
Hari sabtu yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga, Aiyana dan Alvan sudah siap dengan pakaian santai untuk rencana pergi ke mall belajar kelompok di tambah nonton.
“Wuiiihhh pengantin baru ngapain nih hari libur” Goda andra saat melihat adik dan adik iparnya turun dengan pakaian yang tidak biasa digunakan di rumah.
“Kencan berdua” jawab alvan singkat.
“Wahhh gitu dong cepat move on nya, perlu papa kasih uang jajan gak?” canda papa hamdi.
“Emang alvan anak kecil, udah ahh, pergi assalamualaikum” pamit Alvan.
Aiyana juga berpamitan seperti alvan lalu dia mengejar alvan yang sudah lebih dulu menuju mobil.
.
Tidak sampai setengah jam, mobil alvan sudah sampai di parkiran mall, “Keyla!! Putri!” teriak Aiyana kencang saat baru keluar dari mobil, dia melihat kedua sahabatnya juga baru sampai parkiran dan ternyata bukan hanya ada Keyla dan putri tapi juga ada fajri dan ilan serta kedua pacar dari Keyla dan putri.
“Loh ai, lo udah sampai, baru gue mau hubungi lo, tadi” ujar Keyla.
“Itu teman temannya ai?” Alvan yang baru keluar setelah mengunci mobilnya tersenyum ramah pada teman teman ai.
“Oh iya, mas kenalin ini teman teman ai” Aiyana mulai memperkenalkan teman temannya satu persatu termasuk ilan dan fajri yang ada di sana.
“Salam kenal ya, saya Alvan” balas alvan dengan senyum sopan yang biasa dia keluarkan untuk menyapa para mahasiswa dan mahasiswi nya.
“Sa-salam kenal juga mas Alvan” ucap Keyla, putri dan ilan secara serentak mereka seolah terhipnotis saat melihat senyum mempesona itu.
“kalian bertiga kenapa sih, udah ayo jalan” Entah kenapa Aiyana merasa kesal dengan tatapan ketiga wanita yang terpesona menatap Alvan.
Mereka semua akhirnya mulai jalan atas perintah Aiyana tapi sesekali para wanita menoleh kebelakang untuk sekedar melihat alvan, pria itu berjalan paling akhir karena ingin mengawal mereka yang masih sekolah.
“Ai, saudara lo sumpah cakep banget” bisik Keyla.
“Ingat udah punya pacar masing masing dilarang ngelirik saudara gue” Aiyana memberi peringatan pada teman temannya yang terpesona dengan Alvan.
“Sekedar cuci mata gak apa dong ai” bisik Keyla lagi di ikuti anggukan putri dan ilan.
__ADS_1
“Gue aduin sama cowok kalian mau?!” ancam Aiyana sekali lagi dan Bersiap siap mengeluarkan suara kerasnya agar pria pria yang di belakang mendengar ucapannya.
“gak perlu ai, kita Cuma bercanda” Putri segera menutup mulut Aiyana agar gadis itu tidak mengeluarkan suara kencangnya dan mengadu pada pacar mereka.
.
Sampai di tempat makan yang di tuju Ilan dan Fajri pergi ke meja dimana teman teman kelompok mereka, memang rencana nonton mereka nanti selesai mengerjakan tugas kelompok.
“Ai tanyain sama mas Alvan dia gak pesan apapun?” Keyla mencolek lengan Aiyana yang sedang membaca menu sebelum memulai kerja kelompok mereka.
Aiyana menoleh pada Alvan, “Ommas! Ai boleh pesan apa aja kan?” teriak Aiyana spontan, karena alvan yang berada agak jauh dari tempat duduk mereka, bukannya menyuruh suaminya memesan aiyana malah bertanya apa dia boleh pesan apa aja.
Alvan tidak menjawab dengan mengeluarkan suara dia hanya tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan Aiyana.
“Tidak usah pikirin dia, makanan kita pastinya akan di bayarin oleh suu__dia” ucap Aiyana yang hampir keceplosan mengatakan suami.
“lo kenapa manggil dia ommas?” celetuk putri penasaran.
“Soalnya itu panggilan saaa___lah satu yang sering diucapkan di dalam keluarga kami”ucap Aiyana lagi, gadis itu sudah dua kali hampir keceplosan salah dalam mengucapkan kata kata untung saja otaknya cepat menyadari dan langsung mengganti ucapannya.
