I Love You Professor

I Love You Professor
55. Kembali


__ADS_3

Aiyana tersenyum senang dengan kejutan yang alvan berikan padanya,makan malam romantic disebuah restoran mewah, hanya berdua dan dengan kejutan yang luar biasa.


Ini pertama kalinya Aiyana merasakan perasaan bahagia seperti itu, bukan hanya saat di Vila, Alvan begitu memberikan yang terbaik untuk Aiyana.


Sesaat Aiyana terdiam, ‘Apa begini perhatian yang ommas berikan pada wanita yang dia cintai? Kenapa mantan calon istri ommas pergi kalau ommas sebaik ini’ pikiran itu tiba tiba muncul dalam pikiran Aiyana.


“kenapa tiba tiba cemberut?” tanya Alvan sambil mengangkat dagu Aiyana agar menatap dirinya.


“Jika ai katakan ommas tidak akan marahkan?” tanya Aiyana sedikit takut.


“Tidak akan” kata Alvan sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Aiyana mengambil nafas panjang bersiap untuk mengungkapkan isi pikirannya, “apa ommas selalu bersikap romantis seperti ini pada mantan kekasih ommas?” suara Aiyana terdengar pelan namun masih dapat didengar oleh Alvan.


Alvan tersenyum melihat Aiyana yang mulai menunjukkan kecemburuannya, jika diingat ingat lagi Alvan tidak pernah membuat kejutan pada Gizhi walaupun mereka sudah berpacaran 5 tahun, karena gizhi sendiri yang meminta ini itu menggunakan kartu yang alvan berikan padanya, saat alvan berniat untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun Gizhi, wanita itu meminta kartu pada alvan untuk membeli hadiahnya sendiri jadi alvan tidak lagi memberikan kejutan padanya.


Hari hari mereka pun tidak ada kejutan selain makan bersama dan mendengar keluhan Gizhi tentang pekerjaannya, Alvan juga sering sibuk dengan pekerjaannya sebagai dosen, berbeda dengan Aiyana, Alvan tidak mau meninggalkan pekerjaannya saat bersama gizhi, jadi dia akan tetap bekerja dan meninggalkan gizhi untuk mengurus urusannya sendiri.


Sedangkan saat bersama Aiyana, Alvan lebih memilih meninggalkan pekerjaannya dibanding waktu bersama Aiyana.


“Tidak pernah” Aku Alvan dengan jujur.


“Bohong” bantah Aiyana, wanita itu tidak percaya dengan ucapan yang baru saja alvan ucapkan.


“Memang tidak pernah sayangku” ulang alvan sekali lagi.


“Ommas kan sudah berpacaran lama masak tidak pernah buat kejutan? Pasti bohong” Aiyana masih mencoba mengulik hubungan alvan dengan Gizhi.


Alvan mendekatkan dirinya pada Aiyana, menarik tangan Aiyana agar istrinya itu lebih mendekat padanya, “Tidak pernah sayangku, dia selalu membeli hadiahnya sendiri, setiap dia ulang tahun atau setiap dia mendapatkan proyek besar dia akan meminta hadiah padaku langsung bahkan sehari sebelum dia berulang tahun dia selalu meminta kartuku, hanya itu” jelas Alvan.


‘Bahkan memberi apartemen untuknya juga langsung di jual’ batin Alvan.

__ADS_1


Aiyana memalingkan mukanya dari alvan, “bohong, ommas pasti pernahkan makan malam berdua”.


Kembali Alvan mendekati Aiyana, kali ini menarik dagu gadis itu agar mata Aiyana menatapnya, “Pernah, tapi hanya sekedar makan tidak lebih, bahkan aku tidak pernah melakukan hal hal yang aneh, seperti ini sekalipun” Alvan mencium singkat bibir Aiyana, membuat wania itu terbelalak kaget karena Alvan langsung menciumnya bahkan di depan umum.


“Ommas ini di tempat umum!” peringat Aiyana dengan suara kecil.


‘Cup’ Sekali lagi alvan mencium bibir Aiyana secara singkat, “biar aja, mereka juga gak akan peduli, semua orang pada sibuk dengan pasangan mereka masing masing, dan mas mau membuktikan kalau mas tidak pernah mencium atau melakukan hal aneh aneh pada nenek sihir itu”.


