I Love You Professor

I Love You Professor
98. Ketahuan


__ADS_3

Aiyana dan alvan asih berciuman mesra tanpa mereka berdua sadari ruang inap itu mulai masuk satu persatu orang. Pria dan wanita, mereka tampak terkejut ketika melihat tontonan di depannya. ada yang mengulum senyum geli, ada yang menunduk malu dan wajahnya memerah sangking malu melihat pertunjukkan alvan dan Aiyana.


Satu orang lagi, muncul dan menatap bingung, kenapa yang lainnya hanya terdiam, bukannya memberi salam untuk Aiyana dan alvan. Tapi ketika tatapannya tertuju pada ranjang di depan, alvan sedang memiringkan kepalanya untuk melahap bibir Aiyana, lagi dan lagi, dan sialnya itu sangat ganas dan panas, dia jadi ingat istrinya di rumah saat melihat adegan itu.


“WOII! Alvan Lathief Hamdi!” pekik pria yang baru datang, “ini ya kelakuanmu selama ini! pantas mama mengomel tidak ada habisnya, dan memaksa abang buat cepat datang ke rumah sakit! Abang kira kenapa mama terus mengomel jadi selama beberapa hari ini kamu dibiarkan berdua, kamu malah sibuk melahap bibir istrimu, dan ini di rumah sakit!” bentak pria itu yang tidak lain adalah andra abangnya alvan.


.


Beberapa menit sebelumnya,


“hai Ridho apa kabar? Kak Sandra juga apa kabar?” sapa wanita yang memang sangat mengenal ridho dan Sandra istri dari ridho.


“Baik, kamu hamil zhi?” tanya Sandra.


Gizhi memegang perutnya yang sudah hampir memasuki bulan ke Sembilan, “yup, aku hamil kak, liat aja perut aku buncit gini” kekeh Gizhi, sejak bertekat untuk berubah dan bertahan dengan satu satunya keluarga yang dia miliki gizhi tidak pernah lagi tersinggung dengan ucapan orang orang tentang dirinya, dia selalu berusaha positif thingkhing.


Mereka semua sedang dalam perjalanan menuju ruang inap Aiyana, karena sudah tau tentang kabar Aiyana yang bangun dari komanya.


“hei, kalian siapa? Kok Cuma berdiri di depan pintu aja?” tanya Sandra pada dua orang gadis yang sedang berdiri di depan pintu inap Aiyana.


“a-anu kak, gak bisa masuk” ucap Keyla ragu.


“udah diketuk?” seru gizhi.


Putri menganggukkan kepalanya ragu “u-udah kak, tapi_”

__ADS_1


Ucapan putri terhenti karena ridho langsung membuka pintu itu tanpa mengetuk, mau tidak mau semuanya mengikuti ridho untuk masuk.


“hmmmm pantasan” bisik gizhi sambil tertawa pelan.


“Emang si alvan luar biasa” bisik ridho geleng geleng kepala.


Sandra langsung menutup mata dua anak gadis di dekatnya, “kalian belum boleh melihat tontonan ini” bisiknya.


Aiyana yang mulai sadar dengan suara suara asing itu langsung membuka matanya yang terpejam dan ia sedikit merenggangkan tangannya yang masih melilit di leher alvan.


Alvan mulai melepaskan tautan bibirnya tapi masih dengan jarak yang sangat dekat sehingga fokus mata Aiyana masih menatap alvan, mereka masih belum sadar dengan kehadiran orang orang yang ada di sana.


Alvan tersenyum menatap Aiyana yang merona merah, bibir wanitanya juga tidak kalah merah dengan warna pipinya saat ini, dan itu terlihat sangat cantik serta mempesona dimata alvan. Membuat pikiran alvan kembali kosong, dia masih ingin menyesap bibir istri kecilnya yang terlihat sangat nikmat dan menunggu untuk dimakan.


‘Tenang Van tenang, kesehatan Aiyana yang utama’ batin alvan mengingatkan.


Alvan mendekatkan kembali wajahnya dengan menangkup wajah Aiyana dengan kedua tangannya. Pria itu kembali menempelkan bibirnya pada bibir Aiyana. Keduanya kembali hilang kendali, hingga…


“WOII! Alvan Lathief Hamdi!”


