I Love You Professor

I Love You Professor
63. Peringatan


__ADS_3

Pukul 9 pagi alvan baru datang ke kampusnya, setelah berusaha membujuk istrinya untuk sarapan dulu baru makan rujak, alvan baru bisa pergi mengajar pukul 9 pagi, tadi Aiyana langsung meminta rujak yang dia idamkan saat sarapan pagi.


🌭Flashback On🌭


Aiyana menatap datar sarapan yang diberikan pihak rumah sakit, padahal sarapan itu terlihat sangat menggiurkan tapi wanita itu sama sekali tidak berniat untuk memakan apapun yang disediakan pihak rumah sakit.


“yank, makan dong” bujuk Alvan sambil menyodorkan satu sendok cream sup ayam kearah mulut Aiyana.


Kepala Aiyana menggeleng dan tangannya mendorong tangan alvan untuk menjauh, “gak mau, ommas aja yang makan, ai mau rujak” rengek Aiyana.


“sayang, makan ini dulu baru buat rujak ya, nanti bisa sakit perut” bujuk alvan sekali lagi.


“Gak mau!” tolak Aiyana sekali lagi, kali ini wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Alvan memasukkan sendok yang tadi dia sodorkan ke dalam mulutnya, “hmmm enak, kamu yakin tidak mau?” goda alvan.


Pancaran mata Aiyana tampak mulai ragu, tapi beberapa detik kemudian wanita itu menggeleng, “gak mau, maunya rujak” tekan Aiyana.


“Wahhh sayang sekali, mas habiskan semuanya ya, ini pakai roti juga tambah enak” alvan mengambil sedikit potongan roti dan mencelupkannya ke dalam cream sup lalu menyuapkan pada dirinya sendiri. “enak banget sayang, ayo makan ya” goda Alvan sekali lagi.


“beneran enak?? Gak tawar?” tanya Aiyana yang mulai penasaran saat melihat suaminya makan dengan sangat lahap.


“iya enaaaakkk banget, mau coba rasa? Sedikit aja” bujuk alvan sekali lagi.


“hmmmm~ tapi ommas suapin ya” tawar Aiyana.


Alvan tersenyum cerah dan mengangguk, “dengan senang hati sayangku” ucap alvan senang. Dari arah sofa para orang tua tersenyum senang melihat alvan yang berhasil membujuk Aiyana untuk makan.


Aiyana menghabiskan dua mangkuk cream sup yang disiapkan pihak rumah sakit, satu miliknya dan satu lagi sarapan untuk alvan, entah kenapa wanita itu terus membuka mulutnya begitu alvan menyuapinya, seperti anak burung dan malah kurang karena Aiyana langsung lahap makan.


Wanita itu sedikit malu saat melihat dia baru saja menghabiskan 2 mangkuk cream sup, padahal tadi dia terus menolak untuk makan.


“Masih mau rujaknya?” tawar alvan setelah istrinya selesai makan.

__ADS_1


Aiyana sempat terdiam beberapa detik, dia menatap alvan sedikit takut dan malu.


“katakan saja sayang, mas gak marah, dan gak perlu malu” ujar alvan yang sudah mengerti arti tatapan Aiyana.


“mau, tapi dikitttttt aja, pengen diiikitttt aja” Aiyana menggerakkan tangannya memberi kode sedikit karena tadi dia makan sudah 2 mangkuk, jadi dia malu karena meminta rujak lagi.


Alvan tertawa kecil lalu mencubit pipi Aiyana pelan, “banyak juga gak apa, mas malah senang istri mas mau makan”.


“Dikittt aja, gak banyak banyak kok” ulang Aiyana sekali lagi.


“Iya ini bunda buatkan sedikittt aja” kekeh bunda Vania yang sudah mulai menggiling bumbu rujak yang sudah dia persiapkan tadi malam.


🌭Flashback Off🌭


Alvan tersenyum begitu mengingat kejadian di rumah sakit, Aiyana yang meminta sedikit ternyata berhasil menghabiskan satu piring rujak buah yang sudah dibuatkan bunda Vania, alvan malah tidak dapat mencicipi apapun, karena sudah habis dimakan oleh Aiyana.


‘Ting’


📹‘Jangan lupa hari ini ya beb’ isi pesan yang dikirim oleh Gizhi.


.


