
Pukul 6 pagi mata Aiyana baru terbuka, gadis itu tersadar dari tidurnya karena matahari masuk melalui celah jendela, mata gadis itu langsung terbuka lebar, dia mulai tersadar saat ini dia masih berada dalam pelukan alvan.
“Ommas!!!” teriak Aiyana kencang saat melihat jam yang bertengger di meja kecil samping tempat tidur. “Ommasss bangunnn!! Ai telat sekolah!!” teriak Aiyana sekali lagi.
Mata Alvan langsung terbuka karena Aiyana bukan hanya teriak memanggil dirinya tapi juga memukul bahu dan perut pria itu dengan kuat.
“aiii ini KDRT namanya” ujar Alvan dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
“gak ada waktu lagi, ambil wudhu cepat!” teriak Aiyana.
“matahari udah muncul ai” ujar alvan sambil sedikit membuka matanya.
Aiyana tetap berusaha menarik alvan agar berdiri dan segera berjalan menuju kamar mandi, “sholat subuh aja, diterima gak diterima itu urusan kita sama allah, ayo cepat! Nanti ai bisa telat”.
“Ya udah mandi aja sana kita langsung pergi sekolah setelah kamu siap mandi” ujar alvan.
“Gak mau! Sholat dulu baru mandi, ayo ommas jangan malas!” paksa Aiyana sekali lagi.
Dengan pasrah alvan akhirnya mengikuti Aiyana untuk mengambil Wudhu di kamar mandi setelah itu mereka sholat berjamaah berdua.
.
“Assalamualaikum papa, mama, kakak kakak ipar” salam Aiyana yang sudah siap dengan atribut sekolahnya sementara alvan tampak memakai baju biasa, dia memang tidak ada kelas pagi ini, jadi hanya niat untuk mengantar Aiyana sekolah.
“waalaikum salam, makan dulu ai?” tanya mama Haura.
“gak ma, ai takut telat sampai sekolah, ini aja mandinya kilat tadi” kekeh Aiyana sambil mulai menyalami keluarga Alvan.
“Alvan antarin ai dulu ma, bang pinjam motornya, abang pakai aja mobil alvan kalau buru buru” teriak alvan sambil mengambil kunci motor Andra.
“oke” jawab andra santai, alvan memang tidak punya motor, moto keluarga itu adalah hidup sederhana walau mereka sebenarnya tajir melintir, mobil mereka juga mobil biasa, paling tidak satu orang paling banyak punya 2 kendaraan sedangkan alvan hanya memiliki satu mobil, karena uangnya sudah habis dia belikan rumah untuk dia dan Gizhi tinggal.
Sejak alvan sudah menjadi dosen, pria itu tidak pernah lagi meminta uang pada keluarganya, memang dia masih tinggal dengan mama dan papa karena permintaan mama Haura, tapi dari urusan kebutuhan sehari hari hingga kendaraan dan rumah alvan selalu menggunakan uangnya sendiri.
__ADS_1
.
“Naik motor??” tanya Aiyana kebingungan.
“iya, biar gak telat, ayo cepat” ajak alvan.
Aiyana yang tidak pernah naik motor sama pria kini merasakan jantungnya berdegup kencang, apa lagi ini bukan motor biasa.
Perlahan Aiyana naik dan duduk dengan berpegangan pada baju Alvan. Membuat alvan dengan cepat menarik tangan Aiyana dan membuat gadis itu memeluk alvan, “bahaya pegangnya seperti itu, aku akan ngebut, lagi pula kita sudah beberapa kali pelukan, anggap aja belajar skinship” ujar alvan dan mulai menyalakan motor.
“OMMMAAASSS!!!” teriak Aiyana kencang saat Alvan langsung melajukan motornya dengan kencang, Alvan tertawa kecil tapi sama sekali tidak menurunkan laju kendaraan yang dia kendarai, dulu saat di amerika dia pernah diajari oleh teman kampusnya cara mengendarai motor dan dia sering ikut bermain balapan bersama teman temannya di kampus.
...🧇🧇🧇🧇🧇...