“masak?? Habisnya gue udah kelaparan” ucap Aiyana asal agar teman temannya tidak curiga.
.
Dari kejauhan mata Fajri tidak pernah lepas melirik ke arah Alvan yang tampak sibuk dengan ponselnya, pria itu ternyata menghabiskan waktu sambil memeriksa tugas para mahasiswanya yang dikirim melalui email.
“liatin apa yang?” tanya ilan penasaran.
“Itu cowok gak ada mirip miripnya dengan Aiyana, apa benar dia saudara sepupu Aiyana” gumam fajri.
Ilan menatap sinis Aiyana yang tampak sedang tertawa kecil dengan teman teman kelompoknya, “jangan bilang kamu masih berharap sama dia yang? Lagian emang kenapa kalau dia bukan saudara sepupu Aiyana, itu hak Aiyana untuk bawa siapapun” gerutu Ilan.
“jadi cowok ganteng itu saudara sepupu Aiyana??” tanya teman kelompok ilan.
“Iya itu saudara sepupu Aiyana, kalian tau sendiri si Aiyana itu tidak boleh keluar dari rumah tanpa kawalan dari orang tuanya” jelas Ilan, memang sudah banyak yang tau tentang orang tua Aiyana yang selalu ikut kemana pun putrinya pergi, bukan sekali dua kali mereka harus sekelompok dengan Aiyana dan saat janjian keluar ayah atau bunda Aiyana selalu ikut walaupun mereka berpisah tempat duduk tapi tetap saja Aiyana selalu di kawal. Se protektive itu mereka menjaga Aiyana, makanya Aiyana selalu di bilang anak mami, karena tidak pernah lepas dari orang tuanya.
__ADS_1
“kesempatan dong, bentar ya” salah satu teman kelompok ilan yang cewek segera tegak dan menghampiri meja dimana Alvan sedang sibuk dengan kerjaannya.
Hanya beberapa detik gadis itu berbicara dia kembali ke tempat duduknya lagi.
“udah menikah coyyy” umpat cewek itu kesal.
“udah menikah?” beo Fajri.
“Iya, saat gue tanya boleh kenalan dan minta nomor teleponnya gak? Terus dia tunjukkin cincin yang dia gunakan sambil bilang saya sudah menikah” teman ilan itu memperagakan bagaimana cara alvan menolak dirinya yang mengajak alvan berkenalan.
“kalau sudah menikah masak hari libur dia mau nemani adik sepupu nya yang kerja kelompok? Mending dia habisin waktu sama istrinya kan” selidik fajri.
“gak tau, kalian tau sendiri anak mami itu seperti apa, dia pasti merengek minta temani keluar sama abang sepupunya, di tambah pasti mau pamer kalau punya abang sepupu tampan seperti itu” celetuk teman ilan yang tadi niat ingin berkenalan dengan alvan.
“benar banget, heran kenapa masih banyak yang suka sama dia” tambah ilan, dia memang tidak suka dengan Aiyana ditambah pacarnya sampai sekarang masih menyukai Aiyana.
“Wajar banyak yang suka sama Aiyana, coba bandingkan kalau kalian berdiri sejajar dengan Aiyana, ibarat kata ni, si Aiyana itu seorang putri dan kalian itu kacungnya, wajah nya cantik, manis, walau gak terlalu pintar tapi dia sopan dengan orang yang lebih tua, dan sumpah tu anak sexy abis” celetuk Johan teman satu kelompok ilan dan fajri.
“kurang ajar, enak banget bilang gue kacung” umpat ilan.
“Kalau gak percaya coba aja berdiri sejajar dengan Aiyana sana, terus buat poling siapa paling cantik lo pada pasti kalah” ledek johan.
“tapikan dia manja, masak kalian tahan dengan dia sih??” tanya meli teman ilan.
“Menurut gue manjanya tau batas, mungkin memang orang tuanya aja yang terlalu memanjakan dia, kita kan gak tau sifat aslinya seperti apa, contohnya fajri yang sudah 3 tahun ngejarin dia malah dapat ilan” ledek Johan.
...🍖🍖🍖🍖🍖...
bonus pict
__ADS_1