I Love You Professor

I Love You Professor
75. Meminta Maaf


__ADS_3

Gizhi masih diam mendengarkan ucapan bunda Vania, dia memang berencana menggugurkan kandungannya bahkan sekarang dia memesan jus nanas, dia berharap dengan meminum itu kandungannya bisa langsung keguguran, tapi jika cara itu bisa ampuh 100% tidak akan ada yang namanya aborsi illegal, para orang yang hamil akan langsung meminum jus nanas sebanyak banyaknya dan dia akan langsung keguguran.


Memang benar yang dikatakan bunda Vania, jika cara menggugurkannya salah maka akan berakibat pada janinnya sendiri, kebanyakan anak yang dilahirkan cacat atau mengalami keterbelakangan mental. Bisa keguguran itu adalah kehendak yang di atas, bisa hamil juga suatu anugrah.


“Ohh jadi dia hamil! Ini kamu pesan buat menantu saya!” mama Haura menunjuk minuman untuk Aiyana yang sudah dipesankan oleh Gizhi, saat wanita itu merasakannya, dia yaki nada buah nanas dimasukkan ke dalamnya. Tangan mama Haura mengepal ingin menampar Gizhi tapi segera di tahan oleh bunda Vania.


“Gizhi~” panggil bunda Vania dengan lembut, wanita itu mengeluarkan sebuah cek bernilai 50 juta, “gunakan uang ini untuk membuka usaha, kamu adalah wanita yang pintar, mulai bangun hidup kamu yang baru bersama dengan anak kamu, jika kamu mulai berubah saya yakin aka nada pria baik yang mau menerima kamu, dan tolong jangan ganggu rumah tangga putri saya lagi apakah bisa?” tambah bunda Vania, dia memang sudah menyiapkan uang sejak awal untuk pertemuan itu, Bunda Vania bisa menebak wanita di depannya ingin mendekati alvan untuk mendapatkan kekayaan alvan, karena putrinya selalu bercerita alvan selalu memberikan dia apapun yang dia mau, alvan bahkan tidak pernah bertanya tentang harga, apa saja akan dia belikan berapapun harganya.


Dan saat melihat gizhi dan keadaan dia yang sedang hamil bunda Vania semakin yakin jika wanita itu mengincar uang alvan saja, makanya dia mengeluarkan cek itu, berharap gizhi bisa menerima sarannya.


“Vania kenapa kamu memberikannya uang?!” tanya mama haura sedikit emosi.


“Tidak apa, dulu kamu memintaku untuk menjadi ibu angkatnya kan, anggap saja ini uang dari ibu angkat Gizhi, ambil uang ini dan mulai hidup baru, saya tidak bisa mengatakan seseorang itu jahat atau baik, tapi saya Cuma bisa memberi nasehat, tebarkan kebaikan maka akan datang kebaikan ke dalam hidup kita” kata bunda Vania dengan lembut.


Mama haura juga ikut ikutan mengambil cek dari dalam tas nya dan memberikan pada gizhi senilai 50 juta juga, “ini saya tambahkan, tolong jangan ganggu hidup putra saya lagi” ujar mama Haura dengan nada sedikit lebih lembut.


Tanpa sadar air mata gizhi langsung jatuh, nominal 100 juta sangat kecil baginya, tapi kata kata bunda Vania baru saja menyadarkan wanita itu, dulu keinginannya hanya satu yaitu mendapatkan kasih sayang tapi tidak pernah ada yang pernah memberikan padanya.


Dia bersama brandon karena merasa memiliki nasib yang sama, yaitu di tinggalkan oleh keluarganya dan tidak memiliki keluarga lagi, namun bedanya Brandon ditinggalkan dengan warisan yang sangat banyak dan akan bertambah setiap bulannya sedangkan dia, warisannya habis untuk biaya kuliah dia di luar negri. Dan sekarang hanya tersisa rumah saja.


Bunda Vania langsung mengelus punggung tangan Gizhi, “menangislah jangan di tahan, apa uangnya kurang?” tanya bunda Vania.


Kepala gizhi menggeleng, “makasih tan, dan maaf” lirih gizhi dengan suara serak akibat menangis.


