
Pukul 9 pagi alvan baru datang ke kampusnya, setelah berusaha membujuk istrinya untuk sarapan dulu baru makan rujak, alvan baru bisa pergi mengajar pukul 9 pagi, tadi Aiyana langsung meminta rujak yang dia idamkan saat sarapan pagi.
đFlashback Onđ
Aiyana menatap datar sarapan yang diberikan pihak rumah sakit, padahal sarapan itu terlihat sangat menggiurkan tapi wanita itu sama sekali tidak berniat untuk memakan apapun yang disediakan pihak rumah sakit.
âyank, makan dongâ bujuk Alvan sambil menyodorkan satu sendok cream sup ayam kearah mulut Aiyana.
Kepala Aiyana menggeleng dan tangannya mendorong tangan alvan untuk menjauh, âgak mau, ommas aja yang makan, ai mau rujakâ rengek Aiyana.
âsayang, makan ini dulu baru buat rujak ya, nanti bisa sakit perutâ bujuk alvan sekali lagi.
âGak mau!â tolak Aiyana sekali lagi, kali ini wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Alvan memasukkan sendok yang tadi dia sodorkan ke dalam mulutnya, âhmmm enak, kamu yakin tidak mau?â goda alvan.
Pancaran mata Aiyana tampak mulai ragu, tapi beberapa detik kemudian wanita itu menggeleng, âgak mau, maunya rujakâ tekan Aiyana.
âWahhh sayang sekali, mas habiskan semuanya ya, ini pakai roti juga tambah enakâ alvan mengambil sedikit potongan roti dan mencelupkannya ke dalam cream sup lalu menyuapkan pada dirinya sendiri. âenak banget sayang, ayo makan yaâ goda Alvan sekali lagi.
âbeneran enak?? Gak tawar?â tanya Aiyana yang mulai penasaran saat melihat suaminya makan dengan sangat lahap.
âiya enaaaakkk banget, mau coba rasa? Sedikit ajaâ bujuk alvan sekali lagi.
âhmmmm~ tapi ommas suapin yaâ tawar Aiyana.
Alvan tersenyum cerah dan mengangguk, âdengan senang hati sayangkuâ ucap alvan senang. Dari arah sofa para orang tua tersenyum senang melihat alvan yang berhasil membujuk Aiyana untuk makan.
Aiyana menghabiskan dua mangkuk cream sup yang disiapkan pihak rumah sakit, satu miliknya dan satu lagi sarapan untuk alvan, entah kenapa wanita itu terus membuka mulutnya begitu alvan menyuapinya, seperti anak burung dan malah kurang karena Aiyana langsung lahap makan.
Wanita itu sedikit malu saat melihat dia baru saja menghabiskan 2 mangkuk cream sup, padahal tadi dia terus menolak untuk makan.
âMasih mau rujaknya?â tawar alvan setelah istrinya selesai makan.
__ADS_1
Aiyana sempat terdiam beberapa detik, dia menatap alvan sedikit takut dan malu.
âkatakan saja sayang, mas gak marah, dan gak perlu maluâ ujar alvan yang sudah mengerti arti tatapan Aiyana.
âmau, tapi dikitttttt aja, pengen diiikitttt ajaâ Aiyana menggerakkan tangannya memberi kode sedikit karena tadi dia makan sudah 2 mangkuk, jadi dia malu karena meminta rujak lagi.
Alvan tertawa kecil lalu mencubit pipi Aiyana pelan, âbanyak juga gak apa, mas malah senang istri mas mau makanâ.
âDikittt aja, gak banyak banyak kokâ ulang Aiyana sekali lagi.
âIya ini bunda buatkan sedikittt ajaâ kekeh bunda Vania yang sudah mulai menggiling bumbu rujak yang sudah dia persiapkan tadi malam.
đFlashback Offđ
Alvan tersenyum begitu mengingat kejadian di rumah sakit, Aiyana yang meminta sedikit ternyata berhasil menghabiskan satu piring rujak buah yang sudah dibuatkan bunda Vania, alvan malah tidak dapat mencicipi apapun, karena sudah habis dimakan oleh Aiyana.
âTingâ
đšâJangan lupa hari ini ya bebâ isi pesan yang dikirim oleh Gizhi.
.
âPagi pak Alvanâ sapa damar begitu melihat Alvan yang berjalan mendekatinya.
