I Love You Professor

I Love You Professor
105. Putra Pertama


__ADS_3

Putra pertama Alvan dan Aiyana lahir didunia dengan cara normal, namanya adalah Arion Lathief Pradipta. Alvan menatap takjub putra pertamanya yang sedang menyusu pada sumber kehidupannya.


“Kali ini daddy mengalah tapi nanti kalau sudah lewat 2 tahun daddy gak mau ngalah lagi” bisik Alvan sambil mengecup kening Aiyana, senyum tidak pernah hilang dari bibir alvan, bahagia menatap putra pertama yang sangat tampan.


Aiyana hanya mampu mendengus geli mendengar ucapan suaminya, saat ini hanya ada Aiyana, alvan dan bayinya di dalam kamar inap itu, karena keluarganya sedang makan siang di kantin rumah sakit.


“Ai mau makan apa? Biar mas belikan” tanya alvan sambil melihat menu makanan yang ada di aplikasi ponselnya.


“pengen yang berkuah apa aja” jawab Aiyana sambil terus menatap wajah putranya.


“baiklah mas beli sup aja ya, kebetulan kata orang sup ini bagus buat ibu yang sedang menyusui” ucap alvan.


Aiyana tertawa pelan, “kenapa ommas bisa bilang gitu?” tanya Aiyana.


“Soalnya mas banyak baca buku untuk ibu hamil dan melahirkan, pokoknya ai hanya fokus kasih susu ke Rion dan Kesehatan ai, urusan memandikan mengganti popok dan mengurus hal hal lain biar mas saja” ucap alvan tegas.


“kenapa gitu? mas itu kerja, jadi gak mungkin mengurus Rion terus”.


“Selama mas cuti mas akan mengurus rion, pokoknya istri mas ini harus fokus dengan kesehatannya, gak boleh banyak pikiran, kalau ada yang ai inginkan atau ai pikirkan langsung kasih tau mas, mengerti sayang?” tanya alvan.


Aiyana mengangguk cepat “baiklah ai mengerti” jawab Aiyana, “ini rion udah selesai nyusu” ujar Aiyana lagi saat Arion melepas sumber asinya.


“Ayo sini tampannya daddy, di tepuk tepuk dulu punggungnya” alvan dengan cekatan menepuk punggung Arion yang baru selesai menyusu, dia sudah belajar dengan serius dari kedua ibunya.


‘tok tok tok’


“masuk~ Rion sudah selesai nyusu” sahut Aiyana saat pintu kamarnya di ketuk.


Tidak lama masuk kedua orang tua Aiyana dan orang tua alvan.

__ADS_1


“Bagaimana cucu ayah? sudah tidur lagi ya?” tanya ayah abraham.


“Iya yah, mau gendong?” tawar alvan. Dengan cepat ayah Abraham mengangguk, pria paruh baya itu tersenyum bahagia saat Arion sudah berada dalam gendongannya.


📳


“Ya saya akan segera ke bawah” jawab alvan saat ponselnya bergetar, dia memang sengaja mensenyapkan semua suara ponselnya takut suara itu akan mengejutkan bayinya.


“Pa, ma, titip Aiyana dan Arion ya, alvan mau kebawah mengambil makanan pesanan untuk Aiyana” ujar alvan sebelum berlari keluar.


...🍬🍬🍬🍬🍬...


Aiyana termenung menatap tubuhnya di depan cermin, sudah 2 hari dia di perbolehkan pulang, dia dan alvan memilih menginap di rumah bunda Vania dan Ayah Abraham, untuk sebulan, semua karena Arion merupakan cucu pertama bagi bunda Vania dan ayah Abraham, makanya di putuskan untuk menginap disana, bukan berarti alvan tidak memiliki rumah yang dia beli sendiri, tapi alvan ingin istrinya lebih dijaga saat dia tidak ada.


“Sayang~ mas bawa makanan enak” alvan muncul dari pintu dengan membawa milkshake coklat dan beberapa makanan yang terlihat menggiurkan. “ayo makan bersama mas” ajak alvan.


Aiyana segera duduk di sebelah alvan dan menyantap makanan yang alvan bawa.


