
Pukul 12.45 Gizhi telah sampai lebih cepat dari waktu janji yang dia tentukan pada Aiyana. Wanita itu tersenyum senang dengan beberapa buah foto di tangannya, itu adalah foto dia bersama alvan, wanita itu sekarang sedang menganggur karena brandon menghentikan kontrak kerjanya bersama gizhi, dan sekarang dia hanya bertahan dengan tabungan dan rumah peninggalan orang tuanya.
Gizhi kembali tersenyum senang, otaknya sedang merangkai kata kata untuk membuat istri alvan merasa sedih, awalnya memang Gizhi menyerah untuk mendekati alvan karena dia ingin membangun rumah tangga bersama brandon tapi ternyata brandon lebih memilih dendamnya dari pada hidup bersama dirinya.
Karena itu Gizhi mulai mencari pria di sekitarnya yang bisa dia manfaatkan sebagai tempat ladang uang. Dari semua pria yang ada hanya alvan yang masuk ke dalam daftar nomor satu untuk di dekati, dulu alvan tidak pernah bertanya berapa banyak pengeluaran yang dia beli untuk berbelanja, bahkan alvan sengaja menyediakan satu buah kartu untuk dia gunakan dan kartu itu selalu alvan isi setiap bulannya, tapi sayang kini kartu itu hanya menjadi pajangan di dompetnya karna sudah ter blokir.
.
Waktu semakin berlalu Gizhi tampak cemas karena sekarang sudah lewat dari jam 1 dan Aiyana tidak datang juga, berkali kali dia menghubungi Aiyana tapi ponselnya tidak di angkat Aiyana.
“Kemana sih dia” umpat gizhi sambil terus memperhatikan ponselnya.
“mencari menantuku?” suara mama Haura baru saja mengejutkan Gizhi yang sejak tadi memperhatikan ponselnya, perlahan kepala Gizhi terangkat dan mata wanita itu terbelalak kaget saat melihat mama haura bersama wanita seumuran dirinya.
“Ma-ma dan a-aiya-na?” tanya gizhi sedikit tergagap, dia masih ragu wanita di sebelah mama haura adalah Aiyana karena wajahnya terlihat seumuran dengan mama haura, tapi bisa saja kan aiyana seperti alvan yang datang minta ditemani juga.
Wanita disebelah mama haura tertawa kecil lalu duduk di sebelah mama Haura, “terima kasih sudah memuji saya muda, tapi saya bukan Aiyana, saya bunda nya Aiyana” ujar bunda Vania dengan suara lembut.
“Ahhh! Ma-maaf tante” ucap gizhi dengan suara pelan, tanpa sadar intonasi suaranya tidak bisa meninggi karena suara bunda Vania yang terdengar sangat lembut.
__ADS_1
“Tidak apa, saya justru senang dikira sebagai putri saya, itu tandanya saya terlihat muda” kata bunda Vania masih dengan senyuman lembutnya.
Gizhi jadi tidak berani mengangkat kepalanya untuk menatap bunda Vania, dia langsung segan kepada wanita lembut itu.
“mau apa kamu menghubungi menantu saya terus!” cetus mama haura dengan suara dingin, berbeda dengan Bunda Vania yang lemah lembut, mama haura mudah sekali emosi dan tidak bisa lemah lembut seperti bunda Vania.
“Ahhh, i-itu sa-saya ha-hanya mau berteman dengan Aiyana” kata Gizhi dengan sedikit terbata bata, semua rencana yang ada di dalam kepalanya langsung buyar karena dia tidak memprediksi jika yang datang bukanlah Aiyana melainkan mama haura dan bunda Vania.
“Ngapain kamu mau berteman dengan menantu saya! Mau buat rumah tangga menantu saya hancur, menggunakan foto foto itu!” sindir Mama haura langsung to the point.
Gizhi cepat cepat menyembunyikan foto foto yang dia letakkan di meja, dan langsung memasukkannya ke dalam tas, dia lupa kalau tadi dia meletakkan begitu saja foto foto dia bersama Alvan, tujuannya untuk menceritakan betapa bahagia nya dia dulu bersama alvan dan betapa cintanya alvan padanya.