“Tidak apa, wajar seorang wanita mencari perlindungan apa lagi ada pria semenarik alvan, lembut dan perhatian, tapi dia sudah ada yang punya, jadi kamu bisakan merelakan alvan untuk putri bunda? Bunda doakan semoga kamu bisa dapat yang terbaik” ucap bunda Vania dengan tulus.


...🍲🍲🍲🍲🍲...

__ADS_1


Aiyana sejak tadi hanya menyandarkan kepalanya di meja, sesekali wanita itu melihat alvan yang sibuk dengan ponselnya, lalu kembali melihat kearah lain.


“booosaaaaannnn” keluh Aiyana, dia tidak tau kemana dua orang wanita kesayangannya hilang, keduanya tidak mau Aiyana ikut, bahkan alvan juga melarang dia ikut, padahal dulu alvan selalu menyuruh dia untuk shopping.


“kamu kenapa sayang?” tanya alvan setelah cukup lama memperhatikan tingkah Aiyana.


“Ini karena ommas gak bolehkan ai shopping bareng bunda dan mama, kemarin kemarin ai di suruh shopping sekarang ai gak boleh, gimana sih” gerutu Aiyana kesal.


“Tapikan bunda dan mama tidak pergi shopping mereka pergi arisan ibu ibu, emang kamu mau ikut?”


“mau! Ai kan bentar lagi akan jadi ibu ibu” balas Aiyana dengan wajah polosnya sambil menunjuk perutnya yang masih datar.


Alvan mengulum senyumnya, memang tadi dia tetap memaksa ikut tapi alvan dan bunda Vania tetap melarang dia ikut, dengan ancaman dosa kalau tidak nurut.


“Kan sama mas di rumah, masak masih bosan”.


Alvan tertawa keras, dia segera meletakkan ponselnya di meja dan beralih mendekati Aiyana, pria itu sudah tidak sanggup menahan diri untuk tidak mencubit atau mencium Aiyana sangking gemas dengan ulah istrinya.


Alvan memegang dagu Aiyana dan ‘Cup’ sebuah ciuman mendarat di bibir Aiyana. “Ini gak mas anggurin, emang mau ngapain sih” tanya alvan.


“sekarang aja baru mau dekat dekat, tadi sibuk sama ponsel ai, sebenarnya ommas mau ngapain ponsel ai sih!” gerutu Aiyana, wanita hamil itu masih tetap manyun dan cemberut walau sudah di cium alvan.


Memang sejak tadi alvan sibuk untuk memblokir nomor gizhi dari ponsel Aiyana, alvan juga memasang gps pada ponsel Aiyana dan melakukan beberapa perombakan dengan ponsel milik istrinya, dia memang sengaja tidak membolehkan Aiyana tau apa yang dia lakukan.


“mas cuma sedang liat liat foto cantik istri mas” elak alvan sambil bertopang dagu menatap istrinya.


“jangan menggoda ai menggunakan wajah ommas, gak akan mempan” aiya segera memalingkan mukanya dan tidak mau menatap alvan yang sedang menatapnya intens.

__ADS_1


“jadi istri mas sedang ngambek nih?” goda Alvan, sambil mencolek dagu Aiyana.


“jangan pegang pegang, ai sedang ngambek” gerutu Aiyana.


“Jadi istri mas mau apaan biar gak ngambek, mau cocok tanam di kamar aja?” goda Alvan.


“Ini benih jamurnya udah jadi ngapain cocok tanam lagi” Aiyana menunjuk perutnya sekali lagi dan kembali membuat alvan tertawa kecil.


“Iya siapa tau dedek nya kangen daddy nya terus mau di jengukkin” goda alvan.


“itu sih maunya ommas” tuduh Aiyana.


Alvan kembali tertawa, “hmmm kalau gitu maunya apa dong?”


Aiyana tampak berpikir, “pergi ke taman bermain bagaimana?” pinta Aiyana tiba tiba.


“taman bermain?” beo alvan.


“gak mau juga! Ya udah” Aiyana kembali cemberut padahal alvan tidak menolak.


“Siapa yang tidak mau, ayo kita siap siap” ajak alvan.


“Yesss!” Aiyana cepat cepat berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya.


...🍔🍔🍔🍔🍔...


bonus pict

__ADS_1



__ADS_2