
⚠️ peringatan bagi yang berpuasa untuk membaca saat malam hari aja ya agak dewasa soalnya ⚠️
...🥪🥪🥪🥪🥪...
Aiyana dan Alvan sampai di apartemen mewah yang baru saja Alvan beli bukan berarti pria itu miskin karena hanya menjadi dosen, Alvan itu adalah anak terpintar dari pasangan hamdi dan haura, bahkan dia bisa membuat strategi dalam beberapa simulasi perang yang dimainkan kakek nya, banyak yang menyayangkan kepintaran pria itu hanya di manfaatkan untuk menjadi seorang dosen di sebuah universitas.
Tapi Alvan memliki sifat keras kepala yang berasal dari mama nya, walau sudah dilatih dan dibesarkan untuk menjadi seorang tentara dia tetap dengan keinginannya menjadi seorang professor, dan yang lebih mengejutkan dia menjadi professor di bidang yang sangat tidak mungkin dia lakukan.
Alvan membuka pintu apartemennya perlahan, dan membiarkan Aiyana masuk ke dalam lebih dulu, dia ingin melihat reaksi Aiyana tentang apartemen itu.
“Wuuuaaaahhhh ini besar banget ommas, gimana cara ai bersihkannya?” komentar Aiyana yang pertama kali keluar ketika melihat apartemen mewah itu. Alvan tertawa pelan dan menutup mulutnya berusaha tidak tertawa terlalu keras.
“Akan ada orang yang datang untuk membersihkan apartemen ini, hanya itu komentarnya?? Kamu tidak suka? Atau mau yang lebih terlihat mewah?” tanya alvan di sela tawanya.
“Ini sudah mewah dan cantik, pasti mahal emang uang ommas cukup?” balik tanya Aiyana, wajah gadis itu memancarkan kebahagiaan dan rasa cemas di saat bersamaan.
Alvan semakin bahagia mendapat jawaban yang tidak dia sangka sangka, dia sengaja berkeliling beberapa apartemen untuk mencari apartemen yang mungkin istrinya sukai, dulu dia juga seperti itu saat membelikan apartemen untuk Gizhi, tapi bukannya terlihat bahagia, Gizhi malah kesal dengan pilihan alvan, akhirnya alvan membiarkan dia memilih sendiri apa yang gizhi inginkan tanpa gizhi ketahui apartemen yang dia inginkan harganya lebih murah dari apartemen yang alvan beli, Alvan tidak memberi tau apapun tentang itu dia hanya menerima apapun yang gizhi inginkan.
Alvan mendekat kearah Aiyana, memeluk gadis itu dan mencium bibirnya dengan lembut, “tidak perlu cemas, untuk istri cantik ku, mas akan melakukan apapun” bisik Alvan setelah bibir mereka berdua terlepas.
“ommas nanti kalau bangkrut gimana?” tanya Aiyana dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Alvan menggendong Aiyana dari depan membuat gadis itu sedikit memekik dan langsung mengalungkan tangannya pada leher alvan. “kekayaan suami kamu ini bahkan bisa untuk kamu berfoya foya, tapi sepertinya istri mas ini masih tidak percaya dan bahkan uang yang dia minta sejak beberapa minggu berlalu hanya sebesar 300 ribu” ungkap Alvan, dia sangat ingat berkali kali dia ingin memberikan uang yang banyak pada Aiyana, tapi gadis itu bahkan tidak mau mengambil lebih banyak dari uang yang alvan sodorkan padanya.
Alvan bahkan memberikannya kartu atm miliknya dan tidak ada satupun yang tersentuh oleh Aiyana bahkan kartu kartu yang alvan berikan telah menjadi koleksi di dalam dompet gadis itu.
Jika itu Gizhi maka kartu kartu yang alvan berikan maka akan habis dalam hitungan 1 hari, berapapun alvan isi, kartu kartu itu akan langsung habis begitu saja, kata orang cinta bisa membutakan manusia, termasuk alvan, entah apa yang terjadi dia begitu cinta buta pada Gizhi, tapi semakin berjalannya hari, Perasaan pria itu mulai hilang bahkan sudah tidak berbekas lagi, kehadiran Aiyana mampu membuat pria itu melupakan Gizhi dalam waktu singkat.
