
Aiyana terlihat cantik dengan setelan yang dia gunakan bersama sang suami, wanita menggandeng mesra Alvan sejak dari tangga hingga sampai di depan pintu keluar.
“mau kemana Van?” tegur papa Hamdi saat melihat putra dan menantunya sudah terlihat tampan dan cantik.
Alvan menoleh dan menunjuk istri cantiknya, “menantu papa lagi ngidam pengen jalan jalan berdua sama suami”.
“ohh ya udah hati hati” ucap papa Hamdi sambil melambaikan tangannya pada pasangan itu.
“Papa, ayah, alvan sama ai pergi assalamualaikum” pamit alvan dan Aiyana serentak.
.
Alvan mengajak Aiyana ke tempat taman bermain paling besar yang ada di kota tempatnya berada. Aiyana tampak senang dan kegirangan seperti anak kecil, dia di temani alvan bermain seharian di tempat itu, Aiyana bahkan terlihat seperti memiliki banyak tenaga cadangan karena sejak tadi tidak berhenti bermain, istirahatnya hanya saat makan dan sholat.
“Ommas nanti kita naik komedi putar lagi ya” pinta Aiyana dengan mata berbinar binar.
Alvan mengangguk sambil membersihkan beberapa bekas makanan yang mengotoro bibir istrinya, “kita istirahat makan dulu baru main lagi” alvan tidak pernah menolak setiap permainan yang di ajak oleh Aiyana, bahkan ke permainan anak anak pun akan di ladeni oleh alvan.
Saat mendapat perhatian alvan hanya mengatakan dengan keras ‘Istri sedang ngidam’ maka saat itu semua orang akan mengangguk mengerti alasan Alvan dan Aiyana ada di tempat anak anak untuk bermain.
.
“naik komedi putar lagi pak alvan?” tanya petugas di komedi putar sambil tersenyum ke arah alvan, dia memang sedang mengambil tiket komedi putar sementara Aiyana menunggu tidak jauh dari tempat pengambilan tiket.
Sudah hampir 6 kali dia kembali ke komedi putar itu makanya petugas yang menjaga komedi putar sampai hapal muka dia dan Aiyana.
“Yahhh namanya suami lagi ngikuti ngidamnya istri, apa aja akan di lakuin” balas alvan.
“Semangat ya pak alvan” puji petugas itu pada Alvan.
“makasih” alvan mengangguk singkat lalu mempercepat langkahnya menuju Aiyana.
Begitu alvan sampai di hadapan Aiyana, wanita hamil itu langsung menggandeng alvan dengan wajah bahagia, “Ayo kita naik” seru Aiyana.
Alvan mengangguk dan melangkahkan kakinya menaiki komedi putar untuk kesekian kalinya, pria itu bahkan sudah bosan menghitung berapa putaran yang dia lakukan, namun saat melihat wajah bahagia Aiyana, alvan akan ikut tersenyum bahagia karena hanya dengan hal kecil seperti itu dia bisa membuat Aiyana bahagia.
__ADS_1
Beberapa menit berhasil alvan selesaikan, dia sudah turun dari komedi putar, waktu sudah menunjukkan malam hari tapi Aiyana masih sibuk dengan wahana wahana anak kecil di sekitarnya.
Wanita itu melihat kembali ke arah komedi putar yang baru saja dia naiki.
“mau naik itu lagi?” niat alvan sebenarnya menyindir tapi apalah daya, istri tercinta menanggapi sindiran itu dengan serius, Aiyana mengangguk cepat dan tersenyum bahagia. “bentar lagi gimana sayang?” tawar alvan, otak pria itu sedang merencanakan ide untuk mencari kesenangan baru yang bisa dialihkan, mata pria itu menangkap penjual gelembung balon yang tidak jauh dari sana.
“Ommas gak mau lagi ya” lirih Aiyana yang langsung berubah memelas.
“Bukan tidak mau, kasian dedeknya mutar mutar terus, kita main gelembung itu aja gimana?” tawar Alvan, dalam hati alvan berharap Aiyana mengiyakan karena dia cukup bosan menaiki wahana yang sama berkali kali kali.
Mata Aiyana langsung berbinar binar menandakan dia mulai tertarik dengan gelembung sabun yang alvan tunjukkan, “Ayo, cepat belikan” seru Aiyana.
