I Love You Professor

I Love You Professor
67. Kembali Ke Kampus


__ADS_3

‘Plak’ sebuah tamparan baru saja mendarat di pipi Gizhi, pria yang melakukan hal itu adalah Brandon sang kekasih. Sangking marahnya dengan kegagalan Gizhi pria itu melampiaskan kemarahannya pada Gizhi sang kekasih.


“Dasar bodoh” umpat Brandon.


“Aku sudah menggunakan semua cara yang kamu berikan, alvan saja yang sudah tidak bisa terpengaruh! Sudahlan brandon, sudah cukup membuar hidup alvan selama ini menderita, sudah cukup semua rencana kita sudah gagal” ujar Gizhi sambil memegangi pipinya yang mulai terasa panas.


“Sudahi?! 5 tahun ini sama sekali tidak membuat pria itu depresi kamu tinggalkan! Rencananya adalah membuat dia depresi karena kamu tinggalkan dan kita akan menunjukkan kemesraan kita hingga membuat pria itu bunuh diri! Tapi apa! 5 tahun yang kamu lalui dengan dia sama sekali tidak membuat pria itu depresi karena kehilanganmu!” umpat Brandon kesal.


“Sudahlah dia sudah cukup malu karena wanita yang menikah dengannya berbeda dengan yang ada di surat undangan, aku capek mengejar dia! Mari kita mulai hidup baru, tinggalkan semua dendam dan amarah brandon, ayo kita menikah dan memulai hidup baru” bujuk Gizhi.


“Tinggalkan?! Kau pikir aku bisa membiarkan kematian ailin begitu saja, sementara pria itu bahagia di luar, menikah dan tertawa! Dan adikku menangis menderita tidak bisa tumbuh lagi dia menderita! Dia bunuh diri!” amuk Brandon.


“Yang ingin bunuh diri adalah Ailin, walau itu karena alvan tapi tetap saja keputusan itu ada ditangan ailin, kita tidak bisa menyalahkan semuanya pada Alvan, kita juga tidak bisa menahan Ailin untuk memilih tetap hidup” air mata Gizhi mulai jatuh mengingat sahabat kecilnya yang berakhir bunuh diri, dia ingat sempat beberapa kali Ailin bercerita padanya tapi dia tidak sadar akan tanda tanda ailin ingin bunuh diri, gizhi juga menyalahkan dirinya karena tidak mampu menahan ailin.


‘Plak’ sekali lagi brandon menampar Gizhi, “kalau dia tidak mempermainkan ailin, semua ini tidak akan ada! Ailin akan tetap bersamaku dan dia bisa bahagia dengan pria pilihanku, tapi karena pria itu ailin memilih bunuh diri” bentak Brandon. Mungkin pria itu tidak memiliki alasan lagi untuk membenci siapa atas kematian ailin, makanya sangat dendam pada Alvan, hanya dia satu satunya petunjuk kematian ailin, dan dia malah bebas berkeliaran.


“Aku capek brandon! Aku sudah tidak bisa ikut rencanamu lagi” Gizhi akhirnya tegak dan meninggalkan brandon. Wanita itu bahkan mengemas barang barangnya yang ada dirumah brandon untuk dibawa menuju rumah lamanya, rumah dimana dia dulu di lahirkan.


.


“kenapa kamu tidak bisa mengikuti keinginanku brandon, aku ingin memberitahumu, kalau sekarang kamu sudah memiliki keluarga baru, tapi kamu masih dengan dendam itu, semoga kamu sadar saat aku tidak ada di sisimu” gumam pelan Gizhi sambil meletakkan alat test pack yang dia beli tadi pagi di meja dalam kamar yang dia tempati.


...🧆🧆🧆🧆🧆...

__ADS_1


“Ai!” Keyla dan putri melambaikan tangan mereka dengan riang melihat Aiyana yang datang ke acara terakhir MOS.


“sana pergi, tapi jangan berlari, mas akan langsung ke ruangan mas” Alvan mengelus puncak kepala Aiyana baru meninggalkan Aiyana yang berjalan menuju kedua temannya.


“selamat ya ai” ucap putri dan Keyla bersamaan saat Aiyana sampai di dekat mereka.


Aiyana tersenyum dan mengangguk dia sama sekali tidak malu dengan keadaannya yang sudah berbadan dua, bagi Aiyana malu jika dia tidak punya suami dan hamil, tapi ini dia memiliki suami jadi itu adalah kabar yang membahagiakan, jadi wajar jika Aiyana menerima ucapan dari teman temannya.


