I Love You Professor

I Love You Professor
29. Menolak


__ADS_3

Aiyana bersenandung riang di dalam mobil Alvan, gadis itu senang karena berhasil membuat kedua temannya penasaran, ternyata Aiyana sengaja berpura pura sibuk sejak jam istirahat hingga pulang, beruntungnya alvan menjemput dia tepat waktu jadi Aiyana tidak perlu di tahan lama lama.


“Senang banget ni, digodain ya sama cowok yang kemarin” canda Alvan.


Aiyana langsung diam dan cemberut menatap Alvan, “ommas cemburu terus sihh, yang kemarin itu benaran teman ai”.


“nampaknya dia suka sama ai” sindir Alvan yang mulai cemburuan sama istri kecilnya, padahal dia sudah membahas pria itu beberapa hari yang lalu, namun Alvan masih saja mulai dengan mode Alvan protective.


Aiyana melirik ke arah Alvan dan tersenyum jahil melihat suaminya dalam mode cemburu, Entah apa yang ada dipikiran gadis kecil itu, tidak ada yang bisa menebak, karena dia bisa bersikap cuek dan dingin bisa juga menjadi gadis manja super nyebelin, dan yang paling sering Aiyana suka mengerjai Alvan, seperti sekarang di saat otaknya sedang ada ide jahil “Iya emang dia suka sama ai, lalu kenapa?” tantang Aiyana.


“Mulai sekarang jangan dekat dekat dengan dia, jangan mandang dia apa lagi senyum dengannya” Alvan mulai memberikan larangan pada sang istri.


Aiyana semakin melebarkan senyumnya mendengar suami sudah mulai ultimatum, “Gak bisa ommas, Ai itu satu kelas, gimana gak dekat coba?? Nanti kalau mau nanya nanya gimana? Apa lagi saat tugas kelompok” Aiyana mulai memberikan penjelasan yang panjang pada Alvan.


“Kan masih banyak teman cewek, pokoknya jangan bicara sama dia” perintah Alvan sekali lagi.


“gak bisa ommas, ommas gak pernah sekolah SMA nih, masak gak tau anak anak sekolah itu seperti apa” sanggah Aiyana.


Alvan kini mencubit pipi istrinya gemas, karena Aiyana selalu saja menjawabnya, “Ada aja jawabannya, pokoknya kalau mas liat kamu bicara sama dia mas cium kamu” ancam Alvan.


“Itu sih maunya ommas, cium ai, ommas ketagihan ya, sama bibir sexy Ai” Aiyana memajukan bibirnya pada Alvan dan bergaya sexy di depan suaminya.


Untung saja saat ini mobil alvan sudah berhenti di depan rumah, Alvan langsung mencium bibir Aiyana yang sengaja di majuin untuk mengejek Alvan.


“jangan menggodaku sayang, sudah sana masuk, mandi, makan, terus istirahat” ucap Alvan sambil mengelus lembut pipi istri kecilnya.


“Ommas mau kemana?” rengek Aiyana.

__ADS_1


“mas masih ada kelas di kampus, ini nyuri waktu buat jemput istri tercinta, udah sana masuk” perintah alvan sekali lagi. Pria itu memang masih ada beberapa kelas yang dia ajar, tapi karena tidak mau kejadian yang sama terjadi dua kali jadi alvan sengaja sempatin untuk menjemput Aiyana.


Pipi Aiyana langsung bersemu merah, padahal Alvan hanya bersikap seperti itu, “nanti pulang bawa mie ayam ya”.


“pengen makan itu??”


“iya” jawab Aiyana singkat.


“kok belum diapa apain udah isi aja yang?” canda Alvan sambil mengelus perut rata istrinya.


‘Plak’ Aiyana dengan cepat memukul tangan Alvan yang mengelus perutnya, “ihhhh ommas nyebelin banget” amuk Aiyana, gadis itu segera turun dari mobil dan berlari cepat masuk ke dalam rumah.


Alvan sendiri sudah tertawa geli karena berhasil membuat Aiyana kembali mengamuk.


...🥨🥨🥨🥨🥨...