Bahkan sekarang alvan lebih takut kehilangan Aiyana dibanding kehilangan kekayaannya atau apapun yang berharga baginya di dunia ini.
Alvan duduk di atas sofa dengan Aiyana yang otomatis langsung duduk di pangkuannya, gadis itu menutup wajahnya yang berubah warna merah, saat merasakan ada sesuatu yang mulai terasa di bagian yang Aiyana duduki.
Pria itu perlahan membuka wajah Aiyana yang ditutupi dengan tangan gadis itu sendiri. Warna merah mendominasi pipi hingga telinga gadis itu. Perlahan Alvan semakin mendekatkan dirinya pada wajah Aiyana mencium bibir Aiyana secara perlahan, berusaha bersikap tenang agar gadis kecilnya tidak lari atau berteriak ketakutan.
“sayang, jangan malu” bisik alvan, senyum lembut menyebar di bibirnya mata Alvan juga memancarkan kasih sayang lebih besar dari kasih sayang yang dia berikan pada mantan kekasihnya. Alvan sama sekali tidak menyangka bahwa dia bisa jatuh cinta melebihi cintanya pada Gizhi, Aiyana berhasil membuat dunia pria itu berputar 180 derajat.
“ommas” suara pelan Aiyana akhirnya keluar, Alvan yang sibuk mencium dan membuat dunia Aiyana mulai hilang kendali kini melepaskan ciumannya.
“Sayang, apakah boleh?” lirih Alvan, matanya yang serius, suaranya yang lembut, dan usapan tangan alvan yang terasa hangat kini mampu membuat Aiyana perlahan menganggukkan kepalanya, dengan wajah memerah padam, Aiyana menganggukkan kepalanya pelan.
Tanpa menunggu lagi Alvan kembali menggendong Aiyana dan membawa gadis itu ke dalam kamar utama di dalam apartemen itu.
Alvan secara perlahan membaringkan Aiyana di tempat tidur sambil mulai mencium bibir gadis itu dengan lembut. Secara perlahan Alvan membuka baju yang Aiyana kenakan satu persatu dan bajunya sendiri hingga keduanya kini sudah tidak memakai apapun lagi.
__ADS_1
“I love You Aiyana, kamu sangat indah sayang” ucap alvan dan kembali mencium bibir gadis itu.
Alvan memandangi lekuk tubuh istrinya yang sudah tidak mengenakan apapun, sementara Aiyana hanya memalingkan wajah dan menutup wajahnya karena terlalu malu dengan apa yang sedang mereka lakukan.
Alvan menunduk dan mencium perut rata istrinya, gadis itu merasa kegelian tangannya terus menutup mulutnya sendiri menahan untuk tidak mengeluarkan suara suara aneh yang mulai membuat gadis itu gelisah.
Alvan tersenyum nakal saat mulai membuat jejak peta pada tubuh Aiyana, dia harus memastikan tanda yang dia buat tidak bisa dilihat oleh orang orang karena istrinya itu masih bersekolah, walau dia sudah dipuncak gairah, alvan tetap berusaha memberikan servis yang membuat Aiyana merasa sangat dicintai oleh pria itu.
Alvan mengambil tangan Aiyana dan membuat gadis itu menoleh untuk menatap mata Alvan, “jangan malu sayang ku, aku adalah suamimu” bisik Alvan.
Aiyana menganggukkan kepalanya tanpa suara, dia tau mata Alvan saat ini memancarkan rasa cinta padanya, berbeda saat mereka pertama kali menikah, sekarang Aiyana tau mata itu hanya akan menatapnya tidak akan ada wanita lain yang bisa memiliki Alvan lagi selain dirinya.
Tangan Aiyana yang Alvan pegang tadi perlahan diarahkan menuju jamur besar yang sudah berdiri tegak.
“bagaimana?” tanya alvan.
Aiyana masih belum mengeluarkan suara, dia masih diam dan membiarkan tangannya mengelus jamur yang alvan punya. “dalamnya keras seperti kayu tapi luarnya lembut seperti jamur” ucap Aiyana.
...🍤🍤🍤🍤🍤...
bonus pict
__ADS_1