âpagiâ jawab alvan singkat, sambil matanya berkeliling mencari cari orang yang mengerjai istrinya.
âmaaf pak, cari siapa?â tanya Damar lagi.
âOrang yang sudah buat istri saya pingsanâ jawab Alvan dengan dingin.
Riska yang mendengar ucapan Alvan langsung bersembunyi di belakang punggung temannya, takut untuk memperlihatkan diri di depan alvan.
âmaaf pak, pingsannya istri pak alvan juga salah saya, saya sebagai ketua akan mewakili orang yang kemarin membuat istri pak alvan pingsan untuk meminta maaf, kami tidak ada maksud untuk membuat istri pak alvan pingsan, jadi sekali lagi kami minta maaf pakâ ujar Damar.
__ADS_1
Alvan mengangguk, âSaya sudah mendengar dari istri saya, kalau dia minta istrirahat sebentar, tapi tidak diizinkan dan kalian malah menyalahkan dia karena menjadi istri saya, sekarang saya mau tanya kalian, apa salah Aiyana kerena menjadi istri saya?â tantang alvan, nadanya memang biasa tapi cukup menusuk bagi yang mendengarkan.
âA-anu pak, istri pak alvan tidak salah apapun, kemarin murni kesalahan kami, karena ada yang iri pada istri pak alvanâ ujar damar sedikit takut.
âohh~ iri! Kalau iri kenapa tidak langsung mendatangi saya, jangan mengerjai istri saya lagi, saya tidak mau kalian menghinanya, jika sampai ada orang orang yang menyakiti hati istri saya, siap siap saja, saya akan mendatangi dia langsung dan membuat pelajaran padanya, ingat ituâ bentak alvan, pria itu kini berbalik pergi.
âDan satu lagi, Aiyana mulai hari ini tidak akan mengikuti MOS atau kemping pendekatan dengan mahasiswa baruâ Baru saja damar dan mahasiswa lain bernafas lega dengan alvan yang berbalik badan tapi nafas mereka kembali tercekat saat alvan kembali ke tempat tadi dia berdiri dan menatap sinis Damar.
âta-tapi pak, memang acara ini tidak wajib, namun ini adalah acara yang dibuat agar istri pak alvan bisa dekat dengan teman teman barunya, kalau masalah olahraga atau sesuatu yang melelahkan seperti kemarin, kami janji Aiyana tidak akan mendapatkan itu lagiâ sanggah damar.
âIstri saya masih di rumah sakit, jadi tidak bisa ikutâ ujar alvan lalu benar benar pergi dari sana.
.
âApaan sih, Cuma lari dan pingsan, di rumah sakit selama berhari hari, lebay banget sihâ umpat salah seorang senior saat alvan benar benar tidak ada di sana.
âWajar kak, Aiyana hampir keguguran karena peristiwa kemarinâ seletuk Putri dengan suara kuat.
Kini semua mata tertuju padanya.
âApa?!â pekik senior yang mendengar ucapan Putri.
âkarena kak riska kemarin, Aiyana hampir saja KEGUGURAN atau PENDARAHAN, wajar dong kalau dia sampai di rumah sakit beberapa hari, kalau benar Aiyana kemarin keguguran kakak bisa kena tuntut pak alvanâ tunjuk putri pada Riska yang kini mulai pucat.
âApa dia hamil?â tanya Damar tanpa sadar.
âIya, dan wajar kalau pak alvan marah besar pada kakak senior yang mengerjai Aiyana kemarin, untung saja masih bisa diselamatkanâ angguk Keyla.
âA-aku gak tau, kalau aku tau dia hamil aku tidak akan memaksa dia buat lariâ riska masih berusaha membela dirinya.
âbenar, harusnya kalau dia hamil dia kasih tau, jadi kita gak perlu menyuruh dia lariâ tambah salah seorang teman riska.
âbaru tau hamil kak, gimana caranya bilangâ ketus Keyla.
__ADS_1
Kini semua senior itu terdiam dan tidak ada lagi yang bisa membantah, mereka merasa bersalah dan ketakutan diwaktu yang bersamaan, dalam hati mereka semua akan menghindari jam mata kuliah yang mereka ambil dnegan dosen Alvan.
...đ„©đ„©đ„©đ„©đ„©...