“Oke sayang bentar” alvan bersorak senang dan berlari cepat menuju penjual gelembung yang menggunakan berbagai macam bentuk, dia mengambil gelembung dengan wadah kamera, terlihat menarik dan lucu setelah itu kembali ke tempat istrinya lagi.
Beberapa menit bermain gelembung sabun alvan izin pada Aiyana untuk pergi ke kamar mandi. Tujuannya tentu saja untuk membuat kejutan pada Aiyana, pria itu membeli beberapa buah balon dan membawakannya pada Aiyana.
Saat Aiyana melihatnya, wanita itu tertawa bahagia, alvan membawakan banyak sekali balon untuk dirinya.
“bagaimana kalau kita pulang lagi? Ini sudah malam sayangku, nanti masuk angin” ajak alvan.
Kepala Aiyana menggeleng pelan, “gak mau, masih mau main komedi putar”.
.
Aiyana terlihat menunggu alvan, senyum wanita itu merekah saat melihat alvan kali ini membawakan jaket hitam untuk nya.
“pakai ini, nanti kedinginan” ujar alvan sambil memakaikan istrinya jaket yang dia bawa, “mau naik sekarang?” tanya alvan.
“iya” Aiyana langsung menggandeng suaminya sambil kembali menaiki wahana komedi putar yang tiketnya sudah di beli Aiyana.
Petugas yang menjaga hanya tersenyum sambil memberi semangat pada alvan, setelah menitipkan balon yang dia beli keduanya menaiki komedi putar itu beberapa kali baru 30 menit sebelum tutup Aiyana berhenti.
Berhenti pun karena alvan meminta bantuan petugas untuk berbohong pada istrinya kalau mereka sudah tutup, akhirnya mau tidak mau Aiyana pulang bersama alvan setelah puas bermain di wahana yang sama selama berjam jam.
.
__ADS_1
Alvan tersenyum saat beberapa menit mobil dia jalankan Aiyana sudah tertidur pulas di kursi sebelahnya.
“Sekarang baru kecapekan, tadi staminanya luar biasa” gumam alvan pelan sambil menurunkan kursi yang istrinya gunakan agar tidurnya lebih nyaman.
...🍥🍥🍥🍥🍥...
Maria mendatangi rumah Gizhi untuk memberikan alamat rumah sakit yang dia ketahui dari beberapa model yang pernah melakukan aborsi.
“Ini alamat alamat rumah sakit yang aku dapatkan, kamu benaran mau gugurin kandunganmu? Gak kasih tau brandon kalau kamu hamil?” tanya Maria.
Gizhi melirik kertas yang Maria berikan lalu kembali memakan sup buah yang ada ditangannya, “gak jadi gue berniat melahirkan ni anak, biarin aja bapaknya gak tau” jawab Gizhi.
“Apa?? Lo mau lahirin dia? Lo gak malu hamil di luar nikah?” pekik maria.
Gizhi menggelengkan kepalanya, “Gue udah lapor ke ketua RT dan bilang gue menikah di luar negri dan menunjukkan surat nikah palsu dan gue bilang suami gue meninggal makanya gue balik lagi kesini” ujar gizhi.
“lo serius? Terus lo kerja apaan? Lo gak bisa jadi model lagi kalau perut lo udah besar, sekarang saja lo gak punya job satu pun, padahal di paris lo terkenal banget” kata maria panjang.
“Buka butik, lo tau gue desainer, dan gue mau buka butik kecil, sebagai pengganti gue yang pengangguran sekarang” jawab Gizhi.
“lo yakin? Lo pernah bilang dulu pernah sekali coba buka dan gagal, kenapa mau coba lagi?”
“Hmmm mungkin kali ini akan berhasil soalnya untuk anak gue, bukan untuk yang lainnya” jawab Gizhi penuh percaya diri, dulu memang dia buat butik lebih banyak pengeluaran untuk kebutuhan pribadinya, sekarang setelah mendapatkan pencerahan gizhi mulai berusaha untuk berubah, semua berkat kebaikan bunda Vania.
Lagi pula toko tempat dia jualan baju masih ada dan belum dia jual, dia bisa kembali membuka usaha, kali ini dia akan membuat baju pasangan ibu dan anak nya, kepalanya sedang banyak ide untuk membuat baju baju yang menurutnya menarik.
...🍦🍦🍦🍦🍦...
bonus pict
__ADS_1