I Love You Professor

I Love You Professor
69. Restoran Jepang


__ADS_3

Alvan tampak sibuk di meja kerjanya, hari ini adalah hari libur dimana Aiyana dan alvan sedang menikmati waktu mereka di apartemen milik mereka berdua.


“Ommas~” panggil Aiyana dengan nada manja.


Alvan yang sedang bekerja langsung berhenti dan menatap Aiyana penuh senyuman, “ya sayang, kenapa?”


“Ai lapar” rengek Aiyana sambil mengelus elus bahu suaminya.


Alvan tertawa kecil dan menarik aiyana untuk duduk di pangkuannya, “pengen makan apa sih? Temani mas kerja dulu sebentar aja”.


“Hmmm… ayo ai lapar pengen pergi keluar makan makanan jepang” ucap Aiyana.


Alvan melirik jam yang ada di laptopnya, pukul 08.30 mana ada coba restoran jepang yang buka sepagi itu, apa lagi mereka baru saja selesai sarapan, namun menolak pastinya si istri yang sedang mengidam akan ngambek dan malah marah, jika sudah seperti itu akan payah membujuknya untuk makan lagi.


“Pengen banget itu?”


Aiyana menganggukkan kepalanya cepat, “pengen banget” mata ibu hamil itu berbinar binar menatap Alvan memohon untuk permintaannya dikabulkan.


Alvan masih diam menikmati sikap manja Aiyana, kepalanya sedang memikirkan cara apa untuk menolak istri kecilnya saat ini, “jam sepuluh aja ya, mas mual banget dan lemas karena baru muntah tadi” Alvan mengeratkan pelukannya sambil terus mencium aroma tubuh istri kecilnya.


“Ommas masih mual?”


Kepala alvan yang ada didada Aiyana begerak naik turun, “mas mual banget sayang, jam sepuluh aja ya” hanya itu alasan yang dapat alvan pikirkan tidak ada jalan lain, Alvan yakin Aiyana akan luluh.


“Baiklah, kalau gitu biarkan ai tegak”.


Alvan kembali menyandarkan punggungnya pada kursi dan menatap mata Aiyana, “di sini aja dulu temani mas koreksi pekerjaan” tahan alvan.


“Bosan~” rengek Aiyana.


“bentar aja sayang, menghirup aroma kamu baru mualnya agak berkurang, kalau begini mungkin kita akan lebih cepat pergi ke restoran jepang” bohong alvan.


“ck, baiklah kalau udah gak mual bilang ya” akhirnya istri kecil alvan berhasil di kelabui, alvan diam diam mengulum senyum melihat kepolosan istrinya.


.


Perlahan tapi pasti waktu berlalu dan jam sudah menunjukkan jam sepuluh, Aiyana dengan sabar duduk di pangkuan alvan dan membaca skripsi yang alvan periksa, walau wanita itu tidak mengerti dia tidak punya cara untuk mengilangkan kebosanan selain ikut membaca dan mencoba mengerti.

__ADS_1


“ommas~” panggil Aiyana pelan.


“Ya sayang?” Alvan menoleh menatap wajah Aiyana.


Tangan Aiyana menunjuk jam yang tertera di laptop milik alvan, “udah jam sepuluh, masih mual?” tanya Aiyana dengan suara pelan.


“hhmmm” Alvan berpura pura berpikir, padahal dalam hati Alvan bersorak bahagia karena berhasil menahan keinginan Aiyana, “baiklah, ayo siap siap, kita pergi sekarang” ucap alvan.


“Yesss!” Aiyana dengan cepat meluncur kebawah dan berjalan cepat menuju kamar miliknya dan alvan.


...🍱🍱🍱🍱🍱...


Alvan membawa Aiyana menuju tempat makan yang biasa di datangi dia dan keluarganya, restoran jepang yang alvan yakin sudah buka dan makanannya cukup enak di sana.


“Selamat datang!” sambut para pelayan saat Aiyana dan alvan mulai memasuki restoran.


Alvan dan Aiyana mengikuti salah satu pelayan yang membawa mereka ke salah satu meja yang menggunakan sofa.


“mau pesan sekarang atau ingin melihat menu dulu?” tanya si pelayan dengan sopan.


