I Love You Professor

I Love You Professor
85. Ibu hamil VS Candra


__ADS_3

Aiyana berada dalam sebuah ruangan yang cukup besar namun kotor dan tak terawat, dia duduk di sebuah bangku dengan keadaan kaki dan tangannya terikat. Wanita hamil itu masih terpejam akibat obat bius yang di letakkan pada sapu tangan dan di hirup olehnya.


Perlahan mata lentik itu terbuka dan melihat ke kiri dan kanan.


“Akhirnya tuan putri membuka matanya”.


“Candra” ucap Aiyana, dia ingat teman alvan yang selalu alvan peringatkan untuk menjauh jika Aiyana melihat wajahnya.


“Waaahhhh kamu mengingatku, pasti karena ketampanan wajahku kan” sorak pria itu dengan riang.


“Bukan, tapi karena muka operasi mu, mas alvan mengatakan itu wajah palsu” ujar Aiyana tanpa takut sedikitpun, dia berusaha menggerakkan tubuhnya tapi hanya bisa menggerakkan kaki naik turun secara bersamaan, karena kakinya diikat menyatu.


Brandon tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aiyana tapi Candra semakin murka.


“Mulutmu sepertinya perlu di beri pelajaran yang serius dengan mulutku” ucap candra dan hendak berjalan mendekat.


“hentikan can! Aku belum mau kamu menyentuhnya!” teriakan brandon menahan Candra yang akan mendekat ke arah Aiyana.


Candra menghentikan langkahnya dan kembali duduk di sebelah Brandon, dia memang suka memangsa para perempuan tapi dia cukup takut dengan pria seperti brandon dan Alvan, makanya dia tidak berani bertindak duluan sebelum di biarkan.


“Hahahhaha kamu ternyata Cuma anjing dia saja” ledek Aiyana.


Candra mengepalkan tangannya kesal karena Aiyana menghinanya, tapi dia masih bisa menahan diri untuk tidak menerjang tubuh Aiyana.


“Hei nona, seharusnya kamu takut, kamu tidak lihat keadaanmu sekarang? Kau seharusnya menangis dan memohon ampun pada kami” sindir Brandon.


“Untuk apa? Aku takut cuma pada allah, kalau memang nasibku mati ya sudah mati saja, kalian berdua Cuma pria brengsek dan pengejut yang berani melawan ibu hamil dengan keadaan terikat, kalau berani lawan aku dengan keadaan tangan dan kakiku yang sudah kalian lepaskan” tantang Aiyana. Sebenarnya dia takut, tapi otaknya sekarang sedang memikirkan rencana untuk melarikan diri, tapi dia tidak bisa bergerak jika kaki dan tangannya terikat, kalau menjatuhkan diri juga ada yang bahaya yaitu perutnya yang kemungkinan akan terbentur atau dia lebih dulu merasakan kontraksi karena insiden yang terjadi.

__ADS_1


“Apa yang akan kau lakukan kalau aku melepaskan ikatanmu?” tanya Brandon.


Aiyana menahan senyumnya agar tidak ketahuan oleh brandon saat pria itu mulai terpancing dengan rencananya, “aku hanya wanita tuan, dan aku hamil, bagaimana aku bisa melawan kalian para pria sementara aku hanya seorang diri di sini, keadaan seperti ini membuat perutku sangat sakit, bisa saja aku kontraksi disini, aku sudah memasuki usia yang lumayan bisa untuk melahirkan secara premature” bohong Aiyana padahal kandungannya masih berusia 6 bulan belum bisa dinyatakan untuk melahirkan prematur.


“Lepaskan dia” perintah brandon pada salah satu anak buahnya.


“Heiii! Kenapa di lepas! Akan sangat sulit memperkosa dia jika dia berontak” protes Candra.


Aiyana menatap sinis candra, “apa punyamu besar dan bisa mengalahkan punya suamiku? Kalau iya aku mau bermain dengannya tanpa diikat” tantang Aiyana.


“Aku suka dia, cepat selesaikan urusanmu brandon, aku sudah tidak sabar bermain dengannya” ujar candra sambil menjilati bibirnya.


Sebenarnya Aiyana jijik berkata seperti itu, tapi dia harus terlihat berani untuk menjalankan rencana yang ada dalam kepalanya.


“Ternyata kau bukan wanita baik baik nona, kau mau dengan siapa saja” sindir brandon.


“Itulah makanya aku bebas sekarang, selama ini suamiku mengawasiku 24 jam jadi aku tidak bisa bermain bersama pria lain” bohong Aiyana lagi.