“Iya iya ai percaya” Aiyana dengan cepat mendorong Alvan untuk Kembali duduk dengan benar, Wanita itu sudah sangat malu dengan kelakuan suaminya yang makin hari makin menjadi.


Alvan tertawa pelan dan Kembali memperbaiki cara duduknya yang tadi maju karena ingin mendekat pada Aiyana.


“permisi tuan dan nyonya, apa anda jadi ingin menyimpan momen ini?” seorang pelayan datang dengan membawa kamera foto kearah Alvan dan Aiyana, tadi Alvan memang meminta salah satu pelayan untuk menyimpan momen bahagia dia dan Aiyana ke dalam foto.


“ya, tolong ambil yang banyak” Alvan mengangguk dan mengajak Aiyana untuk berfoto Bersama.


...🍣🍣🍣🍣🍣...


Hari perpisahan sekolah menjadi satu acara yang dinanti nantikan oleh para siswa siswi, karena hari itu adalah hari pelepasan para siswa untuk menaiki tangga kedewasaan mereka masing masing, ada yang mungkin Bersiap untuk kuliah dan mungkin ada yang berkuliah sambal bekerja atau langsung bekerja.


“Ai!” teriak Putri saat melihat Aiyana dating.


Aiyana tersenyum dan berlari mendekati teman temannya.


Tidak ada fajri ataupun para kekasih dari kedua teman Aiyana, para pria itu kompak menjauhi Aiyana, bukan karena masih marah dan menyimpan dendam, tapi lebih tepatnya ingin memperbaiki diri dan menghilangkan perasaan pada Aiyana.


“kamu cantik banget sih neng, mau godain cowok cowok di sekolah ini ya” canda putri.


“enak aja, mana mungkin bisa godain, yang ada aku malah kena amuk sama yang dibelakang” Aiyana menunjuk suaminya dengan menggunakan tatapan mata.


Keyla dan putri kompak tertawa, sejak mereka mulai berbaikan, kedua gadis itu tidak pernah lagi mengganggu urusan Aiyana.

__ADS_1


“benar juga, yang ada suami kamu tu yang jadi incaran para siswi” bisik putri pada Aiyana.


Aiyana langsung memperhatikan para Wanita yang ada disekitar Alvan duduk, memang semua mata kini tertuju padanya bahkan ada beberapa orang tua yang terlihat sedang berbicara pada Alvan seperti ingin menjodohkan anak anak mereka dengan alvan.


Tangan Aiyana langsung terkepal, melihat banyaknya wanita yang mendekat pada suaminya.


‘Gimana cara menjauhkan para lalat itu dari suamiku? Apa aku harus duduk di pangkuan suamiku dan menunjukkan kemesraan kami’ batin Aiyana, didalam pikirannya Aiyana sudah membayangkan beberapa adegan untuk menjauhkan Alvan dari para wanita yang mendekat tapi tidak ada satupun cara yang membuatnya tidak malu.


“Lihat semakin banyak lalat yang mendekat” bisik Keyla sambal tertawa pelan.


“Ihhh keyla jangan membuatku semakin kesal” gerutu Aiyana.


.


Dihari yang sama Gizhi dan brandon telah sampai di bandara internasional Indonesia, wanita itu mempercepat penyelesaian semua jadwal yang telah dia buat, mereka Kembali hanya untuk mendapatkan tujuan mereka Kembali.


“Apa kita akan pergi ke apartemen milikku?” tanya Gizhi, wanita itu masih ingat Alvan sudah membelikan apartemen untuknya, bahkan kunci apartemen itu masih ada sama dia.


Brandon hanya mengangguk dan berjalan memasuki taxi, masih banyak pikiran dan terlalu Lelah dengan perjalanan yang dia lalui.


“Baiklah, tapi sepertinya akan sedikit berdebu, karena aku tidak memerintahkan orang untuk membersihkannya, waahhh aku tidak sabar untuk sampai ke sana” gumam Gizhi bahagia.


...🍥🍥🍥🍥🍥...


bonus pict




__ADS_1




__ADS_2