“Bukan bukan, kalau gitu apa tujuanmu yang sebenarnya?! Menantu saya tidak akan datang kesini! Dan jangan pernah menghubungi menantu saya lagi!” umpat mama haura dengan suara lantang.
“Gizhi Cuma mau berteman dengan Aiyana, tidak lebih_”
“tidak lebih apaan! Kenapa kamu mesti membawa foto itu kalau tujuannya Cuma berteman!” potong mama Haura.
“I-ini hanya bukti, takutnya Aiyana tidak percaya kalau saya dulu punya hubungan dengan alvan, mohon mama jangan salah paham” lirih Gizhi.
__ADS_1
“Hebat kamu ya! Tidak bisa mendekati putra saya sekarang kamu mau mengganggu menantu saya! Kenapa! Ingat gizhi sekali kamu meninggalkan orang kamu tidak akan pernah mendapatkan dia lagi! Orang itu bukan barang yang bisa kamu ambil sesuka hati kapan kamu perlu” umpat mama haura.
Bunda Vania mengelus lengan besannya lembut, agar sahabatnya itu tidak emosi atau darah tinggi, “nak gizhi, boleh kami tau alasan sebenarnya kamu ingin bertemu dengan putri saya?” suara lembut bunda Vania membuat gizhi tanpa sadar mengangkat kepalanya.
Wanita itu penasaran dengan sosok lemah lembut yang ada di depannya, gizhi jadi merindukan sosok ibu yang pernah melahirkannya ketika melihat bunda Vania.
“Ngapain sih bicara lembut pada wanita ular seperti ini! dia tidak akan menjawab! Sejak tadi jawabannya mutar mutar saja, seperti itu saat dia bertemu dengan putraku!” umpat mama Haura dengan nada tinggi.
“Ma, alvan sudah bersama gizhi selama 5 tahun, mustahil alvan langsung melupakan gizhi begitu saja hanya dalam waktu satu setengah tahun” tantang gizhi dengan nada sedikit menantang, awalnya dia ingin meminta maaf tapi saat mendengar nada tinggi mama haura, wanita itu jadi merasa tertantang.
“Kau dasar__” mama Haura hendak mengumpat tapi langsung di potong oleh bund avania, tampak ada sorot kemarahan dari matanya.
“nak gizhi” panggil bunda Vania tapi masih dengan nada lembut. “Mustahil atau tidaknya kita tidak dapat menentukan, allah lah sang pencipta segalanya, jika allah bertindak maka segalanya akan terjadi, dari hal tidak mungkin menjadi mungkin, dari hal mustahil bisa menjadi bisa, jangan pernah mencoba untuk mengganggu rumah tangga orang lain, karma itu berlaku, jika tidak sekarang maka akan terjadi pada anak cucu mu, kamu tidak mau kan anak yang ada di dalam perutmu sekarang mendapatkan karma dari ibunya” lanjut bunda Vania masih dengan suara lembutnya tapi kata kata wanita itu sedikit menyakitkan.
Gizhi terbelalak kaget saat mendengar ucapan bunda Vania, bukan hanya gizhi, mama haura juga kaget karena bunda Vania bisa menebak jika gizhi sedang hamil. Dulu sangking ingin hamil, bunda Vania mempelajari tentang ibu hamil dan cara untuk hamil cepat, sejak itu dia bisa dengan mudah menebak wanita yang hamil jika sudah masuk 3 bulan, walau masih terlihat ramping bunda Vania masih bisa menebak dengan tepat wanita itu hamil atau tidak.
“Apa saya salah? Sebaiknya nak gizhi coba periksa kedokter, mungkin hanya tebakkan saja tapi saat saya melihat kamu, saya yakin kamu sedang hamil, dan jangan di minum jus yang ada di depan kamu itu, kata orang semakin ingin di gugurkan akan semakin bertahan di perut, jika kamu ingin menggugurkan sebaiknya jangan, selain bisa cacat jika cara menggugurkannya tidak benar kamu juga bisa meninggal” ujar bunda Vania.
...🌮🌮🌮🌮🌮...
__ADS_1