“Perut ai menggelambir, terlihat jelek dan masih nampak buncitnya, gimana kalau ini gak bisa hilang?” adu Aiyana. Pikiran buruk mulai muncul dalam kepalanya, takut suami tampannya akan mulai melirik wanita lain yang lebih sexy dan memiliki bentuk tubuh yang bagus.


Alvan memegang perut Aiyana yang terasa sedikit buncit, “kalau seperti ini pasti bisa hilang sayang, tinggal olahraga dan mas akan membantu mengecilkan perutmu” ujar alvan sambil tersenyum manis.


Mendapat jawaban yang tidak sesuai keinginannya, membuat raut wajah Aiyana menjadi sedih, wanita itu langsung terisak kecil lalu menangis.


“Huuwwaaaa ai kira ommas bakal bilang ‘perutmu begitu juga tidak apa apa’, tapi kenapa malah bilang bantu mengecilkan perut” isak tangis Aiyana terdengar mulai kencang.


“Sayang? Hei~ sayang~” panggil alvan berkali kali, untuk meredakan tangis istrinya. Tapi tetap gagal dan Aiyana masih terus menangis kencang.


“Ommas jahat! Ommas benci perut Aiyana kan! mas udah gak cinta lagi kan!” rengek Aiyana semakin kencang.

__ADS_1


Alvan langsung menarik dagu Aiyana dan mencium istrinya itu sedikit lebih lama. Dan usaha itu berhasil membuat Aiyana diam, serta berhenti menangis.


“Jangan nangis sayangku” ucap alvan lembut sambil menghapus sisa air mata Aiyana menggunakan ibu jarinya.


“Ai kok nangis ya? Padahal tadi gak terlalu sedih, kenapa ai jadi mudah mewek gini?” Gumam Aiyana pelan.


Alvan masih mengusap sisa air mata Aiyana dengan senyum lembutnya, beberapa kali pria itu mengecup pipi dan bibir Aiyana. “itu biasa sayang, semua karena hormonmu berubah drastic setelah melahirkan” jelas alvan dengan lembut.


“hormon?” Beo Aiyana.


“Iya, terkadang beberapa ibu yang melahirkan, bisa menjadi sedih dan depresi karena hal hal sepele, itu semua karena hal normal dan wajar, biasanya disebut depresi pasca melahirkan dan bukan sesuaru yang tidak normal, apa lagi umurmu masih sangat muda untuk menjadi seorang ibu, jadi jangan terlalu di pikirkan” jelas alvan.


“Mas gak marah kalau mood ai naik turun?”


“ngapain mas marah? Istri mas yang seperti ini justru sangat imut” puji alvan sambil memberikan kecupan singkat pada bibir Aiyana. Sebenarnya alvan sangat menjaga mood Aiyana diatakut istrinya akan terkena sindrom yang membuatnya membenci bayinya sendiri, apa lagi umur Aiyana sangat sering mendapatkan penyakit seperti itu, makanya alvan sangat menjaga Aiyana.


“imut?” beo Aiyana lagi.


“iya istri mas sangat imut waktu menangis, yang ini juga imut” alvan menyentuk perut Aiyana dan mencium perut itu singkat.


“Beneran? Masak perut seperti ini imut? Kalau perut ai tetap seperti ini apa tidak apa?” tantang Aiyana.


“Mau tetap seperti ini atau di gendutin lagi juga boleh, apapun yang ai inginkan mas suka semuanya, mas hanya cinta pada Aiyana saja walaupun bentuk tubuh ai berubah hati mas tidak akan pernah berubah” ungkap alvan.


Aiyana langsung memeluk alvan, kali ini dialah yang mencium bibir alvan beberapa kali, “suami ai memang yang terbaik” gumam Aiyana bangga.


Berkat percakapan singkat itu, Aiyana sudah jarang murung saat melihat bentuk tubuhnya yang mulai berubah, karena alvan akan selalu menyemangati dia dan selalu ada di sisi Aiyana saat Aiyana down atau kembali dalam mood yang tidak bagus. Dukungan keluarga juga membuat Aiyana mulai bangkit dan mulai semangat menikmati harinya bersama putra pertamanya.


...🍔🍔🍔🍔🍔...

__ADS_1


bonus pict



__ADS_2