I Love You Professor

I Love You Professor
57. Baju Kemeja


__ADS_3

Seperti kucing yang sedang dalam mode marah, Aiyana sejak tadi cemberut dan tidak mau menatap Alvan.


Alvan iseng dengan menahan Aiyana, dia menyudutkan Aiyana lalu mencium bibir Aiyana dengan sangat lama. “Cantik, jangan ngambek dong, kan enak kalau pakai baju yang besar, gak tumpah tumpah squisy kamu, mas gak suka orang orang pada liatin squisy kamu yank”.


“udah ciumnya” ujar Aiyana dengan wajah datar.


Alvan langsung melepaskan tangan Aiyana dan membiarkan istrinyaitu lepas.


“Yank jangan marah dong, dosa loh cuekin suami” Alvan akhirnya menggunakan senjata terakhirnya, tidak lama senjata itu berhasil Aiyana yang sedang sibuk membereskan tas yang akan dia bawa langsung menatap Alvan dengan wajah cemberut.


“Ommas nyebelin banget sihh! Ai itu mau kembaran sama teman teman ai, gara gara ommas harus ganti baju kan” gerutu Aiyana.


Alvan mendekat pada Aiyana dan duduk di sebelah istrinya, “nanti beli lagi bajunya, jangan pakai yang itu, bajunya udah kesempitan” ujar Alvan dengan suara lembut.


“Tapi sempitnya cuma bagian dada” Aiyana masih mau berdebat dengan alvan dan tidak mau mengalah.


“Justru karena bagian itu sayang, makanya mas gak mau liat orang orang fokus sama bagian dada kamu, hanya mas yang boleh mainkan squisy kamu” tekan Alvan sekali lagi.


Aiyana kembali mendengus kesal, “ini gara gara ommas suka mainnin squisy ai, makanya jadi besar, mulai besok gak boleh main sama squisy ai lagi” Aiyana tegak dan meninggalkan Alvan yang duduk terdiam mencerna ucapan Aiyana.


“Sayaangggg! Jangan dong, mas gak bisa tidur kalau belum main squsy kamu!” teriak alvan sambil mengejar Aiyana.


Aiyana sendiri sudah kabur sambil menahan tawanya. Siapa yang nyangka seorang professor bisa jadi anak kecil dihadapan istrinya.


.


“kamu apakan lagi istri kamu Alvan?” tanya papa Hamdi.


Alvan yang ditanya bukannya menjawab malah tertawa sambil menoel noel pipi Aiyana.


“Alvan berhenti gangguin istri kamu” Mama haura mulai memberi peringatan pada Alvan.


Tapi yang namanya Alvan masih saja tetap mengganggu Aiyana, hingga membuat Aiyana semakin kesal.

__ADS_1


“Alvan jangan ganggu istri kamu” peringat mama Haura sekali lagi.


Alvan kali ini menggeleng, “gak bisa ma, sampai ai tarik kata katanya yang tadi, baru Alvan berhenti gangguin” ujar alvan.


Mama haura menatap Alvan baru Aiyana dengan heran, “emang kamu ngomong apa ai?”


“Itu ma, om_” mulut Aiyana langsung di tutup oleh alvan karena tidak mau dia dimarahi oleh mama Haura karena ucapan Aiyana, apa lagi istrinya itu terlalu polos dan akan mengatakan semuanya begitu saja tanpa filter.


“Kita udah telat sayang, ayo cepat” Alvan segera menarik tas milik Aiyana dan segera menarik istrinya dari meja makan.


“ya ampun alvan! Istri kamu belum selesai makan!” pekik mama Haura, walau sekarang alvan dan Aiyana sudah tidak ada di meja makan.


.


“Ai masih lapar ommas” rengek Aiyana di dalam mobil.


“Beli sandwich aja ya, ambil uangnya dalam dompet mas” Alvan memberikan dompetnya pada Aiyana.


Selembar uang bewarna merah baru saja Aiyana ambil dalam dompet alvan, bukannya mengambil banyak wanita itu hanya mengambil 1 lembar uang dari dompet alvan lalu mengembalikan dompet itu pada Alvan, begitulah Aiyana dia tidak suka memegang terlalu banyak uang.


Tangan Aiyana bergerak mengambil dompet alvan dan mengambil selembar lagi dari dalam dompet alvan lalu mengembalikan uang itu pada Alvan.


