I Love You Professor

I Love You Professor
32. Saudara atau Pacar


__ADS_3

Selesai kerja kelompok rombongan Aiyana segera jalan menuju bioskop. Aiyana tampak sedikit kesal karena beberapa teman sekelasnya yang perempuan tampak sedang mengajak Alvan berbicara, walaupun alvan tidak meladeni mereka dan hanya sekedar menjawab seadanya tetap saja gadis itu merasa kesal melihat itu.


“Nonton yang premium aja gimana?” tawar Alvan saat mereka akan masuk bioskop yang biasa.


“Mahal bang, kami nonton yang biasa aja gak apa kok” ujar fauzan.


Alvan melirik antrian di bioskop biasa yang sangat panjang, teman teman Aiyana juga tampak mengantri untuk membeli tiket. Pria itu segera mengambil ponselnya dan membeli tiket premium yang kursi couple, “udah mas belikan, ayo kita pindah ke bioskop premium” Alvan menunjukkan aplikasi pembelian tiket yang memang sudah dia beli untuk semua orang yang ada di sana.


“tapi mas itu kan mahal, lagian kami ramai, tadi mas udah teraktir kami makan, sekarang teraktir kami nonton lagi” sanggah Putri yang merasa segan karena alvan mengeluarkan banyak uang untuk mereka.


“Itu gunanya kalian bawa orang dewasa, jadi tidak usah dipikirkan, kalian simpan saja uang kalian untuk kebutuhan yang lain, Aiyana kemari” Alvan memberikan kode pada Aiyana yang sedang menggandeng tangan putri untuk mendekat padanya.


Aiyana berjalan pasrah mengikuti alvan menuju tempat penukaran tiket, gadis itu sama sekali tidak sadar sejak awal mata fajri tidak lepas menatap dirinya, Alvan lah yang sadar dengan tatapan fajri akan istrinya karena itu dia sengaja menarik Aiyana berdua saja dan meninggalkan teman teman Aiyana dengan maksud mengambil tiket yang baru dia beli.


“Ommass tangannya” bisik Aiyana kesal, karena saat ini Alvan sedang merangkul Aiyana dengan erat.


“Anggap aja kita saudara yang sangat erat” elak Alvan, pria itu masih tidak mau melepaskan rangkulannya.


Meskipun Aiyana cemberut Alvan tetap tidak mau melakukan permintaan sang istri, “Ommas, kita bisa ketahuan sama mereka” protes Aiyana sekali lagi, tapi walaupun begitu Aiyana tidak melakukan pergerakan sama sekali untuk menepis tangan Alvan darinya, dia tidak mau alvan marah karena sikap itu, jadi Aiyana lebih memilih protes dari mulut.


“Biarkan saja tau, biar cowok itu berhenti memandang istri orang” ucap Alvan terdengar sedikit dingin.

__ADS_1


Aiyana geleng geleng kepala sudah tidak tau lagi dengan sikap cemburu suaminya padahal dia sama sekali tidak ada memandang fajri ataupun berbicara padanya kecuali untuk memperkenalkan fajri pada suaminya, “ommas cemburu itu ada batasnya, masih gak percaya sama ai” keluh Aiyana.


“Bukan gak percaya sayangku, tapi cemburu itu tandanya sayang, makanya biarkan saja mas cemburu, mengerti” alvan sedikit mencubit pipi Aiyana dengan gemas.


Dengusan sebal kembali terdengar dari bibir Aiyana, “Terserah ommas deh, pokoknya ai gak mau ya sampai ketahuan udah nikah di sekolah” ucap Aiyana pasrah.


“jangan cemberut dong, tenang aja gak bakal ada yang tau, pokoknya kamu tidak boleh ngelirik siapapun dan hanya boleh dekat mas” Alvan mulai membuat peraturan baru buat istrinya.