“usia berapa bulan ai?” tanya Keyla sambil mengajak Aiyana duduk di tanah menonton pertunjukkan yang sedang berlangsung, dari para mahasiswa.


“baru 1 bulan, kebetulan ketahuan karena hal kemarin” balas Aiyana.


“Sekarang sudah sehat kan? baby nya oke?” tanya putri kali ini.


Keyla dan putri ikutan tertawa, “oke deh berarti kami akan semangat nyanyinya buat dedek bayi” sahut Keyla diangguki putri.


“Hamil gitu aja bangga” celetuk seseorang dibelakang Aiyana dan teman temannya, sontak ketiganya langsung menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menyindir Aiyana.


Di sana berdiri Riska dan temannya Rini. Kedua wanita itu berdiri angkuh menatap Aiyana.


Bukannya takut atau sedih atas kedatangan kakak seniornya, Aiyana malah tersenyum, “Hamil itu anugrah kak, tidak semua wanita bisa hamil dan melahirkan, itu adalah hadiah yang diberikan pada wanita, saat ibu hamil melahirkan maka dia akan seperti bayinya yang suci kembali, kenapa ai mesti malu, justru harus bangga dong” balas Aiyana.


“Cih, memalukan, memanfaatkan kehamilan untuk membuat orang orang takut padamu, apa apaan itu menggunakan pak alvan untuk mengancam orang orang kampus, kalau kami laporkan pak alvan akan berhenti dari pekerjaannya karena dirimu” sindir Rini, dia adalah salah satu wanita yang mengidolakan Alvan dan bermimpi untuk mendekati alvan.

__ADS_1


“Aku tidak pernah melakukan itu kak, pihak kampus tau aku masuk ke sini dengan kerja kerasku, dan mas alvan mengancam karena sedang emosi, wajarkan seorang ayah langsung naik darah kalau tau anaknya hampir mati” balas Aiyana santai.


Rini tertawa keras dan mulai mendapatkan perhatian dari orang orang di sekitar itu, “masuk dengan kerja keras?! Dasar pembohong! Jelas pak alvan dosen di sini, pastinya kamu masuk dengan bantuan pak alvan” sindir Rini.


“Aku memang minta bantuan suamiku untuk belajar, tapi tidak menggunakan jalur orang dalam, tapi mengikuti ujian tertulis untuk lulus ke dalam sini” aku Aiyana, wanita itu sama sekali tidak mau berbohong dengan mengatakan dia belajar keras tanpa bantuan alvan, karena berkat alvan otaknya yang pas pasan bisa bersaing dengan ribuan calon mahasiswa untuk masuk ke dalam kampus itu.


“Liat kan, dia bilang belajar dari pak alvan, pastinya pak alvan memberikan bocoran soal, wajar kamu masuk ke sini karena menerima bocoran soal dari pak alvan” sindir rini sekali lagi.


Aiyana sama sekali tidak takut ataupun tersinggung, wanita itu malah balas tersenyum pada rini, membuat wanita itu semakin kesal melihat senyuman Aiyana, “yang tau adalah pihak kampus, aku tidak perlu membuktikan pada siapapun bagaimana cara aku masuk ke sini, sekarang aku di sini untuk berkuliah, mohon kakak jangan menggangguku”.


“Siapa yang mengganggumu hah!” bentak rini, “Liat saja sebentar lagi pak alvan akan meninggalkanmu karena pria akan lari di saat istrinya hamil” lanjut Rini dengan suara tawa cemprengnya.


Aiyana menghela nafas panjang dan tertawa kecil, “kakak yang mau menggoda suami ai? Kakak udah liat kaca belum? Sebelum mengatakan itu” balas Aiyana dengan senyum liciknya.


“Kauuu_” Tangan rini yang hendak memukul Aiyana segera ditahan riska.


“jangan rin, pak alvan akan menuntut kita kalau dia tau, ayo sebaiknya kita pergi” ajak riska.


“tapi dia sudah keterlaluan!” umpat rini dengan wajah memerah karena marah.


“Loh bukannya kakak yang keterlaluan, mengatakan hal seperti itu di depan wanita yang sedang hamil, emang apa tujuan kakak?? Membuat ai menangis dan menjauh dari suami ai, suami seperti mas alvan harus ai pepet terus kalau enggak banyak lalat yang mendekat” balas Aiyana.


... 🍩🍩🍩🍩🍩...

__ADS_1


__ADS_2