Besok paginya, fajri duduk di kursi Aiyana menunggu gadis itu untuk datang karena pria itu ingin bicara empat mata dengan Aiyana.


Aiyana menatap heran fajri yang duduk di kursinya, dalam hati gadis itu sangat takut bicara dengan Fajri, karena suaminya sudah memberikan peringatan pada gadis itu.


“Fajri itu kursi gue” Aiyana akhirnya memilih membuka suara dari pada diam dan hanya tatap tatapan.


“Ai, gue boleh bicara empat mata sama lo?” fajri juga mulai berbicara saat Aiyana mulai berbicara.


Kepala Aiyana melirik ke kiri dan kanan, heran kenapa kelas sepi amat gak ada satu orangpun saat ini. “Di sini atau tempat lain?”


“Sini aja, gak ada orang kok” ujar Fajri sambil menunjuk kursi putri.

__ADS_1


Tapi Aiyana bukannya duduk di sebelah fajri untuk menempati kursi putri, dia lebih memilih kursi Keyla yang berada di depan kursinya dan ada pembatas meja di antara mereka. “silahkan” ucap Aiyana memberikan kode pada fajri untuk mulai berbicara, ‘ommas maaf nanti ai ngaku deh pas pulang’ batin Aiyana.


“Ai gue suka sama lo sejak kelas 1 SMA, apa gue boleh tau perasaan lo pada gue itu seperti apa?” kemarin saat berbicara dengan teman teman Aiyana, Fajri bertekad untuk tidak menyerah untuk mendapatkan hati Aiyana, namanya cowok kadang, semakin di tolak semakin mengejar.


“maaf fajri, gue udah gak punya perasaan apapun lagi dengan lo, jujur gue udah gak bisa buka hati dengan siapapun, tolong lupain aja gue, ya” tolak Aiyana dengan lembut.


“Ai, gue ngejar lo sejak kelas 1 SMA dan sampai sekarang hati lo gak kasian liat gue??apa lo gak bisa kasih harapan sekali aja, buat gue, gue janji setelah itu gue gak bakal ngejar elo lagi” Fajri mulai kehabisan akal untuk membuat Aiyana mau menyambut perasaannya, berkali kali menyatakan perasaan dan berkali kali juga di tolak, tapi pria itu tetap maju walau Aiyana tidak pernah memberikan harapan padanya.


“Maaf Fajri, udah gue bilang sejak awal, lo jangan ngejar gue lagi, kalau ada wanita yang sudah lo sukai kejar dia, gue udah gak bisa, hati gue gak boleh dibagi untuk orang lain” ucap Aiyana tegas. “Sekarang lo menyingkir dari kursi gue, dan berhenti ngejar gue, maaf kalau gue buat hati lo sakit, tapi sejak awal gue gak pernah bilang tunggu gue” lanjut Aiyana.


Fajri akhirnya tegak dari kursi Aiyana dengan gerakan lambat, “ai, jangan menyesal dengan apa yang lo lakuin ke gue, kalau gue melirik cewek lain, jangan pernah menyesal dengan keputusan lo sekarang” ujar Fajri sebelum pergi dari tempat Aiyana.


“makasih udah mau lupain gue” bukannya bersedih Aiyana malah tersenyum senang dengan apa yang baru saja Fajri ucapkan. Gadis itu mulai duduk di kursinya dan bertepatan fajri dan Aiyana menjauh, putri dan Keyla masuk ke dalam kelas.


“Ciieeee berduaan aja nih di kelas” emang teman gak tau situasi dan kondisi, mereka mulai mengompori Aiyana dan fajri, tapi fajri hanya menatap sinis lalu keluar dari kelas.


“lahhh tu anak kenapa ai?? Mukanya jutek gitu” celetuk Keyla heran.


“benar banget kayak habis ditolak cintanya” tambah putri.


“emang habis gue tolak” jawab Aiyana dengan polosnya.


Keyla dan putri kini menatap Aiyana dengan mulut terbuka lebar karena terkejut dengan ucapan Aiyana.


...🍜🍜🍜🍜🍜...


bonus pict

__ADS_1




__ADS_2