“Pagi pak Alvan” sapa damar begitu melihat Alvan yang berjalan mendekatinya.


“pagi” jawab alvan singkat, sambil matanya berkeliling mencari cari orang yang mengerjai istrinya.


“maaf pak, cari siapa?” tanya Damar lagi.


“Orang yang sudah buat istri saya pingsan” jawab Alvan dengan dingin.


Riska yang mendengar ucapan Alvan langsung bersembunyi di belakang punggung temannya, takut untuk memperlihatkan diri di depan alvan.


“maaf pak, pingsannya istri pak alvan juga salah saya, saya sebagai ketua akan mewakili orang yang kemarin membuat istri pak alvan pingsan untuk meminta maaf, kami tidak ada maksud untuk membuat istri pak alvan pingsan, jadi sekali lagi kami minta maaf pak” ujar Damar.

__ADS_1


Alvan mengangguk, “Saya sudah mendengar dari istri saya, kalau dia minta istrirahat sebentar, tapi tidak diizinkan dan kalian malah menyalahkan dia karena menjadi istri saya, sekarang saya mau tanya kalian, apa salah Aiyana kerena menjadi istri saya?” tantang alvan, nadanya memang biasa tapi cukup menusuk bagi yang mendengarkan.


“A-anu pak, istri pak alvan tidak salah apapun, kemarin murni kesalahan kami, karena ada yang iri pada istri pak alvan” ujar damar sedikit takut.


“ohh~ iri! Kalau iri kenapa tidak langsung mendatangi saya, jangan mengerjai istri saya lagi, saya tidak mau kalian menghinanya, jika sampai ada orang orang yang menyakiti hati istri saya, siap siap saja, saya akan mendatangi dia langsung dan membuat pelajaran padanya, ingat itu” bentak alvan, pria itu kini berbalik pergi.


“Dan satu lagi, Aiyana mulai hari ini tidak akan mengikuti MOS atau kemping pendekatan dengan mahasiswa baru” Baru saja damar dan mahasiswa lain bernafas lega dengan alvan yang berbalik badan tapi nafas mereka kembali tercekat saat alvan kembali ke tempat tadi dia berdiri dan menatap sinis Damar.


“ta-tapi pak, memang acara ini tidak wajib, namun ini adalah acara yang dibuat agar istri pak alvan bisa dekat dengan teman teman barunya, kalau masalah olahraga atau sesuatu yang melelahkan seperti kemarin, kami janji Aiyana tidak akan mendapatkan itu lagi” sanggah damar.


“Istri saya masih di rumah sakit, jadi tidak bisa ikut” ujar alvan lalu benar benar pergi dari sana.


.


“Apaan sih, Cuma lari dan pingsan, di rumah sakit selama berhari hari, lebay banget sih” umpat salah seorang senior saat alvan benar benar tidak ada di sana.


“Wajar kak, Aiyana hampir keguguran karena peristiwa kemarin” seletuk Putri dengan suara kuat.


Kini semua mata tertuju padanya.


“Apa?!” pekik senior yang mendengar ucapan Putri.


“karena kak riska kemarin, Aiyana hampir saja KEGUGURAN atau PENDARAHAN, wajar dong kalau dia sampai di rumah sakit beberapa hari, kalau benar Aiyana kemarin keguguran kakak bisa kena tuntut pak alvan” tunjuk putri pada Riska yang kini mulai pucat.


“Apa dia hamil?” tanya Damar tanpa sadar.


“Iya, dan wajar kalau pak alvan marah besar pada kakak senior yang mengerjai Aiyana kemarin, untung saja masih bisa diselamatkan” angguk Keyla.


“A-aku gak tau, kalau aku tau dia hamil aku tidak akan memaksa dia buat lari” riska masih berusaha membela dirinya.


“benar, harusnya kalau dia hamil dia kasih tau, jadi kita gak perlu menyuruh dia lari” tambah salah seorang teman riska.


“baru tau hamil kak, gimana caranya bilang” ketus Keyla.

__ADS_1


Kini semua senior itu terdiam dan tidak ada lagi yang bisa membantah, mereka merasa bersalah dan ketakutan diwaktu yang bersamaan, dalam hati mereka semua akan menghindari jam mata kuliah yang mereka ambil dnegan dosen Alvan.


...đŸ„©đŸ„©đŸ„©đŸ„©đŸ„©...


__ADS_2