Aiyana segera membuka matanya kembali begitu juga dengan alvan. Mereka merasa tidak asing dengan suara teriakan itu. Belum sempat aiyana mengatur nafas yang memburu karena ciuman panas barusan, suara tadi kembali mengintrupsi lagi.


“Ini ya kelakuanmu selama ini! pantas mama mengomel tidak ada habisnya, dan memaksa abang buat cepat datang ke rumah sakit! Abang kira kenapa mama terus mengomel jadi selama beberapa hari ini kamu dibiarkan berdua, kamu malah sibuk melahap bibir istrimu, dan ini di rumah sakit!” bentak pria itu yang tidak lain adalah andra abangnya alvan.


Alvan masih menempelkan dahinya pada dahi Aiyana, mereka berdua bertatapan kemudian mengerjap, kesadaran keduanya perlahan lahan mulai menguasai.

__ADS_1


Aiyana menundukkan kepala dan menggigit bibirnya sangking gugup, bercampur takut. “Ommas~” bisik Aiyana terengah di depan wajah suaminya. Ia sangat sangat malu, gugup dan takut.


Jika ada gua maka Aiyana ingin bersembunyi disana, dia mulai sadar ada banyak orang dalam ruangan itu, Aiyana sangat ingin menenggelamkan dirinya ke dasar lautan atau terkubur, hingga dia bisa menyembunyikan wajahnya yang sangat merah.


‘Ai ini juga kesalahanmu, coba kamu tidak memancing harimau yang sedang lamar, jadi beginikan jadinya’ teriak Aiyana dalam hati.


“Tenang sayang” balas alvan sambil mengecup singkat bibir Aiyana dengan tatapan lembut menenangkan dan tersenyum manis, Aiyana tau kenapa tatapan alvan seperti itu, pasti karena wajahnya yang saat ini seperti badut ancol yang memakai perona merah di wajahnya.


Perlahan alvan bangun dari posisinya yang sedikit menindih Aiyana, walau tidak sepenuhnya menindih hanya sebagian tubuhnya saja. Pria itu mengusap bibir Aiyana yang sangat basah karena ciuman panas mereka dengan menggunakan jemarinya yang panjang. Bibir Aiyana terlihat merah, bengkak dan tebal.


‘Wow alvan kamu sungguh luar biasa’ puji alvan dalam hati. Dia mampu membuat wajah istrinya terlihat sangat menggairahkan dan sexy membuat alvan ingin kembali menerkam karena bibir Aiyana terlihat sangat menggoda.


Alvan perlahan membalik badannya dan menoleh melihat siapa yang ada di sana, dan Aiyana juga bisa melihat apa yang ada di depannya setelah alvan tidak menghalangi penglihatannya lagi, bayangan orang orang mulai terlihat.


Nafas Aiyana terasa tercekat dan berhenti, rasa panas yang mulai mereda kembali muncul bahkan sekarang lebih panas, beberapa orang berdiri di ujung ruangan kamarnya, beberapa orang catat beberapa orang bukan hanya andra tapi ada Ridho dan istrinya, gizhi, maria, Keyla dan putri.


Aiyana semakin menunduk dan ingin menenggelamkan dirinya lagi, sementara itu alvan terlihat biasa saja. Pria itu masih mengusap bibirnya sendiri dengan jarinya, menghapus sisa ciumannya dengan Aiyana. Tak ada rasa malu, bahkan dia malah merasa orang orang yang hadir sangat mengganggu dirinya.


“Ada apa?” tanya alvan santai.


“Ada apa kau bilang! Kau tidak malu denga napa yang barusan kau lakukan! Kau menjadi tontonan alvan!” omel Andra.


“Ya itu salah kalian, yang datang tanpa mengetuk dulu” balas Alvan santai.


“Wahhh” andra menepuk tangannya salut dengan sikap adiknya itu. “top banget emang, ini bukan di luar negri! Yang bebas mencium di mana saja!” umpat andra.

__ADS_1


“Ini di kamar Aiyana, dan kalian masuk tanpa mengetuk pintu jadi siapa yang salah? Dan bang! Berhenti menjadi mama yang suka mengomel” balas sindiran alvan.


...🍝🍝🍝🍝🍝...


__ADS_2