“sebelum itu, bolehkan aku bertanya kenapa kau membenci suamiku? Setahuku mas alvan adalah pria yang baik, kenapa dia harus dibenci?” sanggah Aiyana, tangan dan kakinya sudah dilepas dan wanita itu sekarang bebas berlari dan berjalan kemana saja, tapi dia masih duduk di kursi yang tadi dia gunakan hanya saja dalam keadaan sudah tidak terikat, matanya terus mencari celah dan otaknya sedang berpikir cara kabur dari sana.


Brandon tertawa keras sambil bertepuk tangan melihat keberanian Aiyana, “Suamimu sudah membuat adikku bunuh diri” ungkap brandon saat tawanya sudah berhenti.


“Suamiku? Buat orang lain bunuh diri? Mana mungkin” balas Aiyana.


“kamu tidak tau seberapa buruknya masa lalu suamimu! Dia berpacaran dengan adikku dan memanfaatkan kepolosan adikku untuk menyenangkan tubuhnya dan sekarang dia berpura pura tidak mengenal adikku sama sekali” Brandon menatap sinis Aiyana dan mengungkap semua kebenciannya pada alvan.


Aiyana tersenyum, “mana mungkin, akulah yang mengambil keperjakaan suamiku, bagaimana mungkin suamiku membohongiku” ujar Aiyana sambil tertawa.

__ADS_1


“Kau yang sudah di bohongi nona, dia adalah pria brengsek yang telah membunuh adikku! Aku hanya mau dia mati dan tersiksa saat orang yang dia sayangi mati di depan matanya!” teriak brandon histeris.


“Brandon, sepertinya dia tidak akan mau mengirim video itu, sebaiknya aku saja yang turun tangan dengan memperkosanya, dengan begitu alvan akan tersiksa melihat istrinya di perkosa orang lain” Candra sudah berdiri dari tempat dia duduk sambil melakukan pemanasan ringan pada tangan dan kepalanya.


Brandon tersenyum sinis, rasa kasihan pada Aiyana sudah hilang saat melihat wanita itu tertawa dan tidak percaya dengan ucapannya, mungkin dia akan mengulur waktu jika Aiyana marah dan simpati dengan ceritanya tapi sayang wanita itu malah tidak percaya dengan ucapannya.


“kau benar, silahkan bermain aku yang akan menjadi direkturnya, kamera action!” ucap brandon sambil menepuk tangannya sekali.


Candra berjalan perlahan mendekati Aiyana, dan wanita itu masih melihat kekiri dan kanan mencari sesuatu yang bisa dia gunakan sebagai perlindungan diri.


“Ini alasannya kenapa aku bilang susah dengan keadaan tangan dan kakinya yang terlepas” umpat Candra.


“Bukankah lebih asik, kau tinggal menamparnya saja maka dia akan lemas dan kau bisa memperkosa dia” sindir brandon.


“Dari tadi memperkosa memperkosa, liatkan dulu barang punyamu, aku akan bermain dengan suka hati kalau barangnya bagus” sindir Aiyana.


Candra tertawa tapi dia membuka bajunya satu persatu hingga tidak menggenakan apapun lagi, dia sangat percaya diri dengan adik kecilnya.


“hahahha kecil, segitu mana bisa memuaskanku” sindir Aiyana, sebenarnya itu adalah kenyataan, barang milik candra sebenarnya normal tapi kalah dari punya suaminya.


"Astaghfirullah ya allah maafkan hambamu ini" batin aiyana ini adalah pertama kalinya wanita itu melihat barang milik orang lain selain milik sang suami.


Candra makin emosi karena sudah dihina oleh Aiyana, pria itu lari dan mau menerjang tubuh Aiyana, tapi saat dia selangkah lagi mendapatkan Aiyana yang dia dapatkan adalah tendangan Aiyana tepat pada titik ***********.


“AKKKKHHHHHHH SIALAN!” teriak Candra sambil memegangi *********** yang mendapatkan tendangan dari Aiyana, pria itu tanpa sadar mengeluarkan air mata karena sakit yang dia rasakan.


Sebenarnya Aiyana sudah mendapatkan ilmu bela diri dari ayah Abraham, dia mempelajari silat, karate dan taekwondo, untuk melindungi dirinya jika ada pria yang hendak memperkosa dirinya, dan saat ini adalah pertama kalinya Aiyana mempraktekkan langsung ilmu yang dia dapat dari ayahnya.

__ADS_1


“Jijik banget membayangkan barang sekecil itu masuk ke dalam tubuhku, anakku akan jingkrak di dalam perut nanti” umpat Aiyana dengan senyum lebar.


...🥨🥨🥨🥨🥨...


__ADS_2