Aiyana hanya bisa pasrah dan mengangguk pelan, apalah daya suaminya super cemburuan, bisa bahaya kalau dia di keluarkan dari sekolah yang hanya tinggal 1 tahun lagi, lebih baik dia mendengarkan ucapan sang suami.


.


Dari kejauhan Ilan mengerutkan keningnya melihat kedekatan Alvan dengan Aiyana, lalu gadis itu menatap kekasihnya yang masih terus menatap Aiyana, “Gue penasaran emang kalau hubungan saudara sepupu itu bisa sedekat itu ya” celetuk Ilan.


“tapi itu sudah terlalu berlebihan, seperti pasangan kekasih aja” cetus meli.


“lalu kalau berlebihan kenapa?? Itu urusan dia dong, kenapa elo mesti penasaran dengan hubungan Aiyana dan saudara sepupunya” balas Putri sedikit kesal.


“Bukan gitu put, selama ini kita taunya tu anak kan super polos dan tidak mau pacaran dengan orang, apa jangan jangan dia itu sudah tidak polos lagi dan selama ini dia itu menutupi jati dirinya, kasian Fajri yang jadi korban tu anak” semprot Ilan, yang memang sejak awal sekolah tidak suka dengan Aiyana tapi tidak bisa menghina Aiyana secara terang terangan takut orang akan balik menghina dirinya, karena selama ini setiap ada orang yang berusaha menjatuhkan Aiyana, maka orang itu yang akan di bulli di sekolahan.


“Benar itu, tampang nya aja polos liat dia mesra mesraan gitu sama yang katanya saudara sepupu gue jadi curiga, dia itu hanya menyembunyikan jati dirinya” tambah meli.

__ADS_1


“Berisik banget sih kalian, kalau kalian gak suka dengan Aiyana sana pergi, gak perlu buat menyindir dia dibelakang, atau jangan jangan kalian gak berani bertanya langsung di depan orangnya? Jangan sok buat kesimpulan sendiri, belum tentu diri situ benar” sanggah Keyla yang sejak tadi diam.


“Atau jangan jangan kalian gak mau pergi karena sudah dibayarin tiket nonton??” putri ikutan menambah sindiran pada teman teman kelasnya, memang di sekolahan Aiyana tidak banyak orang kaya yang bersekolah di sana, dan orang orang kaya itu bisa dihitung pakai jari, kebanyakan orang biasa dan di kalangan ekonomi menengah ke bawah, ilan dan meli termasuk orang biasa, sama seperti putri dan Keyla, makanya keyla dan putri berani menyindir tentang kekayaan pada dua orang itu.


“Udah jangan ribut lagi, itu mereka sudah ke sini” sela Radit.


Aiyana dan Alvan memang tampak berjalan mendekati mereka, masih dengan posisi Alvan merangkul mesra istrinya, dia memang sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang orang, alvan hanya ingin menunjukkan pada Fajri bahwa dia lah yang boleh menyentuh Aiyana.


“Ini tiket kalian, terserah pasangannya cewek cowok, atau cewek cewek” Alvan memberikan beberapa lembar tiket pada putri dan menyuruh gadis itu untuk membaginya.


“ini benaran tiket premier couple mas alvan?” tanya putri tidak percaya.


“Iya, mas gak akan ceramahi kalian seperti ayah Abraham, terserah kalian mau berpasangan atau tidak, kalian kan sudah dewasa dan tau batasan” ujar Alvan.


“kalau gitu ai sama_”


“sama siapa kamu, ya sama mas” potong Alvan dan menarik Aiyana kembali dalam rangkulannya saat gadis itu ingin mendekat pada putri. “gak liat itu teman temanmu pada couple, jadi yang jomblo sama mas aja” tambah alvan.


“Jomblo apaan” Aiyana tanpa sadar protes dan mengucapkan kalimat yang ambigu, untung saja tidak ada teman temannya yang sadar karena mereka sedang sibuk membagikan tiket untuk nonton.


...🧇🧇🧇🧇🧇...

__ADS_1


bonus pict



__ADS_2