“Pesan semua menu rekomendasi di sini, dan paling penting unagi nya” seru Aiyana yang langsung menutup buku menu yang baru dia buka. Ibu hamil itu tersenyum bahagia kearah alvan.


“baik, kalau minumannya mau apa?”


“mau…”


“Ocha nya dua” potong Aiyana dengan senyuman lebar.


Alvan balas tersenyum pasrah, “gak mau yang lain? Yang lebih enak” tawar alvan.


“Tidak, soalnya ai pesan banyak, biar gak cepat gendut jadi pesan ocha saja, katanya rahasia diet orang jepang itu ocha nya” ujar Aiyana dengan polosnya.


Alvan terkekeh sambil geleng geleng kepala, “ya udah mas, pesan ocha nya saja dua, nanti kalau mau pesan lagi minumannya” ujar alvan.


“baik, mohon ditunggu sebentar, pesanan akan segera kami proses” ucap pelayan itu sambil menunduk hormat.


.

__ADS_1


Alvan menatap Aiyana yang sejak tadi tersenyum menggemaskan, “Ai kemari sayang” Alvan menepuk tempat duduk di sebelahnya, karena saat ini Aiyana sedang duduk di hadapan Alvan.


Dengan patuh Aiyana pindah tempat duduk disebelah alvan dan langsung menyandarkan kepalanya pada bahu alvan.


“Senang sayangku?” tanya alvan sambil mengelus puncak kepala Aiyana.


“iya, dedek bayi nya senang” Aiyana berkata sambil memegang perutnya yang masih datar.


Alvan ikutan mengelus perut Aiyana, “Habis ini mau kemana? Mau shopping beli baju?” tawar alvan.


Aiyana menggelengkan kepalanya, “pulang, dan tidur” jawab Aiyana singkat.


Alvan kembali tertawa, “yakin gak mau beli baju atau beli tas baru? Uang mas masih ada buat kamu shopping sayangku” kekeh alvan.


“hmmm kalau gitu ke tempat ice cream, apa boleh?” Tanya Aiyana dengan mata berbinar binar.


Alvan kembali tertawa kini tawanya semakin keras, “hanya ice cream sayang? Itu terlalu murah, yakin mau itu?” ujar alvan di sela tawanya.


“murah apaan, yang paling mahal di Baskin robbin itu harganya tujuh ratus lima puluh ribu” seru Aiyana.


Alvan akhirnya mengangguk masih dengan tawanya, “baiklah sayang baik”.


.


Tanpa alvan dan Aiyana sadari sejak awal keduanya masuk ke dalam restoran itu, Gizhi juga ada di sana, dia duduk tepat dibelakang Alvan, jadi dia bisa mendengar semua pembicaraan alvan dan Aiyana, bahkan gizhi merasa iri mendengar suara tawa lepas Alvan.


Iri? Tentu saja Gizhi iri, dia yang dulu dianggap special oleh alvan, kini kehadirannya pun tidak disadari oleh alvan.


Dia juga hamil seperti Aiyana, tapi dia sendirian untuk memenuhi keinginannya sendiri, tidak ada Brandon yang bersikap lembut dan hangat padanya, hanya ada dua alasan kenapa pria itu bersikap lembut padanya, pertama karena gizhi berhasil mencapai sesuatu yang ingin dia capai dan kedua saat di atas ranjang, selebihnya pria itu tidak pernah bersikap seperti alvan.


8 tahun gizhi habiskan bersama pria seperti brandon, tanpa terasa air mata mulai jatuh membasahi pipinya, wanita itu menangis dalam diam, menyesali segala perbuatannya meninggalkan pria baik dan sempurna seperti alvan hanya untuk pria seperti brandon.


Tidak ada jalan untuk kembali lagi, dia hanya bisa menyesali semua keputusan yang sudah dia perbuat, tidak ada harapan lagi untuk kembali, tawa bahagia alvan malah semakin membuat rasa sakit di dada gizhi.


‘Pantas kamu bisa cepat menyukainya, aku bahkan sudah lupa kapan kamu tertawa lepas seperti itu di depanku, atau kamu tidak pernah tertawa selepas itu selama bersamaku’ batin Gizhi.


...🥮🥮🥮🥮🥮...

__ADS_1


bonus pict



__ADS_2