Begitu sampai gerbang Aiyana cepat cepat turun dari motor dan melotot pada alvan, “lain kali gak mau naik motor lagi!” pekik gadis itu kesal.
Alvan tertawa kecil sambil membuka helm yang Aiyana kenakan, pria itu merapikan rambut Aiyana dan mengelus pelan pipinya, seandainya ini tidak di depan gerbang sekolah Alvan ingin mencium bibir manis itu.
“Kalau telat bakal naik ini lagi, kan sampai tujuan dengan selamat” ujar alvan.
Alvan menyambut uluran tangan Aiyana tapi menahan tangan gadis itu saat ingin Aiyana lepaskan.
“apaan?” protes Aiyana karena alvan tidak mau melepaskan tangannya.
“Ada uang jajan gak?” tanya Alvan.
Aiyana segera merogoh tas dan mencari dompetnya, gadis itu lupa untuk meminta uang jajan pada ayah Abraham. “biasanya berapa ayah kasih uang jajan?” tanya Alvan.
“lima puluh untuk 2 hari” jawab Aiyana.
Alvan mulai mengambil uang dalam sakunya dan mengeluarkan uang 500 ribu dari dalam dompet. “nih untuk satu minggu” ujar alvan.
“Gak mau” tolak Aiyana, dia mengambil uang seratus ribu dari uang lima ratus ribu yang alvan pegang, “ai ambil ini aja, kalau kurang ai minta lagi”.
__ADS_1
“ambil aja ai, kemarin kan mas lupa kasih uang jajan, kalau ada apa apa bisa pakai uang itu” bujuk alvan.
“gak mau, nanti hilang uangnya, ai takut pegang banyak banyak” tolak ai lagi.
“ya udah, nanti kalau kurang bilang aja sama mas, langsung beli roti dan susu untuk sarapan ya” nasehat alvan.
Aiyana mengangguk, “iya, hati hati naik motornya, jangan laju laju lagi, kan tidak buru buru” peringat Aiyana sebelum berbalik badan.
“mas pergi, yang rajin belajarnya” kekeh alvan sebelum menjalankan motornya.
Aiyana sedikit berbalik dan tersenyum melihat alvan yang sudah menyalakan motor, tanpa gadis itu sadari sejak tadi teman temannya melihat apa yang alvan dan Aiyana lakukan di depan gerbang sekolah, memang berkat alvan yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi mereka tidak jadi telat, tapi waktu Aiyana sampai di depan gerbang bersamaan dengan Keyla, putri dan fajri sampai sekolah.
Aiyana yang sibuk berbicara dengan Alvan tidak sadar dengan pandangan dari orang orang di depan gerbang, dia hanya sedang lega berhasil menginjakkan kaki di atas tanah, karena alvan membawa motor seperti orang kesurupan, apa lagi, alvan terlihat sangat tampan dan mempesona tidak mirip pria berusia 27 tahun apa lagi seorang professor, orang akan menyangka dia adalah seorang mahasiswa yang menjadi kekasih Aiyana karena mereka berdua terlihat seperti pasangan kekasih.
“Ai!” panggil putri sambil menepuk bahu Aiyana.
Aiyana berhenti dan tersenyum menyapa teman temannya, dia sama sekali tidak terlihat canggung ketika kepergok oleh teman temannya.
“tadi siapa ai?” tanya Keyla yang sangat penasaran.
“abang sepupu” jawab Aiyana bohong, dia sengaja tidak menatap mata teman temannya dan berpura pura sibuk sedang memasukkan uang yang tadi alvan kasih ke dalam dompet.
“Saudara jauh yang lo certain kemarin ya?” gantian kini putri yang bertanya pada Aiyana.
Aiyana mengangguk pelan.
“kok bukan bokap lo yang antar ai?” selidik Keyla.
“ayah sedang sibuk, dan tadi gue telat bangun jadi diantar pakai motor biar gak telat” jawab Aiyana setengah berbohong, sejak menikah gadis itu mulai terbiasa berbohong, untung demi kebaikan, dalam hati Aiyana bertekad akan memberi tahu kebenarannya pada putri dan Keyla setelah mereka lulus dari sekolah.
...🍣🍣🍣🍣🍣...
bonus pict
__ADS_1