“Sayang~ yakin Cuma 2 ratus?” tanya Alvan sekali lagi.


“Hmmm yakin” jawab Aiyana singkat.


“Masih marah sama mas?” Alvan melirik Aiyana sambil mencoel pipi Aiyana pelan.


“gak ommas, ai cuma sedang mikir aja” jawab Aiyana sambil menatap ke jalanan.


“Mikir apaan?”


“Emang gak apa kalau kita ketahuan udah nikah?? Ommas kan dosen di sana” Aiyana melirik alvan yang sedang menyetir, memang sejak tadi pikiran gadis itu menerawang tentang hubungannya dengan Alvan, memang keduanya sepakat tidak akan merahasiakan pernikahan mereka lagi, tapi Aiyana tetap takut dengan pandangan public.

__ADS_1


Apalagi suaminya adalah seorang professor di tempat Aiyana akan berkuliah, takutnya akan merusak nama baik Alvan di kampus itu.


“Udah ketahuan sayang~ mas sudah memberitahu rektor dan beberapa dosen yang lain, sebagai kesekuensinya, jika kamu mengambil mata kuliah mas, yang menilai kamu bukan mas, tapi dosen lain, jadi jangan takut, kamu hanya perlu fokus untuk kuliah, mengerti sayangku?” Alvan mencoba mengelus puncak kepala Aiyana dengan lembut, berharap sapuan halus tangannya dapat membuat Aiyana tenang dan tidak gugup lagi.


Aiyana akhirnya mengangguk pasrah jantungnya berdetak cepat, entah karena itu adalah hari pertama masuk kampus atau karena gugup akan ketahuan oleh teman teman kampusnya bahwa dia sudah menikah.


“Akhirnya kita sampai” Alvan tersenyum hangat kea rah Aiyana yang masih menyandar pada kursinya.


“masih takut~” rengek Aiyana saat melihat ke arah luar.


Wajar jika dikatakan Aiyana yang masih berumur 18 tahun takut dengan apa yang akan dia hadapi ke depannya, biasanya anak umur 17 tahun sibuk dengan dunia mereka kebebasan dan yang lainnya tapi Aiyana sudah menikah di tambah suaminya adalah dosen yang mengajar disana, pasti ada satu atau dua omongan tentang pernikahan Aiyana dan Alvan, karena perbedaan umur mereka yang cukup jauh.


“Ayo, mau mas gandeng, biar gak takut?” Alvan berusaha membujuk Aiyana dengan sangat lembut, dia juga tidak akan mungkin marah dengan sikap Aiyana, dan Alvan merasa itu adalah wajar bagi gadis seumuran Aiyana untuk ngambek atau bersikap manja dan ketakutan.


“gak mau, Ai mau jalan sendiri” tolak Aiyana.


“Ya udah, ayo sayang~ nanti telat loh” peringat alvan.


Mendengar ucapan Alvan Aiyana cepat cepat mengambil tas nya dan langsung mencium bibir Alvan dengan singkat, “Ai pergi, assalamualaikum” pamit Aiyana.


Untung saja itu masih di mobil jadi tidak ada yang tau Alvan sedang tertawa seperti orang gila padahal hanya mendapatkan ciuman singkat dari Aiyana, biasanya Alvan yang selalu menyosor untuk mencium Aiyana kini Aiyana yang mencium Alvan, walaupun singkat cukup berkesan bagi alvan, malah pria itu terlihat seperti orang gila yang sedang tertawa sambil memukul mukul dashbor mobil.


.


“Ai! Name tag kamu mana?” seru Keyla begitu Aiyana berjalan kearah dia dan putri.


Aiyana menepuk keningnya, “astagfirullah tinggal di mobil suami gue” pekik Aiyana.


“Ya udah sana ambil!” seru putri.


Aiyana mengangguk cepat dan berlari cepat menuju mobil milik Alvan. Namun sayang begitu dia sampai di mobil Alvan, mobil itu sudah di kunci dan alvan sudah tidak ada di dalam mobil miliknya. Aiyana berakhir kembali ke barisan dimana teman temannya berada, dia hanya bisa mengirimkan pesan dan berharap Alvan membaca pesan yang dia kirimkan.


...🧆🧆🧆🧆🧆...

__ADS_1


bonus pict



__ADS_2