalnya brandon sedikit kesal karena Alvan membawa orang tuanya, tapi setelah melihat apa yang gizhi lakukan dia yakin alvan akan kembali masuk kedalam pelukan gizhi.
Sudah berkali kali Gizhi berhasil membuat hubungan alvan dan orang tuanya hancur, tentu sangat mudah bagi gizhi untuk membuat hubungan itu hancur kembali.
.
“Ma, tenang dulu, dan kamu gizhi! Kembali ke tempat duduk mu, dan katakan kejujuran jangan kebohongan lagi padaku!” ucap alvan dingin.
“GIZHI! Cepat kembali ke tempat dudukmu!” teriak alvan sekali lagi karena wanita itu masih bersujud di lantai.
Gizhi dengan cepat kembali ketempat duduk dan tidak berani mengangkat kepanya untuk menatap Alvan.
“Mama tidak akan pernah melakukan hal yang kamu katakan, jadi katakana kejujuran jika tidak aku akan segera pergi dari sini, aku berpikir kamu tidak akan pernah mengatakan kejujuran padaku, dan apapun alasannya aku tidak akan pernah kembali padamu” tekan alvan dengan tegas.
Tangan gizhi mengepal keras, karena mulai ketakutan, perlahan wanita itu mengeluarkan surat ancaman palsu yang dibuat oleh Brandon yang tertuju pada dirinya.
__ADS_1
“A-aku tidak bohong, aku menerima surat ancaman yang di kirim ke rumahku, sehari sebelum pernikahan kita, hiks, ini adalah salah satu surat yang selama ini aku terima dari mama, aku sengaja menyembunyikannya darimu, karena tidak mau hubunganmu dengan kedua orang tuamu hancur, hiks hiks” ujar Gizhi di sela isak tangisnya.
Alvan melihat satu persatu surat ancaman itu dan tersenyum sinis, “hanya itu? Mau berapa banyak lagi kebohongan yang akan kau sampaikan padaku?!” Alvan sama sekali tidak berpengaruh dengan surat ancaman itu dan semakin membuat Gizhi gusar.
“Tolong percaya padaku alvan, itu adalah buktinya, tapi kamu masih tidak percaya? Aku juga sakit keras, karena tidak mau membuat hubungan keluargamu hancur aku akhirnya pergi dan menanggung sakitku sendiri” Gizhi kali ini mengeluarkan surat keterangan dokter yang mengatakan bahwa gizhi baru menjalani operasi tumor hati di paris.
Alvan tersenyum sinis membaca semua keterangan yang diberikan gizhi lalu dia akhirnya melemparkan foto foto gizhi bersama Brandon yang papa hamdi dapatkan.
“dari tadi aku sudah mencoba bertanya dengan baik baik, ternyata gagal, apa aku terlihat seperti pria gampangan yang bisa masuk ke dalam jebakan yang sama dua kali?” maki Alvan.
Gizhi melotot melihat foto fotonya, “Van ini gak benar, ini semua pasti rekayasa, kamu tau seberapa benci mama dan papa mu padaku, mereka pasti merekayasa ini van, tolong percaya padaku” lirih gizhi.
“Rekayasa!” alvan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mengerikan. “Apa sebuah video bisa direkayasa? Aku juga menemukan video mu, masih berbohong gizhi!” tantang Alvan.
“Van aku mohon percayalah, video dan foto itu rekayasa, aku sangat mencintaimu, kamu tau hanya kamu satu satunya yang aku punya di dunia i_”
‘Plak’ Gizhi tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya karena mama Haura sudah menampar wajahnya.
“hentikan semuanya, berhenti menganggu putraku, apa kamu butuh uang? Akan aku berikan dan berhenti mengganggu putraku, hanya kebohongan yang keluar dari mulutmu, aku dan putraku tidak perlu mendengar omong kosong itu” ucap mama haura dingin.
“Liat van! Mama mu memukulku! Ini yang selalu dia lakukan jika kamu tidak ada! Dia mengancamku dan memukulku! Bagaimana aku bisa menikah denganmu kalau mama mu selalu berperilaku seperti ini! mentang mentang aku tidak mempunyai orang tua!” pekik Gizhi sambil memegangi pipinya yang mulai terasa panas karena dipukul.
‘Brak’ kali ini Alvan yang menggerbak meja, “Cukup memfitnah mama, aku sudah tidak percaya lagi padamu, dan terserah kamu mau melakukan apapun, aku tidak akan terpengaruh, mulai sekarang berhenti mengganggu hidupku!” Ucap alvan sambil menggandeng mama Haura untuk pergi dari sana.
__ADS_1
“Selamat tinggal untuk selamanya” ucap mama Haura sambil tersenyum sinis.
...🧆🧆🧆🧆🧆...